5 Fungsi Jangka Sorong dan Cara Membacanya Dengan Mudah

Fungsi Jangka Sorong – Ilmu eksakta selalu identik dengan segala peralatan laboratorium yang berfungsi untuk menunjang penelitian ataupun observasi tertentu. Salah satu alat yang ada dalam sebuah laboratium eksakta adalah jangka sorong.

Jangka sorong adalah alat ukur yang kerap digunakan oleh para engineer untuk mengukur benda-benda tertentu. Alat ukur ini berfungsi untuk mengukur ketebalan plat maupun benda lainnya yang berukuran kecil. Ada dua jenis jangka sorong yang dapat digunakan, yakni manual dan digital.

Jangka sorong digunakan karena memiliki ketelitian yang lumayan presisi hingga 1/100 milimeter. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur diameter lubang. Jadi, sebenarnya kegunaan jangka sorong ini sangat beragam.

Fungsi Jangka Sorong

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada banyak fungsi jangka sorong yang bisa dimanfaatkan. Para ahli eksakta biasanya menggunakan jangka sorong untuk keperluan sebagai berikut.

1. Mengukur Ketebalan Benda

Fungsi Jangka sorong yang pertama dapat digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. Caranya juga sangat mudah. Anda hanya perlu menggeser jangka sorong hingga mengapit benda tersebut. Setelah itu, Anda bisa melihat ketebalan dari angka yang tertera.

2. Mengukur Kedalaman

Tidak hanya berfungsi untuk mengukur ketebalan saja, jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur kedalaman suatu lubang atau celah tertentu. Bagian jangka sorong yang digunakan adalah ekor kaliper pada jangka sorong.

Baca Juga  Sering Tertukar? Ini Beda Am dan PM Untuk Menunjukan Waktu

3. Mengukur Panjang serta Lebar Suatu benda

Cara untuk mengukur panjang dan juga lebar benda tertentu sama seperti mengukur ketebalan benda, yakni hanya hanya perlu menggeser sisi jangka sorong hingga menjepit benda tersebut.

4. Mengukur Diameter Benda

Ada dua jenis diameter yang bisa diukur dengan menggunakan jangka sorong, yakni:

• Mengukur Diameter Luar

Apabila benda yang diukur adalah diameter luarnya, maka cara yang dilakukan sama seperti mengukur ketebalan benda.

• Mengukur Diameter Dalam

Berbeda dengan mengukur diameter luar, cara mengukur diameter dalam adalah dengan mengaitkan sisi pengukur pada lubang benda yang ingin diukur. Kemudian arah jangka sorong diukur pada arah membuka.

5. Sebagai Alat Ukur untuk Mengukur Tinggi Benda yang Bertingkat

Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong

kelebihan dan kekurangan jangka sorong
A. Kelebihan Menggunakan Jangka Sorong

• Dapat digunakan untuk mengukur diameter sisi dalam dan sisi luar dengan cara yang berbeda.

• Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman suatu benda.

• Memiliki keteltitiaan dan kecertaman hingga 0,05-0,01 milimeter.

• Harganya yang murah dan juga terjangkau.

Baca Juga  Mengenal Listrik Dinamis dan Contoh Dalam Kehidupan

B. Kekurangan Menggunakan Jangka Sorong

• Hanya mampu mengukur benda dengan ukuran yang kecil.

• Kerap terjadi pemuaian pada jangka sorong.

• Jangka sorong yang dapat digunakan pada benda yang rata.

Cara Membaca Jangka Sorong Dengan Mudah

cara membaca jangka sorong
Tentu saja diperlukan ketelitian dalam membaca jangka sorong agar tidak ada kesalahan dalam pengukuran. Bagi Anda yang masih merasa bingung, berikut ini adalah cara membaca jangka sorong dengan mudah.

1. Sebelumnya Anda perlu mengetahui jika ada dua buah ukuran yang digunakan pada jangka sorong. Untuk jangka sorong skala utama, ukuran ketelitiannya mencapai 1 milimeter. Sedangkan untuk skala nonius lebih kepada ukuran presisi yang berupa desimal.

2. Ukuran desimal menjadi patokan untuk menemukan titik temu garis antara skala utama dengan skala nonius tersebut.

3. Jika jenis jangka sorong yang digunakan adalah digital, maka proses pengukuran akan ditunjukan dengan angka. Penggunaan jangka sorong digital ini akan memudahkan Anda dalam mengukur benda.
Selain itu, ketepatan presisi pada jangka sorong digital jauh lebih dipercaya.

Jenis-Jenis Jangka Sorong

jenis jenis jangka sorong
Sudah disebutkan sebelumnya jika terdapat dua jenis jangka sorong yang bisa digunakan, yakni jangka sorong manual dan digital. Berikut ini adalah penjelasan mengenai dua jenis jangka sorong tersebut.

1. Jangka Sorong Manual

Anda akan menemukan fungsi jangka sorong manual ini ketika praktikum laboratorium di sekolah. Cara ukurnya yang masih manual akan membuat siswa lebih paham dalam menentukan ukuran dalam suatu benda.

Akan tetapi, diperlukan ketelitian yang lebih untuk dapat membaca jangka sorong dengan tepat. Tak hanya itu, setelah dilihat Anda juga harus menghitung hasil pengukuran tersebut.

Baca Juga  Mau Transfer Uang? Ini Daftar kode Bank di Indonesia

2. Jangka Sorong Digital

Seiring dengan perkembangan teknologi, muncullah jangka sorong digital yang semakin memudahkan orang-orang untuk melakukan pengukuran terhadap benda tertentu. Namun, jangka sorong jenis ini jarang ditemukan ketika praktik laboratorium di sekolah.

Cara mengukur benda menggunakan jangka sorong digital sangatlah mudah karena nilai dari benda tersebut akan muncul secara otomatis. Jadi, Anda dapat lebih cepat dalam mengukur suatu benda. Akan tetapi, secara harga jangka sorong jenis digital ini lebih mahal dibandingkan dengan jangka sorong jenis manual. Itulah mengapa jangka sorong digital jarang digunakan.

Itulah penjelasan mengenai jangka sorong, fungsi, kelebihan dan kekurangan, jenis hingga manfaat jangka sorong. Dengan mengetahui cara membaca jangka sorong, maka Anda akan lebih teliti dalam mengukur suatu benda.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *