Hub : Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Bedanya dengan Switch

Hub – Jaringan merupakan sebuah teknologi alat telekomunikasi yang membuat dua komputer bahkan lebih saling terhubung. Biasa juga disebut dengan jaringan komputer, di mana masing-masing komputer dapat bertukar data satu sama lain.

Komputer menggunakan berbagai cara agar bisa bertukar data. Pertama memanfaatkan hardisk eksternal, flashdisk, CD dan lainnya. Namun media portable ini memiliki keterbatasan ruang penyimpanannya.

Ada juga cara lainnya yaitu menggunakan media cloud, namun penyimpanannya juga terbatas. Jika ingin lebih banyak dibutuhkan biaya tambahan. Oleh karena itu bagi perusahaan atau kantor menggunakan alat yang disebut dengan hub.

Hub adalah alat yang mampu membuat koneksi antar komputer sehingga memudahkan pertukaran data dilakukan. Apa saja jenis dan pengertiannya lebih dalam, mari simak satu per satu.

Pengertian Hub/ Network Hub

hub adalah

Hub atau yang juga disebut sebagai network hub berbentuk kotak hitam dengan banyak port ethernet. Port inilah yang fungsinya untuk menyambungkan antar komputer sehingga terbentuk jaringan.

Apa itu hub sendiri bukan hanya perangkat yang bisa digunakan untuk membentuk jaringan pada komputer saja. Semua jenis perangkat yang perlu dihubungkan dengan komputer bisa memanfaatkan alat ini.

Oleh karena itu, hub memiliki banyak port ethernet sehingga mampu membentuk jaringan lebih dari satu. Port tersebut nantinya akan disambungkan pada jaringan LAN dan memudahkan komunikasi antar komputer.

Dengan adanya hub, kinerja di sebuah perkantoran jadi lebih praktis. Setiap hub memiliki jumlah port yang berbeda mulai dari 4 hingga 25. Banyaknya port ini adalah kelebihan dari hub.

Namun ada juga kekurangan hub yaitu karena menggunakan kabel maka semakin panjang akan lebih lambat. Apalagi jika masih dibagi ke dalam beberapa hub maka jaringan juga semakin lambat.

Baca Juga  Repeater : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Hub adalah alat yang sudah ditemukan sejak tahun 1980 oleh Robert Metcalfe. Hub digunakan pada komputer workstation bahkan kabel modem. Ada dua jenis hub yaitu aktif dan pasif.

Apabila dilihat dari pengertian hub, alat ini memiliki peranan yang sangat penting untuk membentuk jaringan. Ada beberapa ciri hub yang bisa diperhatikan. Pertama terdiri dari peralatan Layer 1 di dalam OSI model (Physical Layer).

Hub juga tidak dapat membaca paket data, berbeda dengan switch. Cirinya juga bisa tahu dari manakah sumber data dan tujuannya. Peranan hub adalah menerima serta meneruskan data yang masuk ke komputer yang terhubung.

Selain itu hub mampu menguatkan sinyal elektrik data dan masuk sebelum dikirim ke tujuannya. Dilihat dari cirinya tersebut, sistem kerja yang dimiliki mirip seperti switch. Perbedaan utamanya adalah switch akan mentransfer data dan diteruskan ke port yang merupakan tujuan utama.

Berbeda dengan hub yang proses penerimaan dan pengirimannya dilakukan ke seluruh perangkat yang sudah disambungkan ke dalam port. Oleh karena itu jika jumlah port yang aktif adalah 5 padahal jumlah port adalah 8, maka data akan disambungkan ke 5 port tersebut.

Satu lagi kekurangan dari hub adalah efisiensinya kurang karena akan boros bandwith jaringan. Karena kelemahannya itulah kebanyakan orang beralih menggunakan switch dibandingkan hub.

Fungsi dan Jenis-Jenis Network Hub

Jenis-Jenis Network Hub

Fungsi hub adalah membuat perangkat saling terhubung sehingga memudahkan pertukaran informasi. Setiap komputer yang saling terhubung bisa bertukar data dengan mudah. Pembagian jenis hub adalah:

1. Passive hub

Merupakan jenis hub yang memiliki kemampuan dalam menerima serat mengirimkan data antar perangkat yang semuanya terhubung dengan hub.

2. Active hub

Merupakan jenis hub yang memiliki kemampuan menerima data sekaligus memperkuat keamanannya. Keamanan tersebut dilakukan sebelum proses pengiriman ke perangkat lainnya.

3. Intelligent hub

Merupakan jenis hub yang memiliki fungsi tambahan yang canggih. Hub jenis ini memiliki kemampuan untuk mengatur dan memeriksa arus pergerakan data.

Cara Kerja Network Hub

Cara Kerja Network Hub

Bagaimanakah cara kerja dari network hub? Perangkat ini menghubungkan banyak komputer dengan memanfaatkan port. Hub tidak mampu mendeteksi tujuan dikirimnya data, jadi semua data akan dikirimkan ke seluruh komputer.

Karena pengiriman data langsung dilakukan ke seluruh komputer maka hal inilah yang mempengaruhi tingkat efisiennya. Jaringan bandwidth yang digunakan pun akhirnya meningkat dan yang membuat proses lambat.

Jika ingin menghubungkan dua komputer saja, hub tidak perlu digunakan. Untuk kasus tersebut hanya dibutuhkan kabel UTP saja. Namun jika unit komputer berjumlah 10 maka dibutuhkan hub.

Baca Juga  Firmware : Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penggunaannya

Data akan dikirimkan dari satu komputer ke 9 unit komputer yang lainya bahkan walaupun data yang dikirim hanya diakses oleh salah satu komputer saja. Jika semakin banyak komputer yang digunakan bahkan mencapai 32 dan ditambah dengan konektor RJ hingga jumlahnya 42 port maka akan semakin lambat.

Apalagi jika data yang dikirimkan ukurannya cukup besar maka dibutuhkan waktu untuk data dapat diakses. Inilah cara kerja hub yang perlu diperhatikan jika ingin menggunakannya di kantor.

Mengenali Perbedaan Antara Hub dan Switch

Mengenali Perbedaan Antara Hub dan Switch

Baik itu hub dan switch memiliki fungsi yang sama yaitu mampu sebagai media transfer data. Hanya saja kedua fungsinya berbeda. Sebelum memilih manakah yang sebaiknya digunakan, perhatikan perbedaan hub dan switch terlebih dahulu berikut ini :

1. Cara kerja

Perbedaan pertama dapat dilihat dari cara kerjanya. Hub sesuai yang sudah dijelaskan yaitu mentransfer data langsung ke semua unit komputer. Khususnya komputer yang sudah terjaring dalam port hub.

Sedangkan switch memiliki cara kerja dengan menerima serta mengirimkannya khusus pada unit komputer tertentu. Yaitu pada komputer yang sudah tercantum dalam alamat MAC.

2. Kecepatan pengiriman data

Perbedaan kedua dapat dilihat dari kecepatan pengirimannya. Hub adalah alat yang memiliki kecepatan transfer data sampai 100Mbps. Tingkatan ini maksimal namun bisa melambat jika terlalu banyak unit komputer terpasang.

Sedangkan switch yang sudah memiliki tujuan khusus memiliki kecepatan lebih besar yaitu 100Mbps sampai 1Gbps. Switch bisa lebih cepat karena tidak terlalu banyak alamat yang harus dikirimkan, hanya pada ke mana data hendak digunakan saja.

Baca Juga  Router : Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Jenisnya

3. OSI Layer

Open System Interconnection merupakan teknologi yang menghubungkan jaringan komputer berbentuk konseptual dan definisi standar dari koneksi. Ada beberapa jenis OSI yang digunakan dan berbeda dari kedua alat ini.

Hub menggunakan OSI layer pertama dan kemampuannya adalah mengirim dari penerima ke penerima. Sedangkan switch memanfaatkan OSI layer kedua yang mana bisa digunakan untuk MAC (Media Access Control) serta LLC (Layer Logic Link Control).

4. Sistem keamanan

Bisa dilihat dari jenis OSI yang digunakan maka menentukan juga sistem keamanannya. Hub tidak memiliki keamanan karena proses transfer akan dilakukan secara langsung. Sedangkan switch sistem keamanannya lebih baik.

OSI layer kedua memiliki kelebihan dalam pemeriksaan kesalahan apapun yang terjadi serta membungkus bit ke dalam data frame.

5. Harga

Perbandingan harga tentu bisa dilihat dari teknologi yang digunakan, namun mahal perangkat tidak memiliki biaya yang terpaut tinggi. Switch hanya lebih mahal 100 ribu dari hub. Harga ini disesuaikan dengan jumlah port serta kecepatan yang dimiliki.

Inilah pengertian hingga perbedaan antara hub dan switch yang bisa diperhatikan supaya tidak salah membeli jika ingin membangun jaringan komputer di kantor, semoga bermanfaat Sahabat Tedas.id.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *