Hardisk: Sejarah, Fungsi dan Jenis-Jenisnya

Hardisk – Di zaman millennial ini, rasanya mustahil orang tidak mengenal hardisk. Hardisk adalah salah satu komponen dari komputer yang cukup penting dan bisa menjadi wajib adanya.

Karena hardisk merupakan media penyimpanan data pada komputer seperti dokumen, gambar, data sistem, OS, hingga aplikasi.

Sudahkah kita mengetahui dan mengenal komponen apa saja yang terdapat di dalam komputer. Kenapa harddisk bisa dikatakan penting keberadaannya.

Sejarah dan Pengertian Hardisk

Pengertian Hardisk

Di era milenial ini sungguh sangat mudah menemukan perangkat yang disebut laptop atau komputer. Jika melihat sejarahnya, ukuran dari komputer sendiri penampakannya berbeda.

Sangat jauh berbeda. Dahulu, komputer masih seukuran lemari yang sangat tidak memungkinkan untuk dibawa ke mana-mana. Jika komputer saja mengalami perubahan hingga menjadi laptop. Bagaimana dengan hardisknya?

Hardisk pertama kali diciptakan oleh IBM (International Business Machines corporation) pada tahun 1956 silam, dengan berat 500 kg dan hanya memberikan kapasitas sebesar 5 Megapixel. Tentu saja media penyimpanannya akan membutuhkan kompresor udara bertekanan dan tentunya masih belum bisa digunakan di rumah.

Pada zamannya, hardisk ini disewakan kepada perusahaan-perusahaan untuk jangka waktu tertentu dengan harga sewa yang cukup mahal yakni $5000 US dollar/bulan.

Seiring berjalannya waktu IBM mengeluarkan produk dengan nama IBM 1311 pada tanggal 11 Oktober 1962 dengan kapasitas penyimpanan mencapai 2 juta karakter pada disk pack. Ketebalannya mencapai 4 Inchi, berat 4,5 kg dan memiliki 6 disk berukuran 14 inchi.

Kemudian pada tahun 1973, IBM mulai memasang program Winchester dengan piringan berputar yang dipasang secara permanen. Namun, mengalami perdebatan karena terjadi mekanisme loading yang menjadi masalah.

Baca Juga  Cara Mematikan Antivirus Windows 10 Permanen dan Temporary

Pada tahun 1979 muncullah Winchester 8 inci yang diperuntukkan pertama kali dalam dunia industri. Tetapi tetap saja masih sangat berat dan mahal. Harganya sekitar 1000 euro/Mb. Perkembangannya berlanjut ketika tahun 1980 Seagate meluncurkan harddisk 5,25 inci pertama dengan nama ST506 harganya berkisar 1000$.

Tahun 1989, Western Digital membuat standar IDE (Integrated Drive Electronics) untuk semua ukurannya. Perkembangan yang sangat pesat dimulai pada tahun 1997 dengan adanya GMR (Giant Magnet Resistance) yang ditemukan oleh Peter Grunberg dengan DTTA-351680, IBM dapat mengatasi kapasitas 10 GB.

Tahun 2001 Maxtor ikut mengeluarkan harddisk Maxtor VL40 32049h2 dengan kapasitas cukup besar yakni 20 GB.

Selanjutnya Seagate meluncurkan harddisk SATA dengan kapasitas 120 GB. Perkembangan terus berlanjut hingga pada 2007 Hitachi meluncurkan Deskstar 7k1000 kapasitas yang dimiliki 1000 GB atau sama dengan 1 TeraByte.

Dengan kapasitas penyimpanan yang terus berkembang, apa sih kegunaan atau fungsi sebenarnya barang satu ini?

Apakah Fungsi Harddisk?

Fungsi Harddisk

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa harddisk adalah tempat penyimpanan file milik pengguna atau user. Peran vital tersebut tentunya dibarengi dengan kemampuan menampung file dalam berbagai macam format. Berikut fungsi harddisk yang lainnya.

1. Space Menyimpan Database

Database atau basis data juga merupakan elemen penting dalam sistem komputer yang dapat membantu sebuah program atau aplikasi berjalan dengan baik.

Database inilah yang biasanya disimpan pada harddisk dan menjadi pusat akses data bag8 user atau client lain. Inilah alasan basis data disimpan pada komputer yang menjadi server.

2. Menyimpan data dari OS (Operasi Sistem)

Os yang digunakan pada sebuah komputer biasanya berupa windows yang biasanya membutuhkan space cukup besar untuk meletakkan file atau data yang sudah terpasang. Terlebih windows sendiri selalu melakukan update hingga windows 10 dan tanpa adanya hardisk, OS tidak akan berjalan normal di komputer atau laptop.

3. Menyimpan Data Bagi Aplikasi dan Software

Pernahkan mengalami kegagalan dalam menginstal sebuah aplikasi? Jika pernah, salah satu penyebabnya adalah harddisk. Karena ketika menginstal aplikasi atau software pasti membutuhkan media penyimpanan file yang datanya berasal dari software atau aplikasi tersebut.

Baca Juga  Protokol: Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenisnya

4. Menyimpan Berbagai File Pengguna

Fungsi Harddisk yang ini bisa dibilang harddisk adalah nyawa bagi seorang pengguna. Karena pengguna dapat menyimpan berbagai macam file seperti dokumen, film, musik, dan lain sebagainya.

Terlebih bagi para pecinta drama korea yang berepisode-episode. Pastilah pengguna membutuhkan kapasitas ruang penyimpanan yang lebih besar apalagi jika menyimpan file film animasi Detective Conan.

5. Sarana Back-up

Fungsi ini biasanya sangat diperlukan untuk mahasiswa tingkat akhir dan beberapa perusahaan besar. Beberapa dari mereka menggunakan harddisk untuk menyimpan file yang dirasa sangat penting.

Seperti mahasiswa tingkat akhir dengan skripsinya misal. Membackup file dirasa sangat perlu untuk memprediksikan kemungkinan terburuk yang terjadi. Bila perlu menggunakan harddisk eksternal. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada komputer, file masih aman.

Hardisk Konvensional dan SSD

Hardisk Konvensional dan SSD

Jika kita mengenal adanya hardisk eksternal dan internal, maka jika melihat dari segi jenisnya harddisk bisa dibedakan menjadi dua. yaitu hardisk konvensional dan juga harddisk SSD

1. Hardisk Konvensional

Hardisk jenis ini sering disebut dengan HDD. HDD adalah hardisk biasa yang memiliki ukuran besar atau kecil yang masih menggunakan piringan cakram di dalamnya sebagai storage. Harddisk ini rentan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh komponen yang berputar ketika membaca dan menyalin sebuah data. Meski demikian, harddisk ini juga memiliki kelebihan seperti :

– Harga yang relatif lebih murah

– Mudah untuk diperoleh

– Memiliki kapasitas yang beragam

– Banyak pilihan

Baca Juga  Machine Learning: Pengertian, Metode dan Contohnya

2. Hardisk SSD

Solid State Drive (SSD) merupakan media penyimpanan. Namun, SSD tidak lagi menggunakan teknologi cakram. Maka dari itu rasanya kurang tepat jika SSD disebut dengan harddisk,

SSD menggunakan chip sebagai media penyimpanan. inilah yang menjadi keunggulan dari SSD

– Tidak bising, karena tidak adanya putaran cakram

– Lebih stabil dalam membaca dan menyalin data

– Memiliki kecepatan membaca yang lebih cepat jika dibandingkan dengan harddisk konvensional

– Startup dan booting menjadi lebih cepat

– Lebih tahan getaran dan lebih tahan lama.

Kelebihan tersebut menyebabkan harga SSD cenderung mahal. Ukuran 128 Megabyte setara dengan harddisk berkapasitas 500 Gigabyte hingga 1 Terabyte.

Jenis Jenis Harddisk

Jenis Jenis Harddisk

Jika dilihat dari segi ukuran, harddisk memiliki dua bentuk yakni harddisk 3.5″ dan harddisk 2,5″. Jika dilihat dari Port yang digunakan, harddisk memiliki jenis sebagai berikut :

1. Parallel Advanced Technology Attachment (PATA)

Harddisk ini bisa dibilang sebagai harddisk yang diperkenalkan pertama oleh Western Digital yang banyak digunakan pada komputer dahulu di masa kejayaanya.

Cara menghubungkan harddisk ini adalah dengan menggunakan kabel pita dengan tebal 40 sampai 80 kawat kabel yang tersambung ke 40 pin konektor untuk mentransfer datanya. Sebelumnya harddisk ini dikenal dengan nama Integrated Drives Electronic (IDE) dan Advanced Technology Attachment (ATA).

Kemudian mengalami perkembangan di tahun 2000, Western Digital memperkenalkan interface Ultra ATA yang mampu mentransfer data dua kali lebih cepat dari drive Enhanced Integrated Drivers Electronic (EIDE) yang muncul tahun 1994.

Munculnya Seriat ATA yang biasa disingkat SATA membuat nama ATA diubah menjadi Parallel Advanced Technology Attachment (PATA).

2. Serial ATA (SATA)

Harddisk jenis ini lebih modern dan mendominasi dengan kabel yang digunakan lebih tipis jika dibandingkan dengan PATA. Tentunya dengan kabel yang lebih tipis akan memudahkan pengguna saat memasang atau mencabutnya.

Kecepatan yang dimiliki oleh Serial Advanced Technology Attachment juga lebih cepat dari pendahulunya. kecepatannya mencapai 150 Mbps.

Pada umumnya SATA digunakan pada komputer dengan sistem baru dan disk jenis ini dipasang menjadi internal hardisk. Artinya disk jenis ini terpasang kuat di dalam CPU. Sehingga harga yang ditawarkan pun lebih mahal jika dibandingkan dengan PATA.

Baca Juga  Hub : Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Bedanya dengan Switch

3. Small Computer System Interface (SCSI)

Harddisk jenis ini dikenal dengan harga yang lebih mahal. Meski demikian harddisk ini memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan sebelumnya. Yakni dapat menjalankan beberapa disk drive yang aktif secara bersamaan.

Namun, harddisk yang dibuat oleh American National Standards Institute atau ANSI memiliki kecepatan yang berbeda tergantung pada versinya.

4. Hardisk IDE

Integrated Drive Electronics merupakan harddisk yang menggunakan teknologi lama, yang digunakan pada masa komputer pentium.

Hardisk jenis IDE ini memiliki kapasitas maksimal sebesar 320 Gigabyte saja. Masih terbilang cukup besar pada masa kejayaannya dahulu.

Pada intinya dari informasi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa, harddisk adalah media penyimpanan pada komputer atau laptop yang tentu saja memiliki fungsi untuk menyimpan data apapun yang dimiliki oleh User.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *