Pencemaran Tanah: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

Pencemaran Tanah – Kita sebagai manusia seharusnya senantiasa menjaga lingkungan di sekitar kita. Tentunya kita tidak mau dampak buruk menimpa kita akibat lingkungan yang tercemar bukan?

Namun, masih banyak manusia yang belum sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Salah satunya adalah menjaga tanah di sekitar lingkungan anda terhindar dari pencemaran. Manusia terlalu sering memanfaatkan alam, namun juga tidak pernah menjaganya agar tetap lestari. Masalah yang sering terjadi di kehidupan manusia adalah adanya pencemaran tanah.

Banyak orang yang masih belum sadar akan menjaga lingkungan tanah di sekitarnya. Padahal pencemaran tanah bisa menyebabkan penyakit di tubuh kita. Apalagi pada anak yang masih sering main di lapangan sekitar rumah.

Anak akan rentan terkena penyakit jika tanah sudah tercemar. Selain itu, pencemaran tanah tidak hanya berdampak pada manusia namun juga merusak ekosistem secara keseluruhan. Lala, apa sih pengertian pencemaran tanah dan penyebabnya?

Pengertian Pencemaran Tanah

dampak pencemaran tanah

Pencemaran tanah adalah suatu peristiwa dimana tanah terkena bahan kimia yang beracun, baik polutan atau kontaminan yang tinggi di dalam kandungan tanah tersebut. Sehingga dapat berdampak pada kesehatan manusia dan kerusakan ekosistem di sekitarnya. Pencemaran tanah bisa disebabkan oleh faktor alam maupun oleh ulah manusia sendiri.

Jika tanah sudah tercemar maka akan berakibat pada berkurangnya kualitas tanah sebagai tempat untuk untuk kegiatan yang konstruktif seperti contoh kehutanan, pertanian, dan lain-lain. Pencemaran tanah bisa terjadi sementara waktu ataupun permanen.

Baca Juga  Daur Hidup Kupu Kupu: Ciri-ciri dan Makanannya

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas jika pencemaran tanah bisa saja terjadi karena adanya bahan kimia yang beracun seperti polutan atau kontaminan dengan kandungan yang tinggi pada tanah sehingga bisa berdampak pada tanah, akibatnya manusia dan juga ekosistem yang ada di sekitarnya akan ikut terganggu.

Pada kasus kontaminan polusi tanah yang terjadi karena faktor alami di tanah. bahkan saat mereka tidak memproduksi kontaminan tanah yang cukup tinggi masih bisa terjadi pencemaran tanah.

Pencemaran tanah adalah salah satu masalah lingkungan hidup yang sangat penting untuk kita hadapi dan perhatikan dalam beberapa dekade ini selain masalah perubahan iklim dan juga pemanasan global. Pencemaran tanah bisa saja terjadi karena adanya pengendapan bahan limbah entah itu limbah cair atau padat pada permukaan tanah.

Faktor Penyebab Pencemaran Tanah

pengertian tanah

Sumber penyebab pencemaran tanah berasal dari alam dan juga manusia. Pencemaran tanah terjadi karena aktivitas manusia dalam jangka panjang yang bersifat merusak. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya pencemaran tanah yang bisa saja terjadi.

1.Faktor Alam

Pencemaran tanah bisa saja terjadi karena proses alami sehingga menyebabkan munculnya bahan kimia beracun di dalam tanah. Pencemaran tanah akibat faktor alam memang sangat jarang ditemukan. Contoh pencemaran tanah karena faktor alam ini pernah terjadi di Chile, di sebuah gurun Atacama yang terjadi karena lingkungan gersang.

2. Faktor Manusia

Bukan hanya alam saja yang bisa membuat tanah menjadi tercemar, namun juga karena faktor manusia. Ada banyak aktivitas manusia yang bersifat destruktif (merusak) dalam jangka panjang dapat menyebabkan lingkungan tanah menjadi tercemar. Terdapat berbagai sumber penyebab pencemaran tanah oleh manusia.

– Erosi Tanah dan Penggundulan Tanah

Pencemaran tanah bisa saja terjadi akibat dari hutan yang gundul, hal ini karena lahan yang kosong bisa menyebabkan pencemaran tanah terjadi. Tanpa ada nya pohon sebagai tempat berlindung tanah, sehingga tanah menjadi tandus dan kering. Untuk itu kita sebagai manusia seharusnya bisa lebih bijak lagi dalam memilih pohon untuk ditebang, jangan asal menebang pohon tak beraturan.

– Kegiatan Penambangan

Kegiatan penambangan menghasilkan uranium yang dapat menyebabkan pencemaran tanah terjadi. Ketika proses penambangan berlangsung, tanah akan menciptakan ruang longgar yang dapat menyebabkan tanah longsor.

Kegiatan penambangan ini juga tidak mustahil untuk menimbulkan limbah. Limbah hasil pertambangan inilah yang bisa menyebabkan pencemaran tanah. Misalnya saja seperti sisa logam atau juga bisa banjir lumpur. Kegiatan pertambangan banyak mengakibatkan limbah yang bisa membuat tanaman di sekitarnya menjadi mati karena tidak bisa bertahan hidup.

3. Limbah Pertanian

contoh pencemaran tanah

Siapa yang bilang pertanian tidak memiliki limbah? Justru pertanian memiliki limbah yang cukup banyak. Salah satu limbah yang ditimbulkan oleh aktivitas pertanian adalah karena penggunaan pupuk kimia dan juga pestisida.

Penggunaan pupuk kimia dan juga pestisida memang tidak bisa dihindari sebab kedua barang tersebut adalah senjata ampuh petani untuk melawan hama dan penyakit yang bisa saja menimpa tanaman mereka.

Namun pupuk dan juga pestisida yang mengandung banyak sekali bahan kimia ini bisa meresap dalam tanah kemudian merusak jaringan-jaringan pada tanah sehingga lama kelamaan membuat tanah menjadi tidak produktif dan juga subur lagi saat ingin digunakan untuk bercocok tanam lagi.

Baca Juga  Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, dan Bentuknya

4. Kegiatan Industri

Dalam kegiatan industri yang menggunakan bahan kimia berbahaya ketika membuang limbah sembarang dapat menyebabkan pencemaran tanah dapat terjadi. Sama seperti pada kegiatan pertanian, kegiatan industri juga bisa menimbulkan limbah yang tidak baik untuk tanah dan bisa menjadi penyebab pencemaran tanah.

Hal ini karena limbah yang dihasilkan oleh kegiatan industri biasanya akan berskala yang lebih besar sehingga dampak pada tanahnya juga akan sangat besar, terutama pada area sekitaran kegiatan industri tersebut. Limbah industri biasanya memiliki sifat yang sangat bahaya bagi ekosistem di sekitarnya, hal ini karena limbah industri memiliki kandungan zat kimia lebih banyak.

5. Limbah Rumah Tangga

Limbah bukan hanya berasal dari kegiatan industri atau kegiatan berskala besar saja loh, namun limbah juga bisa saja berasal dari rumah tangga. Limbah rumah tangga ini biasanya disebut dengan limbah domestik, yaitu limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga.

Sebenarnya banyak sekali limbah yang dihasilkan dari kegiatan kita sehari-hari, mulai dari kegiatan memasak, mencuci dan kegiatan sebagainya. Limbah yang dihasilkan ini bisa saja mencemari apa saja yang dilewati termasuk juga tanah.

6. Aktivitas Perkotaan

Penyebab pencemaran tanah yang terakhir adalah karena aktivitas perkotaan. Sistem drainase atau tempat pembuangan tanah yang salah menjadi contoh aktivitas perkotaan yang bisa menyebabkan pencemaran tanah.

Drainase yang tak terkontrol dengan baik bisa meningkatkan pencemaran tanah. Tempat pembuangan sampah yang tidak tepat bisa menjadi penyebab dari beragam jenis bahan kimia dan juga polutan yang mengendap dalam tanah.

Dampak Pencemaran Tanah Bagi Ekosistem

penyebab pencemaran tanah
Apapun itu, jika sudah mengalami yang namanya pencemaran pasti ujungnya bisa menimbulkan berbagai macam dampak negatif, termasuk juga pencemaran tanah.

Dampak pencemaran tanah tentu saja akan menimbulkan hal yang negatif untuk ekosistem di sekitarnya. Berikut dibawah ini adalah beberapa dampak pencemaran tanah yang harus kalian ketahui.

1. Membuat Tanah Menjadi Tidak Subur Lagi

Dampak pencemaran tanah yang pertama dan yang bisa kita rasakan adalah tentu saja membuat tanah menjadi berkurang tingkat kesuburannya. Berbeda pada sebelumnya, dimana tanah memiliki keunggulan yaitu memiliki nilai kesuburan yang tinggi sehingga manusia bisa menanam tanaman apa saja sehingga bisa hidup dengan baik dan subur.

Jika tanah sudah tercemar dengan beragam zat yang merugikan entah itu zat kimia atau non kimia tentu saja bisa menurunkan kesuburan tanah, tanah menjadi tidak subur lagi akibat adanya pencemaran tanah ini.

Tanah bisa saja menjadi tidak subur lagi akibat dari zat polutan yang telah merusak jaringan dari tanah itu sendiri. Akibatnya, tanaman tidak bisa tumbuh dengan subur dan baik jika ditanam di tanah tersebut.

2. Membuat Tumbuhan Dan Makhluk Hidup Lainnya Mati

Sebenarnya ini masih berkaitan dengan dampak pencemaran tanah yang bisa menurunkan tingkat kesuburan tanah tersebut. Jika tanah sudah tercemar dan tidak subur lagi tentu saja akan berakibat pada tanaman atau makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

Tanaman yang awalnya bisa tumbuh subur lama kelamaan bisa saja layu kemudian mati karena tanah yang tercemar tersebut.

Selain itu, pencemaran tanah juga bisa membawa dampak pada makhluk hidup lainnya di sekitaran tanah yang tercemar itu. Misalnya saja seperti binatang dan manusia juga bisa terkena dampak dari pencemaran tanah ini

Contohnya tanaman yang terkena zat polutan dalam tanah, kemudian tanaman tersebut dimakan oleh binatang atau manusia. Maka efek negatif dari tanaman tersebut bisa saja tersalurkan pada manusia maupun binatang yang memakan tanaman tersebut.

3. Pencemaran Udara

Pencemaran tanah juga bisa membawa dampak negatif pada udara loh, bahkan dampak pencemaran tanah ini juga bisa menimbulkan pencemaran udara. Hal ini akibat dari zat yang mencemari tanah itu (misalnya sampah atau limbah pabrik) dalam jangka waktu yang lama bisa membuat udara yang ada di sekitarnya menjadi tercemar dan tidak sehat lagi.

Akibat dari udara yang sudah tercemar tersebut tentu saja bisa menjadi tidak nyaman jika dihirup oleh makhluk hidup termasuk juga manusia.

Selain itu, apabila yang menjadi penyebab dari pencemaran tanah adalah sampah, maka ketika terjadi proses dekomposisi bisa saja menimbulkan bau yang sangat menyengat, inilah yang disebut dengan pencemaran udara.

Baca Juga  10 Rasi Bintang Bintang Terkenal: Mitologi dan Lokasinya

4. Menyebabkan Wabah Penyakit

Dampak pencemaran tanah berikutnya adalah bisa menyebabkan munculnya banyak bibit penyakit baru. Tanah yang sudah tercemar adalah rumah yang nyaman untuk patogen-patogen yang bisa menimbulkan banyak penyakit.

Munculnya bibit penyakit ini tentu saja dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa menyebabkan berbagai penyakit yang siap datang dan menyerang makhluk hidup disekitarnya tidak terkecuali termasuk manusia.

Makhluk hidup yang ada dan menempati tanah yang sudah tercemar itu tentu saja akan terancam kesehatannnya akibat banyaknya bibit penyakit yang disebabkan dari pencemaran tanah tersebut. Yang akan terdampak dari pencemaran tanah tersebut bukan hanya manusia saja, mahluk hidup termasuk binatang dan juga tumbuhan juga akan merasakan dampaknya.

5. Merusak Ekosistem Di Sekitar

Ekosistem adalah bentuk interaksi yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungan yang ditinggali dan juga komponen yang terdapat di dalamnya entah itu komponen biotik maupun komponen abiotik.

Perlu anda ketahui jika tanah adalah salah satu komponen abiotik, sehingga jika tanah tercemar maka bisa menyebabkan keseimbangan dari ekosistem tersebut menjadi terganggu.

Apa akibatnya jika ekosistem di sekitar terganggu? akibat dari ekosistem yang terganggu tentu saja membuat lingkungan menjadi tidak nyaman lagi untuk ditinggali. Kemudian selain itu akan ada banyak fungsi dan manfaat yang seharusnya kita dapatkan malah justru berubah menjadi kerugian dari adanya pencemaran tanah tersebut.

6. Merusak Estetika Atau Keindahan Lingkungan

Dampak pencemaran tanah terakhir adalah bisa merusak estetika atau keindahan lingkungan sekitar. Rusaknya nilai estetika atau keindahan lingkungan bisa saja terjadi jika tanah tercemar.

Keindahan lingkungan bukan hanya terdapat dari apa yang bisa kita lihat saja, namun juga bisa kita rasakan dari apa yang kita dengar dan rasakan.

Pencemaran tanah membawa banyak sekali dampak negatif dalam merusak nilai-nilai estetika atau keindahan tersebut.

Bukan hanya itu saja, yang terpenting adalah terjadinya pencemaran tanah bisa membuat kondisi lingkungan yang ditempati menjadi tidak nyaman lagi. Apalagi jika pencemaran tanah ini disebabkan oleh sampah. Lagi-lagi yang menjadi penyebab dari pencemaran tanah adalah sampah. Sampah bisa membuat berbagai kerugian bagi makhluk hidup disekitarnya, tidak terkecuali pada tanah.

Banyaknya sampah di sekitar tempat makhluk hidup tinggal tentu saja membuat mata tidak enak untuk memandangnya. Selain itu di sisi lain sampah juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap dan menyengat, tentu saja tempat yang memiliki banyak sampah tidak cocok dan nyaman jika dipakai untuk tempat tinggal dan bermukim.

Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah

struktur tanah
Pencemaran tanah adalah bukan hanya menjadi suatu masalah perorangan saja tapi juga sudah menjadi tanggung jawab bersama. Hal ini karena dampak dari pencemaran tanah bukan hanya terjadi pada satu orang saja tapi juga pada orang lain.

Untuk itu, sebaiknya kita sudah mengetahui bagaimana cara menanggulangi pencemaran tanah dengan baik dan benar. Berikut adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menanggulangi terjadinya pencemaran tanah.

1. Mengurangi Penggunaan Produk Yang Berbahaya Untuk Lingkungan

Cara menanggulangi pencemaran tanah yang pertama adalah dengan mengurangi penggunaan produk yang bisa berbahaya untuk lingkungan.

Lebih baik anda mengkonsumsi makanan yang organik, makanan organik bisa anda dapatkan dari tumbuhan yang ditanam tanpa menggunakan pestisida. Seperti yang sudah kita ketahui diatas jika penggunaan pestisida lama kelamaan bisa membuat tanah menjadi tercemar.

2. Hindari Penggunaan Plastik

Perlu anda ketahui jika plastik adalah salah satu jenis sampah yang susah sekali terurai, jadi meskipun kita sudah membuang sampah plastik tersebut selama ratusan tahun, sampah plastik tersebut tidak akan bisa terurai dengan baik dan benar.

Cara untuk mengatasi sampah plastik salah satunya dengan dibakar, namun pembakaran sampah plastik tersebut malah akan menimbulkan masalah lain seperti pencemaran udara. Untuk itu lebih baik anda hindari penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari mulai dari sekarang.

Lalu bagaimana kita mencari pengganti plastik sebagai bungkus sesuatu? anda bisa menggunakan totebag atau koran sebagai pembungkus sesuatu. Misalnya ketika anda berbelanja di minimarket, nah anda bisa membawa atau menempatkan belanjaan anda tersebut pada totebat atau tas belanja yang anda bawa.

Jika memang terpaksa harus menggunakan plastik, lebih baik gunakan plastik yang bisa didaur ulang saat berbelanja. Plastik yang bisa didaur ulang akan bisa terurai dengan sendirinya jika didiamkan.

Baca Juga  Tata Surya: Pengertian, Teori dan 6 Susunannya

3. Kurangi Penggunaan Kertas

Perlu anda ketahui jika kertas dibuat dari pohon, oleh sebab itu penggunaan kertas dalam jumlah yang berlebihan maka akan mengurangi jumlah pohon yang ada. Untuk itu anda bisa mengurangi penggunaan kertas dan beralih ke yang lebih digital. Misalnya saja anda biasa langganan koran, atau mencetak laporan, maka anda bisa mulai beralih ke yang lebih digital.

Salah satu cara menghemat penggunaan kertas adalah dengan tidak boros dalam menggunakan tisu. Untuk itu bagi anda yang terbiasa mengeringkan tangan dengan tisu, anda bisa menggantikan tisu tersebut dengan handuk kecil yang bisa dicuci kembali.

Jika perlu anda harus selalu sedia handuk kecil untuk dibawa kemana-mana anda pergi. Dengan begitu anda tidak akan membutuhkan tisu lagi untuk mengeringkan tangan.

4. Buang Sampah Pada Tempatnya

Cara menanggulangi pencemaran tanah berikutnya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sungguh miris ketika saat ini masih banyak orang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar, banyak orang yang masih membuang sampah sembarangan.

Jika anda adalah orang yang masih suka melakukan kebiasaan buruk tersebut, lebih baik segera ubah cara hidup anda tersebut. Seperti yang sudah saya katakan diatas jika salah satu penyebab adanya pencemaran tanah adalah karena sampah.

Untuk itu selalu buanglah sampah pada tempatnya untuk menghindari pencemaran tanah. Selain itu selalu ingatkan dan didik anak-anak kita untuk membuang sampah pada tempatnya sejak kecil. Dengan begitu mereka akan selalu melakukan kebiasaan baik ini dan membantu mencegah pencemaran tanah.

5. Lakukan 3R

Mungkin bagi sebagian orang, istilah 3R ini masih terlalu asing. Jika anda salah satu orang yang tidak mengerti apa itu 3R, disini akan coba saya jelaskan secara singkat. Jadi 3R adalah reduce, reuse dan recycle, atau jika dalam bahasa Indonesia berarti kurangi, gunakan kembali dan daur ulang. 3R hanya bisa diterapkan pada sampah anorganik misalnya seperti sampah plastik.

Bagaimana cara melakukan 3R ini? anda bisa mengolah kembali sampah plastik yang anda hasilkan untuk dibuat menjadi produk atau kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi. Sudah banyak juga kok yang membuat kerajinan tangan atau produk dari limbah plastik ini dan menghasilkan.

Tentu saja anda sudah tahu kan jika sampah plastik adalah jenis sampah yang sangat susah sekali terurai. Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa terurai sendiri.

Alangkah lebih baik jika kita memanfaatkan sampah plastik tersebut untuk didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai jual kembali. Dengan melakukan 3R ini kita juga sudah ikut serta dalam menanggulangi pencemaran tanah.

6. Berhenti Menggunakan Sedotan Plastik

Cara menanggulangi pencemaran tanah yang terakhir adalah dengan mulai berhenti menggunakan sedotan plastik.

Bagi anda yang suka membeli minuman dingin tentu saja ada beberapa penjual yang memberikan sedotan plastik untuk memudahkan anda dalam meminum minuman tersebut, selain itu sedotan juga bisa mengurangi gigi yang ngilu karena meminum minuman dingin.

Namun sayangnya sedotan yang terbuat dari plastik juga akan susah terurai. Jika tidak bisa mendaur ulang maka sedotan plastik hanya akan menimbulkan pencemaran pada lingkungan termasuk pencemaran tanah.

Untuk itu mulai dari sekarang kita bisa menggunakan sedotan dari bahan stainless steel yang bisa digunakan berkali-kali dan juga bisa dicuci kembali.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *