Komplit, Ini Makanan Tradisional Indonesia dari 24 Provinsi

Makanan Tradisional Indonesia – Indonesia secara administratif sekarang ini terdiri dari 34 provinsi. Dengan begitu luasnya wilayah Indonesia, pastinya banyak makanan tradisional yang lezat dan khas di setiap daerah. Beberapa makanan terlihat mirip, namum memiliki nama dan citarasa yang berbeda.

Kali ini tim Tedas.id akan membawa para sahabat berpetualang dari satu provinsi ke provinsi lainnya dan mencicipi makanan tradisional dari tempat tersebut. Sudah siap untuk berpetualang?

Makanan Tradisional Indonesia dari Sumatra

makanan tradisional indonesia
Image: foodizz.id

Persinggahan pertama kita adalah Pulau Sumatra. Pulau ini memiliki 10 provinsi. Karena berada di dalam pulau yang sama bisa jadi makanan tradisional di setiap wilayahnya pun hampir sama. Yuk kita lihat apa saja makanan tradisional yang ada di pulau ini.

1. Aceh

Beribukota di Banda Aceh, disebut juga dengan Serambi Mekah. Ada banyak makanan lezat dari provinsi ini. Salah satu yang paling terkenal tentu saja Mie Aceh. Para sahabat, Mie Aceh ini sangat khas karena rasa pedas dan rempahnya yang sangat terasa.

Bahan utama pembuatan mie Aceh mie kuning atau mie telor. Mie Aceh biasanya dilengkapi dengan irisan daging, entah itu kambing atau sapi. Namun ada beberapa pula yang mengolahnya bersama makanan laut, seperti cumi, kepiting dan udang.

Kuah Mie Aceh berbeda dengan kebanyakan mie di daerah lain karena biasanya menggunakan bumbu kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh memiliki tiga pilihan menu; Mie Aceh goreng, Mie Aceh kuah dan Mie Aceh setengah basah.

Untuk menambah cita rasa, bawang goreng akan ditaburkan di atasnya, disajikan pula dengan emping, potongan bawang merah, perasan air jeruk nipis dan mentimun.

Baca Juga  Rekomendasi, 22 Makanan Khas Sulawesi Lezat dan Nikmat

2. Sumatera Utara (Sumut)

Dari Aceh mari kita terbang ke Sumatera Utara, tepatnya di Medan, kota yang terkenal dengan Danau Toba-nya. Tahukah sahabat salah satu makanan tradisional Indonesia yang berasal dari Medan adalah Bika Ambon. Namanya boleh Ambon, namun kue tradisional ini sebenarnya berasal dari Medan.

Kue bika ini mendapat pengaruh dari kue khas melayu yang kemudian diberikan sentuhan lain. Kue ini dimodifikasi dengan bahan pengembang yang akhirnya menghasilkan kue berongga dan jauh berbeda dari kue aslinya.

Asal mula nama Bika Ambon sendiri karena awalnya kue ini dijual di simpang Jalan Ambon, daerah Sei Kera Medan. Saking populernya kue ini hingga akhirnya tersematlah nama jalan tersebut di dalam nama kuenya. Kue Bika ini dibuat dari aneka bahan; tepung terigu, santan, telur, pandan wangi, gula dan beberapa bahan lainnya.

Rasanya sangat khas dengan serat di bagian dalam, namun tetap lembut saat dilumat di dalam mulut. Sekarang ini Bika Ambon telah dijual luas di semua wilayah Indonesia, jadi untuk menikmatinya sahabat tidak harus datang dulu ke Medan.

3. Sumatra Barat (Sumbar)

Persinggahan berikutnya yaitu Sumatera Barat, tepatnya di kota Padang. Pasti sudah bisa menebak ya apa makanan tradisional yang paling moncer dari wilayah ini?

Benar sekali, Rendang!, membuat Rendang membutuhkan waktu yang sangat panjang. Proses memasaknya kurang lebih sekitar 4 jam. Potongan daging yang dimasak dalam suhu rendah bersama aneka rempah dan santan.

Karena proses masaknya cukup lama, rendang bisa bertahan di suhu ruang selama berminggu-minggu. Ada jenis rendang bernama kalio, yaitu rendang yang dimasak dalam waktu singkat dan santannya belum kering. Warnanya coklat terang keemasan.

Ada filosofi khusus di balik makanan khas yang terpilih menjadi salah satu dari 50 hidangan terlezat di seluruh dunia versi CNN Internasional pada 2011. Filosofi itu yaitu musyawarah dan mufakat.

Empat bahan pokok yang digunakan untuk membuat olahan rendang melambang kan keutuhan masyarakat Minang. Daging sapi merupakan lambang dari”niniak mamak” (para pemimpin suku adat), kelapa merujuk pada “cadiak pandai” (kaum Intelektual), cabai merupakan lambang dari “alim ulama” yang tegas mengajarkan syariat Islam, dan pemasak (bumbu) melambang kan keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Selain Rendang, Sate Padang dan Nasi Padang juga menjadi makanan khas dari wilayah ini yang mudah dicari di kota-kota lain.

4. Riau

Dari Padang mari kita mlipir ke Pekanbaru, ibu kota provinsi Riau. Ada makanan tradisional Indonesia apa ya di kota ini?

Ada banyak sekali makanan khas nan lezat dari kota ini. Salah satunya yaitu Nasi Lemak. Merupakan makanan khas Riau. Nasi dimasak bersama santan kelapa dan daun pkamun untuk memperoleh cita rasa gurih dan aroma yang harum.

Nasi lemak biasanya disajikan dengan lauk pauk seperti telur, ikan teri goreng, sambal cabi, irisan mentimun dan lauk pendamping lainya. Nasi lemak ini mudah ditemukan di warung dan restoran sepanjang Pekanbaru.

5. Kepulauan Riau (Kepri)

Selanjutnya kita akan berkenalan dengan makanan khas Tanjungpinang. Sepertinya tidak akan jauh berbeda dengan makanan di Pekanbaru karena memiliki rumpun yang sama.

Ada banyak makanan yang mirip dengan kota-kota sebelumnya, namun ada satu cemilan khas Tanjung Pinang yang harus sahabat coba saat menginjakkan kaki ke Kepulauan Riau.

Namanya Luti Gendang. Penampakannya mirip combro dan misro khas Sunda. Warnanya coklat berbentuk oval. Luti gendang sejenis roti yang diberi isian abon ikan. Rasanya tentu saja nikmat, gurih dan ada sedikit sentuhan manis.

Baca Juga  Lezat, 23 Aneka Makanan Khas Jambi yang Legendaris

6. Jambi

Dari Tanjung Pinang, mari kita menclok ke Jambi. Saat mampir ke Jambi, wajib banget mencicipi Gulai Ikan Patin. Gulai ini banyak dicari, selain karena lezat, kandungan gizinya juga super tinggi.

Menikmati Gulai ikan patin akan lebih baik ketika kuahnya masih panas, apalagi saat cuaca sedang dingin. Kuah gulai bisa menjadi penghangat.

7. Sumatera Selatan (Sumsel)

Yuk, sekarang saatnya mampir ke ibukotanya Sumsel, yaitu Palembang. Di kota ini tentu saja kita bisa bertemu dengan the one and only, Pempek Palembang. Bahkan meski di kota-kota lain sudah banyak yang berjualan makanan khas tradisional Palembang ini, tetap paling enak menikmati pempek ya langsung di kota asalnya.

8. Kepulauan Bangka Belitung (Babel)

Mari lanjutkan perjalanan! Di sini kita harus menikmati Martabak Bangka. Nama aslinya adalah Hok Lo Pan. Asal mula nama tersebut dikarenakan martabak pertama kali dibuat oleh masyarakat Hakka (Khek) Bangka. Hok Lo Pan sendiri memiliki arti Kue Orang Hok Lo.

Perbedaan martabak Bangka dengan martabak di daerah lain yaitu adonannya lebih tebal, keras, gurid dan kecoklatan. Teksturnya jauh lebih berpori dan berserat dibanding martabak lainnya. Sudah pernah mencoba?

9. Bengkulu

Rebung Asam Undak Liling adalah salah satu jenis makanan tradisional favorit di Bengkulu. Merupakan olahan dari keong hitam yang dicampur dengan rebung alias bambu muda. Proses pembuatannya memakan waktu cukup lama dan dilakukan dengan cara yang masih tradisional.

Rebung harus direndam terlebih dahulu selama beberapa hari agar rasa asamnya keluar. Setelah itu, barulah rebung tersebut dimasak bersama liling atau keong hitam yang biasa hidup di sawah.

10. Lampung

Pendaratan terakhir kita di Sumatera. Kira-kira makanan tradisional Indonesia apakah yang bisa dinikmati di kota ini?

Seruit adalah salah satu makanan tradisional dari Lampung. Biasanya disajikan yang sering pada saat acara keluarga, acara adat, pernikahan, dan acara keagamaan. Seruit juga merupakan makanan pokok untuk masyarakat Pepadun.

Seruit adalah olahan bakar yang dicampur dengan berbagai sambal terasi khas kota Bandar Lampung sebagaimana tempoyak. Beberapa lainnya ada yang menambahkan mangga untuk memberikan cita rasa asam. Ikan yang biasa digunakan antara lain ikan baung, ikan belida, ikan lais dan lainnya. Disantap dengan lalapan lebih nikmat.

Makanan Tradisional Indonesia dari Jawa

daftar Tradisional Indonesia
Image: tandaseru.i

Dari Sumatera kita akan berpindah ke Jawa. Di pulau Jawa terdapat 6 provinsi. Tentu saja tiap provinsi memiliki makanan-makanan tradisional yang berbeda. Apa saja ya?

1. Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta)

Membicarakan Jakarta maka tak bisa lepas dari Kerak Telor. Kerak telur adalah makanan khas Betawi dan biasanya mudah ditemukan saat ada acara Pekan Raya Jakarta.

Beberapa dijual pula di pinggir jalanan. Rasanya legit dan gurih. Kerak Telor dikatakan sebagai fast food-nya masyarakat Jakarta. Hanya butuh 15 menit saja untuk menyiapkan makanan ini.

Baca Juga  32 Makanan Khas Papua yang Harus Anda Coba

2. Banten

Provinsi yang beribukota di Serang ini juga punya banyak makanan tradisional. Salah satunya Angeun Lada. Sebenarnya Angeun lada memiliki arti “sayuran pedas”. Padahal makanan satu ini justru tak mengandung sayur sama sekali. Makanan ini justru terbuat daging kerbau.

Namun sekarang banyak pula yang menggunakan daging sapi atau kambing juga populer. Kuah angeun lada sangat khas karena menggunakan daun walang yang mengandung minyak atsiri.

Bumbu tersebut telah menambah cita rasa dan aroma masakan ini hingga menjadi sangat terciri dan unik. Rasa Angeun Lada sedikit pedas, aromanya terasa kuat dan gurih.

3. Jawa Barat (Jabar)

Dari Banten kita mendarat ke gudangnya makanan enak nih. Namun kali ini tim tedas.id akan mengajak sahabat menikmati rujak buah khas Jawa Barat.

Sebagaimana rujak pada umumnya, namun rujak Jawa Barat biasanya menyajikan beberapa buah dengan cara dipotong tipis-tipis. Beberapa buah yang biasa digunakan yaitu jambu air, bengkoang, pepaya, mangga muda, nanas, dan kedondong. Yang membedakan rujak Jawa Barat dengan wilayah lain yaitu saus kacangnya.

Baca Juga  Lezat, Ini 15 Makanan Khas Bandung dan Lokasinya

4. Jawa Tengah (Jateng)

Melipir ke Jawa Tengah, kita singgah sebentar ke ibu kotanya saja ya. Di Semarang ada satu jenis makanan camilan yang sangat terkenal. Apalagi kalau bukan Lumpia. Makanan khas Semarang ini merupakan akulturasi budaya antara Jawa dan Tionghoa.

Konon penemu Lumpia merupakan pasangan suami istri tionghoa dan Jawa. Mereka kemudian membuat lumpia untuk bisa dinikmati dua masyarakat ini. Jadilah terkenal hingga sekarang. Lunpia sangat enak jika dicocol dengan saus coklatnya dan dimakan bersama daun bawang.

5. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Dari Jateng kita mampir ke Yogyakarta. Gudeg sudah siap menanti para sahabat di sini. Bahan dasar dari masakan ini yaitu nangka muda yang dipotong-potong, lalu dimasak dengan bumbu rempah-rempah dan santan.

Proses memasaknya membutuhkan waktu lama agar bumbu meresap ke dalam. Paling cocok dinikmati dengan nasi hangat dan sambal. Biasanya disajikan dengan ayam, tahu dan telur rebus.

6. Jawa Timur (Jatim)

Sampailah kita di provinsi terakhir di Pulau Jawa. Di Jawa Timur, mari singgah ke Surabaya dan menyantap Rujak Cingur. Merupakan olahan dari buah-buahan yang dicampur dengan sayuran, moncong sapi dan disajikan dengan sambal.

Rujak Cingur mirip gado-gado, namun yang membedakan adalah adanya campuran buah dan sayur yang menghasilkan cita rasa tersendiri. Saosnya pun berbeda karena bukan saos kacang, namun petis yang diolah dengan bumbu-bumbu lainnya.

Makanan Tradisional Indonesia dari Kepulauan Nusa Tenggara

kuliner asli indonesia
Image: medium.com

Setelah puas menyusuri Jawa, mari kita mampir ke Kepulauan Nusa Tenggara.

1. Bali

Saatnya menikmati kuliner khas Pulau Dewata. Sahabat harus mencoba menikmati Sate Lilit. Berbeda dengan sate pada umumnya yang dagingnya biasanya ditusukkan pada tusuknya.

Daging pada sate khas Bali ini dililitkan pada tusuknya. Sate Lilit juga tidak dimakan menggunakan saus kacang karena bumbu-bumbunya sudah dicampurkan di dagingnya itu sendiri. Daging yang biasa digunakan untuk sate lilit yaitu daging ikan tuna ataupun daging ayam.

2. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke NTB tanpa menikmati Ayam Taliwang. Berbeda dengan olahan ayam lainnya, ayam Taliwang memiliki cita rasa yang mantap. Dilengkapi dengan bumbu cocol yang gurih. Tak heran jika hidangan ini menjadi makanan khas favorit di Lombok.

Baca Juga  Baju Adat Bali: Ketahui 7 Jenis dan 3 Tingkatannya

3. Nusa Tenggara Timur (NTT)

Provinsi yang beribukota di Kupang ini punya banyak makanan khas. Salah satunya Catemak Jagung. Makanan ini dinilai sangat sehat karena terbuat dari bahan alami

Biasa disajikan sebagai dessert alias makanan penutup. Rasanya asing dan gurih. Dibuat dari bahan jagung, kacang hijau, kacang tanah dan sesekali ditambah labu serta sayuran. Bahan-bahan itu direbus bersama air bumbu garam dan penyedap. Mirip seperti kolak, namun rasanya gurih.

Makanan Tradisional Indonesia dari Kalimantan

bubur bali
Image: akato.co.id

Dari Kepulauan Nusa Tenggara, mari kita lanjutkan perjalanan menuju Kalimantan. Ada 5 provinsi di sini, mari kita jelajahi makanan tradisional Indonesia yang ada di sana.

1. Kalimantan Barat (Kalbar)

Bubur Pedas dari Sambas, Kalimantan Barat wajib kita coba saat singgah di provinsi ini. Nama aslinya Bubbor Paddas, terdiri dari beras yang ditumbuk halus, lalu disangrai. Dilengkapi dengan aneka sayur, seperti kangkung, daun pakis, kunyit, jagung pipil dan daun kesum.

Kuah bubur ini direbus dengan iga sapi yang memberikan cita rasa istimewa. Apalagi disajikan dengan taburan bawang goreng di atasnya. Lezatnya tak terkira.

2. Kalimantan Tengah (Kalteng)

Menuju ke Kalimantan Tengah, kita akan mencicipi makanan yang ringan-ringan saja, yaitu Keripik kelakai. Makanan khas Kalimantan Tengah ini dibuat oleh suku Dayak dengan memanfaatkan bagian daun tanaman kelakai yang masih muda.

Cara membuatnya, daun kelakai dilumuri adonan tepung berbumbu, lalu digoreng pada minyak panas. Keripik kelakai memiliki rasa yang gurih dan teksturnya juga sangat renyah di mulut.

Baca Juga  Lezat, Ini 27 Makanan Khas Jawa Tengah Legendaris

3. Kalimantan Selatan (Kalsel)

Setelah menikmati keripik kelakai di Kalimantan Tengah, mari kita berburu makanan tradisional Indonesia lainnya di Kalimantan Selatan. Ternyata sate tidak hanya ditemukan di Jawa. Kalimantan pun punya sate yang khas. Namanya Sate Tulang. Apakah tulang ditusuk-tusuk menjadi sate?

Ooh tentu tidak. Apalah arti sebuah nama kalau kata Shakespeare. Sate Tulang pun hanyalah nama.

Sate ini terbuat dari sisa-sisa tubuh ayam yang biasanya tidak terpakai atau tidak dimakan, contohnya leher, lemak dan kulitnya. Bahan-bahan itu digiling lalu diberi bumbu merah yang dominan cabai. Rasa sate ini campuran antara pedas dan manis

4. Kalimantan Timur (Kaltim)

Sebagian besar masakan dari Kalimantan Timur berbahan dasar ikan laut. Salah satunya yang paling ternama yaitu Gence Ruan. Nama Ruan mengacu pada 4 huruf terakhir dari bahan utama masakan ini, yaitu ikan Haruan atau biasa disebut sebagai ikan gabus.

Sementara gence adalah bumbu spesial yang digunakan untuk meracik makanan ini. Proses pembuatannya yaitu ikan haruan digoreng kering atau dibakar kemudian dilumuri dengan garam.

Setelah matang, ikan dicampur dengan bumbu yang memiliki cita rasa pedas-pedas manis. Bumbu ini diolah dari cabe merah, bawang merah, bawang putih dan air asam jawa yang telah ditumis.

5. Kalimantan Utara (Kaltara)

Provinsi terakhir yang akan kita kunjungi yaitu Kalimantan Utara. Menutup perjalanan kita keliling nusantara untuk menemukan makanan tradisional Indonesia, kita akan mencicipi masakan khas Kaltara yang lezat dan bikin nagih bernama Lawa.

Lawa ini yaitu makanan spesial berasal dari kerajaan Bulungan. Berasal dari sayur-sayuran segar seperti timun dan rumput laut. Rasanya segar dan lezat karena dicampur dengan aneka ragam bumbu, seperti udang galah, kelapa sangrai, udang raja dan sebagainya.

Sesekali udang raja diganti dengan kerang. Sering dimakan untuk mengganjal perut sebelum menyantap menu utama. Sangat bagus dikonsumsi bagi penderita kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Semoga di lain kesempatan tim Tedas.id bisa kembali mengajak para sahabat untuk berkeliling di 10 provinsi yang tersisa. Sampai jumpa!

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *