Pengertian Pendidikan Karakter dan Tujuannya

Artikel terakhir diperbaharui 07-12-2020 oleh Aldy Amrillah

Semua orang tentu sudah tidak asing lagi dengan kata pendidikan. Namun, apalah Anda pernah mendengar istilah pendidikan karakter?

Mungkin sebagian orang sudah pernah mendengarnya, namun tidak semua orang mengerti apa itu pendidikan karakter.

Pendidikan karakter adalah salah satu bagian penting di dunia pendidikan. Pendidikan yang satu ini menjadi pilar penentu kebermanfaatan pendidikan.

Sering kali tenaga pendidik, seperti guru lebih khawatir jika siswanya tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik sehingga mengganggu nilai akademisnya.

Namun, justru sikap tidak mau mengantre atau tidak disiplin kerap disepelekan. Padahal kedua hal tersebut menjadi indikator dari seorang siswa terdidik.

Karakter disini adalah bagian dari pondasi softskill yang dapat menunjang kesuksesan siswa di masa mendatang.

Kemampuan teknis dan prestasi akademik yang tidak dibarengi dengan karakter, maka hal tersebut akan sia-sia. Ia tidak bisa bekerja sama ataupun merasakan empati kepada teman maupun rekan kerjanya nanti.

Tidak hanya itu saja, ilmu pengetahuan yang digunakan bersamaan dengan karakter mumpuni, maka akan menghadirkan hal-hal positif. Pengetahuan merupakan sebuah jalan agar manusia dapat hidup lebih baik.

Akan tetapi, bisa menjadi boomerang bagi seseorang jika tidak dibarengi dengan karakter yang baik. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian pendidikan karakter dan tujuannya.

penguatan pendidikan karakter

Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk melatih, mengarahkan, serta memupuk nilai baik supaya dengan tujuan menumbuhkan kepribadian yang bijak, baik agar bisa memberi kontribusi positif pada masyarakat luas dan juga lingkungan.

Menurut Megawangi, pendidikan karakter dapat diartikan sebagai sebuah usaha yang dilakukan secara sadar untuk mendidik siswa maupun anak-anak supaya bisa mengambil suatu keputusan dengan bijak dan mempraktikannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, anak-anak dapat memberi kontribusi yang positif kepada lingkungan.

Istilah pendidikan karakter berasal dari dua kata dasar, yaitu pendidikan dan karakter. Di bawah ini adalah penjelasan tentang arti keduanya.

Pengertian Pendidikan

Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan guna mewujudkan pembelajarann supaya peserta didik bisa belajar secara aktif dan juga dapat mengembangkan potensi diri dengan sebaik-baiknya agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sisi pengetahan, kecerdasan, kepribadian, dan sebagainya.

Pengertian Karakter

Kata karakter diambil dari bahasa Yunani yang artinya menandai atau mengukir. Arti tersebut tidak hanya dapat dimaknai secara harfiah saja, tetapi juga bisa diinterpretasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Karakter dapat berarti mengukir berbagai nilai positif yang terdapat dalam konsepsi serta tindakan nyata seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian menurut Salahudin dan Alkrienciechie, karakter adalah ciri dari seseorang maupun kelompok tertentu yang mengandung kemampuan, nilai, ketegaran, dan juga kapasitas moral dalam menghadapi tantangan dan kesulitan.

Jadi, dapat disimpulkan bawah karakter merupakan perspesi dan sifat seseorang dalam menerapkan moral, etika nilai, emosi, serta berbagai kemampuan lainnya.

tujuan pendidikan karakter

Pendidikan Karakter Menurut Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian dari pendidikan karakter yang dikemukakan oleh para ahli.

  • Samani dan Hariyanto

Pendidikan karakter merupakan proses pemberian tuntunan kepada para peserta didik supaya menjadi manusia yang seutuhnya.

  • Wibowo

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang dipakai untuk mengembangkan karakter peserta didik sehingga ia mempunyai karakter yang luhur dan bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Zusnani

Dengan adanya pendidikan karakter, peserta didik diharapkan mempunyai karakter baik, seperti tanggung jawab, kejujuran, kreatif, peduli, dan juga cerdas.

  • Muhamimin Azzet

Pendidikan karakter adalah suatu sistem yang dilakukan untuk menanamkan nilai karakter positif pada seluruh warga sekolah agar peserta didik mempunyai tindakan dan pengetahuan yang sesuai kebaikan.

pendidikan karakter di sekolah

Sistem Karakter

Berdasarkan pengertian di atas, terdapat sejumlah karakter yang saling berhubungan sebagai langkah penguatan pendidikan karakter. Berikut ini adalah ketiga sistem karakter tersebut.

  • Pengetahuan Moral

Pengetahuan moral merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk bisa memahami, mengetahui, membedakan, mempertimbangkan, serta menginterpretasikan berbagai macam moral yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Terdapat enam komponen dalam pengetahuan moral yang harus terpenuhi, yaitu kesadaran moral, pengetahuan nilai moral, memahami sudut pandang lain, penalaran moral, keberanian mengambil keputusan, dan juga pengenalan diri.

  • Perasaan Moral

Perasaan moral merupakan kemampuan seseorang yang merasa harus melakukan tindakan moral sesuai dengan norma yang berlaku dan akan merasa bersalah apabila melakukan perbuatan yang menyimpang dari norma tersebut.

Perasaan moral juga mempunyai enam komponen, yakni mendengarkan hati nurani, empati, harga diri, kontrol diri, cinta kebaikan, dan juga rendah hadir. Keenam komponen tersebut wajib ada perasaan moral.

  • Tindakan Moral

Tindakan moral berarti dapat bergerak serta melakukan tindakan moral yang nyata sesuai dengan norma sehingga mampu mencegah terjadinya perbuatan yang tidak diinginkan dan berkaitan dengan norma. Tindakan moral mempunyai tiga komponen, yaitu keinginan, kompetensi, dan juga kebiasaan.

belajar di sekolah

Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan dari adanya pendidikan karakter yaitu untuk mendorong para peserta didik supaya mampu mandiri dalam meningkatkan dan juga menggunakan pengetahuannya untuk mengkaji, menginternalisasikan, serta mempersonalisasikan nilai karakter dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Terdapat beberapa tujuan dari pendidikan karakter yang disampaikan oleh Kemdikbud, sebagai berikut.

  1. Untuk mengembangkan potensi nurani dari peserta didik sebagai bagian dari warga negara yang mempunyai nilai budaya dan juga karakter bangsa.
  2. Untuk mengembangkan kebiasaan perilaku pada peserta didik yang sejalan dengan nilai-nilai universal dan juga tradisi bangsa.
  3. Untuk menanamkan tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan bagi peserta didik selaku penerus bangsa.
  4. Untuk mengembangkan kemampuan bagi peserta didik agar menjadi manusia yang kreatif, mandiri, dan berwawasan kebangsaan.
  5. Untuk mengembangkan lingkungan sekolah yang aman jujur, kreatif, aman, dan bersahabat. Jadi pendidikan karakter di sekolah adalah hal penting yang harus diperhatikan.

Fungsi Pendidikan Karakter

Tiga fungsi utama dari pendidikan karakter antara lain adalah sebagai berikut.

  • Fungsi pembentukan serta pengembangan potensi

Peserta didik diharapkan dapat mengembangkan potensi di dalam dirinya untuk berperilaku baik, berhati nurani, berbudi luhur, dan berpikir baik.

  • Fungsi untuk penguatan serta perbaikan

Memperbaiki dan juga menguatkan peran berbagai elemen masyarakat, yaitu individu, keluarga, masyarakat, satuan pendidikan, dan juga pemerintah untuk melaksanakan tanggung jawab dan berpartisipasi secara umum.

  • Fungsi penyaring

Pendidikan karakter perlu digunakan supaya masyarakat agar dapat memilih dan juga memiliah budaya bangsa sehingga mampu menyaring masuknya budaya lain yang menyimpang atau tidak sesuai dengan karakter bangsa.

Demikian penjelasan mengenai pengertian pendidikan karakter secara umum dan menurut para ahli, sistem karakter, fungsi pendidikan karakter, dan juga tujuan pendidikan karakter.

Setelah menyimak penjelasan di atas, maka Anda dapat lebih memahami pentingnya pendidikan karakter bagi para peserta didik yang wajib diberikan pengajar di lingkungan sekolah.

Dengan begitu, maka generasi penerus bangsa akan memiliki etika nilai dan moral yang baik serta berbudi luhur.

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *