14 Macam Tarian Maluku dan Nilai Filosofinya

Maluku memiliki banyak warisan budaya dan salah satunya adalah pada tarian tradisional. Berbagai tarian Maluku yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Selain itu, beberapa tarian berikut juga memiliki nilai filosofi dan nilai budaya yang perlu untuk dilestarikan. 

1. Tari Tide-tide

Tari Tide-tide merupakan salah satu tarian daerah Maluku yang berasal dari masyarakat Halmahera Utara. Tarian ini dimainkan pada pertunjukan suatu acara adat yang biasanya dihadiri oleh banyak masyarakat untuk menonton. Penari melakukan tarian secara berpasangan antara penari pria dan wanita.

Penari yang terdiri dari 12 pasang penari pria dan wanita melakukan tarian Tide-tide diiringi musik daerah. Musik pengiring biasanya berasal dari instrumen seperti gong, biola, dan alat musik tifa. 

Menurut sejarahnya, tarian ini biasanya dimainkan oleh para pemuda di Halmahera di tengah-tengah pergaulan di sana.

Kebanyakan pertunjukan tari ini dapat disaksikan pada pesta adat untuk hiburan. Tari Tide-tide merupakan simbol keharmonisan dan romantisme antara pemuda pemudi di Halmahera. 

tarian soya-soya
image:indonesiakaya.com

2. Tari Soya-soya

Tarian dari Maluku selanjutnya adalah Tari Soya-soya. Tarian tradisional ini merupakan tarian penyambutan dari masyarakat Maluku Utara. Pada zaman dulu, tari ini dipertunjukkan untuk menyambut para pejuang yang pulang dari medan perang setelah melawan para penjajah. 

Tari ini sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya nasional sejak tahun 2013. Pencipta tari ini adalah Sultan Baabullah yang ingin menyemangati pasukannya setelah Sultan Khairun tewas. Soya-soya bisa diartikan sebagai tarian pembalasan.

Perjuangan rakyat untuk mengusir Portugis dari tanah Ternate yang berhasil pada tahun 1565. Kini tarian ini biasa ditarikan secara kelompok, sekitar 18 penari atau lebih. Ciri khas dari tarian ini adalah gerakannya yang sangat dinamis dan lincah seperti gerakan dalam perang. 

3. Tari Saureka-reka

Selanjutnya ada Tarian Saureka-reka yang mirip permainan engklek. Tarian Khas Maluku yang satu ini menggunakan pelepah pohon sagu.

Penari ada yang bertugas memegang batang pohon sagu dan penari lainnya melakukan gerakan seperti engklek.

Biasanya penari laki-laki yang memegang pelepah pohon sagu dan penari wanita yang memainkan engklek. Penari harus bisa melompat dan menghindar agar kaki tidak terkena pelepah sagu. Tarian ini memerlukan tingkat fokus dan kelincahan kaki yang bagus. 

Tari ini juga disebut dengan nama lain yaitu tari gaba-gaba. Jumlah penari adalah 8 orang dengan 4 orang penari laki-laki dan 4 orang penari perempuan. Tarian ini juga dipertunjukkan dengan iringan musik dari alat musik ukulele dan tifa. 

tari cakalele
image: merahputih.com

4. Tari Cakalele

Tari Cakalele merupakan tarian Maluku bertema perang. Penari melakukan gerakan tarian dengan gerakan tegas dan lincah. Perlengkapan tari yang dipakai antara lain adalah tameng atau salawaku dan parang. Tari cakalele ditarikan dengan mengenakan pakaian berwarna merah dan kuning. 

Berdasarkan bahasa Ternate, Cakalele merupakan gabungan dari kata caka dan lele. Caka memiliki arti setan dan lele berarti mengamuk yang jika digabungkan mengandung roh atau setan yang sedang mengamuk.

Pada saat pertunjukan tari ini memang tidak jarang penari akan mengalami kerasukan.

Pertunjukan tari Cakalele biasanya dilakukan pada perayaan suatu pesta adat untuk menyambut tamu. Tari Cakalele untuk penyambutan biasanya tidak disertai nuansa magis, seperti pada acara festival yang hanya berisi tari-tarian biasa. 

5. Tari Bambu Gila

Tari Bambu Gila merupakan salah satu tarian daerah Maluku yang cukup menarik. Memiliki nuansa magis dengan batang bambu yang disebut-sebut hidup.

Batang bambu yang sudah disediakan akan dipegang kuat oleh 6 penari pria dan selanjutnya dibacakan mantera.

Tarian yang memiliki risiko tinggi ini biasanya dilakukan dibawah pengawasan orang pintar. Batang bambu yang sudah dibacakan mantra akan menjadi berat dan bergerak-gerak. Para penari akan berusaha sekuat tenaga untuk terus memegang batang bambu tersebut. 

Walaupun ada unsur supranatural, tari ini merupakan tarian yang menyimbolkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Semangat masyarakat Maluku yang harus dijaga untuk persatuan antar masyarakat. Pada perkembangannya, tari ini dapat ditarikan oleh wanita tetapi dengan batang bambu yang lebih pendek. 

6. Tari Lenso

Tarian tradisional dari masyarakat Maluku selanjutnya adalah Tari Lenso. Tarian ini memiliki filosofi untuk semangat persaudaraan di dalam kehidupan sosial masyarakat. Gerakan tarian ini juga cukup mudah sehingga dapat ditarikan oleh semua orang dari berbagai usia dan kalangan. 

Tarian dari Maluku yang menggunakan sapu tangan sebagai properti utama ini sudah berusia ratusan tahun. Lenso sendiri adalah bahasa portugis untuk sapu tangan. Penari memegang sapu tangan berwarna putih atau merah dengan mengenakan baju kebaya yang warnanya senada. 

Tari Lenso umumnya dimainkan oleh generasi muda dengan jumlah penari antara 6 hingga 10 orang. Pengiring musiknya adalah menggunakan alat musik tradisional dari Maluku seperti tifa, kolintang, suling, tetengkoren, dan Tambur Minahasa. Menurut cerita, tarian ini adalah untuk mencari pasangan hidup. 

tari salai jin
image: dictio.id

7. Tari Salai Jin

Ada lagi tarian yang disebut Salai Jin. Sesuai namanya, tarian khas Maluku ini memiliki nuansa magis. Pada zaman dulu, tarian ini dilakukan oleh nenek moyang masyarakat Ternate untuk berkomunikasi dengan bangsa jin. Biasanya dilakukan saat ada permasalahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. 

Tari Salai Jin dari Maluku memiliki inti untuk menyampaikan sebuah pesan kepada makhluk gaib atau jin.

Tarian ini biasanya dibawakan oleh penari yang terdiri dari pemain laki-laki, pemain perempuan, atau campuran penari laki-laki dan perempuan. Aturan untuk menari adalah penari harus berjumlah genap. 

Saat kemenyan dibakar dan penari kerasukan jin adalah momen paling menarik pada pertunjukan tarian ini. Namun di era modern, tari Salai Jin sudah tidak banyak yang menggunakan pembakaran kemenyan. Penari hanya melakukan gerakan tari biasa mengikuti irama musik yang semakin lama semakin cepat.

8. Tari Gumatere

Tarian Maluku yang cukup populer adalah Gumatere. Tarian ini berasal dari masyarakat Morotai untuk menyampaikan pesan mengenai apa yang sedang terjadi di alam. Tarian dilakukan untuk meminta petunjuk atas persoalan sosial dan berbagai bencana alam yang sedang terjadi. 

Salah satu keunikan dari tarian ini adalah adanya penari yang mengenakan kain hitam dengan membawa lilin dan nyiru. Peralatan tersebut seolah-olah untuk berbicara dengan alam agar diberi jalan keluar dan keselamatan untuk semua masyarakat di wilayah Maluku. 

Pertunjukan Tari Gumatere kini biasanya dilakukan oleh penari pria dan wanita dengan jumlah sekitar 30 penari. Properti yang dikenakan oleh penari pria adalah pedang dan tombak. Sedangkan untuk penari wanita mengenakan selendang atau lenso. Tarian ini biasanya dipertunjukkan di tanah lapang. 

9. Tari Kabaresi

Tarian adat dari Maluku yang disebut kabaresi merupakan tarian perjuangan. Seperti kebanyakan tarian-tarian pada zaman dulu yang diciptakan untuk mengobarkan semangat perjuangan. Ada juga yang diciptakan untuk menghormati dan menyambut para pejuang setelah bertempur di medan perang. 

Tarian daerah Maluku yang satu ini juga ditujukan untuk menyemangati masyarakat dalam membela hak-hak mereka sebagai pribumi. Inspirasi dari tarian ini adalah perjuangan dan semangat kepahlawanan sosok Martha Christina Tiahahu. Semangatnya yang tak gentar untuk terus membela pribumi.

Tarian ini menjadi simbol untuk semangat melawan kekejaman dan penjajahan yang terjadi di tanah Ternate. Penari melakukan gerakan tari yang lincah dalam suatu pola lantai. Gerakannya mengikuti ritme musik yang dimainkan melalui instrumen seperti toleng-toleng, suling bambu, rebana, dan tifa totobuang. 

10. Tari Loliyana

Masyarakat Maluku memiliki begitu banyak tarian tradisional dan salah satunya adalah Loliyana. Tarian dari Maluku yang satu ini bukan untuk perlawanan, melainkan tarian untuk upacara pane lola. Kreasi tarian ini dimainkan oleh para penari, laki-laki atau perempuan. 

Sekarang, tari tradisional ini lebih banyak untuk sebuah pertunjukan seni. Tari Loliyana ini merupakan patokan untuk tradisi atau kebudayaan bagi masyarakat Kepulauan Teno Nila Serua. Para penari akan bergerak mengikuti irama musik pengiring yang menggunakan alat-alat musik tradisional 

tari denge-denge
image: silontong.com

11. Tari Denge-denge

Tarian bertema pergaulan dari Maluku selanjutnya adalah Tarian Adat Dengedenge. Nama tarian yang cukup unik sesuai dengan pertunjukannya. Para penari secara berpasangan menari mengikuti irama musik dan lagu khas tanah Ternate. 

Tarian dari Halmahera Utara ini biasanya diiringi dengan musik-musik yang berisi syair atau pantun. Syair atau pantun adalah bertema cinta atau harapan-harapan di masa mendatang. Tarian khas Maluku yang satu ini juga dipertunjukkan secara bergantian, penari pria membalas penari wanita dan sebaliknya. 

Pertunjukan tari yang dilakukan secara berkelompok ini biasanya dibawakan dengan penari mengenakan pakaian adat. Warna pakaian untuk membawakan tari Dengedenge biasanya adalah merah atau putih. Para penari nanti akan mengakhiri tari dengan sebuah kesepakatan yaitu menikah. 

12. Tari Katreji

Tarian tradisional dari masyarakat Maluku yang cukup unik selanjutnya adalah tari adat Katreji. Berbeda dari tarian Maluku pada umumnya yang sangat mengangkat kearifan lokal. Tarian Katreji ini merupakan perpaduan budaya antara budaya Ternate dan Budaya Eropa yakni Portugis dan Belanda. 

Tarian pergaulan ini dibawakan oleh pemuda-pemudi Ternate untuk mengekspresikan semangat dan sifat ceria kaum muda. Tarian ini juga sangat populer dan sering ditampilkan  sebagai tari penyambutan. Masyarakat Maluku juga menggunakan tari ini untuk hiburan pada pesta pernikahan adat. 

Penari terdiri dari 5 pasang penari yang mengenakan pakaian tradisional Maluku. Gerakan tariannya pun cukup unik karena terlihat mirip seperti gerakan pada tarian-tarian khas Eropa. Meski demikian, tari ini tentu menjadi warisan budaya dan memberi warna berbeda di dalam kebudayaan Maluku.

tari orlapei
image: berbol.co.id

13. Tari orlapei

Tarian daerah Maluku lainnya adalah Tari Adat Orlapei. Sebuah tarian tradisional yang biasanya dipertunjukkan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan. Tarian ini sering dijumpai pada acara pelantikan gubernur hingga penyambutan tamu kehormatan yang datang ke Maluku. 

Tarian tradisional ini memiliki gerakan yang cukup lincah. Gerakan dalam tari ini memiliki filosofi sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada tamu tersebut. Tarian Orlapei merupakan simbol kebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh masyarakat terhadap kehadiran tamu yang sudah berkenan datang ke Maluku.

Tarian ini juga dibawakan dengan musik pengiring. Biasanya alat-alat musik tradisional seperti suling bambu, gitar, ukulele, dan tifa digunakan untuk memainkan musik pengiring tari Orlapei. 

14. Tari Poco-poco 

Selanjutnya ada tari Poco-poco yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Tarian adat yang populer ini merupakan salah satu tarian khas Maluku yang mulai terkenal sejak tahun 2000an. Banyak yang menggunakan gerakan dalam tarian ini sebagai gerakan senam. 

Masyarakat pun mulai banyak yang mengetahui dan tertarik untuk mencoba melakukan senam poco-poco. Tarian poco-poco sendiri merupakan salah satu tarian yang sudah lama diciptakan oleh Arie Sapulette. Sosok Arie ini adalah pria Ambon yang berada dibalik lagu pengiring gerakan tari poco-poco.

Irama musik dan liriknya yang mudah dan riang membuat tarian ini semakin banyak digemari. Tarian poco-poco dapat memberikan semangat bagi para penari dan siapa saja yang melihatnya. Biasanya gerakan tarian ini lebih menyenangkan dilakukan secara masal di tanah lapang.

Itulah beberapa tarian dari Maluku yang menjadi warisan budaya bagi Indonesia dan masyarakat Maluku pada umumnya.

Anton Wahyu

Anton Wahyu

Nama Saya Anton Wahyu biasa dipanggil Anton. Saya adalah Mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Swasta di Solo.Saya juga merupakan penulis artikel, punya hobi mendengarkan musik, di website ini Saya mencoba membagikan informasi yang semoga bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *