17 Tarian Daerah Bali Paling Populer yang Banyak Ditunggu

Tarian Daerah Bali – Pergi berlibur ke daerah Bali? Tidak hanya menikmati keindahan pantai, gunung dan juga danau saja. Banyak pelancong yang ingin wisata budaya di sana, salah satunya adalah mengenai tari-tarian Bali.

Bali yang menjadi destinasi berlibur banyak turis mancanegara memiliki daya tarik yang besar dari berbagai aspek. Masyarakat Bali juga terus melestarikan budaya mereka agar tetap dikenal, salah satunya bentuk tarian.

3 Jenis Tarian Daerah Bali Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Tarian adalah bentuk kesenian yang diungkapkan dalam gerakan. Hampir semua daerah di Indonesia memiliki tarian daerah yang merupakan warisan budaya. Seiring perkembangan zaman, tarian pun terus mengalami perubahan.

Ada yang termasuk tarian tradisional yang biasanya ditarikan di lingkungan kraton. Ada juga tari kerakyatan yang merupakan budaya masyarakat lokal. Terakhir adalah tari kreasi baru yang merupakan hasil pengembangan dari tarian tradisional.

Berbicara soal tarian daerah Bali, terdapat 3 jenis yaitu sebagai berikut ini.

1. Tari Wali

Tari ini juga disebut dengan tari sahyang yang merupakan tarian dalam upacara keagamaan. Banyak juga masyarakat Bali yang berpendapat bahwa tarian ini ditujukan kepada para leluhur serta hiburan dewa dewi yang sedang turun ke bumi.

Pagelaran ini diselenggarakan menggunakan perlengkapan lengkap dan pakaian adat. Beberapa macam tariannya bahkan ada yang hanya bisa ditarikan oleh gadis suci.

tari bali
sumber: tribunnews

2. Tari Bebali

Tarian daerah yang termasuk semi sakral ini berfungsi untuk menghibur serta tarian keagamaan. Apabila dipentaskan biasanya hanya diselenggarakan di halaman tengah. Ada kisah tertentu atau cerita yang digambarkan dalam bentuk tarian ini.

3. Tari Balian

Merupakan jenis tarian yang diselenggarakan untuk hiburan masyarakat. Biasanya dipentaskan di atas panggung atau gedung luar pura. Tarian inilah yang selalu mengikuti perkembangan zaman.

Macam-Macam Tarian dari Bali

Dari ketiga jenis tarian di atas terbagi lagi menjadi beberapa macam tarian. Apa saja itu? Berikut ini macam-macamnya.

1. Tari Pendet

Termasuk dalam tarian Wali yang dipentaskan dalam pura oleh umat Hindu. Tari pendet merupakan salah satu prosesi ibadah yang mengadakan penyambutan para Dewa dari langit. Penarinya adalah wanita dan jumlahnya tertentu tergantung besar kecilnya upacara.

Semua penari akan menggunakan pakaian tarian lengkap dan hiasan bunga serta membawa sesajen. Selain ditarikan di Pura, tari Pendet biasanya juga diadakan untuk upacara penyambutan tamu yang datang ke Bali serta acara resmi lainnya.

tari kecak
sumber: travel.detik.com

2. Tari Kecak

Baca Juga  Ragam Upacara Adat di Indonesia dari Sabang sampai Merauke

Kecak adalah tarian yang sangat terkenal dengan ciri khas suara ‘’cak cak cak cak’’ dari semua penarinya. Penarinya adalah laki-laki yang jumlahnya puluhan hingga ratusan. Semua penari menaikkan kedua tangan di ke atas sambil bernyanyi.

Tarian rancangan seniman Wayan Limbak ini diciptakan tahun 1930an bersama seniman lukis Walter Spies yang berasal dari Jerman. Tari ini menceritakan mengenai pertempuran Hanoman dan Rahwana dalam kisah Ramayana.

3. Tari Legong

Tarian daerah Bali yang ini ditarikan oleh 2 atau 3 orang wanita yang membawa kipas. Dulunya tarian ini hanya diadakan di keraton Bali, namun lama kelamaan menyebar di masyarakat.

Nama Legong sendiri berasal dari kata ‘’leg’’ yang artinya luwes dan ‘’gong’’ yang artinya gamelan tradisional Bali. Tari legong masih dibagi menjadi beberapa jenis yaitu legong jobog, legong sudarsana, legong kuntul dan legong lasem.

4. Tari Barong

Barong dalam bahasa Bali yaitu Bahrong artinya adalah beruang. Hal ini digambarkan pada penari yang menggunakan kostum barong dengan banyak ornamen Bali.

Ada beberapa macam topeng barong yang biasa digunakan seperti barong macan, barong gajah, barong blasblasan dan barong asu. Masyarakat Bali sendiri seringkali menggunakan topeng Barong untuk hiasan rumah.

Tarian ini ditarikan oleh dua orang laki-laki dan salah satunya menggunakan kostum Barong. Filosofi tarian ini adalah peperangan dari sifat buruk dan baik. Barong mewakili sifat baik, sedangkan laki-laki yang tidak bertopeng justru menggambarkan sifat buruk.

tari barong
sumber: pesona-indonesia.info

5. Tari Baris

Tarian ini merupakan tari ritual yang perkembangannya sebagai tarian hiburan di masyarakat. Ada 8 hingga 40 penari laki-laki yang membuat formasi tarian indah. Gambaran dari tarian ini adalah mengenai ketangguhan para ksatria Bali.

Kostum yang digunakan adalah ornamen di kepala serta celana panjang, baju bahan beludru dan lamak serta awir. Tarian ini juga melambangkan syukur oleh masyarakat Bali.

6. Tari Trunajaya

Tarian dari Bali ini dulunya ditarikan oleh laki-laki, menceritakan kisah pria yang sedang jatuh cinta. Namun karena perkembangan zaman, tari Trunajaya juga dimainkan oleh wanita.

Kata Truna sendiri adalah pemuda dan Jaya merupakan puncak. Gerakan tarian ini sangat heroik dan diciptakan oleh Pan Wandres pada tahun 1915 kemudian disempurnakan oleh I Gede Manik.

Gerakan unik yang menjadi ciri khas adalah penari yang membelalakan mata dan memasang kuda-kuda. Bentuk dari tarian ini menggambarkan kejantanan seorang penari yang ingin menyatakan cintanya.

tari trunajaya
sumber: theinsidemag.com

7. Tari Panji Semirang

Pada tahun 1942, tarian ini diciptakan oleh I Nyoman Kelar dan kisahnya adalah tentang Putri Galuh Candra Kirana yang sedang mengembara. Sang putri menyamar menjadi laki-laki bernama Raden Panji demi menghilangkan kesedihan akibat suaminya yang meninggal.

Baca Juga  14 Macam Tarian Maluku dan Nilai Filosofinya

Tari Panji Semirang memiliki ciri kostum pria dengan ornamen lengkap dan gerakannya membelalakan mata dengan tersenyum. Biasanya ditarikan di area pura.

8. Tari Janger

Pada tarian ini, semua penarinya yang berjumlah 10 hingga 16 orang (terdiri dari pria dan wanita) semuanya menyanyikan lagu janger. Tarian ini dipercaya sudah ada sejak tahun 1930 dan ditarikan oleh banyak anak muda. Terciptanya tarian Janger sendiri berasal dari gerakan memetik kopi.

9. Tari Wirayuda

Selain tari kecak, jenis tarian yang menggambarkan peperangan adalah Wirayudha. Hanya saja jumlah penarinya adalah 2 hingga 4 orang dan semuanya laki-laki. Perlengkapan tari yang digunakan adalah senjata tombak, pakaian perang.

Gambaran dari tarian ini adalah ksatria Dwipa yang bersiap untuk maju berperang. Dilihat dari katanya sendiri, yaitu “Wira” artinya adalah pahlawan and “Yudha”yaitu peperangan.

Diciptakan pada tahun 1979 dan menjadi jeni tarian kreasi modern oleh I Wayan Dibia.

10. Tari Cendrawasih Bali

Tarian yang diciptakan oleh I Gede Manik pada tahun 1920 an dan pertama kali ditampilkan di kecamatan Sawan, Buleleng, Bali. Kemudian seorang koreografer N. LN Swasthi Wijaya Bandem melakukan pengolahan pada tarian ini tahun 1988.

Dalam tarian ini, ada banyak sekali gerakan yang menggambarkan keindahan dari burung cendrawasih Papua. Bagi masyarakat Bali sendiri, cendrawasih adalah hewan dari Kahyangan.

Penarinya sebanyak 2 orang dan perannya adalah cendrawasih betina serta jantan. Gerakannya mencerminkan burung yang sedang berkasih-kasihan.

tari cendrawasih
sumber: id.wikipedia.org

11. Tari Gopala

Nama dari tarian ini berasal dari bahasa Kawi, Gopala yang artinya adalah penggembala sapi. Tarian ini menggambarkan sekelompok penggembala sapi yang sedang menggembala.

Diciptakan oleh I Nyoman Suarsa yang mengatur gerak tari, sedangkan penata musiknya adalah I Ketut Gede Asnawa. Penarinya berjumlah 4 hingga 8 orang pria dan hal menarik dari tarian ini adalah ekspresinya yang humoris melalui semua gerakannya.

12. Tari Manukrawa

Menjadi salah satu tarian hiburan yang diciptakan oleh I Wayan Dibia tahun 1981 dan I Wayan Beratha. Dulunya tarian ini merupakan bagian dari Sendratari Ramayana dan menjadi tarian tradisional.

Nama dari tarian ini sendiri berarti burung dari kata ‘’manu’’ dan kata ‘’rawa’’ artinya rawa-rawa. Biasanya ditarikan oleh 5 hingga 7 orang wanita. Gerakannya memperlihatkan gerakan sekumpulan burung rawa di kusa wana parwa dari mahabarata.

Uniknya dari tarian ini adalah adanya tambahan tarian Jawa dan Sunda yang disesuaikan dengan tarian Bali tradisional.

13. Tari Sanghyang

Dari namanya sendiri sudah tampak bahwa tarian ini sangat sakral bagi pemeluk agama Hindu. Tarian ini hanya ditarikan di upacara yang tujuannya adalah mengusir wabah di sebuah desa. Simbol tarian ini juga sebagai penolak bala.

Baca Juga  Mengenal 2 Rumah Adat Sulawesi Utara dan Ciri Khasnya

Hanya dua gadis yang masih suci diperbolehkan untuk menarikan tarian Sanghyang karena ditarikan untuk meminta kepada dewa dewi. Ada banyak aturan khusus yang perlu dijalani oleh para penarinya.

Contohnya saja pantangan untuk tidak boleh berjalan di bawah jemuran pakaian, dilarang berkata kasar serta tidak boleh mencuri. Ada beberapa jenis dari tarian sanghyang ini seperti celeng, deling, penyalin dan dedar.

tari sanghyang
sumber: pesona-indonesia.info

14. Tari Panyembrama

Diciptakan tahun 1970 an oleh I Wayan Berata dan hanya dipentaskan pada upacara keagamaan di pura. Biasanya ditarikan untuk persembahan kepada dewa dewi sebagai pemujaan.

Para penarinya adalah wanita dan semuanya mengenakan pakaian adat Bali. Semua gerakannya sangat memesona dengan lirikan mata serta senyum dan sangat gemulai. Iringan musik yang digunakan adalah gong kebyar.

15. Tari Kebyar Duduk

I Ketut Mario salah seorang maestro tari Bali di tahun 1952 menciptakan tari kebyar duduk. Tari ini juga dikenal sebagai tari kebyar terompong karena penarinya juga sambil memainkan alat musik terompong.

Kebanyakan gerakan yang digunakan dalam tarian ini adalah posisi duduk dengan menyilangkan kedua kaki atau bersila. Semua garakan tarian ini termasuk sulit, karena selain duduk gerakannya juga ada yang setengah jongkok.

Penampakan tarian sangat unik karena pergerakan penari cepat pada saat berpindah padahal posisinya sangat sulit. Hanya dimainkan oleh satu orang dan termasuk sebagai tarian tunggal. Gerakan dan ekspresi wajah penari adalah unsur yang ingin ditonjolkan dalam tarian ini.

16. Tari Belibis

Juga merupakan kata dari N. LNs Swasthi Bandem dan I NYoman Windah di tahun 1984. Kisah Angling Dharma yang mengilhami seniman tari ini untuk menciptakan tari Belibis.

Cerita dari tarian ini sendiri adalah Angling Dharma yang sedang berkelana dan bertemu putri raksasa pemakan manusia. Supaya tidak membunuh banyak manusia, Angling Dharma mengutuk putri tersebut menjadi burung belibis.

Tarian ini ditarikan secara kelompok yang menirukan bentuk gaya burung belibis dan sangat lentur. Tarian ini memiliki gerakan yang sangat lincah.

tari puspanjali
sumber: encyclopedia.jakarta-tourism.go.id

17. Tari Puspanjali

Ditarikan oleh 5 hingga 7 orang dan merupakan jenis tarian penyambutan. Semua penarinya menggunakan pakaian adat Bali dan cirinya adalah membawa bokoran dan gerakannya lebih lemah lembut.

Tarian indah ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1989 oleh penata tari N. LN Swasthi Wijaya dan I Nyoman Windha sebagai penata tabuhnya.

Semua tarian tradisional Bali memiliki keindahan berbeda-beda dengan makna. Inilah yang menjadi keunikan tersendiri dan selalu menjadi bentuk wisata budaya yang dinanti-nantikan.

Yuliarti Swan

Yuliarti Swan

Pecinta kuliner, traveling yang ingin berbagi cerita dari kota budaya di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *