Ragam Upacara Adat di Indonesia dari Sabang sampai Merauke

Indonesia merupakan negara yang terdiri lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa. Dengan keanekaragaman ini, sudah menjadi barang tentu jika Indonesia memiliki beragam adat istiadat yang masih dilestarikan hingga di zaman modern ini.

Adat istiadat yang dimiliki setiap etnis ini berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Misalnya, tradisi masyarakat Jawa berbeda dengan tradisi masyarakat Aceh, dan sebagainya. Meski memiliki tradisi yang berbeda-beda, setiap provinsi dan daerah di Indonesia mampu hidup berdampingan.

Sebelum mengetahui seperti apa saja adat istiadat yang berkembang di Indonesia, ada baiknya kita mengetahui apa pengertian adat itu sendiri. Secara umum, adat istiadat merupakan sikap atau kelakuan seseorang atau kelompok yang sudah dilakukan dalam jangka waktu cukup lama.

Adat idealnya mampu mencerminkan jiwa dan kepribadian dari suatu kelompok itu sendiri. Karenanya, setiap etnik memiliki adat yang berbeda-beda dan ritual yang berbeda-beda pula. Seperti upacara adat di Indonesia yang unik dan beragam sesuai dengan karakteristik etnisnya.

Cinta Tanah Air, Ini 18 Upacara Adat di Indonesia

Masyarakat Indonesia juga terkenal mampu menjaga keluhuran adat istiadatnya. Ini terbukti hingga kini, upacara adat di Indonesia masih terus dijalankan, bahkan menjadi sesuatu yang mampu menarik perhatian banyak mata melalui bidang pariwisata.

Dan jika Kamu mengaku cinta tanah air maka Kamu wajib mengenal upacara adat yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia, lalu apa sajakah itu? berikut ulasannya:

1. Peusijuk – Aceh

Peusijuk merupakan salah satu tradisi turun temurun yang sudah lama dilakukan masyarakat Aceh. Upacara adat ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dalam berbagai hal. Misalnya, pada saat acara pernikahan, kelahiran, ibadah haji, rumah baru, panen, dan sebagainya.

2. Mangokol Holi – Sumatera Utara

Mangongkal Holi adalah salah satu upacara adat masyarakat Sumatera Utara yang masih dilestarikan hingga kini. Mangongkal Holi berarti mengambil tulang belulang leluhur yang sudah dikubur bertahun-tahun. Kemudian, tulang belulang ini diletakkan di peti dalam bangunan tugu khusus.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak, orang yang sudah meninggal tidak benar-benar tiada. Mereka yang sudah meninggal dipercaya menuju ke suatu proses kehidupan yang lebih sempurna, yaitu alam yang abadi. Para arwah dipercaya akan berkumpul dengan arwah keluarga lainnya.

Baca Juga  Mau Transfer Uang? Ini Daftar kode Bank di Indonesia

3. Tabuik – Sumatera Barat

Tabuik merupakan upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Padang pariaman. Upacara ini berkaitan dengan religi, yaitu sebagai bentuk peringatan atas meninggalnya cucu Nabi Muhammad, Imam Husain.

4. Balimau Kasai – Riau

Balimau Kasai adalah salah satu dari sekian upacara adat masayrakat Kampar, Provinsi Riau, yang hingga kini masih dilestarikan. Upacara ini dilakukan setiap tahunnya untuk menyambut bulan Ramadhan. Balimau sendiri dilakukan dengan mandi campuran air jeruk limau.

5. Basuh Lantai – Kepulauan Riau

Basuh Lantai merupakan salah satu upacara adat Kepulauan Riau di Pulau Lingga. Secara umum, artinya membasuh lantai. Upacara ini biasa dilakukan saat ada kelahiran. Setiap perempuan setelah melahirkan, darahnya jatuh ke lantai dan harus dibersihkan.

Namun demikian, upacara ini juga erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat Lingga, di mana setiap lantai memiliki penghuni. Jika lantai terkena darah orang melahirkan, maka wajib digelar upacara Basuh Lantai. Sekaligus, untuk menyambut kehadiran anggota baru keluarga.

6. Sedekah Rame – Sumatera Selatan

Sedekah Rame adalah upacara adat masyarakat Lahat yang diselenggarakan oleh para petani. Upacara adat ini digelar dalam rangka memulai kegiatan pertanian. Mulai dari penyiangan sawah, pembibitan, dan penanaman, hingga panen tiba.

7. Ngebabali – Lampung

Merupakan upacara adat yang dilaksanakan saat akan membuka huma atua perladangan yang baru, saat membersihkan lahan untuk ditanami, atau pada saar mendirikan rumah baru. Sebab, masyarakat percaya suatu tempat baru memiliki aura gaib jahat yang harus dimusnahkan.

8. Mapas – DKI Jakarta

Mapas adalah salah satu upacara adat Betawi yang dilakukan saat seorang ibu baru melahirkan. Pada upacara ini, sang ibu diwajibkan memakan sayur “papasan” yang isinya berbgaia macam sayur mayur. Tujuannya agar ibu tetap sehat, demikian pula bayi yang baru dilahirkannya.

9. Sisingaan – Jawa Barat

Sisingaan merupakan salah satau upacara adat Jawa Barat yang berkemban di daerah Subang. Upacara ini dilaksanakan saat acara-acara khusus, seperti menerima tamu kehormatan, acara khitanan, dan hari besar lainnya.

10. Seren Taun – Banten

Seren Taun adalah upacara adat yang biasa dijalankan masyarakat Banten. Upacara ini sebagai sarana bersyukur pada Tuhan atas segala hasil pertanian yang berhasil dilaksanakan. Pada upacara ini juga masyarakat memohon doa agar panen di musim yang akan datang meningkat.

Baca Juga  Menguntungkan, Ini 6 Resep Jajanan Unik untuk Dijual

11. Sekanten – DI Jogjakarta

Upacara Sekanten dilakukan masyarakat Jogja untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Upacara yang rutin digelar di alun-alun utara Jogjakarta ini dulunya digunakan oleh Sultan Hamengkubuwono I, pendiri Keraton Jogja, untuk mengundang masyarakat memeluk agama Islam.

12. Ngaben – Bali

Ngaben yang sangat terkenal di Bali merupakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah. Upacara ini adalah sebuah ritual untuk mengirim arwah orang yang telah meninggal pada kehidupan abadinya di masa mendatang. Dalam upacara ini, abu jenazah akan disebar ke laut.

13. Pesta Adat Reba – NTT

Pesta Adat Reba kerap dilakukan oleh masyarakat Bajawa, NTT, dalam rangka menyambut pergantian tahun. Salah satu ciri khasnya adalah memakan ubi bersama-sama dan diiringi dengan tarian-tarian suku Bena, beranama Besa Uwi.

14. Naik Dango – Kalimantan Barat

Naik Dango merupakan upacara adat yang rutin dilakukan oleh Suku Dayak, Kalimantan Barat. Upacara ini dilakukan sebagai wujud syukur pada Nek Jubata (Sang Pencipta) atas hasil panen. Saat perayaan, masyarakat juga memohon agar hasil panen berikutnya lebih baik dan jauh dari bencana.

15. Upacara Momondho – Gorontalo

Momondho sendiri berarti pengesahan, bahwa sepasang kekasih sudah siap menuju jenjang pernikahan. Biasanya upacara Momondho digelar 40 hari sebelum hari H upacara pernikahan digelar. Pada upacara ini, kedua mempelai akan menerima petuah dari tetua sebagai bekal berumahtangga.

Baca Juga  Lucu, Ini 3 Jenis Kelinci Anggora Berikut Kisaran Harganya

16. Upacara Mora’akeke – Sulawesi Tengah

Upacara Mora’akeke bertujuan untuk memohon pada Tuhan meredupkan sinar matahari pada saat kemarau panjang. Upacara ini juga sekaligus meminta agar menambah deras air Sungai Vuno yang mongering agar dapat kembali mengairi lahan persawahan.

17. Pukul Saku – Maluku

Merupakan salah satu upacara adat yang dilakukan masyarakat Desa Mamala, Maluku, setiap 7 Syawal atau sepekan setelah perayaan Idul Fitri. Upacara ini hanya dilakukan oleh para lelaki. Pada upacara ini mereka bertelanjang dada dengan menggunakan celana pendek dan ikat kepala.

18. Bakar Batu – Papua

Bagi masyarakat Papua, upacara Bakar Batu dilangsungkan untuk memanjatkan syukur, sekaligus ajang silaturahmi kerabat. Upacara ini dihelat saat momen bahagia, seperti perkawinan, kelahiran, dan penobatan kepala suku. Ada tiga tahap upacara, yaitu persiapan, bakar babi, dan makan bersama.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *