Rekomendasi, 22 Makanan Khas Sulawesi Lezat dan Nikmat

Makanan Khas Sulawesi – Pulau Sulawesi merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia dengan budaya dan sumber daya alamnya yang begitu kaya. Pulau berbentuk huruf K ini memiliki sejumlah potensi pariwisata yang besar karena keindahan alam dan budayanya. Tak heran, jika Pulau Sulawesi kerap dijadikan destinasi wisata menarik, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bukan hanya alam dan budayanya saja yang kaya, kuliner khas Sulawesi juga begitu menggugah selera dan wajib dicoba. Mulai dari makanan khas Sulawesi Barat hingga makanan khas Sulawesi Utara, layak dicoba. Misalnya saja, Coto Makassar yang merupakan makanan khas Sulawesi Selatan yang sudah populer di berbagai daerah.

Selain Coto Makassar yang memiliki cita rasa begitu unik, masih ada banyak lagi makanan khas Sulawesi lainnya yang wajib dicoba saat berkunjung ke Sulawesi. Penasaran dengan makanan wajib apa saja yang bisa dicicipi di Sulawesi? Nah, berikut ini kami berikan beberapa rekomendasi makanan khas Sulawesi yang tak boleh dilewatkan. Simak yang berikut ini.

Pilihan Makanan Khas Sulawesi

makanan khas sulawesi selata
Image: Indonesia.go.id

Panorama alam Sulawesi yang elok didukung oleh kuliner yang lezat, tentu menjadi impian siapa saja untuk mengunjungi provinsi ini. Selain Coto Makassar, ada beberapa macam jenis makanan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Sulawesi. Rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi karena akan membuat lidah siapa saja bergoyang menikmati kelezatan tiada tara racikan bumbu khas Sulawesi. Ini dia daftarnya.

1. Sop Konro

Nama makanan khas Sulawesi yang satu ini pastinya sudah tidak asing lagi ditelinga banyak orang. Sop Konro merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang memiliki cita rasa lezat dan cukup digemari banyak orang. Bagaimana tidak? Sop dengan kuah berlemak berwarna kecoklatan ini menggunakan iga sapi sebagai bahan dasarnya.

Iga sapi yang digunakan sebagai bahan dasarnya biasanya menggunakan dua teknik masak, yaitu direbus dan dibakar. Selain iga, biasanya bisa pula menggunakan tambahan variasi, seperti ditambahkan daging sapi pada sop. Pembuatannya cukup sulit karena iga harus betul-betul matang dan lunak, sehingga proses masaknya pun cukup memakan waktu panjang. Hasilnya, tentu saja cocok di lidah banyak orang.

2. Konro Bakar

Sebelumnya telah dibahas, bahwa sop konro bisa dimasak dengan cara dibakar, selain direbus. Nah, penampilan kuahnya dan rasa sop konro yang direbus dan dibakar tentunya memiliki perbedaan. Jika kuah konro rebus berwarna kecoklatan, kuah konro bakar cenderung lebih hitam. Rasanya sendiri lebih khas dengan cara dibakar dibandingkan direbus, karena memiliki cita rasa unik.

Bumbu rempah pada konro bakar lebih kuat. Rasa yang paling tajam adalah kluwek yang juga merupakan penghasil wanra hitam pada kuah konro bakar. Kemudian, ada rasa ketumbar yang juga begitu tajam. Masyarakat Makassar biasanya menikmati makanan khas Sulawesi Selatan yang satu ini bersamaan dengan beberapa potong burasa.

Baca Juga  23 Makanan Khas Surabaya Yang Menggoda Selera

3. Kaledo

Bukan, kaledo bukanlah keledai. Memang istilahnya cukup mirip, namun sesungguhnya kaledo adlaah akronim dari kata ‘kaki lembu Donggala’. Dinamakan demikian, karena bahan utama pembuatnya adalah dari kaki lembu atau sapi. Kaledo dapat dengan mudah ditemui di banyak restoran makanan khas Sulawesi Tengah, tepatnya di Palu.

Makanan ini memiliki cita rasa asam dan pedas yang cukup kuat. Daging dari kaki sapinya pun sangat empuk, sehingga siapa saja bisa menyantap makanan ini dengan bahagia. Kelezatan kaledo juga berasal dari bumbu-bumbu utama pembuatannya, yaitu kaldu kaki sapi, asam jawa, garam, dan cabai rawit. Inilah yang membuat rasa asam dan pedas dari kaledo begitu terasa.

4. Pallubasa

Pallubasa merupakan makanan khas Sulawesi Selatan yang begitu populer dengan menggunakan bahan dasar jeroan sapi atau kerbau. Bisa dikatakan, kepopulerannya setara dengan coto makassar dan sop konro. Bagi yang tidak biasa memakannya mungkin akan mengira makanan ini adalah coto Makassar, karena penampakannya memang cukup mirip.

Hanya saja, kuah pallubasa lebih cokelat, nyaris pekat. Kemudian, ada juga kuning telur mentah diatasnya.Selain itu, perbedaan lainnya ada pada cara menikmati hidangan ini. Jika coto makassar biasa dimakan bersama buras, maka pallubasa biasa dimakan bersama nasi. Rasanya, tidak perlu diragukan lagi, nikmat sekali.

5. Pallumara

Pallumara berbeda dengan pallubasa. Jika pallubasa bahan dasarnya adalah jeroan sapi atau kerbau, pallumara merupakan sup dengan sajian ikan segar. Masyarakat setempat biasanya menyantap makanan lezat ini saat siang hari dengan tandeman nasi hangat. Cita rasanya begitu lezat dan membakar, karena kuahnya begitu pedas.

Meski penampakannya lebih mirip seperti ikan pindang, nyatanya pallumara memiliki rasa rempah yang lebih kuat dari pindang. Jenis ikan yang bisa digunakan untuk bahan membuat palumara tidak spesifik. Namun, biasanya masyarakat setempat memanfaatkan ikan bandeng ukuran besar. Karena ikan bandeng memiliki cukup banyak duri, maka sebelum dimasak biasanya di presto terlebih dulu.

6. Sinonggi

Makanan khas masyarakat Sulawesi Tenggara ini serupa dengan papeda atau kapurung yang merupakan makanan khas Sulawesi Selatan. Sebab, memang cara membuatnya sama dan bahannya pun sama, yaitu dari sari pati sagu. Hanya saja, tandeman makannya berbeda. Biasanya Sinonggi dimakan bersama dengan sayur, kuah ikan, atau dabu-dabu dan dipisah.

Sedangkan, kapurung dimakan dengan cara dicampur dengan sagu. Dulu, makanan ini merupakan makanan pokok Suku Tolaki, suku asli Kendari. Meski sekarang sudah menjadi makanan sekunder, namun kepopuleran makanan ini tidak pernah surut. Siapa saja yang berkunjung ke Kendari wajib mencoba makanan lezat yang satu ini.

7. Ilabulo

Ilabulo adalah makanan khas Gorontalo yang sudah ada sejak zaman raja-raja pada abad ke-15 SM. Pada masa itu, Ilabulo dianggap sebagai makanan para raja, sekaligus menjadi pemersatu raja-raja Gorontalo kontemporer. Menu tersebut menjadi santapan utama dalam proses perdamaian raja-raja yang sedang bertikai.

Kini, ilabulo dapat dengan mudah ditemui saat berkunjung ke Gorontalo. Bahan dasar dari makanan ini adalah sagu yang membalut daging ayam, hati, dan telur yang dimasak bersama bumbu-bumbu penyedap sederhana, seperti bawang merah dan putih, merica, cabai rawit hijau, dan jeruk nipis. Setelah dicampurkan, adonan akan dibungkus daun pisang dan dibakar atau dikukus.

Baca Juga  Gak Cuma Cungkring, Ini 25 Makanan Khas Sunda Lainnya

8. Sate Kambing Balanga

Masih dari Gorontalo, salah satu makanan khas Sulawesi Utara Yang lezat adalah sate kambing balanga. Meski dinamakan sate, sate kambing yang satu ini berbeda dengan sate kambing lainnya. Sate kambing balanga di masak di belanga atau kuali besar dari tanah liat dengan menggunakan rempah-rempah dan sama sekali tidak menggunakan tusukan.

Aroma dan rasa rempah pada makanan yang satu ini begitu terasa. Sebab, rempah yang digunakan dalam masakan ini begitu khas, yaitu ada jahe, ketumbar, jinten, lada, cengkeh, kayu manis, kapulaga, ketumbar, dan pala yang terlebih dulu disangrai, kemudian dihaluskan. Alhasil, begitu ada di hadapan, makanan ini memiliki aroma rempah yang begitu tajam dan cita rasa yang unik.

9. Sate Tuna

Biasanya sate yang banyak dijajakan adalah sate dari bahan dasar daging ayam, sapi, atau kambing. Namun, sate khas Sulawesi ini berbeda, yaitu menggunakan bahan dasar tuna. Sate tuna dapat dengan mudah ditemui di berbagai restoran atau rumah makan di Gorontalo dan kerap menjadi menu favorit para pembeli.

Penampakan sate tuna ini sebetulnya serupa dengan sate kambing, hanya saja tekstur dagingnya lebih lembut dan rasa bumbunya meresap sampai ke dalam. Karenanya, perlu hati-hati dalam memakan sate tuna ini agar tidak mudah putus dagingnya. Biasanya, satu tuna dinikmati bersamaan dengan nasi hangat dan sambal khususnya.

10. Kapurung

makanan khas sulawesi utara
Image: merahputih.com

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kapurung adalah makanan khas Sulawesi Selatan yang serupa dengan papeda dan juga sinonggi. Bahan dasar yang digunakannya sama, yaitu sagu. Hanya saja kapurung dimakan dengan cara mencampurkan sagu dengan aneka sayuran rebus, seperti bayam, kacang panjang, dan biasanya dilengkapi irisan jagung.

Tidak hanya sayur, biasanya lauk lain juga dimasukkan dalam satu mangkok kapurung berkuah cokelat. Jenis lauk yang biasa digunakan adalah udang, ikan, hingga ayam. Kapurung cocok sekali untuk siapa saja yang gemar memakan masakan pedas, karena rasa kuah kapurung begitu pedas. Kapurung bisa ditemui dengan mudah di daerah Palopo, Sulawesi Selatan.

11. Sayur Putungo

Jika dilihat sepintas, sayur ini mirip dengan sayur nangka khas masakan Padang. Namun sesungguhnya, makanan khas Sulawesi Utara ini menggunakan bahan dasar jantung pisang yang dimasak dengan cabai,
ikan, hingga santan yang membuatnya kental sekaligus lebih gurih. Biasanya masyarakat Sulawesi Utara menambahkan milu pada kuahnya atau jagung rebus.

Rasa jantung pisang yang khas bercampur dengan kuah jagung pedas lengkap dengan santan, membuat sayur ini memiliki cita rasa gurih dan pedas. Makanan khas Sulawesi Utara memang hampir semuanya pedas. Bahkan, tidak ada sayur putungo di daerah Gorontalo yang memiliki cita rasa tidak pedas. Sayur ini sangat cocok disantap dengan tandeman nasi putih hangat dan taburan bawang goreng.

12. Sayur Ganemo

Ada satu jenis sayur lagi yang merupakan makanan khas Sulawesi Utara yang cukup diminati banyak orang, yaitu sayur ganemo. Namanya memang unik dan isi sayurannya pun unik, yaitu menggunakan daun melinjo, bunga pepaya, tauge, hingga potongan labu kuning. Terasi dan kenari merupakan bumbu khas sayur ini.

Sayur dengan kuah santan ini memiliki cita rasa yang gurih sekaligus pedas khas Manado. Dengan isian sayur-sayuran, tentu saja makanan ini membuat tubuh sehat dan sangat baik bagi siapa saja yang sedang menjalankan program diet. Sebab, santan yang digunakan juga tidak banyak. Apalagi, sayur ini tetap lezat meski tidak dimakan tanpa nasi putih.

13. Songkolo

Songkolo atau sering disebut songkolo bagadang adalah salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang berbahan dasar ketan. Oleh karenanya dinamakan songkolo, karena songko berarti nasi ketan.
Disebut begadang karena kuliner yang satu ini kerap disantap pada malam hari dan banyak sekali yang menjualnya menjelang malam hingga dini hari.

Makanan khas Sulawesi Selatan ini biasanya dinikmati dengan tandeman ikan teri, sambal, dan serundeng yang merupakan parutan kelapa yang dioseng. Ada juga yang menambahkan telur asin pada sajiannya. Kurang lebih, makanan ini menyerupai mango sticky rice yang berasal dari Thailand, namun dengan cita rasa nusantara yang begitu khas.

14. Tinutuan

Makanan khas Sulawesi Utara yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Biasanya banyak orang juga menyebut makanan ini dengan nama bubur Manado atau bubur tinutuan. Layaknya bubur, tinutuan memiliki tekstur yang lembek. Namun, bedanya dengan bubur yang sering ditemui di banyak daerah, tinutuan dilengkapi dengan berbagai macam jenis sayuran dan tanpa daging.

Hal yang membuat bubur tinutuan berbeda adalah bahan-bahan dasar pembuatnya. Bubur tinutuan dibuat menggunakan beras, labu kuning, bayam, kangkung, daun gedi, daun singkong, kemangi, dan jagung. Masyarakat Manado biasanya menyantapnya dengan sambal roa, tuna asap, atau perkedel jagung. Namun, masyarakat umum biasanya menyajikan dengan ikan asin.

15. Bubur Sagela

Bubur Sagela adalah salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang dibuat dari daging ikan roa yang dikeringkan. Sagela sendiri berarti ikan yang dikeringkan. Artinya, bubur sagela menggunakan ikan roa yang dikeringkan dan dagingnya diambil untuk dijadikan sambal yang dicampur dengan bubur. Unik sekali, bukan?

Daging ikan roa yang telah dikeringkan, nantinya akan ditumbuk halus bersama dengan bumbu-bumbu dan bahan-bahan lainnya, seperti tomat, cabai, dan bawang. Kemudian, hasil tumbukan ini dijadikan sambal yang dicampur dengan bubur. Rasanya sangat gurih dan lezat sekali. Masyarakat lokal biasanya menyantap makanan khas Sulawesi Utara yang satu ini pada pagi hari.

16. Gogoso

Gogoso adalah makanan khas Sulawesi Selatan yang dibuat dari beras ketan dan dibungkus dengan daun pisang. Cara memasak gogoso adalah dengan dipanggang di atas bara api. Biasanya gogoso tidak polosan, melainkan dilengkapi dengan isian berupa abon sapi atau daging ayam. Rasanya begitu gurih, karena menggunakan bahan-bahan masak, seperti santan, garam, dan daun salam.

Cita khas dari gogoso bukan hanya gurihnya, melainkan juga ada sedikit aroma dan rasa gosong akibat proses masaknya yang dibakar. Makanan ini bisa dinikmati di sekitaran Pantai Losari hingga sekitar Karebosi hingga malam hari. Biasanya gogoso disantap dengan tandeman kacang rebus atau lebih dikenal dengan istilah canggoreng pallu atau nasu.

17. Bau Peapi

Istilah makanan yang satu ini mungkin cukup asing di telinga. Namun, di daerah asalnya di Sulawesi Barat, makanan ini menjadi favorit. Bau peapi adalah makanan khas Sulawesi Barat yang kerap dijadikan makanan utama di Kabupaten Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar. Serupa dengan makanan khas Sulawesi kebanyakan, bau peapi berbahan utama ikan tuna, tongkol, atau cakalang.

Olahan makanan dengan bahan dasar ikan ini sangat lezat dan sama sekali tidak berbau amis. Sebab, bumbu yang digunakan untuk mengolahnya cukup khas, yaitu ada kunyit, bawang mandar, minyak kelapa, hingga asam mangga. Sehingga, kuliner ini memiliki cita rasa gurih, asam, dan wangi yang sedap. Biasanya bau peapi disajikan bersama Jepa, makanan yang terbuat dari singkong.

18. Kue Tetu

makanan khas sulawesi barat
Image: Liputan6

Satu lagi makanan khas Sulawesi Barat yang unik dan populer di Sulawesi Barat, yaitu Kue Tetu. Kue ini merupakan salah satu kue yang lebih populer saat bulan Ramadhan dan biasa dijadikan santapan berbuka puasa. Menjelang bulan Ramadhan hingga akhir Ramadhan, biasanya kue tetu selalu dihidangkan di berbagai lokasi dan pinggir-pinggir jalan

Kue tetu memiliki cita rasa manis, sedikit asin, dan gurih, karena menggunakan bahan-bahan campuran, seperti tepung terigu, santan, dan gula aren. Rasanya semakin unik dan beraroma karena dibungkus dengan daun pisang yang segar. Kue tetu juga biasa disebut kue perahu, karena dibungkus menyerupai perahu.

19. Panada

Cemilan serupa pastel ini sudah cukup dikenal banyak orang karena biasanya dinikmati sebagai kudapan yang umum. Bedanya dengan pastel ada pada balutan pastrynya. Jika pastel menggunakan bahan kulit pastry, maka panada dibuat dengan luaran bahan pembuat roti, seperti tepung terigu, telur ayam, garam, dan ragi instan. Sehingga, ia lebih mirip dengan roti isi.

Isian makanan khas Sulawesi Selatan ini biasanya ikan, khususnya ikan cakalang yang memang habitatnya di lautan Sulawesi. Namun, ada juga yang membuatnya dengan isian daging ayam dan sayuran. Ikan cakalang sebagai isiannya dimasak bumbu panpis, yaitu ikan cakalang yang dimasak dengan bawang merah, cabai merah, daun bawang, daun jeruk, kemangi, dan bumbu rempah lainnya.

Baca Juga  Indahnya Negriku, Ini 32 Makanan Khas Maluku Nan Lezat

20. Halua Kenari

Halua kenari merupakan kudapan yang dibuat dengan bahan dasar kacang kenari yang dibentuk menjadi halua dengan cara melelehkan gula merah dan memasukkan kacang ke dalam lelehannya. Setelah dingin, halua kenari bisa langsung disantap menjadi kudapan bercita rasa manis dengan tekstur yang lengket. Sepintas memang mirip seperti ampyang Jawa.

Hanya saja, perbedaannya ada pada penggunaan kacang kenari sebagai bahan dasar pembuatannya. Hal ini karena banyaknya pohon kacang kenari di Sulawesi Utara. Sehingga, makanan khas Sulawesi Utara yang satu ini dapat dengan mudah ditemui di berbagai pusat belanja oleh-oleh di sekitar objek wisata Sulawesi Utara.

21. Es Brenebon

Ada makanan khas Sulawesi Utara yang sangat unik bernama Es Brenebon. Bagi masyarakat Gorontalo, es ini pasti sudah tidak asing lagi. Sebab, brenebon sendiri berarti kacang merah. Mungkin terkesan unik bila kacang merah dijadikan es, namun disitulah justru ciri khas rasanya. Jangan lewatkan es brenebon bila berkunjung ke Gorontalo, karena hanya di Gorontalo.

22. Klappetaart

Nah, kalau makanan khas Sulawesi Utara yang satu ini memang sudah sangat terkenal kelezatannya. Bagaimana tidak? Bahan pembuatnya saja begitu lezat, yaitu tepung terigu, mentega, susu, telur, kelapa, dan roti. Karenanya, ia memiliki cita rasa yang gurih dan manis. Ada dua cara membuat klapertart, dipanggang dengan menggunakan roti dan klapertart kukus.

Klapertart panggang akan menghasilkan kue yang padat dan bisa dipotong seperti kue tart. Sedangkan, jika dikukus akan menghasilkan klapertart yang lembut, sehingga ada sensasi meleleh saat masuk ke mulut. Lezat sekali rasanya. Berhubung kalorinya cukup tinggi, maka banyak orang yang sedang diet mengakali bahan masaknya menggunakan bahan-bahan rendah kalori.

Saking khas dan lezatnya, makanan khas Sulawesi Utara yang satu ini menjadi ikon Manado dan telah masuk dalam jajaran 30 jenis makanan khas dari berbagai daerah di nusantara. Oleh karenanya, sudah semakin banyak varian rasa dari klapertart, mulai dari coklat, keju, blueberry, nanas, durian, dan tentunya rasa original.

Itulah tadi beberapa masakan khas Sulawesi yang beragam. Makanan-makanan yang direkomendasikan tersebut dapat ditemukan dengan mudah di toko oleh-oleh khas Sulawesi. Jika berkunjung ke Sulawesi, jangan sampai melewatkan untuk membeli dan mencoba makanan khas tersebut di atas, karena biasanya jaran di jual di daerah lain.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *