Sejarah Paskibra: Lambang, Seragam Sampai Yel-Yelnya

Sejarah Paskibra – Pasukan Pengibar Bendera atau Paskibra lahir pada tahun 1946 dan terbentuk atas dasar perintah Presiden Soekarno kepada Mayor M. Husein Mutahar ketika upacara proklamasi di Yogyakarta. Upacara proklamasi ini diwakilkan oleh lima pemuda dan pemudi yang berasal dari berbagai daerah. Kehadiran paskibra tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.

Pada peringatan hari-hari tertentu, pasukan paskibra akan menjalankan tugasnya sebagai pengibar bendera. Terutama pada peringatan hari Kemerdekaan Indonesia yang menjaring pasukan paskibra dari seluruh provinsi di Indonesia. Nantinya para paskibraka ini akan mengibarkan sang saka merah putih yang telah diduplikat.

Biasanya para paskibraka ini akan melaksanakan tugasnya di tiga tempat, yakni tingkat kabupaten, tingkat provinsi, dan juga tingkat kabupaten. Anggota paskibraka yang bertugas berasal dari pelajar
SMA kelas 1 ataupun 2. Proses penyeleksian anggota paskibra sangatlah ketat dan memakan waktu sejak bulan April hingga hari pengibaran bendera.

Meskipun sering muncul, namun tidak semua orang tahu tentang sejarah dan bahkan makna dari lambang paskibra.Padahal terbentuknya paskibra di Indonesia melewati sejarah yang panjang. Begitu pula dengan makna paskibra dan sejarah seragam paskibraka. Bagi Anda yang penasaran mengenai paskibraka, pastikan Anda tidak melewatkan penjelasan di bawah ini.

Sejarah Paskibra Di Indonesia

paskibraka nasional
Images By: Muslim Obsession

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sejarah paskibra atau Pasukan Pengibar Bendera dibentuk pada tahun 1946 untuk mengibarkan bendera pada upacara proklamasi di Yogyakarta. Pada saat itu, M. Husein memiliki ide untuk melibatkan pemuda dan pemudi dari berbagai daerah untuk perayaan upacara ini.

Partisipasi pemuda dan pemudi ini menjadi perwujudkan jika merekalah yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia. Akan tetapi, dikarenakan infrastruktur transportasi yang belum memadai saat itu membuat M. Husein hanya mampu menghadirkan tiga pemuda serta dua pemudi untuk menjadi anggota paskibra.

Kelima anggota paskibra tersebut menjadi wujud dari lambang Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Lima pemuda tersebut berasal dari daerah yang berbeda dan kebetulan sedang di Yogyakarta. Selanjutnya formasi kelima pemuda tadi diberi nama sebagai Pasukan Penggerek Bendera.

Baca Juga  5 Fungsi Jangka Sorong dan Cara Membacanya Dengan Mudah

Ketika ibu kota dipindahkan kembali ke Jakarta di tahun 1950, M. Husein tidak lagi mengurusi pengibaran bendera ini. Sampai pada tahun 1966, pengibar bendera hanya berasal dari pelajar dan juga mahasiswa di Jakarta. Lalu pada tahun 1967, M. Husein dipanggil oleh Presiden Soeharto guna menangai permasalahan pengibaran bendera pusaka ini.

Dengan menggunakan ide seperti pada tahun 1946, beliau mengembangkan formasi paskibra menjadi tiga kelompok, yakni pengiring dengan nama Pasukan 17, inti dengan nama Pasukan 8 yang membawa bendera, dan juga pengawal dengan nama Pasukan 45. Nama tersebut berasal dari simbol tanggal kemerdekaan Indonesia.

Sejak 17 Agustus 1968, anggota paskibra merupakan pemuda utusan dari tiap provinsi. Namun, karena tidak smeua provinsi mengirim utusannya, maka harus ditambahkan oleh mantan pasukan pada tahun 1967.

Istilah yang dipakai sejak tahun 1967 hingga tahun 1972 masih bernama Pasukan Penggerek Bendera Pusaka. Baru kemudian di tahun 1973, Idik Sulaiman memberikan ide untuk menggantinya dengan sebutan Paskibra dan anggota pengibar bendera disebut dengan Paskibraka.

Lambang Paskibra

lambang paskibra
Images By: Google

Menurut sejarah paskibra terdapat dua lambang yang tersemat pada seragam paskibra. Lambang yang pertama merupakan wujud dua pemuda dan pemudia paskibraka yang menoleh ke arah kanan dengan menggunakan seragam PDU. Lambang ini menjadi bukti keatifan anggota paskibra yang sedang bertugas pada saat itu.

Lalu lambang yang kedua adalah lambang PPI atau Purna Paskibraka Indonesia yang digambarkan dalam wujud ilustrasi daun serta bunga teratai. Makna dari tiga helai daun yang dibuat tumbuh ke atas mengartikan jika paskibraka harus senantiasa belajar, berbakti, dan juga bekerja.

Untuk lambang tiga helai daun yang mendatar ke samping mengartikan jika seorang paskibraka dituntut untuk selalu disiplin, aktif, dan juga ceria. Oleh karena itu, para paskibra harus senantiasa mengamalkan lambang-lambang yang dikenakan ketika memakai seragam paskibra.

Lambang bunga teratai yang digunakan paskibraka dipilih karena bunga tersebut mampu tumbuh di lumpur sekaligus berkembang di permukaan air. Hal tersebut memiliki arti seorang paskibraka diharuskan mempunyai jiwa yang murni. Bunga teratai juga melambangkan paskibraka yang dapat tumbuh kuat dan tegar di berbagai tempat.

Sejarah Seragam Paskibra

baju paskibra
Images By: PALPRES

Apabila Anda memperhatikan dengan detail, wujud seragam paskibraka atau pasukan pengibar bendera pusaka sangat mirip dengan busana yang dikenakan oleh Presiden Soekarno.

Sejarah paskibra yaitu seragam untuk paskibra sengaja dipilih oleh Presiden Soekarno dalam bentuk jas karena memberikan kesan rapi dan akan memengaruhi mental paskibraka yang memakainya.

Kemudian pasca kemerdekaan, Presiden Soekarno secara konsisten mengenakan jas yang identik dengan gaya militer pada saat beliau sedang berpidato dan juga tampil di publik. Sampai pada akhirnya jas tersebut menjadi identitas dari Presiden Soekarno. Sedikit banyak seragam paskibra pun terinspirasi oleh seragam angkatan darat milik Amerika Serikat.

Baca Juga  Urutan Pangkat TNI Lengkap, Darat, Laut Maupun Udara

Namun kini, baju paskibra mengalami perubahan, terutama untuk anggota paskibra putri. Jika sebelumnya paskibra putri harus mengenakan rok dengan panjang selutut dan kaos kaki dengan panjang selutut. Maka sejak dikeluarkannya Perpres Nomor 71 Tahun 2018, seragam paskibra putri diganti dengan celana putih panjang.

Perubahan ini terjadi bukan karena keputusan sepihak saja, melainkan merupakan proses penyusaian terhadap perpres baru yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi. Kebijakan ini berlaku untuk mentertibkan anggota paskibraka, terutama bagi mereka yang berjilbab. Tentunya juga telah melalui berbagai diskusi dan observasi sebelum dikeluarkan peraturan presiden ini.

Yel-Yel Paskibra

Yel-yel adalah salah satu hal yang melekat pada sejarah paskibra pada anggotanya. Setiap anggota paskibra di masing-masing tempat penugasan tentu memiliki yel-yelnya masing-masing. Adanya yel-yel ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa semangat yang harus selalu berkobar dan memperat tali kekeluargaan serta kekompakkan antar sesama anggota paskibra.

Hal inilah yang membuat yel-yel dianggap penting oleh seluruh anggota paskibra. Bisa dikatakan jika yel-yel ini adalah pemersatu mereka. Rasa lelah akibat latihan rutin sebelum hari kemerdekaan akan hilang jika yel-yel kembali dikumandangkan. Itulah mengapa yel-yel menjadi penyemangat bagi anggota paskibra.

Rasa lelah dan jenuh itu akan hilang sesaat setelah menyanyikan yel-yel paskibra. Setiap tahunnya masing-masing angkatan paskibra akan menciptakan yel-yelnya sendiri. Namun, peru diketahui jika pembuatan yel-yel ini tidak bisa sembarangan. Yel-yel harus mengandung unsur penyemangat dan dapat mengatasi jenuh yang kerap dirasakan oleh para paskibraka.

Paskibraka Nasional

paskibraka nasional
Images By: Quipper

Nasional adalah para pasukan paskibra yang bertugas untuk mengibarkan bendera sang saka merah putih di Istana Merdeka, Jakarta. Anggotanya berasal dari para paskibra yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia yang telah diseleksi terlebih dahulu.

Pada tingkat nasional, anggota paskibra terbagi menjadi dua pasukan, yakni pasukan yang bertugas mengibarkan bendera di pagi hari dan juga pasukan yang menurunkan bendera di sore hari. Biasanya kedua pasukan tersebut diberi nama pasukan merah dan juga pasukan putih. Berikut ini adalah formasi paskibra.

• Pasukan 17 berada di posisi paling depan sebagai pengiring yang dipimpin oleh Komandan Kelompok (DanPok) yang seluruhnya merupakan anggota paskibra.

• Kelompok 8 berada di posisi belakang pasukan 17 merupakan pasukan inti pembawa bendera. Ada empat anggota TNI/Polri yang menjadi pengawal dan satu paskibra putri pembawa bendera serta tiga paskibra putra yang bertugas sebagai pengibar/penurun bendera dan tiga paskibra putri di saf paling belakang sebagai pelengkap.

Baca Juga  Mengenal Isi Perjanjian Roem Royen dan Perundingannya

• Pasukan 45 berada di posisi paling belakang sebagai pasukan pengawal yang berasal dari anggota TNI/Polri dengan senjata lengkap. Pada tingkat nasional, pasukan 45 berasal dari anggota Paspampres.

Para pasukan ini dipimpin oleh Komandan Pasukan (Danpas) yang posisinya ada di sebelah kanan Komandan Kelompok (Danpok) Pasukan 17. Komandan Pasukan adalah perwira TNI/Polri dengan pangkat minimal letnan ataupun inspektur sampai dengan kapten ataupun Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Kedudukan anggota paskibra tentu saja sangat tinggi dan tidak main-main. Pasukan terpilih dianggap memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi sehingga dengan sepenuh hati siap sedia melakukan tugasnya sebagai pengibar bendera. Bahkan menjadi seorang anggota paskibra merupakan kebanggaan tersendiri bagi setiap orang.

Hal inilah yang membuat banyak pemuda-pemudi di seluruh Indonesia bermimpi untuk bisa menjadi anggota paskibra, terutama di tingkat nasional dan semoga saja artikel tentang pembahasan sejarah paskibra ini dapat menambah wawasan kalian.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

One thought on “Sejarah Paskibra: Lambang, Seragam Sampai Yel-Yelnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *