Sejarah, Raja dan 7 Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara – Di Indonesia ada cukup banyak kerajaan-kerajaan yang memiliki perjalanan sejarahnya yang cukup penting. Apalagi beberapa kerajaan yang ada di Indonesia ini juga muncul dengan agama yang disebarkannya masing-masing. Nah, salah satu kerajaan yang memiliki sejarah cukup unik adalah Kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan Tarumanegara atau yang dikenal dengan Kerajaan Tarum ini adalah kerajaan Hindu tertua di urutan kedua setelah Kerajaan Kutai. Kerajaan ini juga berkuasa di wilayah barat Pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke 7-Masehi.

Hal ini bahkan dibuktikan dengan adanya beberapa peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang masih ada sampai saat ini. Hal ini terbukti bahwa sampai saat ini masih ada peninggalan bersejarahnya baik candi, prasasti dan lain sebagainya.

Asal Muasal Nama Tarunanegara

Untuk Nama Tarumanegara ini berasal dari kata Tarum dan Nagara. Bahwa Tarum memiliki arti sungai yang membelah Jawa Barat yaitu Sungai Citarum. Akan tetapi, ada juga yang menyebutkan bahwa kata

Tarum ini berasal dari nama tanaman warna yang letaknya juga berada di Sungai Citarum. Untuk Nagara sendiri artinya adalah negara atau kerajaan.
Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan yang memiliki aliran Wisnu. Kerajaan ini juga didirikan oleh seorang raja yang bernama Raja Jayasingawarman di tahun 358 Masehi.

Salah satu bukti kongkrit atas ini berada dalam isi naskah Wangsakerta. Pada masa itu, Raja Jayasingawarman ini akan mendapatkan sebuah gelar yaitu Rajadiraja.

sejarah kerjaan tarumanegara
Images By: Travel Tempo

Mengenal Sejarah Kerajaan Tarumanegara

Sebelum mengetahui apa saja peninggalan kerajaan Tarumanegara, maka Anda semua wajib untuk mengetahui sejarah Kerajaan Tarumanegara terlebih dahulu. Berdasarkan naskah Wangsakerta, pada abad ke-4

Masehi, beberapa wilayah di Indonesia didatangi oleh sejumlah pengungsi dari India. Pengungsi ini mencari perlindungan karena terjadi peperangan yang besar.

Para pengungsi tersebut berasal dari daerah Kerjaan Palawa dan Calankayana dari India. Sedangkan salah satu rombongan yang berasal dari Calankayana ini dipimpin oleh seorang Mahaersi. Mahaersi tersebut bernama Jayasingawarman. Jayasingawarman ini mendapatkan sebuah persetujuan dari raja yang berkuasa di Jawa Barat yaitu Dewawarman VII Raja Salakanagara.

Baca Juga  Latar Belakang dan Isi Perjanjian Tordesillas dan Saragosa

Raja Salakanagara ini ditugaskan untuk membuka tempat pemukiman yang baru. Untuk tempat pemukiman tersebut diberi sebuah nama Tarumadesya atau (Desa Taruma) yang letaknya juga dekat dengan Sungai Citarum. Lalu, sepuluh tahun kemudian, pemukiman Tarumadesya ini sering didatangi oleh para penduduk desa lain.

Hadirnya sejumlah penduduk desa lain membuat desa ini menjadi kian terkenal dan berkembang secara pesat. Kemudian, pada akhirnya Jayasingawarman ini membentuk sebuah kerajaan dan dinamakan dengan Kerajaan Tarumanegara.

Silsilah Raja yang Memerintah Kerajaan Tarumanegara

letak kerajaan tarumanegara
Images By: Perjuanganislami.

Untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Kerjaaan Tarumanegara, maka Anda juga bisa mengetahui berdasarkan silsilah dari raja yang memerintah dari Kerajaan Tarumanegara ini sendiri. Beberapa silsilahnya adalah:

• Jayasingawarman (358-382)

• Dharmayawarman (382-395)

• Purnawarman (395-434)

• Wisnuwarman (434-455)

• Indrawarman (455-515)

• Candrawarman (515-535)

• Suryawarman (535-561)

• Kertawaman (561-628)

• Sudhawarman(628-639)

• Hariwangsawarman (639-640)

• Nagajayawarman (640-666)

• Linggawarman (666-669)

Masa Kerajaan Tarumanegara

lokasi kerajaan tarumanegara
Images By: Romadecade.org

Sejak berdirinya kerajaan ini, Kerajaan Tarumanegara mengalami masa kejayaan hanya 3 generasi saja. Masa keemasan Tarumanegara yaitu ketika dipimpin oleh raja ke-3 yang memiliki nama Purnawarman. Purnawarman ini sendiri adalah cucu dari Rajadirajagu Jayasingawarman.

Pada masa kepemimpinan Purnawarman, Tarumanegara memiliki perkembangan yang begitu pesat. Bahkan Raja Purnawarman ini memperluas wilayah mereka dengan cara menundukkan kerajaan-kerajaan yang berada di sekelilingnya. Bahkan tidak hanya memperluas wilayahnya saja, melainkan melakukan ekspansi ke kerajaan yang di sekitar kekuasannya saja.

Baca Juga  Mengenal Isi Perjanjian Roem Royen dan Perundingannya

Purnawarman juga nantinya membangun beberapa infrastruktur yang bisa mendukung perekonomian kerajaan. Nah, salah satunya adalah Singai Gomati dan Candrabaga. Ketika pembangunan kedua sungai tersebut, Raja Purnawarman selaku pemimpin kerajaan Tarumanegara menyumbangkan kurban sebanyak 100 ekor sapi.

Dengan adanya perluasan wilayah, kerajaan ini ah memiliki luas wilayah yang bahkan sebanding dengan luas Jawa Barat. Sehingga, Raja Purnawarman ini dikenal sebagai raja yang kuat, arif dan juga bijaksana kepada para rakyatnya. Selain itu, dia juga menyusun pustaka baik peraturan angkatan perang, siasat perang, dan juga merancang undang-undang kerajaan yang memajukan bagi kerajaan serta rakyatnya.

Bagaimana Kehidupan Kerajaan Tarumanegara?

kerajaan tarumanegara
Images By: Wikipedia

Sama halnya dengan beberapa kerajaan lain yang ada di Indonesia, Kerajaan Tarumanegara ini juga memiliki kehidupan politik, social, budaya dan juga ekonomi.

Di dalam kehidupan politik, hanya Raja Purnawarman saja yang bisa memberikan kesejahteraan kepada para rakyatnya. Hal ini terlihat dari adanya peninggalan Kerajaan Tarumanegara khususnya prasasti.

Runtuhnya Kerajaan Tarumanegara

Runtuhnya Kerajaan Tarumanegara ini ketika kerajaan dipimpin oleh raja ke-13 yaitu Raja Tarusbawa. Sedangkan untuk penyebab runtuhnya kerajaan ini karena tidak adanya kepemimpinan di kerajaan tersebut. Sebab, Raja Tarusbawa ini lebih menginginkan untuk memimpin kerajaan kecilnya dan letak kerajaan Tarumanegara tersebut di hilir Sungai Gomati.

Bukan hanya itu saja, alasan lain runtuhnya Kerajaan Tarumanegara karena adanya gempuran dari beberapa kerajaan yang ada pada masa itu. Apalagi Kerajaan Majapahit juga merupakan kerajaan yang memiliki peranan cukup penting dalam keruntuhan dari Kerajaan Tarumanegara ini.

Kemudian, kepemimpinan akan dilanjutkan oleh Sudawarman. Ketika dipimpin oleh Sudawarman, Kerajaan Tarumanegara sudah mengalami kemunduran yang sangat drastic. Kemunduran itu disebabkan oleh beberapa alasan dan diantara alasannya adalah:

• Sudawarman tidak perduli terhadap masalah-masalah yang terjadi di kerajaan. Karena dari kecil, Sudawarman tinggal di Kanci.

• Sudawarman tidak menguasai persoalan mengenai Tarumanegara.

• Memberikan ekonomi pada raja-raja yang berada di bawahnya.

Letak Kerajaan Tarumanegara

Untuk lokasi Kerajaan Tarumanegara ini berada di wilayah sekitar Jawa Barat. Wilayah tersebut semakin meluas seiring dengan perkembangan kerajaan ini setelah dipimpin oleh seorang raja. Raja tersebut bernama Purnawarman. Raja Purnawarman ini sendiri adalah sosok seorang raja yang sangat pandai dalam berperang.

Raja Purnawarman ini sendiri berhasil dalam melakukan ekspansi maupun perluasan kawasan kemudian berperang dan menaklukkan terhadap Kerajaan Salakanagara. Di mana sebelumnya juga ikut berkuasa di Tanah Sunda. Melalui ekspansi tersebut, wilayah dan letak Kerajaan Tarumanegara kian meluas sampai daerah Jakarta (Tanjung Priok) dan juga Banten.

Beberapa Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

prasasti tarumanegara
Images By: Cagarbudaya.kemendikbud.go.id

Ada banyak peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang saat ini juga menjadi sangat bersejarah bahkan sudah diperbincangkan oleh banyak orang. Salah satu peninggalan dari Kerajaan Tarumanegara ini sendiri adalah Prasasti Tarumanegara. Ada 7 buah prasasti yang ditinggalkan oleh kerajaan Hindu ini dan diantaranya adalah:

1. Prasasti Ciaruteun

Prasasti ini ditemukan di tepi sungai Ciarunteun yaitu dekat dengan sungai Cisanade Bogor. Pada saat itu, Raja Purnawaarman ini sendiri menemukan sepasang lukisan dengan gambar telapak kaki. Diperkirakan gambar tersebut adalah telapak kaki dari Dewa Wisnu.

2. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti ini memiliki bentuk bekas kaki gajah. Rajah Airwata ini adalah gajah tunggangan Dewa Wisnu. Prasasti ini ditemukan di Kampung Muara Hilir di Kecamatang Cibungbuang dan ditulis menggunakan Huruf Pallawa dan juga Bahasa Sansekerta.

3. Prasasti Tugu

Prasasti Tugu ini adalah salah satu prasasti yang memiliki 5 baris dan ditulisi menggunakan aksara Pallawa dan juga Bahasa Sansekerta. Benda peninggalan Kerajaan Tarumanegara ini ditemukan di Tugu, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

4. Prasasti Jambu

Prasasti Jambu ditemukan di Bukit Koleangkak Bogor. Untuk isi dari prasasti ini sendiri tentang sanjungan kebesaran, kegagahan dan juga keberanian dari Raja Purnawarman. Di dalam prasaasti ini juga terdapat keterangan puisi 2 baris yang menggunakan aksara Pallawa dan juga Bahasa Sansekerta. Pada Prasasti Jambu ini juga terukir sepasang telapak kaki.

5. Prasasti Muara Cianten

Prasasti ini adalah prasasti yang bahkan belum bisa terbaca. Hal ini dikarenakan muara Cianten ini ditemukan di Bogor menggunakan aksara ikal.

Baca Juga  Unsur Unsur Terbentuknya Negara Baru Agar Diakui Dunia

6. Prasasti Cidanghiyang

Prasasti Cidanghiyang ditemukan di kampung Lebak, pinggir sungai Cidanghiyang, Pandeglang, Banten pada tahun 1947. Prasasti yang ditulis menggunakan huruf pallawa dan bahasa sansekerta ini juga disebut dengan nama prasasti Lebak.

7. Prasasti Pasir Awi

Prasasti ini ditemukan di Leuwiliang dengan aksara ikal, sehingga belum dapat dibaca. Pada prasasti pasir awi terdapat pahatan gambar dahan dengan ranting, dedaunan, buah-buahan dan gambar telapak kaki.

Jadi, itulah sebagian peninggalan Kerajaan Tarumanegara beserta dengan letak ditemukannya, bahkan juga sejarah Kerajaan Tarumanegara, lokasi Kerajaan Tarumanegara, dan masih banyak lagi sejarah penting lainnya dari Kerajaan Tarumanegara.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *