Joglo Rumah Adat Jawa Tengah dan 7 Filosofinya

Rumah Adat Jawa Tengah – Rumah adat Jawa Tengah yang paling terkenal adalah Rumah Joglo. Pada zaman dahulu, rumah Joglo menjadi simbol status sosial. Hanya orang yang mampu secara finansial yang dapat memiliki Rumah Joglo. Hal tersebut karena memang material bangunannya memang lebih mahal dari rumah biasa.

Tidak hanya membutuhkan biaya besar, waktu pembuatannya Rumah Joglo zaman dulu memakan waktu yang lama. Jadi Rumah Joglo hanya bisa digunakan kalangan bangsawan atau raja saja. Namun saat ini rumah Joglo dapat dibangun dan dimiliki oleh berbagai kalangan.

Bentuk Rumah Adat Joglo dan Filosofinya

jenis rumah adat jawa tengah

Images By: Romadecade

Pada awalnya Joglo memiliki bentuk bujur sangkar dan menggunakan empat pokok tiang yang menyangga bangunannya. Tiang tersebut oleh masyarakat Jawa disebut sebagai “saka guru”. Seiring dengan perkembangan zaman, Rumah Joglo ini berinovasi tetapi tetap dengan bangunan berbentuk persegi.

Rumah Joglo umumnya dibuat dengan bahan utamanya yaitu kayu. Ada beberapa jenisnya yang bisa digunakan seperti kayu sengon, kayu jati, dan batang pohon kelapa. Kayu jati adalah material yang populer dengan keawetan, ketahanan, dan kekuatannya dibanding jenis kayu lain untuk Rumah Joglo.

Baca Juga  5 Nama Rumah Adat Sulawesi Selatan, Gambar dan Cirinya

Nama rumah adat Jawa Tengah yaitu Joglo juga memiliki ciri khas lain yakni pada bagian atap yang bentuknya adalah gabungan antara dua bidang, atap segitiga dan trapesium. Atap untuk rumah joglo ada dua jenis, atap Joglo Lambang Sari dan Lambang Gantung.

Sebenarnya desain untuk rumah Joglo sendiri memiliki aturan khusus. Hal tersebut menciptakan beberapa jenis rumah Joglo seperti Limasan, Pangrawit, Lawakan, Mangkurat, Jompongan, Hageng, Sinom, dan
Tinandhu. Rumah Joglo mudah dikenali dengan beberapa ciri khas berikut.

1. Arsitektur yang khas

Sebagai bangunan tradisional, rumah adat Joglo memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang membedakannya dengan rumah adat lainnya. Mulai desain arsitekturnya, ruangan-ruangan di dalam rumah, hingga fungsi-fungsi spesifik di masing-masing bangunan dan ruangan di dalam rumahnya.

2. Memiliki teras yang luas

Rumah adat Jawa Tengah ini dibangun dengan ciri khas pada bagian teras luar rumah yang dibuat cukup luas dan tanpa sekat. Dibuat luas agar dapat menampung tamu dan nyaman untuk sarana silaturahmi antara penghuni rumah dan keluarga lain maupun masyarakat sekitarnya.

3. Ditopang dengan 4 tiang

Rumah Joglo bisa dibangun dengan banyak tiang, namun yang pasti adalah empat tiang utama yang disebut “saka guru”. Tiang-tiang utama inilah yang menjadi fondasi utama untuk menopang atap dan keseluruhan bangunan rumah Joglo.

4. Banyak jendela dan berukuran besar

Nama rumah adat Jawa Tengah yang disebut Joglo memiliki ciri khas yang membuatnya unik yaitu adanya jendela besar yang dipasang dalam jumlah banyak. Jendela besar merupakan gaya Belanda yang kemudian diadaptasi dan dikombinasi dengan arsitektur khas Jawa.

5. Pintu utama terletak di tengah

Letak pintu rumah Joglo yang berada di tengah ini menjadi ciri khas lain yang sangat membedakan dengan rumah adat lain. Pintu utama rumah Joglo terletak di tengah dan posisinya sengaja dibangun sejajar dengan pintu ruangan di bagian belakang rumah.

Baca Juga  4 Jenis Rumah Adat DKI Jakarta dan Bagian-Bagiannya

6. Memiliki Pager Mangkok

Tidak seperti pagar pada umumnya, pager untuk rumah Joglo harus terbuat dari tanaman perdu. Tanaman yang ketinggiannya kurang dari 1meter sehingga interaksi antara setiap orang menjadi mudah dan tidak terhalang pager atau pagar.

7. Menggambarkan status sosial

Kehadiran rumah Joglo secara tidak langsung juga menggambarkan status sosial pemiliknya. Rumah Joglo terkenal dengan biaya pembuatannya yang cukup mahal karena material yang digunakan cukup banyak dan mahal, seperti kayu jati.

Bahan-bahan yang mahal inilah yang membuat kebanyakan pemilik rumah Joglo bisa dipastikan adalah orang-orang dengan status ekonomi atau status sosial menengah ke atas.

Masyarakat Jawa sering menyingkat kata termasuk untuk Joglo yang merupakan singkatan dari “tajug” dan “loro”. Maksud dari kata-kata tersebut adalah penggabungan dua tajug. Penyebutan ini berdasar pada bagian atap rumah Joglo yang berbentuk tajug yang mirip gunung.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa kuno, gunung merupakan simbol yang sakral. Gunung dianggap sebagai tempat tinggal bagi para dewa. Oleh sebab itu, dua tajug dipilih untuk menjadi atap rumah adat di Jawa Tengah. Saka guru yang merupakan empat tiang penyangga adalah representasi arah mata angin.

Bagian-bagian Rumah Adat Joglo

nama rumah adat jawa tengah

Images By: Joglohouselombok.com

Rumah Joglo memiliki tiga pembagian yaitu pendapa di bagian depan, pringgitan pada bagian tengah, dan dalem atau ruang utama. Prinsip pembagian rumah ini adalah bagian depan lebih bersifat umum dan bagian belakang bersifat khusus lagi. Jadi akses orang untuk masuk ke ruangan tertentu juga berbeda-beda.

1. Pendapa Joglo

Di bagian depan Rumah adat Jawa Tengah adalah untuk pendapa. Memiliki filosofi yaitu orang Jawa bersifat ramah dan terbuka dengan mempersilahkan tamu duduk di pendapa. Pendapa biasanya dilengkapi dengan tikar yang filosofinya adalah tamu dan pemilik rumah bisa duduk sama tinggi.

Ruangan pendapa berada di bagian depan rumah, tetapi tidak bisa dimasuki sembarang orang. Pendapa juga digunakan untuk tempat penyelenggaraan acara resmi atau yang bersifat adat seperti pertemuan, pagelaran seni, dan upacara adat.

2. Pringgitan Joglo

Nama rumah adat Jawa Tengah Joglo juga memiliki Pringitan. Pringitan letaknya berada di antara ruang pendapa dan ruang dalem. Fungsinya sama seperti pendapa yang biasanya digunakan untuk menggelar acara seperti pertunjukan seni wayang untuk ruwatan.

3. Dalem Joglo

Pada bagian dalem ini, terdapat senthong atau kamar-kamar. Pada zaman dulu, senthong dibuat dengan tiga bilik. Kamar yang pertama adalah untuk keluarga laki-laki, pada kamar kedua dikosongkan, dan kamar ketiga diperuntukkan bagi keluarga perempuan.

Rumah Adat Jawa Tenggah Lainnya

Images By: Situsbudaya.id

Walaupun rumah adat Jawa Tengah yang paling populer adalah Joglo, ada beberapa rumah adat di Jawa Tengah yang menarik untuk diketahui seperti Panggang Pe, rumah adat kampung, rumah adat tajug, dan rumah adat limasan.

1. Rumah adat Panggang Pe

Dibangun dengan enam tiang, Panggang Pe memiliki tiang depan yang lebih pendek ketimbang tiang yang ada di belakang. Jenis rumah ini dahulu difungsikan untuk hunian dan juga warung tempat berjualan.

Panggang Pe juga terdiri dari beberapa jenis rumah yaitu Gendhang Salirang, Gedhang Setangkep, Empyak Setangkep, Trajumas, Cere Gencet dan juga Barengan. Untuk rumah Barengan sebagian besar berbahan kayu tanpa cat dengan atap genting.

2. Rumah adat kampung

Nama rumah adat Jawa Tengah joglo memang yang paling populer. Namun di Jawa Tengah sendiri hingga sekarang masing eksis dengan rumah-rumah tradisional seperti rumah adat kampung. Rumah yang menjadi tempat tinggal bagi kalangan menengah ke bawah.

Bentuk rumah ini hampir sama dengan Panggang Pe, tetapi dengan dua teras di depan dan belakang rumah. Ciri khas bangunan ini adalah pada tiang yang digunakan yaitu berjumlah kelipatan 4, mulai dari 8, 12, 16 dan seterusnya. Modelnya bangunan standar dan bisa dikombinasikan dengan model baru.

Baca Juga  5 Nama Rumah Adat Sulawesi Selatan, Gambar dan Cirinya

Rumah adat Jawa Tengah untuk masyarakat biasanya ini memiliki atap rumah dengan bentuk segitiga di sisi samping. Bagian atap memiliki penghubung yang disebut “wuwungan” atau “bubungan”. Struktur rumah secara keseluruhan menggunakan tiang penyangga yang berupa balok, usuk, atau kayu reng.

3. Rumah adat tajug

Nama rumah adat Jawa Tengah Tajug dikenal dengan fungsinya sebagai tempat ibadah atau tempat-tempat sakral. Rumah dengan bentuk Tajug tidak boleh dibangun oleh orang biasa karena kekhususan tersebut. Di beberapa daerah di Jawa, Tajug juga sering digunakan untuk mushola, masjid, dan surau.

Ciri khas Tajug adalah pada bagian atap yang berbentuk bujur sangkar dengan ujung yang runcing. Tajug juga memiliki beberapa jenis meliputi, Lambang Sari, Mangkurat, Semar Sinongsong, dan Semar Tinandu.

4. Rumah adat limasan

Limasan merupakan salah satu rumah adat Jawa Tengah yang memiliki bentuk atap limas. Terdapat empat sisi pada bagian atap Rumah Limasan. Dibangun dengan desain sederhana tetapi terkenal dengan tampilannya yang indah. Kelebihan dari Limasan adalah pada sifatnya yang bisa meredam gempa.

Jenis Jenis Rumah Joglo dan Keunikannya

joglo

Images: Joglolinimasan

Bangunan Joglo ini memang dikenal di daerah Jawa Tengah dan ada banyak jenis-jenisnya seperti, Joglo Sinoman, Joglo Jompongan, Joglo Pangrawit, dan lain-lain.

1. Joglo Sinoman

Memiliki 36 tiang dan empat tiangnya adalah saka guru. Berasal dari pengembangan rumah Joglo dan dibangun dengan menggunakan teras keliling.

2. Joglo Jompongan

Jompongan adalah Rumah joglo yang menggunakan dua pintu geser dan dengan denah berbentuk kubus.

3. Joglo Lawakan

Nama rumah adat Jawa Tengah ditujukan untuk bangunan tradisional dengan 16 tiang. Dari seluruh penyangga, 4 tiangnya adalah saka guru. Bagian atapnya sendiri terdiri dari 2 susun bubungan.

Baca Juga  Ragam Upacara Adat di Indonesia dari Sabang sampai Merauke

4. Joglo Pangrawit

Ciri khasnya adalah lambang gantung, bagian atap memiliki bentuk kubah.

5. Joglo Mangkurat

Mangkurat hampir sama seperti bangunan Joglo Pengrawit, tetapi bagian atapnya lebih tinggi dan atap penanggap dihubungkan menggunakan penitih.

6. Joglo Hageng

Joglo Hageng merupakan rumah Joglo yang lebih tinggi namun bagian atapnya yang lebih kecil dan biasa disebut pengerat.

Demikian ulasan mengenai rumah adat Jawa Tengah yang masih terkenal hingga saat ini. Sudah selayaknya semua masyarakat Indonesia mencintai budayanya sendiri termasuk dengan menjaga kekayaan berupa rumah adat dari masing-masing daerah.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *