Ketahui Pengertian Debit dan Kredit

Artikel terakhir diperbaharui 09-12-2020 oleh Aldy Amrillah

Debit serta kredit adalah dua istilah yang banyak digunakan dalam akuntansi keuangan. Arti debet sendiri adalah pertambahan uang ke dalam tabungan maupun rekening.

Dari arti tersebut, maka dapat dikatakan bahwa debit adalah pertambahan transaksi. Sedangkan pengertian kredit adalah pengeluaran uang pada proses transaksi.

Akan tetapi, kredit lebih banyak dikenal dengan penyediaan uang berdasarkan kesepakatan pinjam-meminjam antara pihak bank dan nasabah.

Jadi nasabah harus melunasi sejumlah uang yang dipinjam dalam kurun waktu tertentu.

Arti debet dan kredit tidak hanya dilihat sebagai berkurang atau bertambahnya uang di dalam tabungan. Dalam lingkup laporan keuangan sebuah perusahaan, implementasi keduanya tidaklah sederhana.

Supaya debit dan kredit bisa lebih dipahami, simak penjelasannya di bawah ini, ya.

Pengertian Debit dan Kredit

Debit dan kredit di dalam dunia akuntasi menjadi dua hal yang tidak terpisahkan. Keduanya saling berkaitan dan juga melengkapi.

Setiap orang yang melakukan proses transaksi, maka akan menimbulkan debit dan kredit. Untuk bisa memahami keduanya dengan baik, berikut ini adalah pengertiannya.

Debit

Debit merupakan istilah dari bahasa latin yaitu debere yang berarti pencatatan dalam akuntansi, dimana biaya dan asset mengalami suatu peningkatan.

Merujuk pada pengertian debit tersebut, debit akan diletakkan di kolom sebelah kiri. Pertambahan asset di sini bisa dalam bentuk penambahan uang, alat, maupun berbagai hal tak berwujud, seperti sewa dan piutang.

Kredit

Kredit adalah pencacatan dalam akuntansi yang digunakan untuk akun hutang serta ekuitas yang meningkat. Kredit ini diletakkan pada kolom kanan.

Kata kredit berasal dari bahasa latin, yaitu credere. Asset dan beban yang ada di kolom kredit berarti terdapat pengurangan nilai pada akun tersebut.

Apabila akun hutang, ekuitas, dan akumulasi yang ada di bagian debit, maka akun tersebut nilainya mengalami penurunan. Hal ini juga berlaku pada laba dan penjualan yang berada di posisi kredit.

pengertian debit

Perbedaan Debit dan Kredit di Akuntansi

Pada setiap transaksi akuntansi, maka akan ada dua akun yang terpengaruh. Akun ini adalah entri debit yang dicatat dalam satu akun serta entri kredit yang dicatat pada akun lain.

Tidak ada batas maksimal atas jumlah akun yang terdapat dalam transaksi akuntansi. Akan tetapi, paling minimum adalah dua akun.

Total jumlah perhitungan debit dan kredit dalam satu transaksi haruslah sama dan juga seimbang. Apabila hasilnya tidak seimbang, maka ada yang salah pada laporan tersebut.

Terdapat beberapa acuan dalam memasukkan debit dan kredit pada format laporan yang harus diperhatikan, sebagai berikut.

  • Debit terdapat pada kolom kiri dan kredit ada di kolom kanan pada buku besar. Contohnya seperti pada rekening pribadi, bagian penerima ada di kolom debit, sedangkan bagian pemberi ada di kolom kredit.
  • Segala transaksi yang masuk akan dimasukkan ke dalam kolom debit pada akun neraca dan segala yang keluar akan dimasukkan ke kolom kredit.
  • Pada laporan laba rugi, pengeluaran dan kerugian berada di debit. Akan tetapi, pendapatan serta keuntungan masuk di kolom kredit.
  • Peningkatan di kolom debit terjadi karena adanya kenaikan inventaris, cash, pabrik serta mesin, gaji, asuransi, pajak, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk peningkatan di kolom kredit terjadi karena adanya kenaikan biaya keanggotaan, dana pemegang saham, laba ditahan, pendapatan sewa, hutan, dan sebagainya.

Jadi dapat disimpulan bahwa perbedaan debit dan kredit seperti berikut ini.

  • Debit adalah pencatatan pada pembukuan yang isinya mengenai pengurangan deposito.
  • Debit merupakan pencatatan yang mengarah pada pengurangan nominal uang, sementara kredit merupakan pencatatan yang mengarah pada penambahan nominal uang.
  • Transaksi debit merujuk pada aktivitas menabung dan transaksi kredit merujuk pada proses keluarnya uang dari bank atau proses peminjaman uang di bank.

arti debet

Penggunaan Debit dan Kredit

Agar Anda lebih paham mengenai debit dan kredit, maka perlu mengetahui tentang penggunaan keduanya menurut ilmu akuntansi.

Berikut ini adalah penggunaan debit dan kredit dalam laporan akuntansi.

1. Asset

Asset adalah harta, baik harta lancar maupu harta tidak lancar. Harta lancar sendiri adalah harta yang mudah untuk dicairkan, seperti kas, piutang usaha, serta sewa dibayar dimuka.

Sedangkan harta tidak lancar contohnya adalah kendaraan, peralatan kantor, dan mesin. Maka dari itu, jika akun asset tidak lancar bertambah, posisinya akan ada di kolom debit.

2. Expenses atau Beban

Expenses atau beban perlu dilakukan supaya suatu bisnis dapat berjalan. Beban yang bertambah akan masuk pada kolom debit, sedangkan beban berkurang akan masuk ke kolom kredit.

3. Liabilitas dan Ekuitas

Akun hutang atau liabilitas dan ekuitas dimasukkan saat adanya proses transaksi pinjaman ke bank. Contohnya seperti meminjam uang ke bank dan digunakan untuk modal usaha.

4. Akumulasi

Akumulasi merupakan bagian asset tidak lancar yang bisa saja bertambah saat dikreditkan. Akumulasi di bagian nerasa akan mengurangi nilai pada asset tetap, seperti peralatan dan kendaraan.

Pencatatan akumulasi akan membuat akuntan lebih mudah dalam menentukan apakah asset tersebut mengalami keuntungan atau kerugian ketika dijual.

Setiap melakukan transaksi, debit dan kredit adalah dua hal yang berhubungan karena sangat membantu ketika melakukan pembukuan pada jurnal.

Pencatatan keuangan ini sangat penting bagi para pelaku bisnis supaya bisa mengatur keuangan dengan lebih baik.

arti debet dan kredit

Pentingnya Mencatat Debit dan Kredit bagi Perusahaan

Dalam menjalankan sebuah bisnis pasti akan selalu ada proses transaksi yang dilakukan, baik secara internal maupun eksternal. Transaksi ini mengharuskan perusahaan tersebut untuk membuat dokumen berupa laporan keuangan.

Tujuan pencatatan ini adalah supaya pihak perusahaan mengetahui keluar masuknya dana perusahaan guna meminimalisasi kemungkinan adanya over bujet pada akun tertentu.

Secara umum, terdapat lima akun yang muncul pada transaksi akuntansi, yaitu harta, utang, modal, pendapatan, serta beban atau biaya.

Perusahaan yang tidak memiliki dokumen pencatatan debit dan kredit maka tidak akan bisa mengendalikan aliran uang yang masuk dan keluar.

Tidak hanya itu, data keuangan perusahaan tidak bisa dilacak apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak perusahaan juga akan lebih mudah melakukan pengawasan terkait masalah keuangan, dari adanya kemungkinan tindakan korupsi yang dilakukan oleh pegawai.

Apabila Anda merasa kesulitan pada saat proses pencatatan debit dan kredit, maka Anda bisa menggunakan software Accurate Online yang banyak digunakan oleh para akuntan.

Software ini menyediakan berbagai fitur yang dibutuhkan pada pencatatan laporan keuangan. Akan tetapi software ini tidak gratis alias berbayar. Harga yang dibanderol tergantung pada kelengkapan fitur yang dipilih.

Demikian penjelasan tentang pengertian debit dan kredit yang dapat Anda ketahui. Debit dan kredit ini adalah hal dasar yang harus dikuasai oleh para akuntan untuk menyusun sebuah laporan keuangan.

Setelah menyimak penjelasan di atas, tentunya Anda jadi lebih paham mengenai arti istilah keduanya beserta penggunaannya dalam pencatatan laporan keuangan.

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *