Apa Itu IoT: Sejarah, Cara Kerja dan Kegunaannya

Apa itu IoT – Internet of things sering menjadi tema perbincangan panas warga netizen, termasuk yang akan kita lakukan saat ini. Semenjak di gembor-gemborkan revolusi industri 4.0. Istilah Internet of Things berlalu-lalang di antara cuitan pengguna internet.

Apa yang akan kita bincangkan sangat erat kaitannya dengan jaringan internet. Sebab Internet of Things muncul karena adanya internet. Pada awal rilisnya, ia dikenal dengan sebutan IoT, semacam jaringan yang saling terhubung tetapi tak terlihat oleh mata dalam dunia maya.

Tugas IoT adalah menghubungkan suatu benda ke benda lain agar bisa saling berkomunikasi. Benda tersebut menjadi alat yang pintar melakukan tugas yang diperintahkan. Mereka juga saling berkoordinasi meski pemilik benda tak di sampingnya.

Bahasan kali ini, kita akan bincang santai mengenai apa itu Internet of Things. Lalu, mengulik bersama sejarah dan seberapa besar sih manfaatnya. kita juga mencari tahu kelemahan dan kelebihan dari istilah ini. Jadi, barangkali ada dampak buruk dari IoT kita bisa antisipasi jauh-jauh hari.

Apa itu IOT?

Mengenal Apa itu IOT

Internet of Things adalah salah satu penemuan yang dapat menyelesaikan permasalahan melalui penggabungan teknologi dan sosial. Kita juga menyebut IoT sebagai infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.

Ide dasar dasar apa itu iot atau Internet of Things adalah menghubungkan beberapa perangkat. Mereka mampu saling bertukar data dengan perangkat lainnya dalam satu jaringan.

IoT digambarkan sebagai layanan canggih dengan koneksi secara fisik dan virtual. Ia akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi.

Sebenarnya, istilah Internet of Things terbentuk dari gabungan dua kata, yaitu ‘’internet’’ dan ‘’things’’. Pengertian internet-nya sendiri merupakan sebuah jaringan pada komputer yang menggunakan protokol-protokol internet (TCP/IP). Fungsi dari internet digunakan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi dalam lingkup tertentu.

“Things” merujuk kepada objek pada dunia fisik yang dijadikan sampel. Proses pengambilan sampel menggunakan sensor yang dikirim melalui internet.

Baca Juga  VPS: Pengertian, Konsep, Cara Kerja dan Fungsinya

Kevin Ashton sebagai pencipta istilah ini mendefinisikan sebagai sensor-sensor yang berhubungan dengan internet. Sensor tersebut berperilaku membuka koneksi setiap saat. Mereka pun dapat berbagi data secara bebas. Perilaku tersebut menjadikan Internet of Things dapat memahami dunia sekitar dan menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Apa itu iot atau Internet of Things meningkatkan objek fisik yang mampu melihat, mendengar, dan berpikir. Tak hanya itu, ada juga kemampuan berkomunikasi bersama dengan penggunanya.

Proses peningkatan objek fisik oleh Internet of Things tak lepas dari bantuan internet of communication (IOC). Fungsi IOC adalah mengubah benda maupun objek dari tradisional menjadi cerdas dan canggih. Kecanggihan tersebut juga penggabungan dari pemanfaatan internet protokol, jaringan sensor, teknologi komunikasi, dan aplikasi.

Sejarah Internet of Things

Sejarah Internet of Things

Internet of Things (IoT) adalah penggabungan struktur antara objek satu ke objek lain melalui internet. Penggabungan tersebut berfungsi untuk memindahkan data tanpa perantara manusia ke manusia. Cukup dengan objek satu ke objek lainnya.

Manusia sebagai pengguna hanya sebagai pengawas serta berinteraksi ke komputer saat memerlukan data. Atau pun saat menggunakan objek tersebut seperti membuka pintu dengan perintah suara. Bisa juga pemanfaatan sensor pemantauan pada cctv dan masih banyak lagi.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, cara kerja IoT memerlukan jaringan internet. Kemudian, para peneliti melakukan penemuan pengendalian perangkat secara online.

Salah satu tonggak kelahiran IoT terjadi pada 1990 ketika John Romkey menemukan teknologi canggih untuk sebuah pemanggang roti. Alat pemanggang itu memiliki fitur on/ off yang bisa dilakukan secara online.

Jika ditelusuri sejarah Internet of Things, asal muasalnya ada pada tahun 1990. Dimana pada saat itu internet mulai dikenal dan mengawali kegiatannya secara online.

Sejak penemuan awal pada tahun 1990 tersebut, berbagai perangkat keras maupun fisik mulai diteliti untuk bisa dikendalikan jarak jauh. Kevin Ashton adalah orang yang pertama kali menyebutkan istilah Internet of Things (1997). Ia mengaplikasikan IoT pada Radio Frequency Identification (RFID).

Selanjutnya RFID dimanfaatkan besar-besaran oleh Amerika Serikat di tahun 2003. Pengembangan RFID menggugah perkembangan Internet Protocol (IP). Pada tahun 2008, IP telah resmi muncul yang kemudian dimanfaatkan untuk pengaktifan RFID.

Baca Juga  Search Engine : Pengertian, Fungsi dan Macam-Macamnya

Perkembangan-perkembangan yang terjadi pada Internet of Things (IoT), Internet Protocol (IP), kemudian munculnya RFID, memicu perkembangan IoT lainnya. Kabar baiknya, perkembangan tersebut didukung oleh banyak perusahaan besar dan perusahaan raksasa.

Seperti pada tahun 2000, perusahan elektronik LG mengumumkan sebuah rencana penciptaan kulkas pintar. Si kulkas pintar bisa menentukan sendiri bisa atau tidaknya pengisian ulang makanan yang tersimpan di dalam kulkas.

Arus perluasan IoT semakin melebar. Tahun 2005 IoT mulai tersentuh publikasi jurnal ilmiah seperti The Guardian. Amerika ilmiah dan Boston Globe.

Pada tahun 2008, sekelompok perusahaan meluncurkan IPSO Alliance untuk mempromosikan penggunaan Internet Protocol (IP). Berkat IPSO, Internet Protocol dapat digunakan dalam jaringan dari Smart Object dan sekaligus mengaktifkan Internet of Things.

Selanjutnya, terjadi pertumbuhan besar di bidang Internet of Things. Tepatnya setelah tahun 2008, FCC menyetujui penggunaan ‘’white space spectrum’’. Penggunaan tersebut memicu peluncuran IPv6 di tahun 2011. Kemudian perusahaan raksasa seperti Cisco, IBM, Ericsson melakukan banyak penerapan di bidang pendidikan dan komersial. Melalui kedua bidang tersebut teknologi Internet of Things lebih mudah dipahami sebagai hubungan manusia dan komputer.

Sekarang, kita melihat peralatan sehari-sehari yang dilengkapi dengan sensor-sensor cerdas IoT. Melalui sensor cerdas tersebut, data analog diubah menjadi data digital. Kemudian data digital dikirim ke prosesor secara realtime. Begitulah kiranya, peralatan cerdas dapat dikendalikan dan dipantau dapat pada jarak yang jauh.

Cara Kerja Internet of Things 

Cara Kerja Internet of Things 

Syarat kerjanya IoT adalah sebua benda tersambung dengan internet dan memiliki Internet Protocol (IP). Jadi ada tiga faktor utama yaitu: benda, jaringan internet, dan alamat Internet Protocol (IP).

Alamat Internet Protocol (IP) bagaikan identitas dalam jaringan dari sebuah benda. Fungsi alamat tersebut agar sebuah benda bisa diperintahkan dari benda lain dalam jaringan yang sama. Selanjutnya, benda-benda yang sudah teridentitas tersebut akan dihubungkan ke jaringan internet.

Selain ketiga hal itu, ada lagi pemasangan sensor pada benda. Kita sebut saja sensor IoT. Kegunaan dari sensor IoT adalah menerima dan memperoleh informasi. Tidak semua informasi akan masuk pada sensor, informasi tersebut otomatis dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Setelah sebuah benda dilengkapi dengan Internet Protocol (IP) dan sudah terhubung ke jaringan internet, kemudian sudah juga terpasang sensor IoT, hal yang terjadi selanjutnya adalah pertukaran informasi.

Setelah sensor IoT menerima informasi, kemudian benda cerda dapat mengolah informasi yang didapatkan. Bahkan, benda cerdas tersebut mampu berkomunikasi dengan benda lain yang memiliki Internet Protocol (IP) dan terkoneksi internet.

Baca Juga  Router : Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Jenisnya

Saat mereka berkomunikasi, terjadi pertukaran informasi. Mereka akan mengolah data informasi yang terkumpul. Kemudian bekerja secara otomatis sesuai perintah dari data informasi. Atau bahkan memberikan perintah ke benda lainnya juga untuk bekerja.

Saat ini koneksi internet mudah didapat. Dengan demikian pengguna dapat memantau dan memberikan perintah kepada benda cerdas produk IoT.

Internet of things mampu menghubungkan milyaran bahkan triliunan benda-benda yang memiliki IP melalui internet. Jaringan-jaringan tersebut tersusun berlapis dan fleksibel. Terkadang, susunan yang dibutuhkan sangat sulit dirangkai. Sehingga para penemu melakukan solusi dengan menghubungkan IoT berdasarkan kebutuhan bidang, seperti kesehatan, komunikasi, maupun keamanan.

Manfaat Internet of things

Manfaat Internet of things

Pada abad ke-21, ilmuwan menggabungkan antara komputer pribadi dengan ponsel. Kemudian terciptalah ponsel pintar yang sering kita gunakan sekarang yang merupakan produk paling sukses sepanjang masa.

Melalui ponsel pintar, diramalkan pada tahun 2020 sekitar hampir ratusan miliar perangkat pintar akan saling terhubung dan sekitar 50 miliar diantaranya akan terkait dengan Internet of things.

Manfaat Internet of things pada benda sangat menolong pekerjaan manusia. Misalnya pada bidang kesehatan, keamanan, properti, dan banyak lagi.

1. Bidang Kesehatan

Benda-benda IoT mampu melakukan riset tentang monitoring kesehatan pasien menggunakan sensor wireless yang dipasang pada tubuh pasien. Beberapa hal yang dipantau mencakup psikologi pasien, tekanan darah, detak jantung.

Semua kegiatan tersebut dilakukan secara jarak jauh (remote) melalui peralatan yang terhubung ke internet. Kelebihan IoT pada bidang ini adalah tetap menjaga data pasien, sehingga kerahasiaan data sangat terjamin.

Ada juga penerapan Internet of things pada aktivitas konsultasi pasien. Contoh produk yang paling dekat dengan kita yaitu produk-produk konsultasi kesehatan online yang bisa menghubungkan ke dokter pilihan kita. Para dokter juga bisa mengecek perkembangan pasien lewat data pemantauan.

2. Keamanan

Bidang ini berkaitan dengan data pribadi. Tepatnya pada perkembangan mobile. Internet of things melakukan pengamatan wilayah untuk privasi. Sehingga seseorang bisa merasa nyaman menggunakan perangkat mobile tanpa terganggu privasi pribadinya

Benda keamanan lain yang memanfaatkan IoT seperti kamera pengawas. Kita sering mendengar kamera pengawas dengan istilah CCTV. Kamera-kamera tersebut tersebar di tempat umum, jalan, atau lampu merah.

Bahkan, CCTV dilengkapi dengan sensor yang dapat menemukan seseorang yang kita inginkan. Si kamera juga dapat menemukan plat nomor kendaraan yang lewat pernah terpantau kamera. Pengendalian kamera dilakukan pada ruang pengendali. Dimana ruang tersebut berjarak jauh dari kamera.

Baca Juga  Repeater : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

3. Bidang Properti

Pada bidang properti, Internet of things sangat bermanfaat pada gedung pencakar langit. Banyak perangkat yang dikendalikan oleh komputer lewat jaringan internet. Seperti perangkat pendingin gedung, eskalator, kelistrikan, CCTV, instalasi saluran air dan gas, dan lain sebagainya.

Pemanfaat IoT lainnya pada penemuan terbaru saat ini yaitu rumah pintar. Semua sistem rumah pintar terhubung dengan jaringan internet. Sistem-sistem tersebut bisa berkomunikasi dengan kita lewat benda pintar seperti pintu dengan perintah suara, pengatur jadwal, robot pembersih otomatis, mesin jus dengan menu yang terjadwal, dan lain sebagainya.

Kebanyakan benda-benda tersebut dapat diatur melalui ponsel pintar yang bisa kita perintahkan jarak jauh.

Pemanfaatan Internet of things akan terus berlanjut di berbagai bidang. Penemuan yang sudah ada pun akan terus dikembangkan menjadi produk baru yang lebih canggih. Diperkirakan tahun pada tahun 2022 perangkat yang menggunakan Internet of things meningkat 21%. diproyeksikan 2 miliar lebih perangkat akan saling terhubung dalam ponsel pintar.

Pertumbuhan skala besar ini dikarenakan pemanfaat IoT yang fokus di industri. Ditambah lagi munculnya teknologi 3GPP sebagai input output (I/O) seluler, penggunaan IoT diprediksikan terus bertambah banyak.

Adanya sambungan I/O seluler juga akan menambahkan keuntungan dari penyempurnaan perangkat penyediaan, pengelola perangkat, pemberdayaan layanan dan keamanan.

Kelebihan Internet of things

Kelebihan Internet of things

Hal yang paling menonjol dari kelebihan Internet of things adalah kemudahan akses menembus dinding dan pengendalian jarak jauh. Tentu masih ada kelebihan lainnya seperti berikut

1. Data

Semakin banyak informasi yang diperoleh semakin mudah pula menentukan tindakan yang tepat. Terutama berdasarkan data yang ada. Melalui IoT, sebuah komputer dapat mengecek, menyaring, dan menemukan data yang kita inginkan dalam waktu singkat.

2. Tracking

Kelebihan ini sering dimanfaatkan pada bidang persediaan barang. Sistem persedian (inventory) dengan bantuan komputer akan memudahkan pengecekan persediaan, lokasi, dan kualitas barang.

Kita tak perlu lagi memilah satu per satu barang untuk pengecekan dan tentunya akan sangat menghemat waktu.

Baca Juga  Firmware : Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penggunaannya

3. Waktu

Komputer yang sudah terprogram akan memproses data dengan cepat. Program yang terpasang disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga komputer dapat melakukan tindakan sesuai perintah. Bahkan dapat menganalisis serta memberikan keputusan data yang besar dengan sangat cepat.

4. Biaya

Penggunaan tenaga manusia tentu mempunyai batasan, kemampuanya pun beraneka ragam ada yang sangat bisa dan biasa saja. Disisi lain, berbagai bidang membutuhkan tenaga dan kemampuan ahli.

Adanya mesin yang terpasang IoT, menjadi solusi dari permintaan tenaga tersebut. Suatu mesin dapat terprogram dengan kemampuan yang kita inginkan. Mesin tersebut juga dapat diatur untuk menggantikan pekerjaan yang dirasa bahaya jika dilakukan oleh manusia.

Manusia sebagai pengguna cukup menjadi operator mesin jarak jauh saja. sehingga keamanan lebih terjamin.

Kekurangan dan Resiko menggunakan Perangkat IoT

Kekurangan dan Resiko menggunakan Perangkat IoT

Perangkat IoT masih jauh dari kata sempurna, masih ada beberapa kekurangan dan resiko yang penting untuk kita ketahui, berikut kekurangan internet of things.

1. Compatibility

Sistem internet of thing tidak menggunakan sensor yang bisa disimpan di USB. Jadi, jika ada kerusakan maka harus membeli lagi di vendor yang sama untuk menggantinya.

2. Complexity

Semua orang bisa mempelajari dan menggunakan internet of things. Tetapi tak semua orang bisa merawat dan melakukan perawatan. Sehingga, kekurangan ini memerlukan penyewaan tenaga ahli yang memahami internet of things agar system tetap berjalan.

3. Safety

Sudah bukan rahasia lagi perangkat yang terhubung dengan internet rentan akan hacking. Untuk itu sangat perlu memasang keamanan yang handal untuk melindungi data kita. Sehingga bisa mencegah serangan hacker. Agar lebih aman, lakukan pergantian perangkat keamanan secara berkala.

Kesimpulan Iot

Kesimpulan Iot

Internet of things menggunakan beberapa teknologi yang digabungkan menjadi satu kesatuan. Beberapa teknologi tersebut antara lain: sensor pembaca data, koneksi internet, topologi jaringan, frekuensi radio, sensor wireless, bahkan kecerdasan buatan.

Ada kemungkinan juga semua teknologi tersebut terus bertambah atau akan tergantikan dengan yang lebih canggih. Intinya, semua teknologi akan saling mendukung perkembangan IoT.

Internet of things bisa mengatasi beberapa masalah yang dapat mengefesienkan waktu, tenaga, dan sebagainya. Sehingga akan memaksimalkan penggunaan energi dengan pengeluaran yang lebih sedikit.

Baca Juga  Hub : Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Bedanya dengan Switch

Berbagai macam sektor sudah memanfaatkan IoT. Mungkin kita sering menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari tetapi tidak tahu bahwa perangkat yang sering kita jumpai sudah memanfaatkan IoT.

Sehingga sekarang Internet of things sudah digunakan di banyak bidang, seperti pembangunan, energy, rumah tangga, industri, kesehatan, transportasi, keamanan, perdagangan, teknologi, dan industri jaringan.

Banyak kemungkinan di masa depan semua aktivitas kita akan menggunakan mesin canggih Internet of things. Demikian bincang santai tentang apa itu IoT. Semoga bermanfaat.

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.