Penasaran Dengan 3 Daur Hidup Belalang? Ini Penjelasannya

Daur Hidup Belalang – Tahukah Anda saat ini terdapat 11.000 jenis belalang yang ada di dunia. Jumlah ini pula merupakan jumlah belalang yang telah diteliti oleh para peneliti. Oleh karena itu, saat ini jumlah belalang tersebut akan terus bertambah.

Tentunya, banyak di antara Anda yang penasaran tentang proses metamorfosis belalang tersebut. Belalang merupakan hewan yang termasuk dalam jenis serangga. Serangga yang satu ini biasanya bewarna coklat atau hijau yang berada pada semak-semak. Anda juga dapat menemui hewan tersebut di hutan ataupun padang rumput dan spesies belalang juga dapat menggigit manusia dan menimbulkan rasa sakit.

Baca Juga  Lucu, Ini 3 Jenis Kelinci Anggora Berikut Kisaran Harganya

Belalang memiliki ciri-ciri dengan dua pasang sayap yang ada di kanan dan kiri badannya. Dua pasang sayap ini juga berada di depan dan belakang badannya. Sayap depannya berbentuk kecil dan kasar.

Sementara itu, sayap belakang berbentuk lebih besar serta memiliki selaput. Belalang juga memiliki kaki yang besar untuk melompat. Belalang juga memiliki antena di kepalanya.

Tahukah Anda, belalang betina umumnya memiliki badan yang lebih besar daripada belalang jantan. Belalang memiliki umur yang tidak panjang. Belalang hidup hanya berkisar beberapa bulan saja.

3 Tahap Daur Hidup Belalang

metamorfosis belalang
Belalang melakukan reproduksi yang cukup singkat pada musim panas. Belalang mengalami tahap perkembangan selama tiga tahap dan berikut di bawah ini adalah penjelasannya.

1. Tahap Bertelur

Tahap daur hidup belalang yang pertama adalah dari reproduksi ini adalah bertelur. Belalang memiliki musim kawin pada musim panas. Setelah memiliki telur yang telah dibuahi, belalang betina akan meletakkan telur tersebut di balik pasir dengan kedalaman 3-5cm. Belalang juga meletakkan telurnya di tandu daun.

Satu belalang betina menghasilkan telur sebanyak 10-300 telur yang mirip dengan nasi. Meskipun ditinggalkan oleh induk betina, telur ini dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan. Telur ini dapat bertahan hidup karena hangat dan sangat aktif. Oleh karena itu, belalang dapat mudah berkembang biak lewat telurnya.

Telur belalang ini dapat menetas hingga pada 10 bulan kemudian. Telur tersebut menetas pada musim semi atau musim panas. Telur belalang ini akan menetas menjadi nimfa setelah menetas. Setelah itu, belalang akan menghadapi proses selanjutnya di tahap kedua.

2. Tahap Nimfa Muda

daur hidup hewan belalang
Tahap daur hidup belalang selanjutnya adalah setelah telur belalang menetas, nimfa muda akan memulai kehidupannya. Nimfa ini memiliki bentuk badan yang mirip dengan belalang dewasa. Tidak ada yang berbeda antara dua jenis belalang ini kecuali ukuran badannya yang tentu berbeda.

Nimfa muda akan bertahan hidup dengan memakan dedaunan dan tanaman muda. Hal ini dikarenakan dedaunan muda ini masih lembut dan mudah dikonsumsi oleh nimfa muda ini. Nimfa muda belum memiliki sayap serta alat reproduksi sebagaimana belalang dewasa. Nimfa mengalami beberapa kali ganti kulit sebelum akhirnya menjadi belalang dewasa.

Baca Juga  Mengenal Metagenesis Tumbuhan Lumut dan Ciri-Cirinya

Proses bergantinya kulit nimfa muda ini hingga 6 kali. Proses bergantinya kulit belalang ini akan mengubaj struktur tubuh belalang menjadi lebih kuat. Saat pergantian kulit ke 5 atau 6, belalang telah memiliki badan belalang dewasa yang kuat. Daur hidup belalang pada tahap ini mencapai 5-10 hari. Hal ini bergantung pada suhu dan kelembaban lingkungan tempat belalang.

Nimfa muda memiliki kesempatan bertahan hidup menjadi belalang dewasa hanya 50%. Belalang muda sangat rentan dimangsa oleh predator kecil seperti tikus, burung, dan kadal. Oleh karena itu, nimfa muda perlu bertahan hidup dengan keras agar dapat mencapai tahap selanjutnya sebagai belalang dewasa.

3. Tahap Metamorfosis Belalang

morfologi belalang
Belalang muda yang telah mengalami tahap metamorfosis belalang akan tumbuh menjadi belalang dewasa yang siap untuk melakukan peran selanjutnya yaitu, bereproduksi. Saat musim kawin, berahi belalang yang siap bereproduksi akan bertahan 15-30 hari. Setelahnya, belalang akan bertelur dan menghasilkan keturunan.

Belalang dewasa memiliki kaki dan sayap sempurna dan kuat. Oleh karena itu, belalang tersebut akan menjadi lebih aktif daripada belalang muda atau nimfa. Belalang dewasa yang aktif akan lebih mudah menyelamatkan diri dari predator karena sanggup melompat dengan cepat. Selain itu intuisi belalang terhadap keadaan sekitarnya lebih kuat sehingga lebih peka dengan ancaman.

Rentang waktu kehidupan belalang dari telur diletakkan hingga menjadi belalang dewasa yang siap bereproduksi memakan waktu sekitar 11-12 bulan. Meskipun dianggap sebagai hama yang merusak tanaman bagi para petani, ternyata keberadaan belalang dapat menjadi penyeimbang ekosistem dan menjadi makanan bagi konsumen tingkat selanjutnya.

Oleh karena itu, belalang yang merupakan hewan kecil dan seringkali dianggap tidak penting nyatanya memiliki peran yang sangat penting dalam rantai makanan. Selain itu, belalang juga dapat menjadi pakan yang baik bagi burung pekicau yang Anda miliki.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *