Protokol: Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Protokol adalah salah satu istilah dalam dunia teknologi yang sering sekali terdengar. Seperti diketahui, dalam dunia serba teknologi seperti sekarang ini, komputer dan perangkat sejenisnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan di hampir semua bidang kehidupan.

Di sini, komputer merupakan sebuah teknologi yang sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran berbagai jenis pekerjaan, terutama yang berhubungan dengan komunikasi.

Untuk itu, memahami teknologi bisa dikatakan sebagai sebuah keharusan, termasuk diantaranya adalah memahami istilah-istilah yang ada di dalamnya. Dalam hal ini memahami istilah protokol adalah salah satunya.

Pengertian protokol

Pengertian protokol

Dalam istilah teknologi, arti protokol bisa dipahami sebagai sebuah aturan yang menghubungkan antara perangkat satu dengan perangkat lain. Aturan tersebut bertujuan untuk memungkinkan terjadinya hubungan komunikasi dengan tujuan untuk memindahkan data.

Di sini, protokol bisa diartikan sebagai peraturan yang harus dilewati oleh dua perangkat atau lebih untuk memindahkan data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Protokol juga bisa diartikan sebagai media untuk memindahkan atau mengirimkan data dari pengirim ke penerima.

Baca Juga  VPS: Pengertian, Konsep, Cara Kerja dan Fungsinya

Seperti diketahui, dengan adanya kemajuan teknologi yang begitu canggih, orang mengirim pesan tidak lagi dilakukan secara manual dengan mengantar pesan tersebut ke orang yang dituju.

Hal ini cukup dilakukan dengan memindahkan pesan atau data yang akan dikirim dengan menggunakan peralatan teknologi seperti komputer.

Misalnya, ketika orang ingin mengirimkan pesan, sekarang bisa menggunakan email. Pesan tersebut cukup dikirim dengan menggunakan perangkat seperti komputer, hp, dan sejenisnya. Langkah-langkah atau peraturan yang harus dilewati untuk menyampaikan pesan tersebut adalah protokol.

Apakah Fungsi Protokol?

Fungsi Protokol

Fungsi dari protokol, tentunya tidak lepas dari pengertian dari protokol itu sendiri. Seperti dijelaskan di atas, protokol adalah peraturan yang harus dilalui oleh sebuah sistem agar terjadi sebuah komunikasi yang bertujuan untuk memindahkan data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.

Dengan mengetahui apa arti dari protokol tersebut, maka bisa diketahui apa fungsi dari protokol itu sendiri. Dalam dunia teknologi, protokol memiliki fungsi sebagai media untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima data.

Dari sini diharapkan pengirim dan penerima data akhirnya bisa melakukan komunikasi. Sedangkan fungsi protokol secara khusus sebenarnya cukup beragam, dan penjelasan setiap jenisnya sebagai berikut.

* Addressing

Address sendiri artinya adalah alamat. Dalam istilah ini, fungsi protokol sebagai addressing adalah untuk mengidentifikasi alamat, baik alamat pengirim data maupun alamat penerima data.

Di sini protokol berfungsi untuk menggunakan informasi alamat yang didapat untuk menghubungkan alamat pengirim dan penerima.

Dalam fungsi tersebut, peran protokol adalah untuk menuntun setiap paket data yang dikirim untuk melewati network jaringan komunikasi sehingga bisa sampai ke penerima. Dengan demikian, tidak akan terjadi paket data yang akan sampai ke alamat yang salah.

* Reassembly

Di sini protokol berfungsi sebagai penyusun dan pengatur data yang dikirim agar sampai dalam bentuk utuh dan lengkap. Seperti diketahui, dalam pengiriman data, terkadang data terlalu besar sehingga harus dipecah menjadi beberapa paket.

Dengan demikian, tentu saja data akan terpecah-pecah dan menjadi tidak tersusun lagi. Dalam hal ini pengertian protokol bisa digunakan sebagai penyusun kembali data yang sudah terpecah-pecah menjadi beberapa paket saat melewati jaringan.

Pada akhirnya ketika sampai ke penerima, data sudah tersusun lagi secara utuh sesuai dengan yang dikirimkan. Tanpa fungsi ini, pengiriman pesan akan sulit tersampaikan dengan baik.

Baca Juga  Router : Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Jenisnya

* Timeouts

Dalam hal pengiriman data, ada sebuah sebuah perangkat yang mengidentifikasi apakah data tersebut sudah kadaluarsa. Apabila ditemukan, maka data akan dihancurkan untuk mengantisipasi jaringan agar tidak mengalami overload oleh data yang rusak.

Di sini, fungsi protokol sebagai timeouts digunakan. Penumpukan data yang sudah rusak atau kadaluarsa, akan memberikan beban bagi jaringan.

Hal tersebut pula yang menyebabkan kelambatan dalam proses pengiriman data. Oleh sebab itu, data yang sudah rusak atau kadaluarsa akan dihancurkan oleh sebuah alat yang merupakan fitur tambahan dari IP.

* Option

Salah satu fungsi dari protokol adalah sebagai fitur tambahan untuk menentukan bagian paket data mana yang akan diambil untuk diteruskan kepada penerima.

Tujuan dari fitur ini adalah untuk memberikan keamanan pada paket agar sampai ke penerima sesuai dengan yang dikirimkan tanpa menimbulkan kerusakan data.

Sering terjadi, kelambatan pengiriman data disebabkan oleh adanya beberapa bagian paket data yang menghambat proses pengiriman data. Di sini diperlukan sebuah perangkat yang berfungsi untuk memilih setiap bagian paket data yang mana yang harus diambil dari penerima.

Jenis-jenis Protokol

Jenis-jenis Protokol

Dalam dunia komunikasi, ada beberapa peraturan atau protokol yang digunakan untuk menciptakan adanya sebuah komunikasi antara pengirim dan penerima data. Sesuai dengan artinya, protokol adalah sebagai media yang mengatur terjadinya komunikas tersebut.

Ada beberapa jenis aturan atau jenis protokol yang digunakan dalam jaringan komunikasi internasional. Tentunya setiap jenis protokol memiliki fungsi yang berbeda-beda. Beberapa jenis protokol yang biasa digunakan di dunia komunikasi internasional adalah sebagai berikut.

* TCP /IP ( Transmission Control Protocol) / (Internet Protocol)

Ini merupakan standar komunikasi data yang dipakai di seluruh jaringan komunitas internet. TCP (Transmission Control Protocol ) dan IP ( Internet Protocol ) adalah sistem yang mengatur proses terjadinya pertukaran informasi dari komputer satu dengan komputer lainnya di dalam jaringan internet.

Dalam melakukan pertukaran informasi, protokol tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan protokol lain sehingga komunikasi antar komputer dalam jaringan bisa terjadi.

Di sini, data yang dimaksud bisa diimplementasikan dalam bentuk software atau perangkat lunak dalam suatu sistem operasi dalam jaringan.

* DNS ( Domain Name System)

DNS merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk membantu memetakan nama / ID sebuah komputer ke IP address. Di sini, DNS berfungsi sebagai distribute database system yang digunakan untuk melakukan pencarian nama komputer di jaringan.

Dengan adanya DNS ini, maka sistem mudah dapat melacak dan mencari data atau nama komputer yang akan menerima data yang dikirimkan. Dengan demikian, proses pengiriman data yang dilakukan bisa berlangsung cepat, dan data bisa segera terkirim ke alamat penerima.

* MQTT ( Message Queuing Telemetry Transport )

Dalam pengertiannya, protokol adalah media dalam sistem jaringan yang digunakan untuk terciptanya pertukaran data antara perangkat satu dan lainnya.

Di sini, MQTT merupakan protokol yang digunakan pada perangkat yang memiliki keterbatasan kemampuan dalam hal lebar pengiriman dan keandalannya dalam mengirim data.

MQTT ini merupakan protokol data–agnostic yang dapat mengirimkan data apapun seperti binary, text, dan juga XML. Protokol ini merupakan protokol berbasis pesan dengan alamat dari suatu pesan secara spesifik yang biasa disebut dengan topik.

* HTTP ( Hypertext Transfer Protocol)

HTTP merupakan jenis protokol yang biasa digunakan oleh World Wide Web (www) untuk mendefinisikan pesan agar dapat diformat dan dikirimkan dari server kepada client di internet.

Di sini, protokol berfungsi untuk mengatur langkah-langkah yang harus dilakukan dalam merespon perintah yang ada pada HTTP tersebut.

Baca Juga  Repeater : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

* HTTPS

Hampir sama dengan HTTP, protokol ini berfungsi untuk mendefinisikan pesan dalam bentuk format tertentu agar bisa dikirim ke client.

Perbedaan keduanya adalah, pada protokol HTTPS sudah dilengkapi dengan protocol SSL dan TLS, dimana protokol ini menggunakan sistem sandi sehingga aman dari kemungkinan penyadapan informasi.

Penyadapan bisa mengakibatkan adanya kebocoran data informasi dari komunikasi yang terjadi. Dengan menggunakan protokol HTTPS, maka hal tersebut bisa diminimalisir.

Sedangkan tingkat keamanan yang dimiliki, tergantung ketepatan dalam mengimplementasikannya pada browser web dan perangkat lunak yang digunakan.

* Point to Point Protocol

Protokol jenis ini merupakan perbaikan dari protokol yang sudah ada sebelumnya, yaitu Serial Line Internet Protocol (SLIP). Dalam protokol ini, ada perbaikan yang bukan hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada client, tetapi juga bisa bekerja lebih cepat tanpa adanya intervensi dari pengguna.

Protokol ini juga mampu menawarkan koreksi kesalahan yang terjadi, serta negosiasi sesi secara dinamis. Protokol ini biasa digunakan pada wide area network, yang merupakan standar industri dan bekerja pada lapisan data link.

* REST (Representational State Transfer )

REST merupakan jenis protokol yang dikembangkan dengan menggunakan protokol HTTP untuk pertukaran data dan metode, dan biasanya digunakan untuk pengembangan aplikasi. Di sini, fungsi protokol tersebut adalah sebagai suatu arsitektur metode komunikasi.

Tujuan dari penggunaan protokol ini adalah untuk menjadikan sistem yang memiliki performa yang lebih baik, lebih cepat dan lebih mudah terutama dalam pertukaran dan komunikasi data. Format protokol REST disini bertugas menangani proses pertukaran data antara client dan database.

* FTP ( File Transfer Protocol)

FTP ini merupakan sebuah protokol yang berfungsi untuk melakukan transfer berkas atau file antar mesin komunikasi dalam sebuah internetwork. FTP merupakan protokol transmisi yang digunakan untuk komunikasi data antara klien dan server sebelum proses transfer data dimulai.

Protokol FTP ini hanya menggunakan autentifikasi standar, yaitu dengan username dan password dalam bentuk tidak terenkripsi. Dengan demikian, pengguna yang telah terdaftar dapat mengakses, mendownload dan mengupload data dan berkas-berkas yang diinginkannya secara mudah.

Istilah-istilah dalam Protokol

Istilah-istilah dalam Protokol

Mengetahui apa itu protokol saja tidak cukup. Memahami istilah-istilah dalam protokol akan sangat berguna terutama bagi yang berkecimpung di dunia teknologi dan komunikasi. Di bawah ini merupakan beberapa istilah yang sering digunakan dalam protokol , dan penting untuk dikenali.

* Semantic

Dalam bahasa Indonesia, semantik berarti makna atau arti dari sebuah kata. Dalam istilah protokol, semantic adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim. Di sini, semantic juga berfungsi untuk mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tersebut.

* Syntax

Dalam dunia komunikasi, syntax merupakan sebuah format data atau struktur data yang sudah diubah bentuknya menjadi sebuah kode. Biasanya, format syntax ini merupakan urutan dari alamat pengirim, alamat penerima dan isi dari data yang dikirimkan.

* Timing

istilah timing ada di setiap bidang yang biasanya berhubungan dengan waktu. Dalam protokol , timing berarti alat sistem yang digunakan untuk mengetahui karakteristik data, serta kecepatan waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan data tersebut.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa protokol adalah hal yang sangat penting untuk mengatur proses pertukaran informasi atau data dalam sistem jaringan. Semua hal yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi tidak lepas dari protokol ini.

Setiamah Setya

Setiamah Setya

Perkenalkan nama saya Setiamah. Pada dasarnya bermain kata adalah bagian hoby saya sejak lama. Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah dia bagian dari hidup saya sejak beragam wawasan baru saya dapatkan dari menulis berbagai tema.