Mari Mengenal Malware, Waspadai Hal-hal Ini!

Hampir sebagian orang salah mengartikan malware. Biasanya malware ini disamakan dengan virus. Faktanya, malware ini tak selalu berarti virus.

Agar kita lebih memahami mengenai malware, Tedas.id telah mempersiapkan beberapa fakta terkait malware. Yuk, ikuti lebih lanjut.

Pengertian Malware

Malware adalah sebuah istilah yang merupakan singkatan dari dua suku kata; Malicious Software. Jika diartikan ke bahasa Indonesia mengacu pada sebuah program yang sengaja dibuat untuk menyusup ke dalam sebuah sistem komputer dan membuat kerusakan di dalamnya.

Malware bisa menginfeksi banyak komputer hanya melalui email, proses download dari internet ataupun lewat aplikasi-aplikasi yang telah terinfeksi.

malware adalah

Jenis-jenis Malware

Setelah mengetahui apa itu malware, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis malware yang ada banyak sekali jenisnya.

Secara umum, jenis malware yang saat ini banyak ditemukan yaitu jenis Trojans dan Worms. Apakah itu Trojans dan worms? Kita akan cari tahu lebih lanjut, beserta jenis-jenis malware lainnya di bawah ini.

  1. Virus

Bisa dikatakan ini adalah jenis malware yang paling awal ditemukan. Menurut penelitian, virus ini sudah ditemukan sejak 1970 an.

Sementara itu John von Neumann sebagai orang pertama yang meneliti tentang teori replikasi diri dalam sebuah program komputer, sudah melakukannya sejak tahun 1949.

Yang disebut virus adalah sebuah program yang berjalan untuk membuat produksi ulang program di dalamnya. Jenis malware tertua ini akan menyebarkan salinan program dirinya dengan segala cara.

Virus sangat senang bersembunyi di dalam sistem. Karena ia sangat suka bersembunyi, sangat sulit untuk menemukan keberadaannya tanpa bantuan antivirus.

  1. Worms

Jenis malware lainnya yaitu worms. Dikatakan bahwa jenis malware yang satu ini sangat menular.

Berbeda dengan virus yang masuk ke dalam sebuah sistem komputer lewat file yang sudah ada sebelumnya. Sementara worms tidak masuk ke dalam file, namun langsung masuk ke dalam komputer itu sendiri.

Worms didesain untuk tidak melakukan replikasi atau reproduksi diri untuk melakukan infeksi tertentu pada file-file di dalam komputer.

Namun begitu program ini mereplikasi diri, ia akan menghancurkan data-data yang ada di dalam sebuah komputer, khususnya sistem operasi.

Tak jarang worms ini membuat data dalam sistem operasi menjadi kosong. Bahkan worms ini bisa berjalan melalui jaringan komputer dan lalu bisa menghancurkan banyak komputer sekaligus.

Beberapa contoh Worms antara lain Morris, Sasser, Mydoom, Melissa, Myife dan Blaster.

virus komputer

  1. Trojans

Jika ditanya apakah malware yang paling berbahaya, maka hampir sebagian ahli IT menjawab bahwa Trojans jawabannya.

Trojans yaitu malware yang dibuat sedemikian rupa dengan cara kerjanya menyamar sebagai software yang berguna.

Malware ini juga memiliki kemampuan untuk membujuk user untuk menginstal program tersebut ke komputer mereka.

Nama Trojans sendiri diambil dari bahasa Yunani. Dalam kisah Yunani Kuno, Trojans berarti kuda kayu yang berfungsi untuk meluluhlantakkan kota Troy secara sembunyi-sembunyi.

Itulah kenapa Trojans lebih dikenal dengan nama Trojan Horses. Trojans saat ini banyak digunakan dalam pengembangan jenis-jenis malware lainnya.

Trojans yang paling bahaya yaitu yang sengaja dibuat untuk melakukan phising (mencuri informasi pribadi, khususnya data finansial, dari pemilik komputer).

Banyak Trojans yang menyamar sebagai antivirus, dan kemudian malah merusak komputer itu sendiri. Jenis-jenis Trojans antara lain Finfisher, Beast, Netbus, Blackhole Exploit Kit, Magic Lantern, dan masih banyak lagi.

  1. Rootkits
Baca Juga  Ukuran Foto Instagram: Fitur, dan Tips Bagi Penggunanya

Malware jenis Rootkits dirancang secara khusus untuk mengumpulkan informasi-informasi tertentu. Biasanya pengguna komputer jarang mencurigainya karena malware ini bekerja di balik layar. Biasanya digunakan oleh para hackers untuk melakukan proses infeksi ke dalam sebuah sistem.

Rootkits adalah salah satu jenis malware yang paling susah dideteksi. Saking susahnya dideteksi, Rootkits sering berhasil menumbangkan software yang ditumpanginya. Biasanya install ulang sistem operasi adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan Rootkits dari dalam komputer.

  1. Ransomware

Ini adalah jenis malware yang paling berbahaya. Karena malware ini tak hanya merusak sistem komputer, namun juga memaksa pengguna komputer untuk mentransfer sejumlah uang agar sistem yang dirusaknya bisa dikembalikan.

Belum ada jaminan jika pengguna komputer mentransfer uang kepada pembuat Ransomware, sistem komputer atau data-data yang telah dihapusnya bisa kembali.

Ransomware berhasil membuat banyak pengguna komputer mentransfer sejumlah uang karena software jahat ini memblokir akses pengguna ke data-data komputer yang dimilikinya.

Selain memblokir, ada kalanya pembuat ransomware juga mengancam bahwa data-data tersebut akan dipublikasikan secara umum.

Tentu saja jika datanya sangat penting, rahasia dan dibutuhkan, pengguna komputer tersebut akan berusaha segala cara agar data tersebut bisa kembali.

  1. Keyloggers

Sebuah malware yang berfungsi untuk mencuri data-data pengguna komputer lewat cara mengambil informasi yang diketik menggunakan keyboard fisik.

Keyboard virtual atau jenis device input lainnya biasanya jarang ditembus oleh malware ini. Data-data yang biasanya diambil adalah data-data sensitif, semacam password email atau password internet banking.

  1. Grayware

Istilah ini pertama kali dikenal pada tahun 2004. Biasanya merujuk kepada aplikasi dan files yang kehadirannya tak diinginkan, tapi belum diklasifikasikan sebagai malware.

Hanya saja aplikasi dan files ini memang bisa membuat kinerja komputer menjadi lebih buruk dan beresiko terhadap keamanan komputer.

Grayware sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu Adware dan Spyware. Adware adalah software yang mampu menampilkan iklan.

Software ini memang mungkin tidak berbahaya bagi komputer atau HP kita, namun karena software ini mampu menampilkan iklan berbentuk Pop up dan Windows yang tak bisa ditutup, software ini menjadi sangat menyebalkan bagi hampir sebagian besar orang.

Sedangkan Spyware adalah sebuah software yang digunakan untuk memata-matai history aktivitas penggunaan internet kita.

Informasi yang didapat dari software ini akan digunakan oleh Adware untuk mengirim iklan yang tepat saat kita mengakses situs atau program tertentu.

Spyware melakukan hal ini tanpa persetujuan dari kita sebagai pemilik data atau pengguna komputer.

  1. Backdoors
Baca Juga  Jenis dan Manfaat Jaringan Komputer yang Harus Diketahui

Disebut backdoor karena berfungsi sebagai sebuah pintu belakang pada sebuah software atau sistem komputer yang tersembunyi.

Sebenarnya backdoor ini adalah sebuah jalan rahasia yang dirancang oleh pembuat software agar bisa melakukan maintenance terhadap aplikasi tersebut jika mengalami kerusakan.

Namun seringkali backdoor ini disalahgunakan oleh para hackers untuk mencuri beberapa data penting dari pengguna software atau komputer tersebut.

  1. Rogue Security Software

Software ini menyamar menjadi sebuah aplikasi yang berguna dan biasanya menawarkan kepada pengguna komputer untuk membeli software keamanan palsu.

Biasanya software ini menginformasikan kepada kita bahwa komputer yang kita gunakan mendapat infeksi serius dari malware dan kemudian memaksa kita untuk menginstal atau membeli software palsu.

Padahal software ini justru malware itu sendiri. Biasanya malware ini akan terus mengganggu dan memberi informasi palsu, serta menawarkan solusi-solusi berkelanjutan.

Misalnya menawarkan untuk meningkatkan versi gratis ke versi berbayar. Ciri khas dari malware ini adalah tidak mudah dihapus.

browser

  1. Browser Hijacker

Malware jenis ini yaitu sebuah program yang tidak diinginkan dengan mengubah pengaturan browser tanpa izin dari pengguna.

Browser hijacker ini biasanya muncul saat kita sedang mengakses web-web tertentu, lalu muncul iklan yang mengarahkan pengguna ke sebuah homepage milik hijacker tanpa persetujuan pengguna terlebih dahulu. Hal ini biasanya untuk menambah keuntungan hijacker dari iklan tersebut.

Selain itu juga ada beberapa browser hijacker yang melakukan pencurian data-data sensitif, seperti password dan data bank.

Bahaya-bahaya Malware

Sebagaimana namanya Malicious Software, malware ini memiliki bahaya-bahaya yang harus diwaspadai, antara lain:

  1. Malware bisa menyebabkan kerusakan pada sistem komputer.
  2. Malware bisa menyebabkan terjadinya phising/ pencurian data dan informasi penting.
  3. Malware bisa menyebabkan server sebuah website menjadi down.

Meski terlihat daftar bahaya yang disebabkan oleh malware hanya tiga poin, namun bukan berarti hal tersebut adalah hal-hal yang mudah. Tiga hal di atas bisa menyebabkan pengguna komputer mengalami kerugian yang luar biasa.

Cara Mencegah Malware

Agar kita bisa menghindari bahaya-bahaya yang didapat melalui malware, kita bisa kok melakukan beberapa pencegahan, yaitu:

  1. Tidak melakukan aktivitas ilegal, misalnya mengunduh software atau film dari situs ilegal atau tidak terverifikasi.
  2. Selalu perbaharui sistem operasi komputer, software aplikasi dan browser yang kita gunakan.
  3. Jika kita menggunakan sistem operasi windows, pastikan untuk mengaktifkan Firewall Windows.
  4. Jangan membuka email dari orang-orang yang tak terpercaya atau tak dikenal, apalagi jika email tersebut mengirimkan file berformat .exe, .vbs, dan .scr.
  5. Pastikan saat membuat password, gunakan kombinasi yang unik. Misalnya menggunakan angka, huruf, dan karakter unik seperti *,@,#, &, dsb.
  6. Rajin-rajinlah membersihkan temporary internet file seperti cookies dan auto complete form. Bisa menggunakan CCleaner Tools.

Cara Menangani Malware

Lalu bagaimana jika komputer sudah terlanjur menyerang komputer kita? Cara pertama yaitu cobalah untuk menginstall aplikasi anti malware. Aplikasi tersebut adalah jenis software yang diinstall langsung ke dalam komputer untuk bisa mendeteksi dan menghapus malware yang ada di dalam komputer.

Anti malware akan melakukan pemindaian pada sistem komputer dan melakukan identifikasi semua file yang ada di dalamnya. File-file yang dianggap malware akan diinformasikan kepada kita dan diberikan pilihan untuk menghapusnya.

Ada kalanya software anti malware tidak bisa menentukan apakah sebuah file berbahaya atau tidak. Pada kondisi seperti ini, file-file tersebut akan dimasukkan ke dalam sandbox.

Sandbox adalah sebuah ruang yang terpisah dari sistem operasi. Isolasi ini dilakukan agar program yang tak jelas berbahaya atau tidak itu selamanya tidak akan membahayakan sistem operasi.

Jika dalam proses instalasi anti malware, kita mengalami kesulitan dikarenakan malware sudah terlalu merusak sistem operasi.

Maka kita perlu melakukan instalasi ulang terlebih dahulu, baru kemudian setelah sistem operasi yang baru sudah diinstal, lengkapi komputer kita dengan software anti malware.

Beberapa jenis anti malware yang bisa diinstal ke komputer kita antara lain IObit Malware Fighter, HijackThis, Ad-Aware dan McAfee Site Advisor.

Mungkin di luar sana masih banyak anti malware lain yang ditawarkan, pastikan software tersebut dikeluarkan oleh pihak-pihak terpercaya.

Kita bisa membaca ulasan terhadap sebuah aplikasi anti malware di ruang-ruang diskusi situs IT untuk lebih meyakinkan hati.

Malware adalah sebuah program yang memang dirancang untuk merugikan bagi kita. Namun bukan berarti tak bisa dihindari dan ditangani.

Sebelum terlambat lakukan pencegahan-pencegahannya terlebih dahulu dengan cara-cara yang sudah diuraikan di atas ya! Selamat menyelamatkan file-file penting dari segala macam malware!

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *