Ransomware: Pengertian, Cara Kerja, Jenis dan Mengatasinya

Ransomware Adalah – Membicarakan soal kejahatan cyber memang tidak ada habisnya. Majunya teknologi juga diikuti dengan maraknya kejahatan yang terjadi dalam dunia digital. Padahal teknologi diciptakan untuk memudahkan, namun banyak disalahgunakan.

Malware adalah software yang digunakan untuk tujuan kejahatan seperti menggunakannya untuk mencuri informasi pribadi hingga perusahaan. Ransomware adalah salah satu jenis malware yang hingga kini harus diwaspadai.

Kebanyakan ransomware menyerang perusahaan dan ketika menginfeksi komputer sangat sulit untuk mengatasinya. Seberapa bahayakah ransomware? Kenali pengertiannya hingga bagaimana cara mengatasinya.

Pengertian Ransomware

Pengertian Ransomware

Puluhan malware selalu dibuat dan disebar setiap harinya oleh orang-orang yang memiliki tujuan jahat. Virus, backdoor dan ransomware adalah salah satunya yang paling berbahaya.

Setiap malware memiliki cara kerja berbeda sesuai dengan tujuan diciptakannya. Ransomware adalah salah satunya yang hingga kini dianggap paling berbahaya. Mengapa? Karena malware ini memiliki tujuan untuk mendapatkan tebusan uang dari korbannya.

Ada beberapa cara yang dilakukan pembuat ransomware untuk mengancam yaitu menghapus, mempublikasikan atau menahan akses data korban yang penting. Misalnya saja sebuah perusahaan yang memiliki software baru namun belum launching.

Ketika komputer yang digunakan untuk menyimpan software baru tersebut terkena ransomware maka, data tidak bisa diakses kembali. Biasanya ada kunci tertentu yang bisa dimasukkan tetapi sangat sulit dicari.

Korban tentunya akan mengalami kerugian ketika data yang mereka miliki tidak dapat diakses, apalagi jika sifatnya rahasia kemudian dipublikasikan. Maka si pengirim ransomware akan meminta tebusan sejumlah uang untuk memberikan kunci agar pemilik bisa mengakses data kembali.

Sangat menyeramkan bukan? Ransomware adalah salah satu jenis malware yang tidak bisa dianggap remeh.

Bagaimana Cara Kerja Ransomware?

Malware termasuk ransomware bisa dengan mudah masuk melalui jaringan internet. Ketika pengguna sering melakukan browsing apalagi tanpa perhitungan mudah klik tautan bahkan mengunduh file yang mencurigakan, maka serangan ransomware bisa tidak terhindarkan.

Kebanyakan ransomware bekerja dengan memanfaatkan trojan yang menyamar menjadi file atau aplikasi. Penyerang akan mengirimkan malware melalui beberapa media berikut hingga akhirnya korban tertarik untuk klik dan komputer terinfeksi.

1. Malicious Email Attachment

Cara kerja pertama yang paling sering berhasil adalah dengan menggunakan attachment pada email. Oleh karena itu sebaiknya jangan sembarangan klik atau mengunduh lampiran email. Apalagi jika pengirimnya tidak diketahui.

Hacker akan memanfaatkan email yang tampilannya terpercaya seperti tawaran pekerjaan atau informasi dari bank. Ada banyak format lampiran yang digunakan mereka seperti doc, .js, .msi, .ppt dan masih banyak lainnya.

2. Exploit

Exploit biasanya berada di dalam situs web yang memiliki iklan. Apabila iklan tersebut diklik maka halaman akan mengarah pada file exploit. Pengguna kemudian diarahkan untuk mengunduh melalui web tersebut.

Inilah celah yang hingga saat ini sering menyerang para pengguna internet. Jadi jika tidak berhati-hati smartphone atau laptop akan langsung terinfeksi.

3. Link dalam email

Email adalah media yang paling sering digunakan oleh hacker dalam mengirim ransomware. Karena banyak yang menggunakan email, apalagi tampilannya tampak terpercaya.

Banyak sekali tampilan yang menarik untuk seseorang melakukan klik hingga akhirnya ransomware masuk ke dalam komputer.

Apa itu ransomware kini perlu diwaspadai dan tidak bisa dianggap remeh. Apalagi jika menyerang data-data penting untuk urusan pribadi dan pekerjaan.

Jenis-Jenis Ransomware yang Sering Menginfeksi

Jenis-Jenis Ransomware

Walaupun ada begitu banyak jenis, ransomware adalah malware yang memiliki tujuan meminta tebusan uang kepada semua korbannya. Dengan dalih supaya korban bisa mengakses data pribadi mereka kembali.

Namun sayangnya tidak ada jaminan walaupun nantinya uang tebusan sudah diberikan, apakah data bisa kembali. Menurut jenisnya, ada empat macam ransomware yang biasa mengancam sebagai berikut ini.

1. Doxware

Jenis yang pertama ini bukan hanya sekedar untuk mengunci data. Jika komputer terkena Doxware maka biasanya akan mengancam korban dengan data yang dimiliki akan dipublikasikan.

Selain itu juga merusak foto dan video bahkan informasi identifikasi pribadi hingga data keuangan. Apabila tebusan tidak dibayarkan maka ancaman tersebut akan dilakukan. Menjadi malware yang sangat berbahaya dan menyebalkan.

2. Crypto Ransomware

Jenis yang kedua ini akan memilih korbannya dengan memilah manakah data pribadi yang terlihat penting. Ada begitu banyak data yang dikumpulkan seperti gambar, PDF, spreadsheet hingga teks.

Jadi semua data tidak terpengaruh tetapi jika data sudah ada yang terenkripsi maka tidak dapat dibuka kembali. Malware akan menyuruh korban segera memberikan tebusan uang.

Biasanya ransomware jenis ini akan meminta tebusan sebesar 200 hingga 900 dollar. Tebusan juga harus dibayarkan dalam waktu 48 hingga 72 jam.

Baca Juga: Antivirus Terbaik Untuk Android

3. Scareware

Masih dengan malware yang meminta tebusan uang kepada korbannya. Untuk jenis kali ini, malware akan memaksa korbannya untuk melakukan pembayaran.

Pemaksaan dilakukan dengan cara terus menerus menampilkan jendela pop up yang menampilkan sedang memindai komputer untuk mengatasi masalah. Tapi jendela pop up terus menerus muncul sampai korban membayar tebusan.

4. Locker Ransomware

Jenis yang terakhir ini memiliki cara kerja mengunci komputer. Jika jenis lainnya hanya melakukan enkripsi terhadap data penting dan tidak dengan locker ransomware.

Pengguna sama sekali tidak bisa mengakses komputer dan tidak bisa melihat pesan meminta uang tebusan.

Apa itu ransomware dan jenis-jenisnya bahkan bahayanya sudah diketahui. Malware yang berbahaya ini tentunya tidak bisa disepelekan. Ketahui juga bagaimana cara untuk mengatasi malware yang satu ini.

Cara Mengatasi Ransomware yang Perlu Dipraktekkan

Apabila dilihat dari pengertian hingga jenis ransomware, malware ini terdengar seperti tidak bisa diatasi. Cara untuk mengatasi yang paling tepat adalah mencegah. Karena tanpa pencegahan yang benar, malware yang sudah menginfeksi tak bisa di scan dengan antivirus atau anti malware saja.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu ikuti dibawah ini untuk melakukan pencegahan sebagai berikut:

1. Menginstal antivirus paling baik

Sebagai pertahanan komputer, antivirus adalah software yang wajib dimiliki. Tanpanya berbagai malware bisa masuk dengan mudah seperti ransomware. Ada banyak jenis antivirus yang bisa digunakan baik gratis dan juga berbayar.

Antivirus adalah pertahanan yang paling baik untuk digunakan. Seringkali semua folder yang terenkripsi juga bisa dibuat supaya data penting bisa lebih aman disimpan di dalamnya.

2. Selalu update software

Langkah kedua mencegah ransomware adalah rutin melakukan update semua software yang digunakan khususnya antivirus. Ada banyak pembaruan otomatis yang bisa diatur sehingga kamu tidak perlu repot untuk mengecek software satu per satu.

Alasan mengapa pembaharuan perlu dilakukan, karena pengembang software akan selalu meningkatkan keamanan dari produk yang mereka miliki. Jadi versi yang terbaru selalu memiliki pengamanan yang terbaru.

Apabila terdapat notifikasi mengenai pembaharuan software sebaiknya langsung setujui. Dengan begitu jika ransomware menyerang akan muncul peringatan agar kamu tidak klik atau mengunduh file yang berbahaya tersebut.

3. Selalu membuat cadangan data

Bagi pengembang sebuah software baru atau perusahaan yang memiliki data penting, cadangan data itu sangat perlu. Tanpa adanya cadangan maka ketika malware menyerang, bukan hanya ransomware maka sangat berbahaya.

Dampak yang terjadi ketika ransomware menyerang tentu saja kehilangan data. Kamu harus menginstal ulang dan menghapus semua data penting yang sudah terinfeksi. Dengan begitu data penting otomatis hilang.

Kamu bisa melakukan pencadangan dengan cara berbeda-beda. Pertama dengan memanfaatkan cloud di mana file bisa diunduh dengan mudah ketika komputer sudah diperbaiki.

Kedua adalah dengan mencadangkannya melalui hard drive atau usb sehingga penyimpanan dilakukan secara terpisah. Ketika komputer sudah diinstal ulang dan file hilang, kamu masih tetap memiliki cadangannya.

4. Selalu berhati-hati ketika menggunakan jaringan

Anda tidak bisa sembarangan dalam menggunakan internet karena ransomware bisa menyerang kapan saja. Oleh karena itu bijak dan selalu berhati-hati dalam memanfaatkan internet adalah hal yang sangat penting.

Apa saja yang harus dilakukan supaya tetap hati-hati ketika menggunakan internet? Pertama, jangan masuk ke situs web yang berbahaya, contohnya saja berisi begitu banyak iklan. Terutama website yang tidak bisa dipercaya asal usulnya.

Kedua selalu berhati-hati dalam mengunduh file. Pilih web resmi jika ingin mengunduh aplikasi atau software tertentu. Selain itu aktifkan antivirus pada saat proses pengunduhan.

Ketiga adalah berhati-hati saat mengunduh lampiran email. Jika sekiranya pengirim email tidak jelas apalagi isinya maka jangan sembarangan mengunduh. Cek kembali apakah email dan lampirannya benar-benar resmi dan asli.

5. Tidak menggunakan file sharing

Supaya malware tidak menyebar dengan cepat maka sebaiknya kamu tidak lagi menggunakan file sharing. Karena adanya file sharing ini memberikan semua hak akses ke file penting yang kamu miliki.

6. Menggunakan filter spam

Kewaspadaan juga harus dilakukan pada spam. Karena spam biasanya mengandung banyak virus dan ransomware. Metode email adalah yang paling mudah dilakukan dan spam adalah medianya.

Pastikan bahwa fitur filter spam yang biasanya menjadi layanan bawaan dari provider email berfungsi dengan baik. Ada begitu banyak lampiran dari spam yang tampak penting seperti tagihan, surat resmi dan masih banyak lagi.

Jangan Panik Ketika Terkena Ransomware, Lakukan Hal Ini

Ransomware adalah

Kebanyakan orang pasti akan panik ketika mengetahui data penting yang mereka terkunci karena ransomware. Apalagi jika data pribadi yang penting terancam akan disebarluaskan.

Hindari kepanikan dan selalu berpikir tenang agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Semua ahli selalu menyarankan untuk tidak sembarangan bahkan tidak perlu mentransfer uang tebusannya.

Ada dua hal yang membuat Anda tidak perlu mengirim, pertama karena tidak ada jaminan bahwa data akan dikembalikan seperti semula atau tidak disebarluaskan. Kedua adalah dengan mengikuti kemauan mereka, maka tindak kejahatan tidak bisa dihentikan.

Jika ransomware menginfeksi, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dengan tidak memberikan uang tebusan sebagai berikut:

1. Memutuskan jaringan

Ransomware masuk melalui jaringan internet, khusus untuk komputer yang terintegrasi satu sama lain maka sambungan jaringannya harus segera diputus. Apalagi jika komputer yang lain belum terkena malware.

Apabila muncul notifikasi ransomware maka sebaiknya segera matikan sambungan jaringan ke komputer lainnya. Karena data di komputer lain bisa terancam terkena malware.

2. Menghapus ransomware

Ketika muncul ransomware langkah satu-satunya adalah dengan menghapusnya. Dengan begitu ransomware tidak menyebar ke komputer lain dengan cepat. Karena untuk melakukan proses enkripsi tidaklah mudah dan perlu waktu.

Apabila terdapat antivirus yang kuat, kamu juga bisa menggunakannya dengan scanning. Namun jika malware dihapus maka bersamaan juga dengan file yang telah terenkripsi.

3. Mencari kunci dekripsi secara online

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mencari kunci dekripsi secara online. Kini ada begitu banyak ahli keamanan dunia maya yang selalu memecahkan ransomware baru.

Beberapa jenis alat yang biasanya menginfeksi seperti Crypto Sherif dan carilah kata kunci deskripsinya. Ada kemungkinan yang menguntungkan jika terdapat seseorang yang bisa memecahkannya sehingga file akan kembali dan tidak hilang.

Apa itu ransomware dan apakah berbahaya? Semua sudah dijawab dalam artikel ini. Semoga bermanfaat ya Sahabat Tedas.id.

Yuliarti Swan

Pecinta kuliner, traveling yang ingin berbagi cerita dari kota budaya di Indonesia.