Energi Kinetik: Jenis, Contoh dan Cara Menghitungnya

Energi Kinetik – Kata “energi” sudah pasti tidak asing lagi di telinga orang Indonesia. Misalnya, saat mendorong gerobak, bermain bola, membuka pintu, dan sebagainya, disitu tentu ada energi.

Namun, energi yang dimaksud bukanlah energi yang dibutuhkan saat Anda ingin olahraga, melainkan Energi Kinetik. Daripada bingung, berikut ini kami akan memberikan ulasan mengenai apa itu Energi Kinetik.

Pengertian Energi Kinetik

energi kinetis

Dalam Fisika, istilah energi merupakan salah satu konsep yang cukup penting, yaitu merujuk pada pengertian kemampuan untuk melakukan usaha atau melakukan suatu perubahan. Di dalam Fisika, dikenal juga berbagai jenis energi yang mungkin dalam kehidupan sehari-hari kurang diperhatikan. Jenis energi dalam fisika mencakup Energi Kinetik, energi potensial, dan energi mekanik.

Kali ini kami akan membahaskan dan mengupas tentang Energi Gerak atau Kinetik berikut juga dengan contohnya yang bisa ditemukan di kehidupan sehari-hari. Energi Kinetik adalah energi yang terdapat pada benda yang melakukan suatu gerakan. Dengan kata lain, energi disebabkan oleh gerak suatu benda yang memiliki massa atau berat.

Dari pengertiannya, Energi Kinetik disebut juga dengan Energi Gerak. Asal katanya dari bahasa Yunani, yaitu “Energia” yang berarti Usaha dan “Kinesis” yang berarti Gerak. Sesuai dengan namanya, Energi Gerak ini dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu massa atau berat dan kecepatan dari gerak benda tersebut.

Jenis Jenis Energi Kinetik

contoh energi
Ada berbagai macam jenis Energi Kinetik, yaitu:

• Energi Radiasi

Energi Radiasi yang juga disebut dengan energi elektromagnetik termasuk juga dalam jenis-jenis energi gerak. Hal ini karena radiasi sendiri mengalami pergerakan pada saat mengubah energinya. Misalnya, pada saat Anda mendengarkan radio, maka sebenarnya Anda sedang memafaatkan energi radiasi.

• Energi Panas.

Mungkin ada sebagian yang bingung, mengapa energi panas juga termasuk dalam energi gerak? Memang tidak bergerak, secara kasat mata, namun yang bergerak adalah atom dan molekulnya yang memiliki pergerakan cepat dan saling bergesekan, sehingga bisa menghasilkan energi panas. Misalnya, pada saat Anda merasakan hangatnya api unggun saat berkemah.

Baca Juga  Mengenal Macam Macam Majas dan Contohnya Untuk Dipelajari

• Energi Suara.

Selayaknya energi panas, Anda mungkin tidak akan bisa melihat pergerakannya secara kasat mata, namun gerakan atau getaran dari beberapa material, seperti udara dan air adalah penghasil suara. Misalnya, pada saat Anda mendengarkan musik melalui speaker yang di dalamnya terdapat komponen-komponen yang bergetar dan bergesekan, sehingga mampu menjadi suara.

• Energi Listrik

Energi Listrik yang merupakan pergerakan dari proton dan elektron bermuatan positif yang bergerak melalui kawat spiral. Contoh dari energi listrik ini adalah pada saat Anda memencet saklar bel listrik dan komponen di dalam bel mengubahnya menjadi bunyi. Ini berarti terjadi pergerakan atau perpindahan energi di dalam komponen tersebut.

Energi Kinetik dalam Kehidupan Sehari-hari

motor di udara

Agar lebih dapat memahami seperti apa Energi Gerak diimplementasikan secara nyata, kami akan memberikan beberapa contoh Energi Kinetik atau Energi Gerak yang seringkali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini contohnya:

• Seseorang yang sedang melajukan sepeda di jalan, di mana sepeda tersebut memiliki berat dan akan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

• Seseorang yang mengendarai motor di jalan.

• Meteor yang jatuh hingga menyentuh permukaan bumi juga memilliki energi gerak, karena meteor yang jatuh ini memiliki massa dan memiliki kecepatan tinggi hingga bisa menyentuh permukaan bumi.

• Air sungai yang mengalir dengan kecepatan tertentu. Sebab, air sungai juga memiliki massa jenis dan kecepatan, maka termasuk memerlukan energi gerak.

• Bola yang menggelinding dari satu tempat ke tempat lainnya.

• Mendorong kereta bayi, yang memiliki massa tertentu, dari satu tempat ke tempat lainnya yang berbeda.

• Menarik lemari saat akan memindahkannya dari ruangan satu ke ruangan lainnya.

• Bayi yang sedang merangkak. Dengan kecepatan dan berat badannya, maka bayi bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

• Atlet yang berenang. Adanya gaya atau usaha yang dilakukan oleh seorang perenang untuk berenang (bergerak) dari satu tempat ke tempat lainnya, maka akan membutuhkan energi gerak.

Dari contoh-contoh yang disebutkan di atas, masih banyak lagi contoh lainnya. Artinya, setiap detik kehidupan manusia memang tak bisa lepas dari Energi Gerak tersebut. Artinya, penting bagi kita untuk mempelajari penghitungannya. Sebab, tentu saja ini sangat dibutuhkan bagi para ilmuwan maupun awam yang perlu mengetahui besaraan Energi Gerak yang ditimbulkan oleh pergerakan suatu benda.

Cara menghitung Energi Kinetik

kinetisAda cara untuk menghitung Energi Kinetik, yaitu menggunakan rumus Fisika yang mungkin sebagian dari Anda pernah pelajari di sekolah. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung besar energi gerak pada suatu benda:

Ek = 1/2 m . v2

Keterangan rumus ini, Ek adalah Energi Kinetik dalam satuan J, m adalah Massa atau berat dalam satuan kg, dan v adalah kecepatan dalam satuan m/s. Untuk memahami rumus tersebut, ada prinsip yang harus Anda pahami. Jika gerak benda semakin cepat, maka Energi Gerak yang dihasilkan juga akan semakin besar. Kemudian, jika massa suatu benda lebih besar, maka energinya juga sudah tentu lebih besar.

Energi Lainnya dalam Ilmu Fisika

turbin

Selain Energi Gerak, ilmu Fisika juga mengenal dua energi lain seperti yang telah disebutkan, yaitu Energi Potensial dan Energi Mekanik. Energi Potensial adalah energi yang tersimpan pada suatu benda, karena kedudukan benda atau posisinya terhadap titik acuan. Titik acuan yang dimaksud ini, misalnya pada ketinggian benda yang diukur dari permukaan tanah.

Dari pengertian tersebut, kita bisa pahami, bahwa benda yang diam dalam ketinggian tertentu juga memiliki energi, yaitu dinamakan energi potensial.

Sedangkan, benda yang bergerak dan tidak memiliki ketinggian, maka tidak pula memiliki energi potensial. Jadi, energi potensial sangat bergantung pada faktor massa jenis (m), percepatan gravitasi (g), serta tinggi benda (h). Rumusnya sebagai berikut:

Ep = m.g.h

Dapat disimpulkan dari rumus tersebut, bahwa jika posisi benda terhadap titik acuan semakin tinggi, maka energi potensial gravitasinya juga semakin besar. Implementasi atau contoh dari energi potensial dalam kehidupan sehari-hari, bisa dilihat pada saat Anda melihat buah yang tergantung pada pohon.

Baca Juga  Mengingat Kembali 3 Fungsi Sentriol Dan Strukturnya

Satu energi lagi dalam Ilmu Fisika, yaitu Energi Mekanik. Mungkin sudah banyak orang yang seringkali mendengar istilah ini. Energi Mekanik bisa diartikan sebagai energi total yang dimiliki oleh seluruh benda apapun yang bergerak dengan kecepatan tertentu, sekaligus berada pada posisi tertentu terhadap titik acuannya. Jadi, bisa dikatakan Energi Mekanik merupakan penggabungan Energi Kinetik dan potensial.

Dari pengertian tersebut, bisa diketahui bahwa rumus energi mekanik, yaitu Em = Ek + Ep. Artinya, jika energi potensial dan kinetik pada suatu benda nilainya besar, maka semakin besar pula jumlah energi mekaniknya. Begitu pula, jika energi potensial dan kinetik pada suatu benda bernilai kecil, maka jumlah energi mekaniknya pun akan semakin kecil.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *