Latar Belakang dan Isi Perjanjian Tordesillas dan Saragosa

Perjanjian Tordesillas – Membahas tentang sejarah memang takkan ada habisnya, selain itu sejarah tidak akan terlepas dari yang namanya perjuangan rakyat-rakyat sampai adanya berbagai macam perjanjian-perjanjian yang mendasarinya dan Kali ini Saya akan membahas perjanjian tordesillas dan perjanjian Saragosa.

Perjanjian tordesillas merupakan perjanjian yang diciptakan anatara Negara Portugis dan Negara Spanyol yang ditandatangani pada tanggal 7 Juni 1994 di Tordesillas dan perjanjian ini dibuat dengan tujuan untuk menengahi konflik antara kedua Negara yaitu Portugis dan spanyol dalam klaim tanah baru yang ditemukan.

Perlu Kamu ketahui bahwa perjanjian Tordesillas dalam bahasa Portugis adalah Tratadi de Tordesilhas dan dalam bahasa Spansyolnya adalah Tratado de Tordesillas, dimana perjanjian ini sangat diperhatikan dengan baik oleh kedua Negara.

Namun, sayangnya perjanjian ini mengabaikan kekuatan-kekuatan dari Negara-negara lain di Eropa, bahkan kekuatan lain di Negara-negara Eropa pada umumnya tidak terlalu memperdulikan isi dari perjanjian Tordesillas terutama yang menjadi protestan dan reformasi protestan

Apakah Latar Belakang Perjanjian Tordesillas?

latar belakang perjanjian tordesillas
Dengan adanya perjanjian Tordesillas ini maka pembagian kekuasaan kedua Negara antara kerajaan Portugis dan Spanyol menghindari munculnya perang antara kedua Negara tersebut.

Dan sebelum lahirnya perjanjian Tordesillas terdapat kejadian-kejadian yang melatarbelakanginya dan salah satunya adalah dengan penuemua Benua Amerika dan Columbus.

1. Penemuan Benua Amerika Oleh Cristoper Columbus

Latar belakang pertama perjanjian Tordesillas adalah dengan adanya penemuan benua Amerika oleh Cristoper Columbus pada tahun 1492, dimana Cristoper Columbus atau yang lebih dikenal dengan sebutan Columbus merupakan seorang penjelajah yang lahir di Portugis, akan tetapi pada tahun 1485 setelah kematian istrinya, Columbus pindah ke Negara Spanyol bersama anaknya yang bernama Diego, lalu apakah alasan Ia pindah?

Ternyata alasan Ia pindah disebabkan oleh penguasa Portugis yang tidak memberinya dukungan untuk melakukan pelayaran untuk menuju ke sisi barat Negara Portugal.

Kemudian setelah Coulumbus pidah ke Negara Spanyol ia mendapatkan dukungan penuh dari raja Spanyol yang bernama Ferdinand II dan Isabella, bahkan raha Spanyol tersebut memberikan persetujuan untuk menjadikan Columbus sebagai gubernur di tanah yang ditemukannya.

Baca Juga  Perjanjian Bongaya: Cara Belanda Lemahkan Kesultanan Gowa

Sebagai timbal baliknya maka Columbus berjanji akan menyebarkan agama Kristin dan ia berjanji akan membawa pulang rempah-rempah, perak, sampai emas.

Dan pada tahun 1942 Columbus memulai penjelajahannya menuju kea rah Cina dan dalam pelayarannya tersebut ia menemukan sebuah pulau besar yang memisahkan antara kedua samudra yaitu samudra Atlantik dan Pasifik.
Diketahui bahwa benua itu adalah benua Amerika bagian Uatara dan Selatan dan pada saat ini lebih dijuluki dan dikenal sebagai “Dunia baru” atau “New World”.

2. Keputusan “Papal Bull”

Latar belakang perjanjian Tordesillas selanjutnya adalah dengan adanya keputusan kepausan dari seorang paus yang bernama Paus Alexander VI.

Awalnya setelah menemukan benua Amerika, Columbus kembali lagi ke Spanyol pada tahun 1943 dan sesampainya di Spanyol kemudian ia pergi untuk menemui Paus Alexander VI untuk menceritakan permasalahannya.

Kemudian setalah Paus Alexander VI mendengarkan kisah perjalanannya maka Ia memahami kebutuhan untuk membagi tanah yang baru ditemukannya itu, dimana pembagian tanah tersebut bertujuan untuk mencegah kebingungan kedua Negara tersebut yaitu Portugis dan Spanyol sehingga Ia mengeluarkan “keputusan Kepausan” atau “Papal Bull”.

Inti dari keputusan tersebut adalah dengan membagi wilayah kekusaaan anatara kedua Negara Portugis dan Spanyol dna pembagiannya dilakukan degan cara dibuatkan garis khayal yang membentang luas dari wilayah Utara ke wilayah Selatan.

Dalam perjanjian Tordesillas terdapat garis yang bernama demarkasi atau garis permisah yang terletak sejauh 300 mil atau 483 Km dari sebelah Barat Kepulauan Cape Verde,jadi tanah yang ditemukan di wilayah sebelah Barat garis demarkasi menjadi hak Negara Spanyol sedangkan disebalah wilayah Timur menjadi hak Negara Portugis.

Apakah Isi Perjanjian Tordesillas?

isi perjanjian tordesillas

Images By: Flickr.com

Perlu Kamu ketahui bahwa isi perjanjian Tordesillas adalah pembagian wilayah pelayaran antara kedua Negara yaitu Portugis dan Spanyol melalui perjanjian yang dilakukan sejak tanggal 4 Juni tahun 1474 dan akhirnya Negara Spanyol melakukan pelayaran kea rah Barat dari kepulauan yang benama Cape Verde.

Wilayah tersebut mencakup daerah Benua Amerika, hingg akhirnya tahun 1521 Negara Spanyol mampu berlayar hingga mencapai Negara Filipina, sedangkan Negara Portugis melakukan pelayaran kearah Timur yang bertujuan untuk mencari rempah-rempah terbaik di dunia sehingga akhirnya Negara ini sampai ke Maluku, Indonesia.

Dampak Perjanjian Tordesillas Bagi Indonesia

dampak perjanjian tordesillas
Setelah Negara Portugis masuk ke wilayah Maluku yang tujuan awalnya ingin menguasai rempah-rempah di daerah tersebut maka dampaknya adalah Portugis yang bisa masuk ke wilayah Maluku.

Negara Portugis sampai di Ternate, Maluku Uatara pada tahun 1521 sedangkan Negara Spanyol pada waktu yang sama sudah berhasil menguasai wilayah Todore, seperti yang dikutip dari laman Informazone.

Dan akhirnya terjadi perseturun diantara kedua Negara tersebut, karena secara wilayah geografik kerajaan Ternate terletak di wilayah selatan kerajaan Tidore dan letak pulau Maluku berada di anatara Pulau Sulawesi dan Papua sehingga wilayah-wilayah tersebut merupakan lokasi yang strategis dalam dunia perdagangan.

Perlu Kamu ketahui bahwa pada saat itu pulau Maluku sudah terkenal sebagai penghasil rempah-rempah terbaik dan terbesar di dunia sehingga mendapatkan julukan sebagai “The Spicy Island”, bahkan komuditisa utama perdagangan terbesar waktu itu merupakan rempah-rempah dan hal menyebabkan banyak pedagang dari berbagai Negara datang dengan tujuan untuk menguasai rempah-rempah yang berasal dari Maluku.

Baca Juga  Ketahui Sejarah Perundingan Linggarjati dan Isinya Disini

Sebelum kedatangan Negara Portugis dan Spanyol di Maluku, telah berdiri 4 kerajaan Islan di Maluku, yaitu kerajaan ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan dan setiap kerajaan dipimpin oleh seorang kolano yang semuanya berasal dari satu garis keturunan yaitu Ja’far Sadik yang merupakan kebangsaan Arab dan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Dan pada taun 1511 tepatnya bulan Desember, perwakilan Negara Portugis yang berkedudukan di Malaka mengirmkan 3 kapan ekspedisi pertama menuju ke Maluku yang diikuti oleh Antonio de Abreu dan Fransesco Serrao yang tibda di Ternate pada tahun 1512.

Sedangkan Negara spanyol akhirnya tiba di Tidore satu tahun setelahnya yaitu pada tahun 1522 dan akhirnya Negara Portugis yang dipimpin oleh Antonio de Brito berhasil mengusir Negara Spanyol dari Tidore dan sejak saat itulah Portugis mulai memonopoli perdagangan rempah-rempah dari pulau Maluku.

Mengenal Perjanjian Saragosa

perjanjian saragosa
Images By: Urusan Dunia

Perjanjian saragosa atau perjanjian Zaragoza ditandatangani pada tanggal 22 April tahun 1529 dimana merupakan hasil perjanjian antara kedua Negara Spanyol dan Portugis yang menentukan belahan Bumi bagian timur yang dibagi anatara dua kerajaan dengan garis bujur melalui 297,5 marine league atau 17 derajat untuk kepulauan Maluku Utara.

Perlu Kamu ketahui bahwa perjanjian ini merupakan kelanjutan dari perjanjian Tordesillas yang membagi wilayah belahan Barat aatara Negara Spanyol dan Portugal yang ditengahi oleh Paus yang menyaksikan kompetisi yang dilakukan oleh kedua Negara tersebut.
Karena hal tersbeut maka perjanjian Saragosa ini dibuat dimana perjanjian ini hasil yang lebih rinci yang dicapai oleh kedia belah pihak yaitu Negara Portugis dan Spanyol.

Isi Perjanjian Saragosa

Terdapat dua isi perjanjian saragosa yaitu:

1. Negara Spanyol harus meninggalkan wilayah Maluku dan memfokuskan kegiatannya di wilayah Filipina.

2. Negara Portugis terus melakukan kegiatan perdagangan di wilayah Maluku.

Perjanjian Saragosa dibentuk pada tanggal 22 April 1529 ketika perjanjian Saragosa dibentuk di kota Saragosa yang ditengahi oleh Paus Alexander VI.

Dan perjanjian Saragosa ini ditandatangani oleh Raja John II dan Kisar Charles V, dimana perjanjian ini adalah bentuk perjanjian yang menemtukan kegiatan bagian timus Spanyol dan wilayah Maluku Selatan.

Hasil Perjanjian Saragosa:

raja columbus dan isabella
Images By: Google

1. Bumi terbagi menjadi dua pengaruh, yaitu pengaruh Negara Spanyol dan pengaruh Negara Portugis.

2. Wilayah Spanyol membentang wilayahnya dari Negara Meksiko ke barat ke pulau-pulau Filipina

3. Negara Portugis membentang wilayahnya dari Brasil ke timur ke pulau-pulau Maluku dan daerah-derah di sebelah barat garis saragosa merupakan kontrol Portugis.

Tujuan Perjanjian Saragosa

Tujuan perjanjian Saragosa adlaah bahwa pasukan Negara Portugis dan Spanyol tidak akan bersaing satu sama lain untuk kerajaan maupun koloni sehingga perjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak yang berseteru yaitu Spanyol dan Portugis dan kemudian perjanjian ini disepakati bersama yang dikutip dari laman Gurupendidikan.

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai perjanjian Tordesilas dan perjanjian saragosa dan semoga saja dengan membaca sejarah pengatuhan Sahabat Tedas.id semakin bertambah luas.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *