Printing: Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Printing – Modern ini teknik cetak atau printing sangat dibutuhkan untuk di segala bidang bisnis. Dengan adanya teknologi printing, semua merk produk bisa dicetak dan menjadi salah satu bagian dari marketing yang sangat penting.

Teknik cetak yang digunakan modern ini paling dikenal adalah digital printing. Metode ini digunakan dengan mencetak sebuah file softcopy sebuah desain yang kemudian di print menggunakan mesin khusus.

Printing adalah bagian yang sangat penting, apa saja jenisnya dan apa kekurangan dan kelebihannya dari masing-masing jenis tersebut? Bukan hanya digital printing saja, tetapi juga teknik cetak lainnya yang hingga kini masih digunakan.

Pengertian Printing dan Sejarahnya di Indonesia

sejarah printing di indonesia
Image: bataviadigital.perpusnas.go.id/

Ditilik dari pengertiannya, printing adalah proses massal yang dilakukan sebuah industri untuk menciptakan tulisan serta gambar di atas kertas menggunakan tinta. Proses cetak dilakukan dengan mesin.

Ada dua jenis teknik cetak yang digunakan yaitu offset printing dan digital printing. Cetak offset hadir terlebih dahulu sebelum digital printing. Membicarakan soal sejarah teknik cetak, di Indonesia percetakan dikenal berkat kedatangan penjajah Belanda.

Baca Juga  Apa Itu Rendering: Pengertian, Teknik dan Software Terbaik

Mesin Cetak dibawa untuk menyebarluaskan mengenai literatur agama. Sayangnya mesin cetak tersebut justru digunakan untuk membuat buku dan surat penting.

Perkembangan pun terus meningkat dan di abad ke 19, orang Belanda membeli mesin cetak lagi yang lebih baik dan terbitlah surat kabar Nouvelles di tahun 1744. Dari sinilah, mulai banyak usaha percetakan dan pabrik kertas.

Indonesia pada tahun 1976 memiliki mesin cetak offset sebanyak 385 buah. Kemudian bisnis percetakan menyebar hampir di seluruh pulau Jawa. Mesin cetak yang digunakan pertama kali ini adalah offset printing dan barulah berkembang menjadi digital printing.

Perbedaan Offset Printing dan Digital Printing

mesin digital printing

Dua jenis printing yang dijelaskan di atas memiliki banyak perbedaan. Pengertian dari offset printing adalah teknik yang mengandalkan transfer gambar terlebih dahulu pada plat yang bentuknya lembaran karet. Baru setelah itu masuk ke proses percetakan.

Sedangkan digital printing adalah teknik cetak modern di mana media transfer yang digunakan bukan lagi plat karet tetapi dalam bentuk digital.

Teknologi ini tentunya memberikan dampak positif di mana proses lebih cepat dan lebih banyak digunakan Ada beberapa perbedaan yang bisa diperhatikan dari kedua teknik printing tersebut yaitu :

1. Proses atau metode

Apabila dilihat dari proses pencetakannya, teknik printing offset harus menggunakan material atau plat bentuk lapisan karet. Sedangkan digital printing berupa file yang bisa langsung dicetak ke lebih banyak media bukan hanya kertas saja.

2. Skala percetakan

Perbedaan terbesar dapat dilihat dari skala atau kuantitasnya. Cetak offset biasanya digunakan untuk percetakan dalam skala besar. Sedangkan printing digital untuk skala kecil saja.

Baca Juga  Web Server: Pengertian, Cara Kerja dan Fungsinya

3. Biaya produksi

Unsur biaya juga bisa memperlihatkan perbedaanya. Karena digunakan untuk percetakan skala besar maka offset digital membutuhkan biaya produksi yang lebih tinggi. Berbeda dengan biaya produksi cetak digital yang lebih rendah karena skalanya kecil.

4. Waktu mencetak

Dilihat dari prosesnya, waktu mencetak bisa dibedakan. Offset printing membutuhkan waktu cetak yang lebih lama karena prosesnya panjang dan bentuk mesin juga lebih besar. Sedangkan untuk digital printing biasanya mencetak dengan lebih cepat karena skala kecil dan mesin tidak terlalu besar.

5. Dampak yang dimunculkan pada lingkungan

Soal lingkungan, offset printing meninggalkan lebih banyak sampah karena desain harus dicetak di atas plat karet. Selain itu untuk mendapatkan warna yang tepat perlu penyetelan yang tinggi sehingga kurang ramah lingkungan. Berbeda dengan digital printing yang prosesnya tidak banyak menghasilkan sampah.

Kelebihan dan Kekurangan Offset Printing

Kelebihan dan Kekurangan Offset Printing

Setelah mengenal pengertian dari teknik offset dan perbedaannya dengan digital printing, maka kelebihan dan kekurangannya bisa diketahui. Offset printing adalah langkah yang umum yang paling banyak dilakukan.

Perlu proses pengeringan karena proses percetakan menggunakan tinta basah. Untuk kelebihannya, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan sebagai berikut ini.

Baca Juga  Apa itu Scan? Ini Pengertian dan Fungsinya

1. Kuantitas hasilnya lebih banyak sehingga membuat harga per lembarnya lebih murah. Sekali cetak bisa menghasilkan ribuan lembar.

2. Ukuran kertas bisa lebih besar seperti A1 hingga A0 karena ukuran mesin besar.

3. Selain itu jenis kertas yang dicetak bisa beragam seperti tekstur yang kasar atau bergramatur.

4. Bisa digunakan untuk mencetak warna emas atau perak hingga stabilo karena warna dicampur atau dibuat sendiri.

Selain kelebihan, offset printing juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut ini:

1. Membutuhkan waktu produksi yang lebih lama karena dimulai dari pembuatan film, plat cetak, hingga menyetel warna pada mesin. Karena menggunakan tinta basah maka untuk waktu pengeringannya cukup lama.

2. Karena banyak bahan yang digunakan untuk mencetak maka teknik bisa dibilang kurang ramah lingkungan.

Kelebihan dan Kekurangan Digital Printing

Kelebihan dan Kekurangan Digital Printing

Pada teknik ini, semua rangkaian membutuhkan teknologi digital. Inovasi ini tentu saja memberikan banyak kelebihan serta kekurangan. Ada beberapa kelebihan yang akan diberikan dan didapatkan untuk metode cetak digital berikut ini.

1. Bisa digunakan untuk mencetak dalam jumlah yang lebih sedikit. Teknik ini digunakan untuk mencetak dalam jumlah ratusan hingga satu lembar saja.

2. Proses mencetak yang lebih cepat membuat digital printing sangat praktis.

3. Tidak ada film hingga plat cetak yang digunakan.

4. Biaya cetak yang lebih ekonomis karena proses mencetaknya memiliki skala lebih kecil.

Baca Juga  Fungsi Microsoft Excel: Manfaat dan Kegunaanya

Selain kelebihan, ada juga kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa kekurangan yang bisa diperhatikan sebagai berikut:

Warna pencetakan yang kurang konsisten, khususnya jika dicetak dengan skala besar.

1. Tak hanya kuantitas kecil, ukuran kertas maksimal yang digunakan adalah A3+.

2. Selain ukuran, berat kertas yang bisa digunakan maksimal adalah 270 gram saja.

3. Harga bisa menjadi lebih mahal apabila ingin mencetak dalam skala yang besar.

Jenis-Jenis Mesin Digital Printing yang Sering Digunakan

jenis mesin printing

Membahas mengenai teknik printing, maka tidak terlepas dari mesin apa saja yang digunakan. Soal mesin digital printing ada begitu banyak jenis yang sering digunakan. Berikut ini beberapa jenis mesin yang cukup populer dan banyak digunakan di Indonesia.

1. Printer Inkjet

Soal mesin, printer inkjet adalah yang sering ditemui untuk penggunaan printing di rumah dan kantor. Skala percetakannya sangat kecil dan bisa digunakan untuk mencetak satu atau dua dari kertas undangan hingga mug serta foto. Kebanyakan printer ini digunakan untuk usaha UMKM.

2. Mesin Plotter

Mesin digital printing ini memiliki kemampuan untuk mencetak media yang ukurannya lebih besar. Ada berbagai macam merk dengan ukuran bervariasi mulai dari ukuran 1,5 meter, 3,2 meter hingga 5 meter.

Tinta yang digunakan lebih beragam dibandingkan printer inkjet yaitu tinta pigment, solvent, eco solvent dan UV.

Baca Juga  Pilihan Aplikasi Scanner Terbaik di Hp yang Mudah Digunakan

3. Digital offset

Mesin ini digunakan untuk mencetak dalam skala yang paling besar dalam printing digital. Biasanya digunakan untuk perusahaan percetakan seperti buku, peta, cetak kalkir dan masih banyak lagi. Dalam proses pengerjaannya biasanya digunakan untuk hasil yang lebih cepat dengan desain terbaik.

4. 3D Printing

Mesin ini adalah yang paling terbaru yaitu tahun 2013 dan hasilnya sangat menarik karena paling baru.

Hanya saja mesin cetak ini hanya bisa digunakan untuk printing photopolymer karena media ini satu-satunya yang mampu menciptakan objek tiga dimensi. Namun karena peminatnya cukup sedikit maka masih belum percetakan yang menggunakannya.

5. Flatbed Printing

Berbeda dengan mesin lainnya, mesin ini adalah yang digunakan untuk mencetak keramik, kaca akrilik, kayu bahkan kaca. Untuk mencetak menggunakan tinta UV yang bisa langsung kering dan ketahanannya cukup lama.

Baik itu digital printing atau offset printing adalah teknik cetak yang terus menerus berkembang dan digunakan dalam sebuah bidang usaha. Kebutuhan ini akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi.

Yuliarti Swan

Yuliarti Swan

Pecinta kuliner, traveling yang ingin berbagi cerita dari kota budaya di Indonesia.