Unsur Unsur Terbentuknya Negara Baru Agar Diakui Dunia

Unsur Unsur Terbentuknya Negara – Negara merupakan sebuah tempat dimana berkumpulnya sekumplan orang dengan berbagai macam suku, kebudayaan dan berbagai macam bahasa daerah bisa Kamu temukan di Negara tercinta ini.

Dan Negara juga menjadi tempat bagi Kita untuk menjalani aktifitas harian seperti belajar di sekolah, kuliah sampai bekerja dan tentunya diorganisasi oleh bentuk pemerintahan yang sah secara hokum yang umumnya Negara memiliki kedaulatan.

Dimana masing-masing Negara memiliki hukum atau memiliki suatu system maupun aturan-aturan yang bertujuan agar warga negaranya taat kepada hukum dan kali ini saya akan membahas mengenai unsur unsur terbentuknya Negara.

Syarat-Syarat Umum Terbentuknya Sebuah Negara

syarat terbentuknya negar
Perlu Kamu ketahui bahwa ada syarat-syarat umum terbentuknya sebuah Negara dan menurut situs Wikipedia yang Saya kutip syarat primer terbentunya sebuah Negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah dan memiliki pemerintahan yang berdaulat.

Selain itu terdapat syarat sekunder terbentuknya sebuah Negara yaitu, Negara tersebut mendapatkan pengakuan dari Negara-negara lain.
Dan saat ada total 206 negara dengan 193 negara anggota yang sudah termasuk kedalam anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan 13 negara kedaulannya masih diperdebatkan.

2 Unsur Terbentuknya Negara

Mungkin banyak dari Kita yang belum mengetahui bahwa terdapat beberapa unsur unsur terbentunya Negara dimana unsur unsur ini sangat penting karena adalah syarat umum terbentuknya sebuah Negara dan apabila unsur unsur tidak terpenuh maka bisa dikatakan belum bisa diakatan menjadi sebuah Negara yang baru,

Perlu Kamu ketahui juga bahwa syarat syarat terbentuknya Negara terbagi menjadi dua unsur yaitu unsur konsitutif dan unsur deklaratif.

1. Unsur Konsitutif

Dimana unsur konsitutif merupakan unsur yang mutlak harus ada pada saat Negara tersebut akan didirikan seperti yang telah dijelaskan diatas seperti: adanya rakyat, wilayah, dan bentuk pemerintahan yang berdaulat.

Baca Juga  Ketahui Sejarah Perundingan Linggarjati dan Isinya Disini

2. Unsur Deklaratif

Sedangkan unsur deklaratif merupakan unsur yang tidak mutlak ada pada Negara yang akan berdiri akan tetapi unsur ini boleh dipenuhi atau menyusul setelah Negara tersebut berdiri.

Berdasarkan konvensi Montevideo yang terjadi di Negara Uruguay pada tahun 1933 dalam konvensi hukum Internasional dimana Negara yang ingin berdiri harus memiliki 4 unsur konstitutif, diantaranya:

– Harus ada penghuninya yaitu rakyat maupun penduduk, bayangkan saja jika tidak ada penghuninya maka bisa dikatakan bukan Negara bukan?

– Harus ada wilayah dan hal ini sangatlah jelas bagaimana ada Negara yang tidak ada wilayahnya.

– Kesanggupan untuk berhubungan dengan Negara-negara lain dan hal ini seperti kerjasama dengan negera-negara lainnya di dunia.

– Di dalam Negara tersebut harusnya terdapat kekuasaan tertinggi seperti Presiden maupun Perdana Menteri yang menjadi pengusaha sebuah Negara.

Unsur Unsur Terbentuknya Negara Secara Umum

unsur terbentuknya negarBerikut di bawah ini adalah unsur unsur terbentunya Negara secara umum yang Saya kutip dari laman artikelsiana, diantaranya:

1. Adanya Rakyat

Unsur unsur terbentuknya Negara secara umum yang pertama adalah adanya rakyat, dimana rakyat adalah hal penting dalam sebuah Negara dan rakyat haruslah tunduk pada berbagai macam aturan hukum yang telah dibuat dan rakyat dibedakan atas hal-hal berikut ini:

A. Penduduk

Mungkin banyak dari Kita yang menyangka bahwa penduduk dan rakyat ini sama, akan tetapi pengertiannya bisa berbeda dan ternyata penduduk dibagi menjadi dua jenis yaitu penduduk warga Negara dan penduduk bukan warga Negara. Seperti halnya warga Negara Indonesia (WNI) dan warga Negara Asing (WNA).

Dan untuk membuktikan mana warga Negara Indonesia dan warga Negara Asing adalah dengan melihat KTP (kartu tanda penduduk) yang bisa Kamu dapatkan setelah Kamu berusuia 17 tahun keatas.

B. Bukan Penduduk

Pengertian bukan penduduk adalah seseorang maupun sekumpulan yang berada dalam suatu Negara yang tinggal tidak secara menetap atau bisa diakatakan juga mereka tinggal untuk sementara waktu saja, entah itu hitungan minggu, bulan maupun tahun entah itu karena urusan pekerjaan, sekolah, kuliah, berlibur maupun hal lainnya.

2. Terdapat Wilayah

Sangat masuk akan dimana unsur unsur terbentuknya Negara harus terdapat sebuah wilayah, dimana wilayah adalah unsur mutlah terbentunya sebuah Negara baru, karena jika warga Negara adalah dasar personal suatu Negara maka wilayahnya adalah landasan fisik dari sebuah Negara.

Luas wilayah Negara-negarapun berbeda-beda ada yang memiliki luas yang begitu banyak ada juga Negara yang memiliki luas wilayah yang sedikit dan dimana batas wilayah Negara-negara tersebut pasti ada batasannya dengan wilayah Negara lain.

Secara umum wilayah sebuah Negara terbagi menjadi beberapa wilayah seperti wilayah daratan, wilayah lautan, wilayah udara sampai wilayah ekstrateritorial.

Baca Juga  Jangan Pusing, Ini Cara Menghitung Passing Grade

A. Pengertian Wilayah Daratan

Pengertian wilayah daratan adalah wilayah yang dimiliki oleh sebuah Negara yang berada di daratan yang banyak ditempati oleh penduduknya, dimana wilayah daratan yang ada di dunia ini tidak sepenuhnya dimiliki oleh suatu Negara tertentu saja.

Akan tetapi sebuah Negara harus berbagi wilayah daratan dengan negara-negara lainnya yang ada di dunia ini dan dimana jika Negara-negara tersebut berada dalam sebuah suatu wilayah darat yang sama seperti benua atau pulau yang sama maka harus ada perbatasan wilayah antar Negara tersebut yang dibuat dengan perjanjian internasional.

Perjanjian internasional ini dibuat dan disepakati oleh beberapa Negara yang memiliki perbatasan wilayah di Negara tetangga dimana bentuk perjanjian ini bisa berbentuk bilateral apabila hanya menyangkut kepentingan dua Negara.

Akan tetapi perjanjian ini juga bisa berbentuk perjanjian multilateral jika perjanjian tersebut melibatkan lebih dari 2 negara.

B. Wilayah Lautan

unsur unsur terbentuknya negara
Perlu kamu ketahui selain batas wilayah darat ada juga batas wilayah lautan dimana tidak semua Negara memiliki batas wilayah lautan, karena tidak semua Negara memiliki wilayah lautan dan seperti wilayah daratan wilayah lautan juga ada batas-batasnya yang membedakan wilayah Negara tersebut. Dan berikut di bawah ini adalah dua konsep batasan wilayah lautan:

– Res Communis

Adalah konsep yang beranggapan bahwa laut adalah milik masyarakat di dunia, sehingga tidak dapat diambil atau dimiliki oleh sebuah Negara manapun adan konsep ini dikembangkan oleh Hugo de Groot yang berasal dari Negara Belanda pada tahun 1608 dalam bukunya yang berjudul Mare Liberum atau jika diartikan adalah laut bebas.

– Res Nullius

Sedangkan konsep Res Nullius berbeda dengan konsep yang dijelaskan oleh Res Communis, dimana isinya adalah konsep yang mengatakan bahwa laut dapat diambil dan dimiliki oleh setiap Negara.

Konsep ini dikembangkan oleh John Sheldon pada tahun 1584 sampai 1654 yang berasal dari Inggris dalam bukunya yang berjudul Mare Clausum – The Right and Domonion of the sea.

Saat ini wilayah laut yang masuk ke dalam wilayah Negara tertentu disebut dengan perairan wilayah atau laut terotorial, dimana di luar wilayah laut merupakan lautan bebas atau dapat dikatan perairan internasional (mare liberum).

Perlu Kamu ketahui bahwa wilayah laut di Negara Indonesia pada awalnya PBB menetapkan wilayah laut Indonesia sejauh 3 mil dimana 1 mil tersebut 1852 meter dari wilayah pantai ke surut.

Hasil Konferensi PBB (UNCLOS).

Tepat pada tanggal 10 Desember tahun 1982 PBB (UNCLOS) akhirnya menyelanggarakan Konfersi Hukum Laut Internasional III yang diadakan di Negara Jamaika.

Dimana hasil dari konfersi ini ditandatangai oleh 119 peserta dan 117 peserta mewakili Negara dan 2 peserta mewakili organisasi internasional dan berikut di bawah ini adalah hasil konfersinya:

– Zona bersebelahan adalah wilayah yang laut lebarnya memiliki luas 12 mil dari laut teritorial sebuah Negara, jadi jika misalkan Negara tersebut sudah memiliki wilayah teritorial sejauh 12 mil maka wilayah laut Negara tersebut menjadi 2 kali lipat menjadi 24 mil yang diukur dari pantai.

– Laut teritorial adalah wilayah yang mejadi hal kedaulatan penuh suatu Negara di lautan dan lebarnya adalah 12 mil yang diukur dari pulau terluar dari kepulauan sebuah Negara pada saat air laut surut.

– Landas kontinen adalah daratan di bawah permukaan laut di luar laut teritorial dengan kedalaman 200 meter atau lebih.

– Selain itu terdapat hasil konfersi lainnya yaitu zoba ekonomi ekslusif (ZEE) dimana wilayah laut suatu Negara yang lebarnya 200 mil ke laut bebas, di zona ini Negara berhak menggali dan mengolah segala kekayaan alam untu kegiatan ekonomi dan Negara tersebut berhak untuk menangkap nelayan asing yang sengaja menangkap ikan di walayah ini.

C. Wilayah Udara

Selain batas wilayah darat, laut kini wilayah udara, dimana batas wilayah udara dapat diklaim oleh sebuah Negara berdasarkan adanya perjanjian internasional yang telah disepakati oleh beberapa Negara.

Yaitu perjanjian internasional konvensi Paris yang diadakan pada tahun 1919 dan juga konvensi Chicago pada tahun 1944, dan dalam konversi Paris (1949) dinyatakan bahwa Negara-negara merdeka dan berdaulat berhak untuk ekslorasi di wilay udaanya untuk kepentingan rado, penerbangan maupun untuk kepentingan satelit.

Sedangkan di Negara Indonesia ketentuan wilayah udara suat Negara tekah diatur dalam UU No. 20 tahun 1982. Berdasarkan undang-undang tersebut dinayatakan bahwa batas wilatah kedaulatan dirgantara yang termasuk ke dalam orbit geostationer adalah setinggi 35.761 Km.

D. Wilayah Ekstrateritorial

Pengertian wilayah ekstrateritorial merupakan wilayah dari sebuah Negara yang berada di luar wilayah Negara tersebut yang berarti wilayah Negara tersebut beada di wilayah Negara lain atau berada di wilayah luar teritorial sebuah Negara.

3. Pemerintahan yang Berdaulat

terbentuknya negara baru
Unsur unsur terbentunya Negara yang selanjutnya adalah adanya pemerintahan yang berdaulat, karena kedaulatan adalah unsur Negara yang paling eksklusif, syarat ini adalah bentuk pemerintahan yang berkuasa atau seluruh wilayahnya dan segenap rakyatnya.

Jadi bisa dikatakan jika kedaulatan adalah bentuk keuasaan tertinggi dalam seuatu Negara yang berlaku pada seluruh wilat Negara tersebut, karena kedaulatan itu bersifat asli dan bukan berdasarkan adanya kekuasaan lain.

Dan kedaulatan tertinggi karena tidak adanya kekuasaan lain yang lebih tinggi di atasnya dan kedaulatan tidak dapat dibagi-bagi karena Negara tersebut berdaulat sepenuhnya.

Tanpa kedaulatan, tidak ada negara yang bisa keluar. Beberapa institusi dapat memiliki tiga elemen pertama (Populasi Wilayah dan Pemerintah) tetapi tidak kedaulatan.

Negara memiliki hak eksklusif dan hak prerogatif untuk menjalankan kekuasaan tertinggi atas semua rakyat dan wilayahnya.

Bahkan, Kedaulatan adalah dasar di mana Negara mengatur semua aspek kehidupan orang-orang yang tinggal di wilayahnya. Sebagai kekuatan tertinggi Negara, Kedaulatan memiliki dua dimensi yang Saya kutip dari laman Yourarticlelibrary:

– Kedaulatan Internal:

Ini berarti kekuatan Negara untuk memerintahkan dan mengatur kegiatan semua orang, kelompok dan lembaga yang bekerja di dalam wilayahnya. Semua lembaga ini selalu bertindak sesuai dengan hukum Negara. Negara dapat menghukum mereka karena setiap pelanggaran hukumnya.

– Kedaulatan Eksternal

Ini berarti kemerdekaan penuh Negara dari kontrol eksternal. Ini juga berarti kebebasan penuh Negara untuk berpartisipasi dalam kegiatan komunitas bangsa-bangsa. Setiap negara memiliki kekuatan berdaulat untuk merumuskan dan bertindak atas dasar kebijakan luar negeri yang independen.

Kita dapat mendefinisikan kedaulatan eksternal Negara sebagai kesetaraan kedaulatannya dengan setiap negara lainnya.

Negara secara sukarela menerima aturan hukum internasional. Ini tidak bisa dipaksakan pada Negara dan perlu Kamu ketahui bahwa tidak ada Negara yang benar-benar bisa menjadi Negara tanpa kedaulatan.

4. Pengakuan dari Negara Lain

cara membentuk negara baru
Unsur unsur terbetuknya Negara yang terakhir akan Kita bahas adalah adanya pengakuan dari Negara lain yang akan memperkuat terbentuknya sebuah Negara baru.

Karena pengakuan dari Negara-negara lain adalah unsur yang dapat menerangkan bahwa suatu Negara yang baru telah berdiri sehingga Negara tersebut lebih dikenal oleh Negara-negara lain di penjuru dunia. Dan perlu Kamu ketahui bahwa pengakuan dari Negara lain terdiri dari 2 jenis yaitu:

A. Pengakuan De Facto

Dimana pengertian pengakuan de facto adalah bersifat tetap dari pengakuan Negara lain yang nantinya akan menimbulkan kerjasama antar Negara seperti perdagangan dan kerjasama di bidang ekonomi.

Selain itu ada juga pengakuan de facto yang bersifat tidak tetap yang diberikan oleh Negara lain dengan catatan tidak melihat perkembangan Negara baru tersebut, dan apabila Negara baru ini hancur maka Negara lain akan menarik untuk pengakuannya.

Baca Juga  4 Pengertian Wawasan Nusantara, Fungsi dan Asas-Asasnya

B. Pengakuan De Jure

Sedangkan pengertian pengakuan de jure adalah pengakuan yang diberikan Negara lain yang berlaku selamanya karena kenyataan yang menunjukan bahwa bentuk pemerintahanbaru tersebut telah stabil.

Sedangkan ada juga pengakuan de jure yang bersifat penuh dalam arti kata akan menimbulkan kerjasama antara Negara yang telah mengakui Negara baru tersebut dan menjalin kerjasama dalam bidang ekonomi.

Sekianlah pembahasan mengenai unsur unsur terbetuknya Negara baru yang secara umum agar diakui oleh dunia dan semoga saja artikel ini dapat menambah wawasan Sahabat Tedas.id.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *