Tutorial

Perbedaan Barcode dan QR Code

Barcode dan QR code adalah dua jenis kode yang sering digunakan dalam mengidentifikasi dan menyimpan data. Kebanyakan orang berpikir bahwa kedua kode ini sama. Sehingga sering salah menyebut, padahal terdapat perbedaan antara keduanya.

Jika diperhatikan secara detail Anda tentu akan menemukan perbedaan tersebut. Apa saja sih perbedaannya? Simak selengkapnya berikut ini!

Pengertian Barcode

Barcode merupakan sistem representasi optik sebagai sarana merepresentasikan data secara visual dalam bentuk garis-garis vertikal, paralel dan spasi. Garis-garis vertikal ini mewakili angka, huruf, atau karakter lain berfungsi sebagai kode yang menyimpan informasi tentang objek atau produk tersebut.

Barcode sangat umum digunakan dalam berbagai industri untuk mengidentifikasi dan melacak barang, memproses transaksi di toko, mengelola inventaris, dan banyak lagi. Untuk membacanya, dibutuhkan pemindai khusus yang bisa membaca kode tersebut. pemindai membaca kode yang membuat data yang ada bisa dimengerti oleh sistem informasi komputer.

Setiap kode bisa memberikan informasi yang berbeda-beda mengenai informasi produk. Sehingga lebih mudah dalam melakukan berbagai tugas dalam industri daripada mengidentifikasikannya satu persatu.

Barcode sendiri memiliki banyak jenis, mulai dari UPC-A, EAN-13, Code 39 DAN LAIN-LAIN. Setiap barcode memiliki kapasitas penyimpanan masing-masing, serta memiliki jenis alat pemindai yang berbeda-beda. Dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Pengertian QR Code

QR Code (Quick Response Code) merupakan jenis matriks dua dimensi yang biasa digunakan untuk menyimpan data. QR Code ini memiliki keunggulan penyimpanan data yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan barcode konvensional.

QR code diciptakan oleh salah satu perusahaan Jepang, Denso Wave, pada tahun 1994 dan menjadi populer karena kapasitas penyimpanannya yang lebih besar dan kemampuannya untuk menyimpan berbagai jenis data.

QR code terdiri dari banyak kotak kecil (modul) yang tersusun dalam bentuk kotak persegi. Modul-modul ini memiliki pola hitam dan putih yang membentuk sebuah pola unik. Informasi disimpan dalam bentuk pola biner (0 dan 1), yang mewakili data seperti teks, URL, nomor telepon, informasi kontak, alamat email, dan masih banyak lagi.

Perbedaan Barcode dan QR Code

Setelah memahami pengertian dari masing-masing istilah, kini saatnya Anda mengetahui perbedaan barcode dan QR code. Simak secara detail berikut ini.

1. Bentuk serta tampilan

Perbedaan barcode dan QR code yang pertama terdapat pada bentuk serta tampilan keduanya. Barcode berbentuk garis-garis vertikal dengan warna hitam dan putih. Setiap garis yang ada bisa mewakili pola tertentu yang mengandung data produk. Data produk bisa beragam mulai dari nama, harga, tanggal produksi, tanggal kadaluarsa dan lain sebagainya.

Sementara bentuk dan tampilan QR code adalah kotak persegi dengan banyak kotak kecil didalamnya (modul) yang membentuk pola tertentu. Tentu dari tampilan saja keduanya sudah berbeda, ini termasuk perbedaan yang kasat mata.

2. Kapasitas penyimpanan

Selanjutnya, perbedaan antara barcode dan QR code terdapat pada kapasitas penyimpanannya. Kapasitas penyimpanan pada barcode terbatas, hanya dapat menyimpan hingga puluhan karakter saja. Tentu ini dikembalikan lagi kepada jenis dan ukuran masing-masing.

Berbeda dengan barcode, QR code memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih luas. Bisa menyimpan hingga ribuan karakter. Termasuk didalamnya URL, teks, nomor telepon, hingga informasi kontak.

3. Jenis aplikasi atau pemindai

Karena terdapat perbedaan bentuk dan tampilan maka pemindai atau aplikasi yang digunakan untuk membacanya pun berbeda. Barcode hanya digunakan untuk tujuan yang sederhana saja, seperti memproses transaksi dan mencatat detail produk. Sehingga ia memang hanya bisa dibaca dengan mesin pemindai khusus.

Sedangkan, jenis aplikasi atau pemindai yang digunakan untuk QR code sangat beragam.  Bisa digunakan untuk aplikasi pemasaran, event, pembayaran, link ke website, dan masih banyak lagi. Dengan penggunaan yang lebih kompleks, maka aplikasi pemindainya pun lebih beragam jika dibandingkan dengan barcode konvensional.

4. Kecepatan pemindaian

Perbedaan lainnya antara barcode dan QR code adalah kecepatan pemindaiannya. Kecepatan pemindaian barcode lebih singkat karena garis-garis sederhana lebih mudah diidentifikasi.

Sementara pada QR code memiliki kode yang lebih kompleks, sehingga kecepatan pemindaiannya mungkin lebih lamban. Membutuhkan waktu beberapa saat lebih lama. Anda bisa memperhatikannya saat melakukan transaksi sehari-hari.

5. Arah keterbacaan

Terakhir, perbedaan barcode dan QR code terdapat pada arah keterbacaan. Ketika Anda hendak memindai barcode Anda hanya bisa melakukannya dari satu arah saja. Dari depan dengan posisi yang sama setiap orang..

Sementara QR code uniknya Anda bisa memindainya dari berbagai arah, bahkan ketika terbalik sekalipun tetap bisa terbaca. Dari samping kanan kiri maupun dari atas semua bisa dilakukan.

Contoh Pemanfaatan Barcode

Supaya lebih mudah membedakan keduanya, Anda bisa memperhatikan penggunaannya di kehidupan sehari-hari. Simak contoh pemanfaatan barcode berikut ini.

1. Rekonsiliasi data medis

Contoh pemanfaatan barcode biasanya ada pada berbagai fasilitas kesehatan. Anda yang pernah memanfaatkannya tentu sudah tidak asing. Barcode biasanya hadir di kartu pasien, atau gelang pasien.

2. Tiket dan boarding pass

Pemanfaatan barcode lainnya biasanya terdapat pada tiket konser atau boarding pass. Bisa tiket acara, gelang event, tiket kereta api ataupun tiket pesawat. Ini mempercepat supaya proses lebih mudah.

3. Identifikasi produk di toko retail

Terakhir, contoh pemanfaatan barcode juga biasa digunakan pada produk di toko retail. Baik itu untuk makanan, minuman, mainan, hingga produk berupa fashion dan kecantikan. Kode ini yang biasa dipindai di kasir..

4. Tanda tangan digital

Pemanfaatan barcode belakangan sangat beragam. Bahkan bisa juga digunakan untuk mengganti tanda tangan agar lebih praktis. Dilansir dari blog Privy, untuk membuat tanda tangan barcode, Anda dapat memanfaatkan situs di internet ataupun aplikasi tanda tangan tersertifikasi seperti Privy.

Contoh Pemanfaatan QR Code

Jika Anda sudah mengetahui contoh pemanfaatan barcode kini saatnya Anda juga mulai memperhatikan penggunaan QR code di kehidupan sehari-hari. Simak berikut ini.

1. Pemasaran dan iklan

QR code biasa digunakan dalam pemasaran atau iklan suatu produk. Fungsinya agar konsumen yang penasaran bisa memperoleh informasi lebih lanjut. Jadi konsumen diarahkan ke website pengiklan.

2. Pembayaran digital

Contoh pemanfaatan QR code lainnya biasanya terdapat sebagai sarana pembayaran digital. Negara Indonesia sendiri memiliki QR code untuk sistem pembayaran yang dinamai QRIS. QRIS ini sangat praktis bisa mengarahkan ke pembayaran melalui rekening atau pun melalui dompet digital.

3. Pemilihan menu di restoran

Selain tanda tangan, QR code juga biasanya digunakan sebagai sarana pemilihan menu di restaurant. Sehingga restaurant tidak perlu memberikan buku menu secara fisik. Pelanggan yang datang cukup pindai saja dan bisa memilih-milih menu dari HP mereka masing-masing.

Nah, berikut di atas merupakan perbedaan antara barcode dan QR code. Kini Anda tidak perlu lagi bingung membedakan keduanya. Menambah pengetahuan sangat baik supaya Anda memiliki wawasan yang luas.

Aldy Amrillah

Aldy adalah seorang penulis blog yang berasal dari Bogor, Indonesia. Ia merupakan lulusan jurusan Manajemen informatika dari Universitas Bina Sarana Informatika, ketertarikan dengan dunia menulis artikel dimulai ketika pertama kali bekerja untuk sebuah website lifestyle. Kini, Aldy fokus pada penulisan konten SEO yang mengutamakan pembaca bukan mengutamakan bot, karena kenyamanan membaca adalah poin paling penting yang dibutuhkan pembaca saat ini. Ia memiliki spesialisasi topik tentang dunia teknologi, seperti tips, tutorial hingga pembahasan tentang komputer. Dan saat ini ia bekerja sebagai Seo enthusiast di salah satu website yang membahas tentang dunia teknologi di daerah Jakarta

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button