Pengertian, Ciri-Ciri dan 3 Contoh Konjungsi Temporal

Konjungsi Temporal – Di dalam mempelajari Bahasa Indonesia, pastinya ada banyak susunan kata yang harus kita pahami dengan baik dan benar. Apalagi soal kata hubung, tanda bac, EYD, dan lainnya.

Tanpa adanya tanda baca bahkan tanda hubung yang tepat, maka kalimat yang akan dihasilkan pun akan sangat rancu, dan salah satunya adalah konjungsi.

Konjungsi atau yang biasa disebut dengan kata sambung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan kara-kata, kemudian ungkapan atau kalimat-kalimat dan sebagainya, bahkan tidak juga ada tujuan maupun maksud yang lainnya. Konjungsi tersebut tidak akan dihubungkan dengan objek, konjungsi juga tidak akan menerangkan kata.

Pengertian Konjungsi Temporal

pelajaran
Konjungsi yang bisa Anda pelajari adalah konjungsi temporal. Untuk pengertian konjungsi temporal adalah kata konjungsi maupun kata hubung yang bisa digunakan untuk menerangkan hubungan waktu dari dua hal maupun peristiwa yang berbeda-beda. Kata ini bahkan termasuk sebagai kata hubung yang begitu erat kaitannya karena berhubungan dengan waktu.

Kata konjungsi jenis ini nantinya memiliki sebuah fungsi untuk menjabarkan secara kronologi dari suatu keadaan maupun sebuah peristiwa. Hal ini bahkan bisa menjadikan kalimat yang mudah untuk dipahami akan maksud dari ini dan itu.

Ciri Ciri Konjungsi

Untuk memahami tentang sebuah kata sambung atau konjungsi temporal, maka akan lebih baik apabila Anda mengetahui beberapa ciri-cirinya sebagai berikut ini:

• Kalimat terletak di tengah jika menghubungkan antar kata.

• Jika menghubungkan antar kalimat maka harus diiringi dengan koma.

• Memiliki subjek yang sangat baik ketika menghubungkan antar kata maupun antar kalimat.

Mengenal Jenis-Jenis Konjungsi

kuliah
Ada juga beberapa jenis konjungsi yang wajib Anda ketahui. Nah, untuk beberapa jenis konjungsinya adalah:

1. Konjungsi antar klausa

Konjungsi antar klausa ini adalah sebuah kata penghubung antara 2 buah klausa maupun lebih. Ada 3 macam konjungsi antr klausa dan diantaranya adalah konjungsi relative, konjungsi subordinatif, dan konjungsi koordinatif.

2. Korelatif

Konjungsi korelatif berfungsi untuk menghubungkan dua kata, frasa dan juga klausa yang memiliki sebuah statis konjungsi yang setara. Konjungsi yang termasuk di dalam konjungsi korelatif yaitu:

• Entah … entah …

• Bukan hanya … melainkan …

• Tidak hanya … tetapi (juga) …

• Sedemikian rupa … sehingga …

• Baik … maupun …

• Jangankan … pun …

• Subordinatif

Baca Juga  Unsur Unsur Terbentuknya Negara Baru Agar Diakui Dunia

Berbeda dengan konjungsi sebelumnya yaitu konjungsi korelatif, untuk konjungsi subordinatif ini adalah sebuah konjungsi untuk menghubungkan 2 kata, frasa maupun klausa yang memiliki status konjungsi bertingkat. Konjungsi subordinatif ini juga meliputi beberapa hal sebagai berikut ini:

• Pengandaian, konjungsinya adalah andaikan, seandainya, sekiranya.

• Syarat, konjungsinya adalah kalua, asalkan, bila, jika.

• Waktu, konjungsinya adalah sesudah, sebelum, sementara, selama, sehingga, sambil, setelah, sejak, ketika.

• Tujuan, konjungsinya adalah agar, supaya.

• Cara, konjungsinya adalah dengan.

• Penjelasan, konjungsinya adalah bahwa.

• Pemiripan, konjungsinya adalah seakan-akan, seperti, seolah-olah, sebagaimana.

• Sebab, konjungsinya adalah sebab, karena, oleh karena.

• Konsesif, konjungsinya adalah walaupun, biarpun, sekalipun, meskipun.

3. Koordinatif

Hampir memiliki kesamaan dengan konjungsi korelatif. Namun, perbedaanya yaitu konjungsi ini terjadi hanya pada klausa-klausa yang sederhana. Untuk kata penghubung yang termasuk di dalam konjungsi koordinatif ini meliputi dan, tetapi, atau.

4. Konjungsi Antar Kalimat

Sebuah kalimat bisa dihubungkan dengan kalimat-kalimat yang lain menggunakan sebuah konjungsi antar kalimat. Untuk beberapa konjungsi antar kalimat diantaranya adalah:

• Konjungsi (dengan demikian, akibatnya), artinya adalah konsekuensi atau akibat

• Konjungsi (Sebaliknya, berbeda dengan), artinya adalah kebalikan.

• Konjungsi (kemudian, selanjutnya, setelah itu), artinya adalah keadaan setelahnya.

• Konjungsi (sebenarnya, sesungguhnya, bahwasannya), artinya adalah keadaan sebenarnya.

• Konjungsi (malahan, bahkan, tak hanya itu), artinya adalah keadaan sebelumnya.

• Konjungsi (akan tetapi, sayangnya, namun), artinya adalah mempertentangkan keadaan sebelumnya.

• Konjungsi Antar Paragraf

Untuk sebuah contoh dari penggunaan konjungsi antar paragraph ini bisa Anda simak contohnya:

Apabila Anda memiliki sejumlah obat-obatan yang bahkan sudah kadaluarsa, sebaiknya jangan kalian buang ke te,pat sampah. Jika dilakukan, maka seluruh obat-obatan tersebut dikhawatirkan akan mencemari tanah dan air, jika sewaktu-waktu obat-obatan tersebut mengenai ait atau mengenai tanah.

Untuk solusinya, maka obat yang sudah kadaluarsa bisa dikembalikan ke apotek maupun rumah sakit agar obat-obatan yangt sudah kadaluarsa bisa dimusnahkan.
Untuk jawaban dari kalimat konjungsinya adalah: Sebagai solusinya, jika Anda memiliki obat-obatan yang sudah kadaluarsa, jangan dibuang ke tempat sampah melainkan bisa Anda kembalikan ke apotek maupun rumah sakit.

5. Konjungsi Berdasarkan Fungsi

Apabila kita melihat dari fungsi konjungsi ini sendiri, maka akan dibagi kembali menjadi beberapa kelompok. Beberapa contohnya diantaranya adalah:

• Konjungsi (Aditif), Contohnya adalah: dan, serta, lagipula.

• Konjungsi (Pertentangan), Contohnya adalah: tetapi, sedangkan, akan tetapi, sebaliknya, namun.

• Konjungsi (Disjungtif), Contohnya adalah: maupun, baik, entah, atau.

• Konjungsi (Waktu), Contohnya adalah: setara (sebelumnya), setelahnya (bertingkat), ketika (bila, sampai, demi, sementara).

• Konjungsi (Final), Contohnya adalah: supaya, agar, untuk.

Mengenal Macam-Macam Contoh Konjungsi Temporal

contoh konjungsiKonjungsi temporal ini memiliki berbagai macam. Nah, untuk beberapa macam yang bisa Anda ketahui diantaranya sebagai berikut ini:

1. Konjungsi Temporal Sederajat

Untuk konjungsi temporal sederajat ini adalah sebuah kata hubung waktu sederajat yang juga termasuk sebagai kata sambung dengan sifat yang sama maupun sederajat.

Kata hubung ini biasanya juga bisa digunakan pada sebuah kalimat majemuk yang bersifat setara. Konjungsi ini juga tidak boleh ditempatkan pada bagian awal atau akhir kalimat, melainkan di tengah kalimat.

Untuk sebagian contoh konjungsi temporal adalah:

• Sebelumnya

• Selanjutnya

• Setelahnya

• Lalu

• Kemudian

• Sesudahnya

Baca Juga  Jangan Pusing, Ini Cara Menghitung Passing Grade

Sedangkan untuk sebagian contoh kalimat konjungsi sederajat ini sendiri adalah:

• Okta sedang mencuci baju, sebelumnya ia telah mengepel halaman

• Rully pergi untuk bermain bersama kawannya, sebelumnya ia telah mengerjakan tugas-tugas sekolah.

• Nadia akan bekerja di bidang IT, sebelumnya ia telah mengikuti kursus computer.

• Indri berhasil menjadi juara pertama lomba menulis, sebelumnya ia sempat menjadi juara dua.

• Putri merupakan pengusaha sepatu yang sukses, sebelumnya ia hanya penjual kaki lima.

2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

konjungsi sederajat
Untuk konjungsi temporal tidak sederajat ini adalah salah satu kata sambung yang akan menghubungkan beberapa kalimat yang bertingkat maupun tidak sederajat. Untuk kata hubung ini juga bisa digunakan untuk jenis kalimat majemuk.

Konjungsi ini bahkan bisa terletak di awal kalimat, tengah kalimat, sampai dengan di akhir kalimat. Untuk sebagian contohnya adalah:

• Sambil

• Bila

• Demi

• Sementara

• Sebelum

• Sejak

• Apabila

• Waktu

• Tatkala

• Ketika

• Semenjak

• Sebagainya

• Manakala

Sedangkan untuk sebagian contoh kalimat dari konjungsi tidak temporal sederajat yaitu:

• Abdul banting tulang sejak Ayahnya berhenti pensiun.

• Dedy belajar giat sejak nilai bahasa Indonesiaku jelek.

• Demi mendapatkan uang untuk beli obat ayahnya, Merry rela berjualan koran setiap pagi.

• Fadi baru saja membantu pekerjaan Ibunya demi mengurangi beban orang tuanya tersebut.

• Ketika aku mengerjakan tugas sekolah, adikku datang mengganggu.

Demikianlah informasi akan pengertian konjungsi temporal yang harus Anda kuasai apabila Anda akan membuat sebuah kalimat. Anda juga sudah diberikan sebuah informasi mulai dari ciri-ciri, jenis sampai dengan macam dari konjungsi temporal ini sendiri. Anda bisa menggunakan kata maupun kalimat sambung dari beberapa contoh yang sudah disebutkan di atas.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *