Pengertian Lingkungan: Manfaat, Jenis dan Cara Menjaganya

Pengertian Lingkungan – Kata lingkungan memang sudah sering didengar dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, apa pengertian lingkungan yang sebenarnya, masih sering menjadi pertanyaan banyak orang. Hal ini dikarenakan banyak orang yang memaknai berbeda tentang pengertian kata lingkungan itu sendiri.

Pada dasarnya, lingkungan memiliki arti kombinasi antara beberapa hal yang berbentuk fisik, dan mencakup keadaan sumber daya alam. Katakanlah seperti energi surya, mineral, tanah, air, flora dan fauna. Intinya, lingkungan adalah segala yang berbentuk fisik yang ada di sekitar kehidupan manusia.

Pengertian Lingkungan Menurut Para Ahli

Pengertian Lingkungan Menurut Para Ahli

Pengertian lingkungan juga diatur dalam sebuah undang-undang. Dalam undang-undang nomor 23 tahun 1997 tentang lingkungan, dijelaskan bahwa lingkungan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam ruang dengan seluruh benda, daya keadaan, serta makhluk hidup.

Undang-undang tersebut juga menjelaskan, lingkungan adalah manusia dengan segala perilakunya, dimana perilaku mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Dalam hal ini, para ahli pun mempunyai pendapat sendiri tentang pengertian lingkungan. Beberapa pendapat para ahli tersebut adalah sebagai berikut.

1. Ahmad

Pendapat dari Ahmad tentang definisi lingkungan yaitu, lingkungan disebut sebagai sebuah kesatuan kehidupan dengan kehidupan. Menurutnya, kesatuan kesatuan kehidupan tersebut akan membentuk sistem kehidupan, dimana didalamnya terdapat campur tangan dari manusia.

2. Emil Salim

Pendapat dari Emil Salim tentang lingkungan lain lagi. Pakar lingkungan hidup yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup itu berpendapat, lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Segala sesuatu itu bisa berupa benda, kondisi, keadaan, dan juga pengaruh.

Menurut Emil Salim, segala sesuatu yang berada di sekitar , yaitu benda, kondisi, dan keadaan tersebut memiliki pengaruh pada ruangan yang ditempati. Dengan demikian, maka kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh keadaan di sekitarnya.

3. Otto Soemarwoto

Menurut Otto Soemarwoto, lingkungan memiliki arti yang sama dengan environment. Yaitu segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup atau organisme. Lingkungan tersebut pada kenyataannya membawa pengaruh pada kehidupan makhluk hidup atau organisme lainnya.

4. Jonny Purba

Pendapat ahli Jonny Purba tentang lingkungan sedikit berbeda. Menurut Jonny Purba, pengertian lingkungan diartikan sebagai wilayah tempat berlangsungnya macam-macam kegiatan. Dalam lingkungan terjadi interaksi sosial antar kelompok dan juga pranatanya.

5. Prof. Dr. ST. Munadjat Danusaputro, SH

Bagi ahli lingkungan yang satu ini, lingkungan didefinisikan sebagai segala sesuatu bisa berupa benda, kondisi termasuk manusia, tingkah lakunya, dan perbuatan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa keberadaan masing-masing unsur tersebut bukan hanya saling mempengaruhi kehidupan serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lain dalam ruang tempat dimana manusia itu berada. Hal ini juga menentukan keberlangsungan kehidupan yang ada dalam ruang tersebut.

6. Soedjono

Menurut Soedjono, lingkungan diartikan dengan lebih luas lagi. Menurut ahli ini, lingkungan termasuk lingkungan hidup, terdiri dari dua unsur, yaitu lingkungan hidup jasmani, dan lingkungan hidup fisik. Yang dimaksud oleh Soedjono adalah, lingkungan segala faktor dan unsur yang berupa fisik jasmaniah.

7. S. J McNaughton dan Larry L Wolf

Kedua ahli ini berpendapat, lingkungan adalah faktor eksternal yang bersifat biologi dan juga fisika. Faktor eksternal tersebut mempengaruhi kehidupan, perkembangan, pertumbuhan, dan aktivitas reproduksi dari suatu organisme.

Jenis-Jenis Lingkungan

Jenis-Jenis Lingkungan

Lingkungan hidup dibagi menjadi dua jenis , yaitu lingkungan hidup alami dan lingkungan hidup buatan. Pembagian tersebut didasarkan pada proses terbentuknya lingkungan itu sendiri.

1. Lingkungan Alam

Sesuai dengan namanya, lingkungan alam adalah lingkungan yang terbentuk secara alami. Dengan kata lain, lingkungan alam terbentuk karena adanya peristiwa alam, atau melalui proses alam. Dalam terbentuknya lingkungan alam, sama sekali tidak ada unsur campur tangan manusia di dalamnya.

Lingkungan alam terbentuk dari 2 komponen, yaitu fisik dan biologis. Komponen fisik adalah segala sesuatu yang berada di dalam lingkungan alam yang berbentuk fisik atau benda mati. Sedangkan komponen biologis, adalah komponen dari lingkungan alam yang berupa benda atau makhluk hidup.

Terbentuknya lingkungan alam ini terjadi secara dinamis dan biasanya dalam waktu yang sangat panjang atau lama. Karena hal tersebut, maka tingkat keberagaman dan heterogenitas dari lingkungan alam ini sangat tinggi.

Keberagaman tersebut dapat dilihat dari komponen yang terdapat di dalam lingkungan alam baik berupa makhluk hidup dan organisme lainnya. Contoh dari lingkungan alam adalah rawa, lembah, hutan, bukit, gunung, padang rumput, laut, danau, sungai, dan pantai.

Baca Juga  Siklus Hidrologi: Pengertian, Sejarah, dan Tahapannya

2. Lingkungan Buatan

Lingkungan buatan terbentuk karena memang ada unsur kesengajaan. Dengan kata lain, lingkungan buatan terbentuk karena ide manusia dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya yaitu menciptakan lingkungan baru.

Lingkungan baru yang dimaksud disini pada akhirnya akan mereka tempati. Contoh nyata dari lingkungan buatan adalah pasar, perkampungan, sekolah, jalan, dan lain sebagainya.

Unsur-Unsur Lingkungan

Unsur-Unsur Lingkungan

Lingkungan tersusun atas beberapa unsur yang menjadi komponen penyusunnya. Unsur lingkungan tersebut merupakan isi atau bagian dari lingkungan yang memiliki andil dalam terbentuknya lingkungan tersebut. Unsur lingkungan juga menjadi faktor penentu kelangsungan dari lingkungan yang dimaksud.

Lingkungan alam memiliki beberapa unsur di dalamnya. Unsur lingkungan memiliki peran besar dalam berjalannya sistem yang ada di lingkungan tersebut, dan juga berpengaruh pada kelestarian lingkungan yang ada. Unsur dari lingkungan sendiri diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Unsur Biotik

Unsur biotik adalah segala sesuatu yang ada dalam lingkungan yang berupa unsur hayati atau makhluk hidup. Contoh dari unsur hayati adalah manusia, hewan, tumbuhan, dan organisme lain yang hidup dalam lingkungan.

2. Unsur Abiotik

Berlawanan dengan unsur biotik yang terdiri dari makhluk hidup, unsur abiotik merupakan komponen penyusun lingkungan yang terdiri dari benda-benda tak hidup. Banyak macam dari unsur abiotik ini dalam lingkungan. Diantaranya seperti tanah, air, udara, suhu, iklim, dan lain-lain.

Baca Juga  Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya

3. Unsur Sosial Budaya

Unsur sosial budaya adalah segala sesuatu diluar unsur biotik dan abiotik yang berada dalam lingkungan. Unsur ini memegang peran besar dalam keberlangsungan kehidupan dalam sebuah lingkungan dan juga menjadi karakter kehidupan yang terjadi dalam lingkungan tersebut.

Unsur sosial budaya bisa berupa lingkungan sosial dan juga budaya sekitar manusia. Unsur ini bisa berupa gagasan, keyakinan, adat istiadat yang akhirnya berdampak pada perilaku kehidupan manusia sebagai makhluk sosial di dalam lingkungan tersebut.

Manfaat Lingkungan

Manfaat Lingkungan

Lingkungan sendiri memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup di dalamnya. Sebagaimana pengertian lingkungan yang berarti segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, maka manfast lingkungan memang sangat besar bagi manusia.

Karena manusia hidup berada dalam sebuah lingkungan, maka manfaat lingkungan bisa dirasakan langsung bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Adapun manfaat lingkungan bagi makhluk hidup adalah sebagai berikut.

1. Sumber Kehidupan

Lingkungan memberikan manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya sebagai sumber pangan, sumber ketersediaan oksigen, menjadi tempat wisata, sarana pendidikan, dan lain-lain.

2. Sumber Pengetahuan

Lingkungan juga menjadi sumber pengetahuan yang banyak memberikan inspirasi bagi manusia. Melalui lingkungan, manusia bisa melakukan penelitian tentang berbagai hal. Dari lingkungan manusia juga bisa menciptakan ilmu tentang kesehatan, menciptakan obat-obatan dan pengetahuan lainnya.

Kerusakan Lingkungan Dan Faktor Penyebabnya

Kerusakan Lingkungan Dan Faktor Penyebabnya

Meskipun lingkungan sangat bermanfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, tetapi pada kenyataannya banyak manusia yang melakukan tindakan yang justru menyebabkan terjadinya kerusakan pada lingkungan. Tindakan-tindakan tersebut terkadang dilakukan karena unsur kesengajaan.

Tindakan yang dilakukan oleh manusia biasanya didasari oleh tujuan pemenuhan kebutuhan manusia, tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Beberapa contoh kerusakan lingkungan akibat tindakan manusia adalah sebagai berikut.

1. Pencemaran

Ini merupakan masalah besar dan terjadi pada hampir setiap unsur lingkungan. Katakanlah seperti pencemaran udara, pencemaran sungai, air laut, dan sebagainya. Penyebab utamanya sendiri adalah tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan kepentingan pribadi.

Baca Juga  Sampah Plastik: Pengertian, Bahaya dan Cara Menanggulanginya

2. Eksploitasi Alam

Penggundulan hutan merupakan contoh eksploitasi manusia pada alam tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Padahal, penggundulan hutan ini bisa mengakibatkan banjir, punahnya aneka ragam hayati, dan menurunnya sumber daya alam.

3. Pemanasan Global

Pemanasan global akibat efek rumah kaca merupakan kerusakan lingkungan yang mengancam kehidupan manusia saat ini. Akibat terjadinya pemanasan global tersebut adalah penipisan lapisan ozon, hujan asam, dan dalam jangka panjang berakibat melelehnya es di kutub hingga tenggelamnya daratan.

Cara Pelestarian Lingkungan

Cara Pelestarian Lingkungan

Mengingat begitu besar manfaat lingkungan bagi kehidupan, diperlukan upaya pelestarian agar lingkungan tidak mengalami kerusakan. Nah, beberapa cara menjaga lingkungan tersebut diantaranya sebagai berikut.

1. Pemisahan dan Pemanfaatan Sampah

Sampah merupakan penyebab terbesar pencemaran lingkungan. Memisahkan sampah organik dan anorganik serta memanfaatkannya sebagai pupuk dan daur ulang sampah, bisa mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut.

2. Reboisasi

Reboisasi atau penanaman pohon merupakan upaya pelestarian linkungan selanjutnya. Upaya ini bisa mencegah hutan gundul, banjir, tanah longsor, dan punahnya keanekaragaman hayati.

Baca Juga  Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Manfaat dan 3 Contohnya

3. Pembatasan Penggunaan Bahan Bakar

Pembatasan penggunaan bahan bakar dapat menekan timbulnya gas metana dari peternakan sapi. Hal ini bisa mengurangi kerusakan lingkungan akibat pencemaran udara.

4. Membentuk kawasan konservasi alam.

Pembentukan taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, merupakan salah satu cara menjaga lingkungan. Hal ini diharapkan bisa mencegah kerusakan alam dari punahnya jenis hayati hewan dan tumbuhan.

Setiamah Setya

Setiamah Setya

Perkenalkan nama saya Setiamah. Pada dasarnya bermain kata adalah bagian hoby saya sejak lama. Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah dia bagian dari hidup saya sejak beragam wawasan baru saya dapatkan dari menulis berbagai tema.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *