Tinggal Kenangan, Ini 10 Permainan Tradisional Legendaris

Permainan Tradisional – Permainan tradisional di Indonesia sangat beragam dan banyak dimainkan oleh anak-anak. Namun seiring perkembangan zaman dan teknologi, permainan-permainan tersebut sekarang sudah mulai jarang dimainkan. Permainan yang menjadi kesenangan anak-anak 90an bisa dikatakan mulai punah.

Tidak dipungkiri bahwa kemajuan teknologi telah mengubah zaman. Permainan anak-anak Indonesia kini lebih banyak ada di layar gadget.

Padahal permainan zaman dulu sangat seru untuk dimainkan dan bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk melatih kemampuan dan kecerdasan anak.

19 Permainan Tradisional yang Kini Jarang Dimainkan

permainan tradisional indonesia

Images By: beautiful-indonesia.

Permainan legendaris zaman dulu seperti gatrik, egrang, dan ular naga bisa menjadi kegiatan yang melatih sosialisasi bagi anak-anak. Berbagai permainan dari seluruh daerah di Indonesia perlu untuk dilestarikan. Berikut adalah contoh permainan-permainan anak-anak dari berbagai daerah di tanah air.

1. Permainan Gatrik

Di Indonesia ada sekitar 2.600 permainan tradisional Indonesia yang bisa dimainkan agar tidak punah keberadaannya. Salah satu permainan yang menjadi warisan budaya Indonesia adalah gatrik. Permainan gatrik atau patel lel ini dapat dimainkan oleh banyak anak.

Permainanannya membutuhkan satu batang bambu untuk patel dan satu batang bambu lainnya untuk pemukul. Pemain meletakan patel di tanah yang sudah dibuat lubang. Batang bambu yang lebih panjang digunakan untuk mengangkat batang bambu yang tergeletak dan kemudian memukulnya.

Saat pemain memukul patel ini cukup menyenangkan dan menegangkan karena tidak jarang pemain gagal memukul patel. Saat patel sudah terlempar, pemain lain akan menangkapnya dan melempar balik ke lubang tanah tempat patel diletakkan.

2. Bantengan

Salah satu contoh permainan tradisional selanjutnya adalah bantengan. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan yang luas oleh dua tim. Masing-masing tim bisa terdiri dari 5 orang atau bahkan lebih. Bagian ujung dijadikan benteng yang harus dijaga oleh masing-masing tim.

Indonesia memang kaya akan budaya termasuk permainan bentengan ini. Bentengan menjadi satu dari sekian banyak permainan anak-anak setelah zaman kemerdekaan. Permainan ini juga menjadi cerminan bagaimana rakyat Indonesia berjuang mempertahankan benteng atau tanah tumpah darah mereka.

Pada permainan ini sudah sangat biasa bagi para pemain atau penonton saling berteriak saking serunya. Pemain menjulurkan tangan dan saling pegangan untuk mendekati markas atau benteng dari tim lawan. Permainan bentengan ini sering membuat anak-anak terlalu asik dan bahkan pulang hingga petang.

Baca Juga  Baju Adat Bali: Ketahui 7 Jenis dan 3 Tingkatannya

3. Bebeletokan

Permainan anak-anak zaman dulu yang cukup populer adalah bebeletokan. Nama permainan ini sesuai dengan kegiatannya yaitu membuat pistol mainan yang kemudian digunakan untuk menembak dan keluar bunyi beletok. Bunyi tersebut membuat permainan ini disebut bebeletokan.

Bebelotokan termasuk salah satu permainan tradisional Sunda yang biasa dimainkan di kebun, tanah lapang, atau bahkan hutan. Pada zaman dulu saat masih banyak tanah lapang, permainan ini sangat seru untuk kegiatan anak-anak di siang hari.

Bebelotokan sering juga disebut sebagai pletokan di daerah lain. Permainan ini menggunakan peluru yang terbuat dari kertas, pantel jambu, atau bahan lainnya yang mudah ditemukan di alam. Pemain yang terkena peluru lebih dari tiga kali akan dianggap kalah.

Babeletokan dapat melatih konsentrasi dan ketangkasan anak-anak. Selain itu pembuatan pistol mainan ini juga bisa melatih kreativitas anak. Bermain babeletokan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga lebih menyehatkan dibanding bermain game atau menonton tv.

4. Rangku Alu

Permainan tradisional dari Nusa Tenggara Timur ini merupakan permainan favorit semua orang terutama bagi anak-anak saat melaksanakan kegiatan Pramuka. Permainan ini menggunakan batang bambu
sebanyak 4 buah yang panjangnya sama.

Ujung batang bambu dipegang oleh empat pemain, sedangkan satu pemain berdiri. Batang bambu dibentuk hingga tercipta bentuk kotak di bagian tengah. Masing-masing pemain yang memegang batang bambu mengetuk-etukan bambu sambi bernyanyi.

Pemain yang berdiri berjungkit dengan kaki memasuki bagian kotak dengan hati-hati agar tidak terjebak bambu. Semakin lama permainan ini dimainkan temponya akan semakin cepat dan tentunya semakin seru. Permaian Rangku Alu ini bermanfaat untuk melatih keseimbangan dan kecekatan.

5. Adu Klingsi

Klingsian atau adu klingsi merupakan permainan anak-anak yang menggunakan buah asam atau klingsi. Buah asam yang akan digunakan diasah terlebih dulu pada separuh bagiannya. Selanjutnya klingsi ditancapkan ke papan sejenis ubin, kaca, atau keramik.

Pemain yang dinyatakan menang adalah yang memiliki klingsi paling kuat dan tidak lepas dari papan. Permainan ini tentu tidak memperbolehkan penggunaan perekat buatan seperti lem. Permainan tradisional Indonesia hanya boleh menggunakan putih telur, getah pohon, dan bahan alami lainnya yang lengket.

Pemain yang menang akan menjadi raja dan biasanya diberi jajan sebagai persembahan dari pemain-pemain lain. Permainan ini dapat mempererat persahabatan, kekompangan, dan sifat gotong royong.

6. Ular Naga

Permainan-permainan anak zaman dulu adalah kenangan masa kecil yang menyenangkan, terutama untuk anak 90an ke bawah.

Deretan permainan-permainan yang selalu dimainkan bersama teman-teman selepas pulang sekolah. Salah satu contoh permainan tradisional adalah ular naga.

Pemain membuat barisan memanjang bak ular sehingga permainan ini disebut sebagai ular naga. Dimulai dengan menangkap dua orang yang akan menjadi ketua permainan. Ketua memiliki pengikut yang nantinya akan diperebutkan untuk ditangkap oleh anggota lain.

Pengikut atau anggota yang tertangkap akan menjadi milik kelompok lain. Kelompok yang anggotanya habis dianggap kalah. Walaupun hanya berputar-putar, tetap seru dengan lagu khasnya. Lagu ular naga mungkin masih menjadi lagu nostalgia yang tidak terlupakan bagi anak-anak generasi 90an.

7. Permainan empet-empet

Banyak permainan anak-anak yang dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan alam. Salah satunya adalah permainan tradisional Sunda yang disebut empet-empet. Permainan ini menggunakan daun kelapa untuk dimainkan seperti alat musik.

Empet-empet dari daun kelapa dibuat dengan melilitkan daun kelapa yang satu ujungnya kecil dan semakin membesar di ujung yang lain. Bagian yang paling kecil diberi lidi untuk ditusukkan agar lilitan tidak lepas. Di beberapa daerah bagian kecil tersebut dipipihkan untuk tempat meniup empet-empet.

8. Gasing

contoh permainan tradisional

Siapa yang tidak tahu permainan tradisional yang satu ini. Gasing sering dijuluki sebagai permainan anak laki-laki walaupun siapa saja boleh memainkannya. Gasing menggunakan biji gasing dan tali untuk memutar biji gasing.

Biji gasing bisa terbuat dari bambu atau bisa juga biji kelapa yang masih sangat kecil. Tali dililitkan ke gasing dan kemudian dilepas dengan cepat sehingga gasing jatuh ke tanah dan berputar-putar. Permainan yang satu ini sangat populer bagi anak-anak 90an.

Sebelum era gadget masuk ke tanah air, permainan gasing adalah hobi bagi banyak anak-anak nusantara. Permainan ini biasa dilakukan di tempat yang lapang dengan banyak orang yang memang suka dengan gasing. Semakin lama gasing berputar dianggap semakin bagus gasing tersebut.

Baca Juga  Mengenal Lebih Dekat Rumah Adat Aceh dan 8 Ciri Khasnya

9. Permainan Domikado

Permainan tradisional Indonesia lainnya yang legendaris adalah Domikado. Permainan ini sering dimainkan pada saat istirahat sekolah. Selain seru, permainan ini juga tidak membutuhkan alat. Domikado hanya mengumpulkan beberapa pemain untuk duduk dan bernyanyi.

Masing-masing pemain meletakan telapak tangan menghadap ke atas. Saat menyanyikan lagu Domikado, pemain menepuk telapak tangan pemain lain secara berurutan. Pemain yang kalah adalah yang ditepuk tangannya pada saat lagu Domikado berakhir.

Biasanya pemain yang kalah akan ditantang untuk melakukan sesuatu atau menyebutkan sesuatu agar permainannya lebih seru. Lagu Domikado yang liriknya sederhana pasti masih terngiang-ngiang di telinga setiap anak yang pernah memainkan Domikado.

10. Permainan Karetan

Contoh permainan tradisional yang banyak disukai anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan adalah karetan. Permainan ini menggunakan gelang karet yang biasa dipakai sebagai pembungkus nasi rames. Karetan termasuk permainan taruhan yang seru untuk dimainkan.

Permainan karetan dilakukan masing-masing pemain dengan melempar karet ke target. Biasanya ada tongkat kayu yang ditancapkan ditanah sebagai target pelemparan karet. Pemain harus bisa melempar karet melingkar ke tongkat yang menjadi target.

Pemain diperbolehkan melempar lebih dari satu gelang karet sekaligus. Apabila karet tidak pas, maka dibiarkan tergeletak di tanah. Pemain selanjutnya yang bisa mengenai sasaran akan menjadi bandar dan berhak mengambil semua karet yang sudah dilempar pemain lain.

Permainan karetan dimainkan dengan cara bergiliran. Karetan bagus untuk melatih ketangkasan dan konsentrasi anak. Permainan ini juga tidak berbahaya bagi anak-anak dan lingkungan sekitar.

11. Permainan Bedil Sorolok

Permainan yang seru ini menggunakan alat dari pelepah daun pisang. Permainan tradisional Sunda ini dimainkan dengan menggunakan pelepah daun pisang yang sudah disayat dan bagian ujung yang bengkok.

Pelepah daun pisang yang sudah disiapkan kemudian digunakan dengan cara menghentakkan punggung tangan. Apabila pelepah daun pisang yang bengkok tersebut bisa kembali lurus, pemain dinyatakan menang. Saat memukul pelepah daun biasanya akan terdengar suara sorolok sehingga disebut bedil sorolok.

12. Permainan Engklek

Salah satu permainan legendaris bagi anak-anak Indonesia adalah engklek. Permainan ini dapat dimainkan oleh banyak orang atau hanya dua orang. Engklek tidak membutuhkan peralatan hanya dengan menggambar kotak-kotak pada tanah atau lantai.

Permainan tradisional engklek dimainkan dengan cara pemain melempar papan gaco dari pecahan genteng atau lainnya. Selanjutnya pemain melompat dengan satu kaki dan tidak boleh menyentuh garis. Pemain berhenti sejenak untuk mengambil papan yang dilempar tanpa menurunkan satu kakinya.

Pemain terus berjingkat dengan satu kaki mengikuti pola kotak yang sudah dibuat. Setelah sampai di ujung, pemain kembali lagi ke garis start dengan berjingkat. Apabila sampai tanpa jatuh atau pun menginjak garis, pemain akan dinyatakan menang.

Permainan engklek ini bisa dimainkan anak laki-laki dan perempuan. Kaki yang digunakan untuk tumpuan adalah kaki yang paling kuat. Pemain melakukan engklek secara bergiliran sesuai urutan yang dibuat.

13. Permainan Egrang

1200

Images By: Suarasurabaya.net

Salah satu permainan tradisional Indonesia yang seru dan populer di zamannya adalah egrang. Permainan egrang menggunakan dua batang bambu dengan panjang sekitar 150cm. Sekitar jarak 50cm dari ujung dibuat lubang, kemudian dimasukan bambu lain dengan panjang sekitar ukuran telapak kaki.

Bambu sepanjang ukuran telapak kaki merupakan pijakan bagi pemain. Bambu yang panjang dipegang di bagian atasnya agar berdiri. Bambu diselipkan antara jari-jari kaki seperti saat menggunakan sandal. Setelah itu pemain bisa mulai berjalan dengan egrang.

Permainan ini seru dan bisa melatih anak-anak melawan rasa takut. Permainan ini bisa membuat anak terjatuh, tetapi itu yang membuat permainan egrang ini seru. Egrang ini bagus untuk melatih keberanian dan kemampuan anak menjaga keseimbangan tubuh. Saking serunya, egrang sering masuk dalam perlombaan.

Baca Juga  Joglo Rumah Adat Jawa Tengah dan 7 Filosofinya

14. Permainan kucing-kucingan

Permainan ini merupakan salah satu contoh permainan tradisional yang dimainkan oleh banyak orang. Kucing-kucingan juga sering menjadi kegiatan seru pada mata pelajaran olahraga anak-anak sekolah dasar. Kucing-kucingan dimainkan dengan pemain membuat lingkaran besar sebagai kurungan kucing.

Dua pemain dipilih untuk menjadi seekor kucing dan seekor tikus. Kucing dan tikus berlarian di dalam lingkaran. Tugas pemain yang memerankan kucing adalah menangkap tikus. Namun ada peraturan saat tikus jongkok, kucing tidak bisa menangkapnya.

Pemain yang kalah suit adalah yang memerankan tikus. Apabila tikus tertangkap oleh kucing, maka akan diberi hukuman dengan menjadi kucing. Permainan bagus untuk melatih kekompakan dan juga ketangkasan anak.

Permainan kucing-kucingan ini punya nama lain seperti galah burulu di daerah Jawa Barat. Permainan tradisional Sunda ini ada juga yang menyebutkan sebagai ucing pegat. Ucing merupakan kucing dalam bahasa Sunda. Walaupun penyebutan permainannya bisa berbeda, aturan permainannya adalah sama.

15. Permainan bakiak

Permainan ini dikenal di seluruh penjuru tanah air dari zaman penjajahan hingga sekarang. Bakiak merupakan permainan anak yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Permainan ini juga memiliki nama lain yaitu Terompa Galuak.

Bakiak menggunakan alat yang berupa papan kayu panjang dengan diberi lilitan seperti selop sandal. Papan kayu tersebut bisa digunakan untuk 5 orang atau bahkan lebih. Semakin banyak orang yang menggunakannya, permainan bakiak akan semakin seru dan menantang.

Permainan bakiak memang terlihat mudah karena pemain hanya perlu berjalan atau melangkah bersama-sama. Namun karena bakiak yang digunakan hanya sepasang, terkadang ada pemain yang salah irama sehingga langkahnya tertinggal. Hal tersebut biasanya pemain kesulitan berjalan atau bahkan terjatuh.

Permainan tradisional ini sangat bagus untuk melatih kerjasama atau gotong royong. Setiap pemain harus bisa kompak dan bekerja dalam tim untuk bisa memenangkan permainan. Bakiak masih eksis hingga sekarang walaupun sangat jarang dimainkan oleh anak-anak.

16. Sepak Suwut

Permainan sepak suwut tampak seperti olahraga sepak bola biasa. Namun yang membedakannya adalah bola yang digunakan terbuat dari serabut kelapa. Serabut kelapa yang sudah dibentuk bulat harus benar-benar kering untuk kemudian direndam di minyak tanah.

Pada saat dimainkan, bola diberi api untuk ditendang oleh para pemain. Aksi para pemain yang menendang bola api ini cukup menegangkan dan mengundang banyak penonton. Tidak jarang penonton yang melihat aksi-aksi dalam permainan ini akan mengabadikan dalam foto atau video.

Permainan ini biasanya hanya dimainkan oleh orang dewasa karena terlalu berbahaya untuk anak-anak. Selain itu, sepak suwut juga sering digunakan sebagai atraksi dalam arak-arakan acara tradisional seperti khitanan, peringatan tahun baru, dan lain-lain.

17. Permainan Balap Karung

Permainan tradisional Indonesia yang satu ini sangat seru untuk ditonton. Pemain yang menggunakan karung untuk melompat-lompat harus mencapai garis finis agar bisa menang. Penonton lainnya ikut bersorak sambil menyemangati pemain yang ikut balap karung.

Keseruan permainan ini adalah pemain yang berlompat-lompat dan tidak jarang ada yang terjatuh. Balap karung mungkin sudah jarang dimainkan anak-anak zaman sekarang. Namun masih cukup sering dimainkan pada perayaan hari kemerdekaan atau 17an.

Baca Juga  5 Jenis Rumah Adat Papua dan Keunikannya

18. Permainan Ketapel

Ketapel merupakan salah satu permainan anak yang paling legendaris, terutama untuk anak laki-laki. Alat yang digunakan adalah kayu yang disayat membentuk huruf Y dengan panjang sekitar 25cm. Dua ujung kayu kemudian diberi pentil atau karet merah yang tidak mudah putus.

Ketapel merupakan salah satu contoh permainan tradisional yang multifungsi. Selain untuk bermain dengan teman-teman, ketapel juga bisa digunakan untuk berburu buah-buahan di hutan seperti mangga, rambutan, dan lain-lain. Pelurunya adalah batu kecil atau kerikil yang diluncurkan ke arah target.

19. Permainan Sesengekan

Permainan ini sangat terkenal terutama di tanah Sunda atau Jawa Barat. Sesengekan dimainkan oleh dua pemain menggunakan sebuah batang ruas tanaman padi. Permainan ini sering dimainkan setelah masa panen. Biasanya anak-anak datang ke sawah untuk mencari batang padi.

Permainan tradisional Sunda dilakukan dengan menjepit ujung batang padi menggunakan dua telapak tangan. Batang padi yang digunakan biasanya memiliki panjang sekitar 10 cm. Batang padi digesek hingga ruasnya pecah kemudian ditiup. Pemain akan mendengar suara ‘ngek’ dari batang padi tersebut.

Itulah beberapa permainan tradisional yang dulu sering mengisi hari-hari anak-anak Indonesia. Semua permainan yang seru dibandingkan hanya duduk menonton tv atau gadget. Selain membuat anak lebih aktif, permainan-permainan seperti ini juga tidak merusak mata seperti bermain game di gadget.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *