Cache: Fungsi, Jenis dan Cara Menghapus Cache

Sebagian besar dari Anda pasti pernah mendengar istilah ‘cache’ ataupun pernah melihat opsi ‘hapus cache’ pada perangkat, baik pada smartphone maupun komputer.

Banyak yang menganggap menghapus cache adalah jalan yang cukup mujarab untuk membuat memori pada perangkat menjadi lebih lega digunakan.

Apa Itu Cache?

cache

Cache adalah tempat penyimpanan sementara suatu perangkat yang menyimpan data dengan tipe tertentu. Cache ini biasa disebut juga dengan istilah ‘cache memory’ karena fungsinya sebagai penyimpanan.

Memorinya berukuran kecil namun memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Bukan hanya pada perangkat OS saja, istilah ini juga terdapat pada web browser. Secara pengertian pun sama.

Baca Juga  3 Cara Melihat Spek Laptop Untuk Windows 7, 8 dan 10

Sederhananya begini, saat memulai ulang smartphone Anda, aplikasi akan terbuka cukup lambat di awal. Namun, setelah diakses untuk kedua dan kesekian kalinya, aplikasi akan lebih cepat terbuka.

Peningkatan kecepatan terbukanya aplikasi setelah peluncuran awal adalah berkat cache tersebut. Demikian pula yang terjadi pada situs web yang memuat lebih cepat pada kunjungan kedua dan kesekian kalinya.

Apa Fungsi Cache

apa itu cache

Sekali lagi, ini semua bisa terjadi pada perangkat dan web browser karena file atau gambar yang sama seperti sebelumnya telah di-cache. Jadi, bisa dikatakan, cache adalah suatu teknologi yang memiliki manfaat sangat besar untuk perangkat dan web browser. Dengan penjelasan tersebut, bisa disimpulkan pada poin berikut, beberapa fungsi-fungsi cache adalah sebagai berikut:

• Mempercepat akses data pada komputer atau perangkat Android karena cache menyimpan data sementara atau informasi yang telah di akses oleh buffer.

• Membuat kerja prosesor menjadi lebih ringan.

• Menjembatani perbedaan kecepatan antara CPU dan memori utama.

• Mempercepat kinerja memori pada perangkat smartphone dan browser.

Jenis-jenis Cache Adalah Sebagai Berikut

cache memory adalahSecara umum, terdapat dua jenis cache yang dikenal secara luas, yaitu memory cache dan disk cache. Kedua jenis cache ini memiliki tugas yang berbeda, meski secara prinsip keduanya memiliki patokan yang sama. Nah, apa sebetulnya memory cache dan disk cache? Berikut ini akan kami berikan ulasan kedua jenis ini secara singkat.

1. Memory Cache

Memory cache atau cache memory adalah suatu istilah yang familiar kita kenal dengan RAM cache, yaitu sebuah porsi memori yang dibuat dengan kecepatan tinggi. Jenis cache yang satu ini lebih efektif digunakan untuk penyimpanan data sementara karena hampir semua program atau aplikasi dapat mengakses data atau perintah yang sama berulang kali.

Artinya, jika semakin ada banyak informasi atau data yang disimpan pada memory cache ini, maka komputer atau perangkat Android akan semakin sering menggunakan cache daripada menggunakan Dynamic RAM yang aksesnya relatif lebih lambat. Memory cache sendiri memiliki tiga level berbeda, yaitu ada L1, L2, dan L3 cache.

L1 cache memory adalah sebutan untuk internal cache yang menghuni bagian CPU dan Dynamic RAM. Kecepatan akses L1 cache adalah yang paling tinggi di antara level yang lainnya. Ukuran memorinya pun bisa berkembang, mulai dari 8 Kb, 64 Kb, hingga 128 Kb. Lantas, bagaimana dengan level cache memory yang lainnya?

Baca Juga  Apa Itu Reboot? Ketahui Perbedaanya Dengan Riset

L2 cache adalah eksternal cache yang memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan dengan L1 cache, yaitu antara 256 Kb hingga 2 Mb. Namun, perihal kecepatannya, L2 cache lebih lamban jika dibandingkan dengan L1 cache. Seperti yang telah disebutkan pula, L1 cache memang menjadi level cache memory yang paling cepat dari level memory cache yang lainnya.

Kemudian yang terakhir, ada L3 cache yang biasanya terdapat di dalam perangkat OS atau perangkat komputer model baru yang memiliki lebih dari satu unit prosesor. Pada komputer, misalnya seperti dual core atau quad core. Fungsinya sebagai pengatur data yang diakses dari L2 cache memory dan masing-masing prosesor.

2. Disk Cache

Disk cache sebetulnya memiliki prinsip yang sama dengan memory cache. Keduanya tidak memiliki perbedaan yang terlalu signifikan. Hanya saja, cache jenis ini tidak menggunakan data dengan kecepatan yang tinggi, melainkan lebih menggunakan memori konvensional atau yang biasa disebut dengan Dynamic RAM.

Seperti yang sudah dibahaskan sebelumnya, Dynamic RAM bekerja relatif lebih lambat dibandingkan dengan Static RAM seperti yang digunakan pada memory cache. Oleh karenanya, disk cache disebutkan tidak memiliki kecepatan tinggi.

Cara kerjanya adalah saat Anda menjalankan sebuah aplikasi yang membutuhkan disk data, maka aplikasi akan memeriksa ketersediaan data paa memory buffer terlebih dahulu. Meski dinilai lebih lambat, disk cache mampu memberikan dampak kecepatan yang cukup signifikan terhadap performa aplikasi. Mekanismenya pun dinilai lebih cepat dibandingkan dengan mengambil data dari hard disk.

Cara Menghapus Cache Secara Manual

cache memory adalah
Cache tidak perlu dikelola secara manual, sistem operasi bisa melakukan itu secara otomatis. Namun, ada kalanya suatu aplikasi membuat keselahan atau berhenti berfungsi secara mendadak (hang). Jika hal ini terjadi, Anda bisa mengatur cache secara manual, yaitu dengan cara clear cache atau menghapus data cache yang tersimpan sementara, meski ini tidak menjamin sepenuhnya kinerja perangkat akan lebih baik.

Dibandingkan dengan menghapus data aplikasi yang lebih banyak memiliki resiko, untuk membuat kinerja prosesor optimal sebaiknya menggunakan cara hapus cache yang tidak memiliki resiko. Pasalnya, menghapus data aplikasi akan mempengaruhi perangkat dan data-data yang ada di perangkat itu sendiri. Anda bisa saja kehilangan preferensi dan segala yang disimpan, seperti password aplikasi, dan sebagainya.

Bisa dikatakan, menghapus data sama saja dengan mengatur atau menyetel ulang aplikasi ke status default dan menjadikan aplikasi tersebut ‘bersih’ kembali seperti pertama kali Anda mengunduhnya. Sedangkan, menghapus cache tidak akan membuat itu semua terjadi.

Baca Juga  Artificial Intelligence: Apa Manfaat dan Dampaknya?

Artinya, Anda tetap memiliki data-data Anda pada perangkat dan tidak akan kehilangannya. Menghapus cache hanya akan membuat memori Anda menjadi lebih lega dari sebelum menghapusnya dan tidak akan membuat data-data menghilang. Tetapi, bisa membuat perangkat smartphone Anda bisa bekerja lebih optimal. Untuk itu, opsi ini lebih layak dipilih dibandingkan dengan menghapus data pada aplikasi.

Beberapa situasi yang mungkin membuat Anda ingin menghapus cache adalah pertama, saat Anda ingin menghemat ruang penyimpanan. Alasan lainnya adalah karena aplikasi Anda bermasalah, misalnya terlalu berat diakses atau tidak bisa menerima pesan masuk lagi karena memori terlalu penuh. Bagaimana cara menghapus cache pada aplikasi? Berikut ini adalah langkah-langkah menghapus cache, yaitu:

1. Buka menu ‘Pengaturan’ pada smartphone Anda

2. Klik opsi ‘Aplikasi’ pada menu ‘Pengaturan’

3. Pilih aplikasi yang menghabiskan banyak ruang dan cache-nya akan Anda bersihkan

4. Klik opsi ‘Bersihkan Cache’ atau ‘Clear Cache’. Namun, jika Anda menggunakan Android 6.0 Marshmallow atau yang lebih baru, maka Anda harus mengklik Penyimpanan terlebih dahulu dan kemudian klik ‘Clear Cache’.

5. Sebagai informasi tambahan, jika Anda juga ingin membersihkan data pada aplikasi, maka klik ‘Bersihkan Data’ atau ‘Clear Data’.

Cara Menghapus Cache Secara Otomatis

cara clear cache
Cara di atas merupakan cara menghapus cache secara manual atau satu per satu aplikasi pada smartphone. Jika ingin lebih mempersingkat waktu dan memudahkan, Anda juga bisa menggunakan cara lainnya untukcara menghapus cache, yaitu menghapusnya secara bersamaan pada semua aplikasi yang dipasangkan pada perangkat Android Anda. Berikut ini langkah-langkahnya menghapusnya:

1. Pilih menu ‘Pengaturan’ pada smartphone Anda

2. Klik ‘Penyimpanan’ atau ‘Storage’ pada menu ‘Pengaturan’

3. Kemudian, klik ‘Data Cache’ atau ‘Data Tersimpan’

4. Layar perangkat Anda akan meminta pop-up berisi konfirmasi untuk menghapus semua data yang tersimpan sementara atau data pada cache.

5. Konfirmasikan dan simpan untuk menghapus konten

6. Maka, data cache Anda kini sudah bersih seluruhnya dan prosesor akan bisa bekerja secara lebih optimal.

Demikianlah hal yang bisa dipelajari mengenai cache dan segala jenis-jenisnya yang memiliki fungsi penting pada perangkat smartphone maupun komputer. Cache memang merupakan teknologi yang kita butuhkan dan perlu dimanfaatkan, meski kadang ada saatnya harus dibersihkan secara manual.

Kini, Anda bisa memahami apa yang dimaksud dengan cache memory, jenis-jenis, dan bagaimana fungsinya pada sebuah perangkat yang sehari-hari Anda gunakan. Anda juga jadi bisa memahami bagaimana cara clear cache secara manual yang perlu dilakukan pada saat-saat tertentu.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *