Tata Surya: Pengertian, Teori dan 6 Susunannya

Tata Surya – Saat sekolah dulu istilah ini pastinya tidaklah asing di telinga sahabat Tedas.id bukan? Apakah hingga sekarang pengetahuan tentang tata surya, sistem dan susunannya masih melekat erat dalam pikiran, atau justru sudah mulai terhapus?

Sedangkan dalam perkembangannya, informasi tentang tata surya mulai banyak perubahan. Adakah yang tahu apa saja perubahan yang terjadi?

Yuk kita belajar dan berkenalan lagi dengan tata surya agar semakin tahu tentang jagad raya yang kita tinggali ini!

Pengertian Tata Surya

sistem tata suryaTata surya adalah susunan benda-benda langit yang berputar mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Adapun jenis dari benda-benda langit tersebut antara lain 8 planet yang berputar dalam orbitnya, satelit alami, asteroid, meteroid dan komet.

Planet-planet itu bisa terus bergerak memutari matahari dan tidak saling bertabrakan karena adanya gaya gravitasi matahari.

Selain benda-benda langit yang telah tersebut di atas, sahabat Tedas.id juga pasti sering melihat kerlip-kerlip indah di langit malam, bukan? Kerlip-kerlip itu berasal dari bintang. Bintang juga merupakan salah satu benda langit yang bisa memproduksi cahaya. Matahari juga merupakan salah satu bintang berukuran besar.

Tata surya atau dalam bahasa Inggris disebut dengan solar system adalah bagian dari alam semesta yang sangat luas. Tata surya sendiri sebenarnya terletak dalam salah satu galaksi.

Di ruang angkasa ada banyak sekali galaksi. Galaksi di mana tata surya berada disebut dengan galaksi Bimasakti (Milky Way).

Kata Bimasakti diambil dari tokoh pewayangan yang berkulit hitam. Keyakinan orang Jawa kuno menganggap bintang-bintang yang ada di langit membentuk gambar Bima yang sedang dililit ular naga.

Teori Pembentukan Tata Surya

susunan tata surya

Banyak ahli berpendapat dan berspekulasi mengenai bagaimana tata surya terbentuk. Ada banyak teori terkait pembentukan tata surya. Tidak ada yang bisa benar-benar memastikan mana teori paling benar. Dari informasi yang telah dikumpulkan oleh tim Tedas.id, setidaknya ada 7 teori.

Ada teori Nebula, teori pasang surut atau Tidak, teori planetesimal, teori bintang kembar, teori big bang, teori keadaan tetap dan teori awan kabut. Setiap teori tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Di antara 7 teori tersebut, teori big bang adalah teori yang paling banyak diyakini kebenarannya.

Baca Juga  Jaring Jaring Makanan: Pengertian, dan 4 Contohnya

Dalam teori Big Bang, diyakini bahwa tata surya terbentuk karena adanya peristiwa ledakan yang sangat besar. Peristiwa ledakan itu disebabkan ada sebuah bintang yang telah berusia jutaan tahun yang ukurannya semakin mengembang dan berakhir dengan kondisi meledak.

Konon ledakan ini terjadi karena bintang tersebut memiliki ukuran dan energi yang sangatlah besar. Bahkan saking besarnya, ledakan ini berukuran 5 × 1025 kali intensitas ledakan senjata nuklir. Besar sekali ya sahabat Tedas.id? Bisa membayangkan bagaimana peristiwa tersebut?

Ledakan-ledakan itu kemudian menghasilkan partikel-partikel yang kemudian meleleh dan dipadatkan oleh gravitasi. Partikel itu kemudian membentuk benda-benda langit yang ada sekarang ini.

Sistem Tata Surya

urutan tata surya

Sistem tata surya sangat kompleks. Para ahli astronomi membuat gambaran sistem tersebut dengan sangat rinci.

Yaitu sebuah sistem yang terdiri dari beberapa bagian yaitu matahari, 4 planet luar, 4 planet dalam, sabuk asteroid (main asteroid belt), dan di bagian terluar dari tata surya bisa ditemukan sabuk Kuiper.

Enam dari delapan planet memiliki satelit alami, sedangkan 2 planet lainnya yaitu Venus dan Merkurius tidak mempunyai satelit alami.

6 Susunan Tata Surya

teori pembentukan tata suryaUrutan tata surya telah didesain sedemikian rupa oleh Tuhan Yang Maha Esa hingga menjadi sebuah sistem kesatuan yang megah. Dengan adanya gravitasi, antara planet yang satu dan planet lainnya tak saling bertabrakan. Begitu juga dengan para bintang, komet, meteor dan benda langit lainnya. Semua berjalan pada orbitnya masing-masing.

Agar kita semakin paham dengan susunan tata surya dan urutannya, tim Tedas.id telah menyusun informasi terkait hal tersebut di bawah ini.

1. Bintang di Tata Surya

Bintang adalah salah satu benda langit dan bagian dari tata surya dengan sifat istimewa. Sifat itu yaitu memiliki cahaya dan bisa memancarkan cahayanya tersebut. Jumlah bintang di tata surya sebenarnya tak terhingga. Namun ada satu bintang yang memiliki pengaruh paling besar di dalam sistem tata surya.

Bintang itu yaitu matahari. Selain karena ukurannya yang lebih besar dari bintang-bintang lainnya. Sehingga cahaya yang dipancarkannya sangat membantu bagi keberlangsungan kehidupan yang ada di bumi. Cahaya matahari bukan hanya dibutuhkan oleh manusia, namun juga oleh tumbuhan untuk berfotosintesis.

Di antara sahabat Tedas.id adakah yang tahu mengapa matahari menjadi pusat tata surya? Hal itu dikarenakan matahari mempunyai massa paling besar dibanding bintang-bintang lainnya. Karena massa matahari tersebut, gaya gravitas yang dimilikinya mampu membuat planet-planet dan benda langit lainnya beredar pada lintasan tertentu.

Peredaran benda-benda langit yang berada di dalam garis edarnya masing-masing kemudian membentuk sebuah susunan elips. Dalam susunan tata surya yang berbentuk elips itulah, matahari berada tepat di titik pusat.

Baca Juga  Sel Tumbuhan: Fungsi, Jenis, Karakter dan 9 Fungsinya

2. Planet-planet

Berbeda dengan bintang yang mampu memancarkan cahayanya sendiri, planet hanya mampu merefleksikan cahaya yang berasal dari matahari. Istilah planet ditujukan kepada benda langit yang memiliki orbit mengelilingi matahari.

Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus adalah nama-nama planet yang bisa kita temukan dalam susunan tata surya. Nama-nama tersebut telah diurutkan berdasarkan jarak planet dari matahari, dimulai dari yang paling dekat hingga yang paling jauh.

Dari urutan tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa Merkurius adalah planet yang jaraknya paling dekat dengan matahari. Sementara Neptunus adalah planet dengan jarak paling jauh dengan matahari.

Sebelumnya ada Pluto yang sempat dimasukkan sebagai salah satu bagian dari planet dalam sistem tata surya. Namun, dari hasil penelitian para ahli astronomi terbaru, pluto tak lagi dianggap sebagai sebuah planet. Alasannya yaitu karena lintasan orbitnya tidak bersih dari benda langit lainnya.

Disebabkan garis edar planet memiliki bentuk elips, jarak antara matahari dengan planet bisa berubah-ubah. Posisi planet pada saat memiliki jarak terdekat dengan matahari disebut dengan perihelium. Sementara posisi planet saat berada pada jarak terjauh dengan matahari disebut aphelium.

Para ilmuwan telah membagi 8 planet dalam sistem tata surya menjadi beberapa kelompok. Berikut 3 urutan planet yang telah disusun oleh para ahli astronomi.

* Pertama, pengelompokan berdasarkan posisi planet jika dilihat dari orbit bumi. Pengelompokan ini dibagi menjadi planet inferior dan superior. Planet inferior merujuk pada planet yang letaknya ada di dalam orbit bumi, yaitu Merkurius dan Venus.

Sementara itu, planet superior yaitu planet yang letaknya ada di luar orbit bumi, yaitu planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

* Kedua, pengelompokan yang dilakukan berdasarkan material penyusunnya. Kelompok ini terbagi menjadi 2; planet terrestrial dan planet jovian. Planet terestrial merupakan planet berukuran relatif kecil, memiliki atmosfer tipis dan berbatu. Yang termasuk dalam kelompok planet ini yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

Sedangkan, sisanya termasuk planet jovian. Yaitu kelompot planet dengan permukaan yang disusun dari gas, cairan dan es tebal. Planet jovian juga memiliki ukuran yang relatif besar. Planet terbesar dalam tata surya adalah Jupiter, yang tentu saja merupakan bagian dari kelompok planet Jovian.

* Ketiga, pengelompokan berdasar letak yang dilihat dari orbit asteroid. Dibagi menjadi dua, yaitu planet luar dan planet dalam. Planet dalam yaitu planet yang berlokasi di dalam orbit asteroid; Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.

Sedangkan 4 planet lainnya, yaitu Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus, termasuk dalam kelompok planet luar.

3. Satelit di Tata Surya

pengertian tata surya

Satelit adalah bagian dari tata surya yang berputar pada porosnya dan mengelilingi planet yang diiringinya. Selain itu semua satelit juga berputar mengelilingi matahari bersamaan dengan planet yang dikelilinginya.

Ada dua jenis satelit, yaitu satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami merupakan satelit yang merupakan buatan Tuhan dan bergerak pada porosnya tanpa ada campur tangan manusia. Tidak semua planet memiliki satelit alami. Adapun planet-planet yang memiliki satelit alami, yaitu:

* Bumi, memiliki 1 satelit alami bernama bulan

* Mars, memiliki 2 satelit alami bernama Phobos dan Deimos

* Yupiter, memiliki 16 satelit alami, bernama Metis, Andrastea, Amalthea, Thebe, Io, Europa, Ganymede, Calistio, Leda, Himalia, Lysithea, Elara, Ananke, Carme, Pasiphae, Sinope, dan 3 lagi belum ada namanya.

* Saturnus, memiliki 21 satelit alami yang bernama Atlas, 1980 S27, 1980 S26, Epimetheus, Janus, Mimas, Coorbital, Enceladus, Tethys, Telesto, Calypso, Dione, Dione coorbital, 1980 S5, 1980 S6, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, Phoebe.

* Uranus, memiliki 15 satelit alami dengan nama Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, Miranda, Puck, Cordelia, Ophelia, Bianca, Cressida, Desdemona, Juliet, Portia, Rosalin, Belinda.

* Neptunus, memiliki 8 satelit alami bernama Triton, Nereid, Naiad, Thalassa, Despina, Galatea, Larissa, Proteus.

Sementara satelit buatan adalah satelit yang dibuat manusia untuk kepentingan tertentu, misal untuk kebutuhan komunikasi. Karena dibuat oleh manusia, tentu saja gerakannya pun ditentukan oleh sistem yang dibuat manusia.

Baca Juga  Pengertian Prototype: Keuntungan, Contoh dan Metodenya

4. Asteroid di Tata Surya

Asteroid merujuk pada benda langit dengan bentuk pecahan kecil, beredar pada lintasan letaknya berada di antara orbit planet Mars dan Yupiter. Asteroid terbentuk bersamaan dengan proses ketika planet terbentuk sesuai dengan susunannya.

Seorang ilmuwan Italia pada tahun 1801 melakukan sebuah penelitian asteroid di tata surya untuk pertama kalinya. Ilmuwan tersebut bernama Giuseppe Piazzi dan asteroid yang ditelitinya kemudian diberi nama dengan Ceres.

5. Komet (Bintang Berekor)

mengapa matahari menjadi pusat tata surya

Komet yang sering juga disebut dengan bintang berekor, yaitu sebuah benda langit berukuran kecil. Komet disusun dari berbagai partikel batuan, es, gas dan kristal. Biasa tampak seperti benda langit yang memiliki cahaya dan berekor panjang.

Tubuh komet memiliki 3 bagian, yaitu bagian inti, koma, dan ekor. Inti komet tersusun dari kristal es dan gas yang membeku. Memiliki ukuran diameter sebesar 10 km. Sementara bagian komet yang bernama koma punya diameter dengan panjang mencapai 100.000 km. Ukuran koma jauh lebih besar jika dibandingkan dengan inti komet.

Bagian ekor adalah bagian terbesar dari komet. Ukurannya bisa mencapai panjang 100 juta km. Ekor disusun dari gas hasil penguapan kristal es pada bagian intinya. Ekor komet selalu menuju ke arah yang berlawanan dengan arah matahari.

Ada banyak jenis komet di tata surya. Namun komet tak sering muncul dan tak selalu bisa dilihat. Komet yang paling terkenal yaitu Halley, munculnya 76 tahun sekali.

6. Meteor atau Meteorid

Benda langit selanjutnya yang ada dalam susunan tata surya yaitu meteor. Merupakan sebuah benda langit yang memiliki gerakan cepat dan punya lintasan yang tidak teratur.

Sahabat Tedas.id pasti pernah mendengar istilah bintang jatuh kan? Nah, bintang jatuh adalah meteor yang kebetulan bisa tertangkap oleh mata manusia. Saat meteor bisa dilihat manusia, artinya meteor tersebut sedang bergerak secara bebas di tata surya dan kemudian tertarik oleh gaya gravitasi bumi.

Semoga informasi tentang tata surya, sistem tata surya dan urutan benda-benda langit yang ada didalamnya ini mampu menambah wawasan sahabat Tedas.id. Tunggu artikel-artikel kami selanjutnya ya!

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *