10 Rasi Bintang Bintang Terkenal: Mitologi dan Lokasinya

Rasi bintang – Menatap langit malam dan menikmati cahaya bintang yang berpendar bisa menjadi obat untuk setiap kegalauan hati.

Beruntung jika kemudian kita juga bisa menemukan sekelompok bintang yang saling berhubungan dan membentuk sebuah susunan tertentu. Sekelompok bintang tersebut dinamakan konstelasi.

Konstelasi memiliki nama lain yang lebih familiar, yaitu rasi bintang. Pada zaman di mana teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang, rasi bintang berfungsi untuk memberikan arah navigasi, menentukan hari, jenis dan lamanya musim, serta masih banyak lagi.

Ternyata mereka tak sekedar indah untuk dinikmati ya, namun juga hadir dengan segala manfaatnya. Sayangnya saat ini sudah terlalu banyak polusi cahaya sehingga rasi bintang tak selalu bisa ditangkap oleh mata.

Jangankan rasi bintang, bintang-bintang tunggal saja semakin sering tak bisa kita lihat. Langit malam nampak begitu kelam. Jika kita ingin menikmati keindahannya, pergi ke daerah yang minim polusi cahaya bisa menjadi solusi, misal di daerah pegunungan.

Daripada kita bersedih karena tak lagi mampu melihat rasi bintang bertebaran di tengah kota, tim Tedas.id akan mengajak para sahabat untuk berkenalan dengan mitologi di balik 10 rasi bintang paling terkenal berikut ini.

Di beberapa belahan bumi masyarakat memiliki ceritanya masing-masing terkait asal-usul rasi bintang. Namun kali ini tim Tedas.id akan membagikan mitologi rasi bintang yang berasal dari mitologi Yunani. Mau tahu 10 konstelasi itu apa saja dan cerita di baliknya?

10 Rasi Bintang Terkenal beserta Mitologinya

jenis Rasi Bintang

Berikut ini 10 konstelasi yang paling terkenal dengan keindahannya di langit malam beserta cerita di balik layarnya.

1. Ursa Minor

Disebut juga dengan The Little Dipper. Sementara ibunya, Ursa Major, disebut dengan Big Dipper. Bukan hanya ukuran yang membedakan antara ibu dan anak ini, ekor keduanya juga sangat berbeda. The Little Dipper memiliki lengkungan ekor yang lebih tegas.

Jika sahabat pernah mendengar tentang Si Bintang Utara atau Polaris, yaitu bintang yang munculnya hanya ada pada Northern Hemisphere alias bagian utara ekuator Bumi, maka kalian harus tahu bahwa Polaris adalah bagian dari Ursa Minor.

Ursa Minor memiliki bentuk seperti bayi beruang yang berekor panjang dan unik. Maka untuk bisa menemukan konfigurasi Ursa Minor, kita cukup menemukan si Polaris di ujung ekor bayi beruang, dan tarra… sisa dari konstelasi itu akan terlihat.

Baca Juga  Tata Surya: Pengertian, Teori dan 6 Susunannya

2. Ursa Major

Kali ini kita akan membahas tentang The Big Dipper, ibu dari si Ursa Minor. Namanya juga ibu, maka lokasi konstelasi Ursa Major ini tak jauh-jauh dari anaknya. Di mana ada Ursa Minor, di situlah ada Ursa Major.

Beberapa ahli astronomi berpendapat bahwa sebenarnya Ursa Major bukanlah rasi bintang, namun asterism. Ursa Major juga sering lebih dikenal sebagai The North Star alias Bintang Utara.

Berdasarkan mitologi Yunani, sejarah dari Ursa Major dan Minor sangat menarik. Mau tahu?

Tersebutlah ada seorang nimfa laut yang pandai berburu bernama Callisto yang juga merupakan sahabat dari Dewi Artemis. Zeus jatuh hati kepada Callisto. Callisto sebenarnya tak menyukai Zeus, ia ingin hidup sebagai perawan seperti Artemis. Namun Zeus terus memaksa, hingga akhirnya Callisto pun mengandung dan melahirkan seorang anak bernama Arcas.

Hera, istri Zeus, yang mengetahui perbuatan suaminya, lalu merubah Callisto menjadi seekor beruang. Terpisahlah ia dari sang putra, Arcas. Beberapa tahun kemudian Arcas tumbuh menjadi pemburu hebat seperti ibunya.

Di tengah perburuannya, ia bertemu Callisto yang berwujud beruang. Callisto bisa mengenali bahwa pemburu itu adalah anaknya. Ia mendekati sang anak, namun Arcas yang tak tahu bahwa beruang di depannya adalah sang ibu, justru mengira akan diserang.

Arcas hampir saja menembak Callisto, jika saja Zeus tak menyelamatkannya. Zeus kemudian mengubah Arcas menjadi beruang juga. Lalu menempatkan Callisto dan Arcas di langit menjadi gugusan bintang yang kekal setiap malam. Masyarakat Yunani menyebut dua rasi bintang itu sebagai beruang dan penjaga beruang. .

3. Aquarius

sejarah rasi bintangAquarius tak mudah terlihat. Jika ingin menemukannya, kita harus pergi ke tempat yang benar-benar gelap dan tak ada polusi cahaya sama sekali. Konstelasi Aquarius disebut-sebut sebagai rasi bintang tertua, terbesar dan paling terkenal.

Dalam sejarah Yunani, Aquarius dulunya adalah seorang pria muda tampan bernama Ganymede. Karena ketampanannya yang mendunia, Zeus memanggilnya untuk melayani para dewa-dewi di Gunung Olympus. Aquarius mendapat tugas membawa minuman bagi dewa dan dewi.

Zeus memuji pelayanan yang diberikan Ganymede, hingga kemudian dihadiahi keabadiaan dan diberikan tempat terhormat yaitu di langit. Hal itu dilakukan agar semua orang bisa menikmati ketampanan Ganymede.

4. Aquilla

Aquilla terletak dalam gugusan sabuk Bimasakti. Menemukannya tidak sulit karena di dalam konstelasi ini terdapat Altair. Yaitu bintang yang letaknya paling dekat dengan bumi sehingga bisa ditatap dengan mata telanjang.

Maka untuk menemukan si Aquilla, cukup temukan Altair dan kita akan menemukan bagian lain dari konstelasi ini. Tepatnya di langit bagian selatan.

Mitologi tentang Aquilla masih berhubungan dengan Ganymede yang kemudian menjadi rasi bintang Aquarius. Aquilla adalah seekor elang pengangkut petir milik Zeus, yang mengantarkan Ganymede menuju Gunung Olympus.

Baca Juga  Jaring Jaring Makanan: Pengertian, dan 4 Contohnya

5. Orion

Rasi bintang yang satu ini bisa dilihat di seluruh wilayah bumi. Termasuk salah satu konstelasi yang paling besar dan mudah ditemukan. Orion terbentuk melalui konfigurasi 3 bintang. Rigel dan Betelgeuse adalah dua diantaranya yang cahayanya paling terang.

Di musim dingin, Orion berfungsi untuk membantu manusia menemukan rasi bintang yang lain. Jika Orion telah berhasil ditemukan, maka konstelasi-konstelasi lainnya akan mudah terlihat.

Dalam mitologi Yunani dikisahkan bahwa Orion merupakan pemburu kesayangan Poseidon, sang Dewa Lautan. Ia pun kemudian dianugerahi kesaktian oleh sang dewa. Suatu ketika Orion berburu bersama Artemis, Sang Dewi Pemburu. Mereka berburu di sebuah pulau bernama Crete.

Sayangnya dalam perburuan itu, Orion terbunuh. Ada yang mengatakan ia mati karena panah Artemis salah sasaran. Ada pula cerita yang menyebutkan kalau Orion tersengat kalajengking raksasa, yang di kemudian hari menjadi rasi bintang Scorpius.

6. Aries

Aries disusun dari 4 – 5 bintang, dimana bintang terbesarnya disebut Hamal yang merupakan jenis dari bintang Orange Giant alias Oranye Raksasa. Konstelasi Aries adalah salah satu dari 12 rasi bintang yang dikenal sebagai zodiak.

Berbeda dengan rasi bintang lainnya yang antara mitologi satu dan lainnya biasa digambarkan dalam bentuk aneka rupa, Aries dalam berbagai cerita selalu digambarkan sebagai domba. Pada mitologi Yunani, Aries berwujud domba yang memiliki bulu emas bernama Chrysomallus.

Bulu emas adalah simbol raja dan kepemimpinan. Hal itu merupakan simbol dari keberanian Chrysomallus saat membantu Peri Awan, Nephele, menyelamatkan kedua anaknya.

Saat itu Phrixus dan Helle, anak Nephele, akan dikurbankan kepada para Dewa. Sebagai seorang ibu tentu Nephele tidak rela, kemudian mengutus Chrysomallus untuk menyelamatkan anak-anaknya.

Sayang sekali salah seorang dari anak tersebut jatuh dan kemudian meninggal. Karena merasa bersalah atas kejadian tersebut, Chrysomallus mengorbankan dirinya untuk para dewa. Melihat jasa Chrysomallus yang sedemikian besar, Zeus lalu menempatkannya di atas langit sebagai rasi bintang Aries.

7. Leo

leo

Leo adalah salah satu rasi bintang yang sangat mudah kita temukan di langit malam. Salah satu bintang paling terang yang ada dalam konstelasi ini yaitu Regulus. Posisinya ada di sebelah kanan bawah rasi bintang ini, dan merupakan perlambangan dari kaki kanan sang singa.

Dalam mitologi Yunani, Leo merupakan gambaran untuk singa perkasa. Konon di Yunani dulu kala ada monster singa yang menjadi salah satu dari 12 tugas berat yang harus dilakukan oleh Hercules. Hercules harus mampu membunuh monster singa tersebut.

Monster itu sungguh lawan yang sangat tangguh karena tak bisa dikalahkan dengan senjata biasa. Monster singa tersebut berbulu kebal senjata dan memiliki cakar yang lebih tajam dari senjata jenis apapun.

Hercules membuntutinya setiap hari. Sampai akhirnya ia bisa mengalahkan singa tersebut meski harus kehilangan salah satu jari tangannya.

8. Canis Major

Bintang paling terang di rasi bintang ini yaitu Sirius. Bentuknya terlihat seperti tongkat dengan Sirius ada di bagian atasnya. Sementara Adhara, bintang terang lainnya, terletak di bagian ujung.

Diceritakan dalam mitologi Yunani, Canis Major adalah perlambangan untuk Laelaps, yaitu anjing Yunani yang memiliki kecepatan fenomenal.

Karena larinya yang cepat inilah, ia kemudian mendapat kehormatan dari Zeus dengan diletakkan di langit. Konon, Laelaps juga anjing dari Orion, sang pemburu. Setelah berada di langit, Canis Major selalu mengikuti konstelasi Orion memburu Taurus, sang banteng.

Baca Juga  Sel Tumbuhan: Fungsi, Jenis, Karakter dan 9 Fungsinya

9. Cygnus (The Northern Cross)

Cygnus adalah konstelasi yang menggambarkan angsa. Dalam mitologi Yunani ternyata ada banyak kisah terkait angsa. Jadi ada perbedaan pendapat mengenai asal usul Cygnus itu sendiri. Ada cerita yang menyatakan kalau Zeus pernah merubah dirinya menjadi angsa untuk menggoda Leda, ibunya Gemini dan Helen of Troy.

Cerita angsa lainnya yaitu ketika Orpheus dibunuh dan ditempatkan di langit dalam bentuk angsa di samping harpanya (konstelasi Lyra).

Sementara itu sebagian ahli menyatakan jika sebutan The Northern Cross kepada Cygnus tidaklah tepat. Karena The Northern Cross hanyalah “asterism” (kelompok bintang-bintang terkenal yang biasa terlihat berada pada langit malam) yang ada di dalam Cygnus.

Deneb adalah salah satu bintang dengan cahaya terterang, letaknya ada di bagian ekor angsa. Konfigurasi Cygnus seakan menggambarkan “sang angsa” yang sedang memperhatikan bumi dengan sayap yang terbuka secara paralel membentang di cakrawala.

10. Cassiopeia

Konfigurasi konstelasi Cassiopeia berbentuk “W”. Konstelasi ini terdiri dari 5 bintang. Jika kita berada di daerah yang mengalami musim gugur dan musim dingin, kita bisa menemukan Cassiopeia dengan mudah di langit malam pada saat musim gugur akan berakhir dan musim dingin akan mulai.

Dikisahkan pada mitologi Yunani, Cassiopeia yaitu seorang ratu sombong yang selalu membangga-banggakan kecantikan dirinya. Ia merupakan ibu dari Andromeda. Banyak makhluk dikirim ke langit sebagai bentuk kehormatan dan anugerah, namun berbeda dengan Cassiopeia.

Ternyata ia dikirim ke langit sebagai bentuk hukuman atas kesombongannya. Karena ia terus berkoar-koar kalau kecantikannya melebihi nimfa laut (duyung wanita), maka kemudian Zeus menghukum nya agar terus berada di langit sehingga kecantikannya bisa dilihat lebih banyak orang.

Ternyata di balik rasi bintang yang ada di langit tersimpan banyak cerita menarik ya? Sebenarnya masih ada banyak lagi rasi bintang yang bisa kita temukan. Lain kali tim tedas.id akan membawakan cerita-cerita serunya kepada para sahabat. Sampai jumpa!

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *