Awal Mula, Silsilah Serta 6 Peninggalan kerajaan Singasari

Peninggalan kerajaan Singasari – Kerajaan Singasari atau yang disebut juga Singosari atau Singhasari merupakan salah satu Kerajaan Hindu dan Buddha yang terletak di Jawa Timur.

Letak Kerajaan Singasari pada waktu sekarang diperkirakan di daerah Singasari, Malang. Kerajaan Singasari merupakan kerajaan yang didirikan pada tahun 1222 oleh Ken Arok yang dalam Nagarakretagama ibu kotanya disebut Singhasari.

Meskipun dikenal sebagai Kerajaan Singasari, namun dalam Prasasti Kudadu, disebutkan bahwa awalnya kerajaan ini dikenal dengan nama Kerajaan Tumapel. Singasari atau Singhasari merupakan ibu kota dari Kerajaan Tumapel yang dalam perkembangannya nama Singasari lebih dikenal dibanding Tumapel sehingga kerajaan tersebut dikenal dengan nama Kerajaan Singasari.

silsilah kerajaan singasari
Images By: Wikipedia

Awal Mula Berdiri

Sebelum menjadi kerajaan, awalnya Tumapel merupakan bagian dari Kerajaan Kediri. Pada saat itu, Tumapel dipimpin oleh seorang akuwu yang kedudukannya pada saat ini setara Camat yaitu Tunggul Ametung. Tunggul Ametung memiliki seorang istri bernama Ken Dedes yang kemudian diperistri oleh pengawal Tunggul Ametung, yaitu Ken Arok.

Kisah awal berdirinya Kerajaan Singasari disebutkan dengan kisah yang berbeda-beda pada tiga sumber. Sumber tersebut adalah kitab Pararaton, Nagarakretagama dan Prasasti Mula Manurung. Dalam Nagarakretagama, kisah pendirian Kerajaan Tumapel disebutkan namun tidak disebutkan nama Ken Arok.

Pendiri Kerajaan Tumapel pada Nagarakretagama disebutkan bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Raja Kediri yaitu Kertajaya. Berbeda dengan kisah pada Nagarakretagama, nama Ken Arok disebutkan pada kitab Pararaton sebagai pendiri Kerajaan Tumapel yang kemudian lebih dikenal sebagai Kerajaan Singasari.

Baca Juga  11 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Masih Ada

Dalam Pararaton, disebutkan bahwa Ken Arok yang awalnya merupakan pengawal tunggul Ametung merebut posisi akuwu dari Tunggul Ametung menggunakan tipu muslihat. Setelah mengambil posisi akuwu dari
Tunggul Ametung, ken Arok memperistri Ken Dedes yang sebelumnya merupakan istri dari akuwu sebelumnya yaitu Tunggul Ametung.

Setelah menjadi akuwu, Ken Arok berusaha untuk memisahkan Tumapel dari Kerajaan Kediri. Pada tahun 1254, disebutkan di dalam Pararaton bahwa terjadi perseteruan antara kaum Brahmana dengan Raja Kertajaya dari Kerajaan Kediri. Perseteruan tersebut dimanfaatkan oleh Ken Arok untuk memisahkan Tumapel dari kekuasaan Kerajaan Kediri.

Tumapel berhasil memisahkan diri dari Kerajaan Kediri dan berdiri sebagai kerajaan karena para Brahmana bergabung dengan Ken Arok. Saat itulah Ken Arok diangkat menjadi Raja Tumapel yang pertama dengan gelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Konflik dengan Kerajaan Kediri berakhir dengan Perang Ganter yang terjadi di Desa Ganter yang kemudian dimenangkan oleh pihak Tumapel.

Dalam Prasasti Mula Malurung, disebutkan bahwa Bhatara Siwa merupakan pendiri Kerajaan Tumapel. Nama tersebut diperkirakan merupakan gelar anumerta dari Ranggah Rajasa alias Ken Arok karena dalam Nagarakretagama disebutkan bahwa arwah pendiri Kerajaan Tumapel dipuja sebagai Siwa. Hal ini senada dengan Pararaton yang menyebutkan bahwa Ken Arok menggunakan julukan Bhatara Siwa sebelum maju berperang dengan Kerajaan Kediri.

silsilah kerjaan siangasari

Images By: Satujam.com

Sisilah Kerajaan Singasari

Silsilah Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok yang menyebutkan siapa saja yang menjadi penguasa Singasari. Silsilah tersebut tidak berhenti pada Kerajaan Singasari saja tetapi terus berlanjut ke Kerajaan Majapahit yang menjadi penerus setelah runtuhnya Kerajaan Singasari.

Terdapat dua versi yang berbeda yang memberikan informasi terkait silsilah Kerjaan Singasari, yaitu versi Nagarakretagama dan versi Pararaton. Dalam Pararaton, disebutkan bahwa selama Kerajaan
Singasari berdiri, terdapat 5 orang Raja yang pernah berkuasa dengan raja pertama yaitu Ken Arok yang bergelar Sang Rajasa Amurwabhumi yang memerintah pada tahun 1222 – 1247.

Setelah ken Arok, Kerajaan Singasari dipimpin oleh Anusapati pada tahun 1247 – 1249 yang kemudian diikuti oleh Tohjaya pada tahun 1249 – 1250. Kerajaan Singasari kemudian dipimpin oleh raja keempatnya yaitu Ranggawuni alias Wisnuwardhana pada 1250 – 1272. Silsilah Kerjaan Singasari berakhir pada raja kelima yaitu Kertanegara yang memimpin pada 1272 – 1292.

Dalam Nagarakretagama, disebutkan bahwa raja-raja yang pernah berkuasa pada masa berdirinya Kerajaan Singasari adalah Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 – 1227), Anusapati (1227 – 1248), Wisnuwardhana (1248 – 1254) dan Kertanagara (1254 – 1292).

Pada kedua versi tersebut, terdapat perbedaan dalam kisah suksesi raja-raja Singasari alias Tumapel. Pada Pararaton, disebutkan bahwa kisah suksesi raja-raja tersebut diwarnai oleh pertumpahan darah karena balas dendam karena sejak awal Ken Arok mengambil Tumapel dari Tunggul Ametung menggunakan cara yang licik, sementara memperistri ken Dedes.

Berbeda dengan kisah Pararaton, kisah suksesi raja-raja Tumapel pada Nagarakretagama tidak menyebutkan kisah pembunuhan dan pertumpahan darah dalam perebutan kekuasaan Kerajaan Singasari. Hal ini dianggap wajar karena Nagarakretagama adalah kitab pujian terhadap Raja Majapahit yaitu Hayam Wuruk sehingga peristiwa buruk tersebut dianggap sebagai aib.

letak kerajaan singasari

Images By: Pelajaran.com

6 Peninggalan Kerajaan Singasari

Sebagai kerajaan yang pernah berjaya di masa lalu, Kerajaan Singasari memiliki beberapa peninggalan. Peninggalan Kerajaan Singasari bermacam-macam mulai dari candi, arca hingga prasasti. Candi yang menjadi peninggalan kerajaan ini adalah candi singasari, candi jago, candi kidal, candi sumberawan, dan candi jawi.

Selain meninggalkan candi, Kerajaan Singasari juga meninggalkan sebuah arca yaitu arca dwarapala yang merupakan satu-satunya arca yang menjadi peninggalan Kerajaan Singasari. Berikut penjelasan tentang candi dan arca yang ditinggalkan oleh Kerajaan Singasari:

1. Candi Singasari

Candi Singasari terletak di Singasari, Kabupaten Malang yaitu di lembah antara Gunung Arjuna dan Pegunungan Tengger. Dalam Nagarakretagama dan Prasasti Gajah Mada disebutkan bahwa candi ini merupakan kediaman terakhir dari Raja Kertanegara.

2. Candi Jago

Candi Jago merupakan peninggalan Kerajaan Singasariyang bentuknya unik karena susunannya yang berupa teras punden berundak yang bagian atasnya hanya tersisa sebagian. Candi yang disebut pernah disambar petir ini diperkirakan merupakan candi yang digunakan Raja Kertanegara untuk beribadah.

3. Candi Kidal

Candi Kidal merupakan candi yang dibangun sebagai tanda penghormatan kepada raja kedua Kerajaan Singasari yaitu Anusapati yang memerintah selama kurang lebih 20 tahun sejak tahun 1227 hingga 1248.

4. Candi Sumberawan

Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan pada lokasi kurang lebih 6 kilometer dari Candi Singasari. Candi ini letaknya di dekat telaga yang airnya sangat jernih dan pemandangan yang dilihat dari candi ini terlihat indah sehingga dinamakan Candi Sumberawan.

Baca Juga  Unsur Unsur Terbentuknya Negara Baru Agar Diakui Dunia

5. Candi Jawi

Candi peninggalan Kerajaan Singasariyang terletak di pertengahan jalan raya antara Pandaan – Prigen serta Pringebukan ini merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan abu dari Raja Kertanegara. Meski begitu, candi ini sering dikira tempat ibadah bagi umat Buddha.

6. Arca Dwarapala

Arca yang merupakan satu-satunya arca yang ditinggalkan oleh Kerajaan Singasari ini memiliki ukuran yang sangat besar dan berbentuk seperti monster. Arca Dwarapala disebut-sebut sebagai tanda masuknya seseorang ke wilayah Kotaraja Singasari. Namun karena letak Kotaraja tidak dapat ditemukan dengan pasti, arca ini dikategorikan sebagai peninggalan Kerajaan Singasari.

prasasti kerajaan singasari

Images By: Satujam.com

Prasasti Kerajaan Singasari

Selain meninggalkan candi dan juga arca, Kerajaan Singasari juga meninggalkan prasasti. Prasasti peninggalan Kerajaan Singasari ada empat yaitu prasasti singasari, prasasti wurare, prasasti manjusri dan prasasti mula malurung. Berikut penjelasan singkat tentang prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Singasari:

1. Prasasti Singasari

Prasasti peninggalan Kerajaan Singasari ini ditemukan di daerah Singasari, Kabupaten Malang. Prasasti yang dibuat pada tahun 1351 Masehi dan ditulis menggunakan aksara jawa ini dibuat untuk mengenang pembangunan candi pemakaman oleh Mahapatih Gajah Mada. Prasasti ini berisi tanggal serta penggambaran letak benda angkasa serta maksud dan arti dari prasasti ini.

2. Prasati Wurare

Prasasti ini dinamakan Prasasti Wurare karena merupakan sebuah peringatan penobatan arca Mahaksobhya di tempat yang disebut Wurare. Prasati ini dibuat sesbagai penghormatan sekaligus pelambang bagi Raja Kertanegara yang dianggap telah mencapai derajat Jina. Prasasti ini ditulis menggunakan bahasa Sansekerta dan bertanggal 21 November 1289.

3. Prasasti Manjusri

Prasati ini merupakan prasasti Kerajaan Singasari yang berbentuk manuskrip yang dibuat di bagian belakang arca Manjusri pada tahun 1343. Prasasti ini awalnya disimpan di Candi Jago, namun prasasti ini sekarang disimpan di Jakarta yaitu di Museeum Nasional.

4. Prasasti Mula Malurung

Prasasti ini berbentuk lempengan-lempengan tembaga yang diterbitkan Raja Kertanegara atas perintah ayahnya pada tahun 1255. Prasasti ini merupakan piagam penganugerahan sekaligus pengesahan Desa Mula dan Desa Malurung pada seorang yang bernama Praranaja.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *