Kalimat Majemuk Setara, Ciri-Ciri Dan Contohnya

Kalimat Majemuk Setara – Bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran yang ada di semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Sebagai bahasa nasional, memang sudah sepantasnya setiap generasi muda mengerti dan mempelajari bahasa Indonesia yang juga merupakan bahasa persatuan bangsa.

Di dalam mata pelajaran ini ada banyak sekali sub materi yang harus dipelajari. Salah satu diantaranya adalah kalimat majemuk. Nah, kalimat majemuk ini terbagi dalam dua jenis, yakni kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, kalimat majemuk rampatan, dan kalimat majemuk campuran.

Sering kali banyak siswa yang kebingungan dalam memahami jenis-jenis kalimat majemuk tersebut. Padahal sebenarnya kalimat majemuk merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh seorang penulis. Maka dari itu, Anda harus benar-benar memahami kalimat majemuk agar dapat membuat kalimat sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Di dalam kalimat majemuk setara terdapat anak kalimat dan induk kalimat atau yang biasa disebut dengan klausa. Klausa ini adalah perpaduan satu objek serta satu predikat dan dapat ditambahkan dengan objek, keterangan, dan lain-lain. Untuk kalimat majemuk, maka objek dan predikat tersebut ada lebih dari satu.

Struktur kalimat yang terdapat dalam jenis kalimat majemuk ini sering disebut juga dengan kalimat koordinatif. Jenis kalimat ini merupakan kalimat majemuk dimana setiap bagiannya memiliki hubungan sederajat. Jadi, dalam kalimat ini terdapat penggabungan lebih dari dua kalimat tunggal setara.

Macam-Macam Kalimat Majemuk Setara Dan Contohnya

contoh kalimat majemuk setara
Pola kedudukan pada kalimat majemuk ini sama tingginya sehingga tidak ada satu pola yang menduduki fungsi lainnya. Kalimat majemuk setara ini mempunyai banyak macamnya, seperti:

1. Setara Menggabungkan

Kalimat majemuk jenis ini menggabungkan dua kalimat tunggal yang dapat dirangkai dengan menggunakan kata tugas. Contohnya seperti lagi, dan, karena itu, sesudah itu. Untukcontoh kalimatnya sendiri, seperti “Ilham sedang membaca Al-Qurarn dan Ahmad sedang menghafal hadis.”

2. Setara Memilih

Dalam kalimat setara memilih, kata tugas yang digunakan bertujuan untuk menyatakan hubungan, seperti kata atau. Contoh kalimatnya adalah “Lakukan sesuatu yang disukai atau kamu akan menyesal selamanya.”

Baca Juga  Mengenal Macam Macam Majas dan Contohnya Untuk Dipelajari

3. Setara Mempertentangkan

Kata tugas yang kerap kali digunakan pada jenis kalimat majemuk ini adalah hanya, melainkan, tetapi. Contoh kalimatnya adalah “Sudah sepantasnya Andi mencari pekerjaan, tetapi hingga saat ini dia masih menganggur.”

4. Setara Sebab Akibat

Kalimat majemuk ini dapat menyatakan sebab akibat yang dapat dijelaskan melalui penggabungan beberapa kalimat tunggal. Contoh kalimatnya “Andri sangat rajin membaca buku sehingga ia memperoleh juara kelas.”

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Setara

ciri ciri kalimat majemuk setar

Kalimat majemuk setara merupakan salah satu materi yang cukup rumit karena harus menggabungkan lebih dari dua klausa. Maka dari itu, agar Anda lebih mudah dalam mengenali kalimat majemuk tersebut, di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri kalimat majemuk.

a. Ada lebih dari satu subjek dan juga satu predikat. Jika Anda menemukan kalimat yang seperti itu, maka dapat dipastikan jika itu adalah kalimat majemuk.

b. Terdapat penggabungan maupun perluasan yang terletak di kalimat inti. Penggabungan atau perluasan ini biasanya berada setelah konjungsi.

c. Terdapat pola kalimat baru setelah penggabungan atau perluasan pada induk kalimat.

d. Antar klausa yang ada pada kalimat mempunyai kedudukan yang setara.

e. Setiap klausa yang ada bisa berdiri sebagai kalimat sendiri ataupun memiliki hubungan koordinatif.

f. Kalimat majemuk setara dapat menggunakan berbagai kata tugas, yakni dan, setelah, sebelum, ketika, lalu, sedangkan, kemudian, bahkan.

Jenis Kalimat Majemuk Setara

jenis kalimat majemuk setar

Jika dilihat berdasarkan konjungsi yang digunakan dalam sebuah kalimat, jenis kalimat ini dapat dikelompokkan menjadi empat macam antara lain sebagai berikut.

1. Kalimat Majemuk Penjumlahan

Jenis kalimat ini merupakan kalimat majemuk yang menyatakan suatu hubungan penjumlahan dengan ditandai penggunaan konjungsi serta, dan, lagi pula. Dalam kalimat ini akan menyatakan hubungan penjumlahan dari beberapa klausa dasar. Contoh kalimatnya “Sari mengepel lantai dan Nisa mencuci baju.”

2. Kalimat Majemuk Pemilihan

Jenis kalimat ini terdiri lebih dari dua klausa dengan penggunaan konjungsi atau yang berada sebelum klausa terakhir. Klausa pertama akan dipisahkan oleh tanda baca koma. Contoh kalimatnya “Shinta bisa mengikuti ujian tulis atau ujian lisan.”

3. Kalimat Majemuk Urutan

Jenis kalimat ini merupakan kalimat yang menyatakan suatu hubungan urutan peristiwa dengan penggunakan konjungsi terus, lalu, lantas, kemudian. Kalimat majemuk ini menggunakan tiga klausa dengan memakai tanda koma untuk pemisah antar klausa.

Contoh kalimatnya adalah “Ardi merasa dirinya terancam, dia menoleh ke arah rumah, lalu berteriak memanggil ibunya sembari berteriak menuju rumah.

Baca Juga  Cara Hitung Passing Grade yang Benar Dengan Rumus

4. Kalimat Majemuk Perlawanan

Jenis kalimat ini menyatakan sebuah hubungan perlawanan pada kalimat dengan menggunakan konjungsi sedangkan, tetapi, melainkan. Akan tetapi, dalam jenis kalimat ini perlu menggunakan tanda koma di antara klausa pertama dan kedua. Contoh kalimatnya adalah “Nia membeli sepatu baru, sedangkan Tio membeli baju baru.”

Sebagian dari kalian mungkin ada yang belum mengetahui perbedaan antara induk kalimat dan anak kalimat. Keduanya dapat dilihat berdasarkan tiga kategori di bawah ini.

a. Induk kalimat dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat yang utuh, sedangkan untuk anak kalimat hanya dapat digunakan jika ada induk kalimat. Oleh karena itu, induk kalimat sering digunakan untuk melengkapi induk kalimat.

b. Konjungsi bisa digunakan untuk menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat. Jadi, perbedaan posisi induk kalimat dan anak kalimat dapat terlihat pada posisi konjungsi yang digunakan.

c. Anak kalimat mempunyai fungsi sebagai keterangan. Apabila anak kalimat berada di depan, maka harus dipisahkan oleh tanda koma dari induk kalimat. Anak kalimat yang ada di posisi belakang bisa ditempatkan di depan kalimat tanpa harus melakukan perubahan informasi pokok.

Kemudian anak kalimat mempunyai beberapa jenis yang harus diketahui untuk membantu Anda dalam menyusun kalimat majemuk yang baik dan benar. Berikut ini adalah jenis dari anak kalimat tersebut.

a. Anak kalimat keterangan waktu yang ditandai dengan penggunaan konjungsi kala, ketika, waktu, saat, tatkala, sesudah, sebelum, setelah.

b. Anak kalimat keterangan sebab yang ditandai dengan penggunaan konjungsi karena, sebab, lantaran.

c. Anak kalimat keterangan akibat yang ditandai dengan penggunaan konjungsi maka, hingga, akibatnya, sehingga, akibatnya, akhirnya.

d. Anak kalimat keterangan syarat yang ditandai dengan penggunaan konjungsi kalau, jika, andikata, andaikan, apabila.

e. Anak kalimat keterangan tujuan yang ditandai dengan penggunaan konjungsi guna, untuk, agar, demi.

f. Anak kalimat keterangan cara yang ditandai dengan penggunaan konjungsi dengan dan dalam.

g. Anak kalimat keterangan pewatas yang berfungsi sebagai subjek, objek, ataupun predikat.

Setelah mengetahui pengertian, jenis, dan contoh kalimat majemuk setara maka Anda dapat mencoba untuk membuat kalimat seperti contoh diatas. Anda dapat memulai membuat kalimat dengan struktur kalimat sederhana. Dengan begitu, maka kemampuan menulis Anda dapat lebih terasah.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *