Populasi : Pengertian, Jenis dan Sampelnya

Populasi – Mendengar istilah populasi dan sampel? Dua istilah ini cukup sering disebut dalam dunia statistik. Jika didefinisikan secara singkat, populasi adalah keseluruhan dari sebuah subjek penelitian, sedangkan sampel merupakan anggota atau sebagian dari populasi tersebut.

Kedua istilah ini memang terdengar mirip dan sulit untuk dibedakan. Faktanya, sampel dan populasi memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan yang tercipta dari pengertian hingga fungsinya menunjukkan bahwa keduanya hanya berkaitan saja dan tidak mirip apalagi sama.

Pengertian Populasi dan Sampel

Pengertian Populasi dan Sampel

Setelah mengetahui arti sederhana dari populasi dan sampel, Anda tentu perlu mengenal kedua istilah ini dengan lebih jelas dan gamblang. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan lengkap dari populasi dan sampel yang wajib Anda ketahui lebih jauh.

1. Pengertian Populasi

Ada banyak pengertian dari istilah populasi yang diungkapkan oleh para ahli. Secara umum, populasi dikatakan sebagai jumlah secara keseluruhan dari satuan atau individu yang masuk dalam sebuah penelitian.

Beberapa ahli juga mengungkapkan pendapatnya perihal pengertian populasi yang kemudian populer dan banyak dipercaya hingga sekarang.

Salah satu ahli bernama Netra mengungkapkan bahwa populasi adalah keseluruhan individu yang bersifat general dengan karakteristik serupa.

Ahli lain bernama Sugiyono juga meninggalkan pendapatnya dengan mengatakan bahwa populasi memiliki arti sebagai wilayah generalisasi yang objek atau subjeknya memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang sudah ditetapkan oleh peneliti.

2. Pengertian Sampel

Setelah mendalami perihal arti dari populasi secara lebih rinci dan detail, Anda tentu akan penasaran dengan arti detail dari ‘kembarannya’ yakni sampel. Sampel didefinisikan sebagai contoh yang merupakan sebagian dari populasi dimana karakteristiknya hendak diteliti.

Beberapa orang ahli yang mengungkapkan pendapatnya mengenai sampel menurut Sugiyono, Nana Sudjana dan Ibrahim, Arikunto, serta Djarwanto. Djarwanto mengungkapkan bahwa sampel merupakan sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti.

Ahli lain bernama Arikunto mengungkapkan bahwa sampel adalah sebagian wakil populasi yang akan diteliti. Sedangkan Nana Sudjana dan Ibrahim mengungkap bahwa sampel merupakan sebagian dari populasi yang dapat dijangkau dan memiliki sifat sama.

Demikianlah beberapa penjelasan detail tentang pengertian populasi dan sampel yang wajib Anda ketahui. Setelah membacanya, sudahkah Anda tahu perbedaan gamblang dari kedua istilah yang seringkali disebut ‘kembar’ ini?

Jenis-Jenis Populasi

Jenis-Jenis Populasi

Tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, populasi dibedakan menjadi beberapa macam yang berbeda-beda. Berikut jenis populasi menurut Drs. S. Margono.

* Populasi Terbatas

Jenis pertama ini disebut populasi terbatas yang artinya populasi ini memiliki batas kuantitatif secara jelas karena karakteristik yang dimilikinya cukup terbatas.

* Populasi Tidak Terbatas

Populasi tidak terbatas memiliki arti bahwa populasi ini tidak dapat ditemukan batasannya sehingga tidak bisa dinyatakan dalam bentuk jumlah secara kuantitatif.

Baca Juga  Kuantitatif dan Kualitatif: Pengertian, Metode dan Perbedaan

* Theoretical Population (Populasi Teoritis)

Jenis selanjutnya disebut dengan istilah populasi teoritis yang merupakan sejumlah populasi yang batasnya sudah ditetapkan secara kualitatif.

* Accessible Population ( Populasi yang Tersedia)

Populasi yang tersedia atau sering disebut dengan istilah accessible Population ini merupakan sejumlah populasi yang secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan tegas.

Selain jenis empat populasi diatas, ada dua jenis populasi lain dalam penelitian yakni populasi homogen dan heterogen. Populasi homogen mengandung arti bahwa setiap unsurnya memiliki sifat sama dan tidak perlu dipersoalkan secara kuantitatif.

Sedangkan populasi yang bersifat heterogen artinya unsur dalam populasi tersebut mempunyai sifat dan keadaan yang bervariasi. Karena sifatnya yang bervariasi inilah dibutuhkan batasan baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Ciri-ciri Populasi

Ciri-ciri Populasi

Apakah populasi memiliki ciri-ciri? Populasi memiliki ciri-ciri yang bisa membedakannya dengan istilah mirip lainnya. Dua ciri-ciri populasi adalah biologi dan statistic. Berikut ulasan detail tentang kedua ciri populasi ini.

1. Ciri-ciri Biologi

Ciri biologis didefinisikan sebagai ciri-ciri yang dimiliki oleh individu pembangun populasi tersebut. Ciri-ciri tersebut harus ada dalam ciri biologi suatu populasi agar dapat diteliti dan dijadikan sebuah sampel yang representatif untuk diteliti.

Beberapa komponen dalam ciri-ciri biologis yang harus Anda ketahui adalah memiliki struktur dan organisasi tertentu, memiliki sejarah dalam kehidupan, memiliki hereditas, memberi respon terhadap perubahan lingkungan, dikenai dampak lingkungan, dan terintegrasi oleh faktor heredita dan ekologi.

Baca Juga  Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya

2. Ciri-ciri Statistik

Ciri kedua dalam populasi adalah ciri statistic yang mengandung makna sebagai ciri unik sebagai himpunan dalam kelompok individu yang berinteraksi satu sama lain. Istilah mudahnya, ciri statistik ini merupakan ciri kelompok yang tidak bisa diterapkan dalam sebuah individu.

Hal ini dikarenakan ciri statistik merupakan hasil perjumpaan dari ciri individu itu sendiri. Terdapat empat faktor yang digunakan dalam ciri statistik yakni kerapatan, komposisi genetic, disperse, dan yang terakhir adalah sebaran.

Ciri biologis dan ciri statistik adalah dua hal yang berbeda namun sama pentingnya bagi sebuah populasi. Anda harus bisa membedakan keduanya untuk melakukan penelitian dari sebuah populasi.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Populasi

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Populasi

Ada cukup banyak faktor yang mempengaruhi populasi dalam suatu penelitian. Dalam pengertian populasi, sudah disinggung sedikit perihal faktor yang mempengaruhi suatu populasi. Berikut penjelasan detail faktor yang dapat menjadi pengaruh besar dalam populasi.

* Densitas atau Kepadatan

Asing dengan istilah ini? Densitas atau kepadatan merupakan salah satu faktor penting dalam populasi yang juga akan memberikan pengaruh besar dalam hasil penelitian yang dilakukan. Bagaimanakah cara mengukur kepadatan dalam suatu populasi?

Anda dapat menggunakan tiga cara untuk mengukur suatu kepadatan dalam sebuah populasi tertentu yakni dengan cara menghitung langsung. Ini dilakukan dengan menggunakan indicator tidak langsung, dan yang terakhir adalah dengan teknik sampling.

* Natalitas

Disini ada yang disebut natalitas dan laju natalis, Istilah pertama didefinisikan sebagai suatu kemampuan dalam sebuah populasi untuk menambah atau meningkatkan jumlahnya dengan cara memproduksi atau melahirkan individu baru dari kelompok populasi tersebut.

Sedangkan laju natalis merupakan jumlah anggota baru dalam populasi yang didasarkan pada suatu satuan waktu. Ada dua aspek yang berkaitan dengan faktor natalitas yakni fekunditas dan fertilitas.

Fertilitas adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan tingkat kinerja perkembangbiakkan yang berhasil direalisasikan dalam suatu populasi. Sedangkan fekunditas adalah tingkat kinerja potensial dalam populasi untuk menghasilkan individu yang baru.

* Mortalitas

Mortalitas ini merupakan kebalikan dari natalitas. Istilah mudahnya, mortalitas merupakan angka kematian individu dari suatu populasi. Mortalitas dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni mortalitas ekologik dan mortalitas minimum atau teoritis.

Mortalitas ekologik merupakan mortalitas yang direalisasikan atau kematian individu dibawah kendali kondisi lingkungan. Sedangkan mortalitas minimum merupakan kematian individu dalam kondisi lingkungan baik, optimal, dan mati secara tiba-tiba.

Ketiga faktor diatas memiliki pengaruh besar dalam populasi. Baik populasi kecil maupun besar, ketiganya memiliki kedudukan yang sama dengan kepentingan yang setara.

Distribusi Populasi

Ada beberapa istilah distribusi dalam populasi yang sering disebut dan dikait-kaitkan dengan populasi maupun sampel. Ketiga istilah yang dimaksud adalah migrasi, emigrasi, dan yang terakhir adalah imigrasi. Berikut penjelasan detail dari ketiga istilah populasi yang harus Anda ketahui.

1. Migrasi

Migrasi didefinisikan sebagai pergerakan dua arah oleh suatu individu dari suatu daerah ke daerah populasi lain yang dilakukan secara periodik.

2. Emigrasi

Istilah yang satu ini jelas sudah sangat tidak asing. Emigrasi merupakan pergerakan yang dilakukan oleh individu untuk keluar dari daerah populasinya menuju ke tempat tinggal lain untuk tinggal secara menetap dan tidak nomaden.

Baca Juga  Brainstorming: Pengertian, Prinsip dan Keunggulannya

3. Imigrasi

Seringkali disalah pahami dan dianggap sama dengan emigrasi, imigrasi merupakan suatu pergerakan individu dari sebuah daerah populasi dan tinggal secara menetap atau permanen.

Ketiga istilah distribusi populasi tersebut sudah sangat populer dan selalu dikaitkan dengan pengertian populasi. Anda wajib bisa membedakan ketiganya untuk bisa menguasai sebaran dan penelitian perihal populasi dengan benar.

Mengenal Teknik Pengambilan Sampel

Teknik Pengambilan Sampel

Tidak cukup mengerti perihal arti populasi, Anda juga perlu mengenal lebih jauh tentang teknik pengambilan sampel. Berikut detail lengkap teknik pengambilan sampel yang wajib Anda ketahui.

* Pengertian Teknik Pengambilan Sampel

Teknik sampling atau yang diterjemahkan sebagai teknik pengambilan sampel merupakan sebuah teknik dalam mengambil sampel dari sebuah populasi dalam suatu penelitian.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, sampel merupakan sebagian dari populasi dalam sebuah penelitian. Hasil penelitian tersebut kemudian digeneralisasi pada populasi.

* Syarat-Syarat Mengambil Sampel

Bisakah sampel diambil begitu saja? Tentu saja tidak. Ada syarat yang wajib dipenuhi jika ingin mengambil sebuah sampel dalam populasi. Salah satu syarat mutlak dalam pengambilan sampel adalah populasi harus bersifat homogen atau memiliki karakteristik yang sama.

Bagaimana jika populasi bersifat heterogen? Hal ini akan menyebabkan sampel yang dihasilkan bersifat tidak representative atau tidak bisa menjelaskan karakteristik dari sebuah populasi yang diteliti.

Baca Juga  Hipotesis: Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Melakukan Penelitian

* Manfaat Teknik Sampling

Mengapa perlu dilakukan teknik sampling? Ada banyak manfaat yang didapatkan dari penggunaan teknik pengambilan sampel ini.

Beberapa manfaat diantaranya adalah biaya penelitian yang dikeluarkan tidak terlalu membengkak, hemat waktu, data yang dihasilkan jauh lebih akurat, dan yang terakhir adalah ruang lingkup penelitian menjadi lebih luas.

Pengertian, syarat, dan manfaat dari teknik sampling di atas harus Anda ketahui sebelum melakukan sebuah penelitian dari suatu populasi. Syarat menjadi hal paling esensial yang harus dipenuhi dalam sebuah penelitian. Jika syarat tidak bisa terpenuhi, hasil yang Anda dapat juga kurang representative.

Jenis Teknik Sampling

Jenis Teknik Sampling

Setelah mengetahui detail lengkap teknik pengambilan sampel, ada beberapa jenis teknik sampling yang seringkali digunakan dalam penelitian. Berikut daftar jenis teknik sampling yang wajib anda ketahui sebelum menjalankan penelitian.

* Teknik Sampling Probabilitas

Teknik pengambilan sampel yang pertama dinamakan teknik sampling secara probabilitas. Atau yang lebih dikenal dengan istilah random sampling. Teknik ini memberikan kesempatan atau peluang kepada seluruh anggota dalam populasi untuk menjadi sampel agar didapatkan sampel yang representative.

Tidak hanya dengan satu cara, teknik sampling probabilitas menerapkan beberapa cara. Diantaranya yakni secara rambang sederhana, secara rambang proportional, secara sistematis, secara kluster, dan yang terakhir adalah secara rambang bertingkat.

Kelima cara tersebut sama-sama menghasilkan sampel yang representative dan dapat dilakukan untuk meneliti berbagai macam subjek populasi.

Baca Juga  Intervensi : Pengertian, Jenis dan Tujuannya

* Teknik Sampling Non Probabilitas

Teknik pengambilan sampel yang selanjutnya disebut dengan non probabilitas. Disebut demikian karena teknik sampling ini dari populasi yang sudah ditemukan oleh peneliti itu sendiri atau berdasar pada pertimbangan dari pakar dan ahli.

Sama dengan teknik sampling probabilitas, ada beberapa cara yang digunakan dalam teknik pengambilan sampel non probabilitas. Selebihnya, ada 4 cara yang biasa digunakan.

Keempat cara yang digunakan dalam melakukan pengambilan sampel dalam teknik non probabilitas adalah judgmental sampling, pengambilan sampel berdasar jatah, pengambilan sampel dengan cara bola salju, dan convenience sample.

Demikianlah daftar jenis teknik sampling yang bisa digunakan dalam pengambilan sampel pada sebuah populasi agar mampu menghasilkan sampel yang representative.

Kriteria Sampel

Populasi adalah keseluruhan dari sebuah penelitian, sedangkan sampel adalah bagian atau sebagian dari populasi tersebut. Sebagai subjek suatu penelitian, sampel tentu memiliki kriteria tersendiri yang harus dipenuhi. Ada dua kriteria dalam sampel yakni kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.

Mengapa perlu adanya kriteria dalam sampel? Kriteria sampel diperlukan guna mengurangi hasil penelitian yang bias dan tidak representative. Kriteria inklusi merupakan karakteristik umum dalam sebuah subjek penelitian dari suatu populasi target terjangkau yang nantinya akan diteliti.

Sedangkan kriteria eksklusi adalah mengeluarkan sampel atau subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari sebuah penelitian karena beberapa sebab tertentu. Sebab yang dimaksud adalah subjek membatalkan kesediaannya dan subjek berhalangan hadir saat pengumpulan data dilakukan.

Penentuan Jumlah Sampel

Beberapa manfaat menggunakan teknik sampling adalah hemat waktu, dan biaya. Manfaat teknik pengambilan sampel akan semakin terasa kala populasi yang ada dianggap terlalu besar untuk sebuah penelitian.

Menurut ahli Sukardi, ada hukum statistik dalam menentukan jumlah suatu sampel yang diteliti dalam sebuah penelitian. Ungkapan sang ahli ini memiliki maksud bahwa semakin besar jumlah sampel yang ada, maka akan semakin menggambarkan bagaimana keadaan dalam populasi tersebut.

Penentuan Jumlah Sampel Berdasarkan Karakteristik dalam Sebuah Populasi

Tidak cukup sampai pada ketentuan diatas, penentuan jumlah sampel juga diteliti berdasar pada karakteristik yang ada dalam sebuah populasi. Sebagai contoh, apabila sebuah populasi hanya membawa sifat homogen, maka tidak dibutuhkan sampel dalam jumlah besar untuk menelitinya.

Baca Juga  Pemanasan Global: Penyebab, Dampak dan Cara Menanganinya

Meski faktanya pengambilan sampel dalam jumlah besar sangat dianjurkan, peneliti yang memiliki keterbatasan tertentu dalam penelitiannya tidak harus mengambil banyak sampel sekaligus.

Peneliti dalam hal ini bisa mengambil sampel dalam kadar minimal asal sudah bisa memenuhi syarat dan ketentuan yang diharuskan. Seperti yang telah dikatakan oleh Isaac dan Michael, keduanya memberikan hasil akhir jumlah sampel terhadap populasi pada rentang angka 10 sampai 100.000.

Kesimpulan Perbedaan Antara Populasi dan Sampel

Kesimpulan Perbedaan Antara Populasi dan Sampel

Dilihat dari penjelasan detail diatas, tentu Anda sudah bisa menilik lebih dalam tentang apa itu populasi dan apa itu sampel. Singkatnya, sebagaimana sudah disebutkan, populasi adalah keseluruhan dari suatu subjek penelitian, sedangkan sampel merupakan bagian didalamnya.

Jika diibaratkan, populasi ini merupakan sejenis organisme, sedangkan sampel merupakan organ yang ada dalam organisme tersebut. Seperti yang diketahui, organisme dan organ merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Populasi juga menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari sampel.

Sampel harus bisa mewakili karakteristik dari seluruh populasi. Penelitian pada sampel dilakukan guna mendapatkan hasil yang representatif dan dapat digunakan secara general untuk kepentingan seluruh populasi.

Demikianlah penjelasan detail tentang pengertian populasi dan sampel yang wajib Anda pahami, khususnya bagi para peneliti. Saat melakukan penelitian yang berkaitan dengan keduanya, harap lebih memperhatikan tentang syarat dan ketentuan yang berlaku.

Tidak hanya syarat dan ketentuannya saja, Anda juga bisa melihat bagaimana cara dan teknik yang bisa dilakukan dalam mengambil sampel. Berbagai faktor yang mempengaruhi keduanya juga harus diperhatikan dengan baik.

Setiamah Setya

Setiamah Setya

Perkenalkan nama saya Setiamah. Pada dasarnya bermain kata adalah bagian hoby saya sejak lama. Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah dia bagian dari hidup saya sejak beragam wawasan baru saya dapatkan dari menulis berbagai tema.