Tari Tor Tor: Sejarah, Gerakan, dan Jenis Tariannya

Tari Tor Tor – Negeri tercinta kita ini memiliki banyak sekali budaya tradisional di setiap daerah. Hampir di setiap daerah memiliki budaya tradisional khas mereka. Salah satunya adalah budaya tradisional tarian. Tarian tradisional sampai sekarang masih menjadi ikonik Indonesia. Ribuan jenis tarian tradisional bertebaran di setiap daerah.

Salah satu tarian tradisional yang masih melegenda hingga sekarang adalah adanya tari Tor-Tor. Tari tor-tor berasal dari daerah di Toba, Sumatera Utara. Tarian ini digunakan di perayaan atau ritual-ritual yang memang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Mulanya, tarian ini adalah sebuah ritual saat acara kematian, penyembuhan, dan lainnya. Seiring berkembangnya jaman, tari Tor Tor kini sering dipentaskan sebagai hiburan masyarakat batak.

Sejarah Tari Tor Tor

sejarah tari tor tor
Image: id.wikipedia.org

Asal tari tor-tor yang berasal dari suku Batak ini diperkirakan sudah ada sejak zaman Batak purba. Dimana pada masa itu, tarian tor-tor dijadikan simbol persembahan untuk roh leluhur yang sudah meninggalkan mereka. Nama tari tor-tor diambil dari bunyi kaki hentakan kaki penari yang sedang menari di atas lantai papan rumah khas suku Batak.

Ada beberapa pendapat dari salah satu seorang praktisi dan juga pecinta tari tor-tor, yaitu Togama Naibaho. Dimana beliau memberikan pendapat jika tujuan dari tari tor-tor ini dulunya untuk upacara kematian, untuk upacara panen, hiburan, penyembuhan dan pesta muda-mudi. Selain itu, sebelum melakukan tarian tor-tor ini peserta harus melalui beberapa ritual tertentu dulu.

Sampai saat ini belum terdapat literatur ilmiah yang bisa menjelaskan tentang sejarah tari tor-tor dan juga gondang sembilan yang digunakan untuk mengiringi tarian ini. Namun menurut Edi Sedyawati, Guru Besar Tari Universitas Indonesia, sudah ada catatan sejak zaman kolonial yang mendeskripsikan mengenai perjalanan tarian tor-tor.

Asal tari tor-tor yang dari Batak ini, ternyata apabila kita telusuri mendapatkan pengaruh besar dari India, bahkan lebih jauh lagi tarian ini juga memiliki kaitan erat dengan budaya dari Babilonia.

Terdapat pendapat yang memperkirakan apabila tari tor-tor sudah ada sejak abad ke 13 Masehi dan sudah menjadi suatu bagian dari kebudayaan suku Batak. Pendapat ini sendiri disampaikan oleh mantan anggota anjungan Sumatera Utara sekaligus pakar tor-tor.

Baca Juga  14 Macam Tarian Maluku dan Nilai Filosofinya

Perkembangan awal dari tari ini, dulunya cuma di kehidupan masyarakat Batak, tepatnya di kawasan Samosir, Toba dan juga sebagian kawasan Humbang. Namun dalam praktiknya tarian ini juga melibatkan patung batu yang sudah dimasuki oleh roh, kemudian patung tersebut akan ikut menari bersama penari lainnya.

Seiring dengan berjalannya waktu tari tor-tor mengalami transformasi seiring dengan masuknya agama Kristen di daerah suku Batak. Ketika itu, budaya tor-tor lebih dikenal menjadi kesenian nyanyian dan juga tari modern. Tari tor-tor di Pahae sendiri dikenal sebagai tarian gembira dan juga lagu berpantun yang disebut dengan tumba atau pahae do mulani tumba.

Mengenal Tari Tor Tor Lebih Dalam

tari tor tor berasal dari daerah
Image: cnnindonesia.com

Nama tari Tor-Tor diambil dari suara penari yang menghentakkan kaki di lantai papan rumah Batak, maka dari itu tarian ini dinamakan tari Tor-Tor. Tari Tor-Tor dinilai sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Pada masa lalu, tari Tor-Tor digunakan sebagai tari persembahan untuk roh leluhur suku Batak.

1. Iringan Musik

Pada saat dipentaskan dalam pertunjukan, tari Tor-Tor diiringi oleh musik Gondang yang membuat penari bisa menghentakkan kaki mereka diatas lantai tari tersebut. Musik Gondang merupakan salah satu musik yang ada sejak dulu dalam budaya Batak.

Musik Gondang menghasilkan irama yang membuat gerakan-gerakan penari Tor-Tor menjadi semakin kuat. Musik Gondang juga biasa dimainkan terlebih dahulu sebelum tari Tor Tor dimulai.

2. Gerakan Tari Tor Tor

Tari Tor–Tor memiliki gerakan yang sederhana yang bisa dipraktekkan oleh orang-orang dengan mudah, tak heran jika banyak orang yang pertama kali mencoba tarian ini langsung bisa memainkannya.

Tari Tor Tor memiliki gerakan sebatas pada gerakan tangan yang melambai-lambai naik turun bersamaan dengan gerakan kaki yang menghentak mengikuti irama yang diiringi oleh musik magondangi atau yang biasa disebut gondang.

Baca Juga  Mengenal Tari Merak, Tarian Tradisi Jawa Barat

3. Properti Tari Tor Tor

Tari Tor-Tor memiliki properti yang berbeda di setiap pertunjukan bergantung dengan makna tarian yang akan ditampilkan. Jika tari Tor-Tor digunakan sebagai ritual keagamaan, maka properti yang digunakan adalah patung batu.

Patung batu akan diisi roh leluhur yang kemudian akan digerakkan sesuai dengan musik. Namun, jika tari Tor-Tor hanya dipentaskan sebagai hiburan saja, maka penari tidak akan menggunakan properti sama sekali.

Sedangkan untuk pakaian yang dikenakan oleh penari menggunakan ulos. Ulos adalah salah satu kain khas masyarakat suku Batak. Ulos memiliki warna dominan merah, hitam, dan putih yang memiliki ragam tenunan berasal dari benang emas dan perak.

4. Setting Panggung

Tari Tor-Tor berfungsi sebagai media komunikasi atau pergaulan, sehingga tidak membutuhkan panggung dan perlengkapan. Setting panggung pada tari Tor-Tor tidak terlalu diperhatikan, berbeda dengan tari tradisional yang lain. Ini membuat penari bebas menari di sebuah halaman yang luas.

Keunikan Tari Tor Tor

tarian tor berasal dari batak
Image: Pelaminan.com

Sama seperti kesenian daerah lainnya, tari tor-tor ini juga memiliki keunikan atau hal menarik yang terkandung di dalamnya Berikut adalah beberapa keunikan yang ada dari tari tor-tor.

1. Untuk Media Komunikasi

Tari tor-tor memiliki fungsi untuk tari seremonial dan juga sudah menjadi bagian dari budaya suku Batak. Selain itu, tari ini yang dulunya hanya sebatas tarian untuk upacara adat ternyata juga menjadi media untuk berkomunikasi. Hal ini bisa dilihat dari gerakan dan juga interaksi dari seluruh anggota upacara yang mengikuti.

2. Iringan Musik Gondang

Dalam setiap pertunjukan, tari ini siring diiringi oleh musik yang disebut gondang. Musik gondang dalam sejarah batak adalah seni budaya dengan nilai yang tinggi.

Dentuman yang dihasilkan dari musik gondang ini bisa membuat penari tor-tor bergerak semakin kuat. Musik gondang ini biasanya akan diputar terlebih dahulu sebelum tari tor-tor dimulai.

3. Pemakaian Kain Ulos

Kostum atau pakaian yang digunakan pada tarian tor-tor ini sering disebut dengan nama kain ulos. Dimana kain ulos merupakan salah satu jenis kain tradisional khas batak. Warna dari kain ulos biasanya adalah berwarna hitam, merah dan juga putih lengkap dengan hiasan tenun yang terbuat dari benang emas atau perak.

Jika dulu kain ulos hanya digunakan sebatas selendang, bahkan hanya akan kita jumpai pada upacara adat. Namun seiring dengan datangnya wisatawan yang bertambah, kain ulos saat ini sering digunakan untuk cinderamata atau oleh-oleh khas suku Batak.

Baca Juga  Tari Jaipong: Sejarah, Gerakan dan Kostumnya

4. Prosesi Tua Ni Gondang

Sebelum alat musik gondang dimainkan, tuan rumah atau hasuhuton akan memberikan permintaan terlebih dahulu kepada penabuh dari gondang. Pada tahapan ini sering disebut dengan prosesi tua ni gondang atau juga dikenal dengan ritual berkat dari musik gondang.

Permintaan dari tuan rumah tersebut akan disampaikan dengan sopan santun dalam setiap kesempatan.

Jika satu permintaan sudah terpenuhi, maka akan langsung diselingi dengan tabuhan dari musik gondang dengan ritme tertentu. hal ini dilakukan sebagai bentuk berkah dari musik gondang untuk seluruh anggota upacara yang menghadiri tarian tor-tor tersebut.

5. Pantangan Penari Tor-Tor

Keunikan terakhir yang terdapat pada tari tor-tor adalah adanya pantangan yang tidak boleh dilakukan atau dilanggar oleh penari tor-tor tersebut. Salah satu pantangan tersebut adalah tangan penari tidak boleh melewati batas setinggi bahu.

Apabila penari melanggar pantangan tersebut maka penari tersebut dianggap menantang siapa saja yang melihat tarian tersebut yaitu dukun, dan juga ilmu gaib lainnya. Selain itu dipercaya juga para penari yang melanggar pantangan tersebut akan mendapatkan suatu kesialan.

Jenis Tari Tor Tor

jenis tari tor tor
Image: travelingyuk.com

Tari tor-tor ini memiliki sub-sub atau pembagian jenis tarian berikutnya yang ternyata sangat beragam. Berikut adalah beberapa jenis tari tor-tor beserta penjelasan singkatnya.

1. Tor-Tor Panaluan

Jenis tari tor-tor yang pertama adalah tari tor-tor tunggal panaluan. Dimana tarian ini merupakan budaya ritual yang digelar ketika sedang tertimpa musibah.

Jadi tari tor-tor ini dilakukan oleh dukun untuk menjadi cara agar bisa mendapatkan petunjuk tentang bagaimana dalam mengatasi masalah yang menimpa daerah mereka.

2. Tor-Tor Sipitu Cawan

Berikutnya ada tari tor-tor Sipitu Cawan atau sering disebut dengan tari tujuh cawan. Tari ini dilaksanakan saat ada acara pengangkatan raja.

Dimana tari ini bercerita tentang 7 putri kayangan yang datang turun ke bumi untuk mandi, kemudian di waktu yang bersamaan datang juga pisau tujuh sarun atau sering dikenal juga dengan piso sipitu sarung.

Baca Juga  Tinggal Kenangan, Ini 10 Permainan Tradisional Legendaris

3. Tor-Tor Pangurason

Jenis tari tor-tor yang terakhir adalah tor-tor pangurason atau tarian pembersihan. Tarian ini dilakukan ketika ada pesta besar.

Dimana sebelum acara dimulai, tempat atau lokasi yang akan digunakan untuk pagelaran tari harus dibersihkan dulu dengan jeruk purut. Tujuan digelar jenis tari ini adalah untuk menghindari bahaya.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *