Motivasi: Pengertian, Jenis, dan Prosesnya

Motivasi – Kata motivasi seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan sekolah maupun lingkungan kerja, kata motivasi sangat tidak asing lagi. Lalu, sebenarnya apa pengertian motivasi, dan mengapa kata tersebut sangat sering disebutkan dalam berbagai kesempatan?

Masih berhubungan dengan motivasi, seorang motivator saat ini merupakan salah satu profesi yang banyak dicari. Dari seorang motivator, sebuah rencana atau tujuan diharapkan bisa berjalan sesuai harapan. Nah, untuk pengertian motivasi dan seluk beluknya sendiri akan dibahas dalam ulasan berikut.

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

Pengertian Motivasi

Menurut pemahaman sebagian besar masyarakat, motivasi adalah sebuah dorongan atau semangat yang berasal dari diri sendiri dan juga dari orang lain. Motivasi sangat dibutuhkan ketika seseorang sedang merencanakan atau mempunyai sebuah tujuan yang ingin dicapai.

Baca Juga  Brainstorming: Pengertian, Prinsip dan Keunggulannya

Motivasi juga dibutuhkan ketika seseorang berada dalam kondisi yang tidak baik. Katakanlah seperti mengalami kegagalan, putus asa, dan juga keterpurukan. Lalu apa itu motivasi dan pengertiannya yang sebenarnya? Berikut ini pendapat para ahli tentang definisi dari kata motivasi.

1. Weiner

Menurut Weiner, motivasi adalah kondisi internal yang dapat memberikan semangat untuk bertindak. Motivasi juga bisa diartikan sebagai dorongan yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi juga berarti sebuah dorongan yang membuat seseorang tetap tertarik pada kegiatan tertentu.

Dari pendapat Weiner tersebut bisa disimpulkan, bahwa motivasi merupakan sebuah dorongan yang berasal dari dalam diri seseorang. Dorongan itulah yang membuat orang tersebut mempunyai semangat untuk melakukan sebuah tindakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

2. Uno

Menurut Uno, motivasi adalah dorongan internal dan eksternal yang berasal dari dalam diri seseorang. Dorongan tersebut diindikasikan dengan adanya hasrat, minat, dorongan dan kebutuhan, cita-cita dan harapan, serta penghargaan dan kehormatan.

Dalam pendapat Uno, motivasi bisa dilihat dari apa yang membuat seseorang dapat bertindak, dan dapat dilihat dari adanya interaksi antara orang tersebut dengan situasi yang sedang dihadapi. Pendapat ini menunjukkan, motivasi bekerja bila orang tersebut mewujudkannya dalam sebuah tindakan nyata.

Teori Motivasi

Teori Motivasi

Setiap manusia memang membutuhkan motivasi. Tidak bisa dipungkiri, motivasi tersebut mampu menyumbang sebagian besar faktor dari kesuksesan dan keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuan yang direncanakan.

Beragamnya pengertian motivasi, membuat para ahli mengemukakan pendapatnya tentang motivasi. Pendapat-pendapat tersebut kemudian dijadikan sebuah teori yang melandasi pengertian dan pemahaman orang tentang arti dari kata motivasi. Teori-teori tersebut diantaranya sebagai berikut.

1. Teori Maslow

Menurut Maslow, setiap individu akan mempunyai perilaku yang akan mendorong kehidupan dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Pendapat Maslow ini dijadikan sebuah teori mendefinisikan tentang motivasi dalam diri manusia.

Menurut Maslow, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia menggunakan skala prioritas, yaitu mendahulukan kepentingan pertamanya, dan selanjutnya memenuhi kebutuhan kedua, ketiga, dan seterusnya. Dengan teori in,i Maslow mengemukakan tentang kebutuhan primer dan sekunder manusia.

Baca Juga  Pengertian Etika: Ciri-Ciri, Jenis dan Manfaatnya

2. Teori Keadilan dari Adam Smith

Adam Smith memiliki pendapat sendiri tentang motivasi. Menurut Adam Smith, motivasi dalam diri manusia terdiri dari 4 komponen, yaitu outcome, input, equity in equity, dan comparison person. Pendapat Adam Smith ini lebih dikenal dengan nama Teori Keadilan.

Dalam teori ini Adam Smith mengungkapkan, motivasi dalam diri seseorang bisa dipengaruhi oleh 4 komponen seperti yang sudah disebutkan di atas, yaitu

* Outcome, yaitu dorongan yang berasal dari segala sesuatu yang menghasilkan, seperti upah, bonus, dan promosi jabatan.

* Input yaitu dorongan yang berupa penghargaan yang didapat untuk menunjang kinerja.

* Equity in equity, adalah perbandingan input dan outcome antara karyawan yang satu dengan karyawan lainnya

* Comparison person, yang berarti kesempatan seseorang untuk menjadi karyawan pada sebuah perusahaan.

3. Teori Harapan

Menurut teori ini, motivasi dapat diartikan sebagai sebuah harapan. Artinya, setiap individu memiliki harapan-harapan yang dibutuhkan untuk mencapai apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya.

4. Teori Motivasi Prestasi dari Hasibuan

Teori ini dicetuskan oleh Hasibuan. Dalam teorinya, Hasibuan berpendapat bahwa dalam diri karyawan ada energi potensial. Energi tersebut dapat dikeluarkan berdasarkan besarnya dorongan yang ada dalam dirinya. Energi tersebut dapat menghasilkan harapan, prestasi, dan keberhasilan.

Jenis-jenis Motivasi

Jenis-jenis Motivasi

Sebagaimana diungkapkan dalam pengertian motivasi, bahwa motivasi merupakan dorongan yang berasal dari dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Dorongan tersebut bisa berasal dari dalam diri orang tersebut, dan bisa juga berasal dari luar orang tersebut.

Motivasi sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. Pembagian itu didasarkan pada faktor dorongan yang menjadi sumber asal dari motivasi tersebut. Secara lebih jelas, penjabaran tentang jenis-jenis motivasi adalah sebagai berikut.

1. Motivasi internal

Motivasi internal adalah motivasi yang berasal dari dalam diri orang tersebut. Di sini diartikan, bahwa dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan untuk mencapai tujuannya, berasal dari dalam diri orang itu sendiri.

Motivasi internal bisa berupa keinginan yang memang sudah lama menjadi harapan dari orang tersebut, dan sama sekali tidak ada pengaruh dari orang lain. Motivasi internal bisa berupa cita-cita, impian, dan keinginan yang sudah lama ada dalam diri orang tersebut.

Baca Juga  Ambigu: Pengertian, Jenis dan Contohnya

2. Motivasi Eksternal

Ini merupakan kebalikan dari motivasi internal. Motivasi eksternal ini merupakan dorongan yang timbul dalam diri seseorang karena adanya pengaruh dari luar. Misalnya seperti karena melihat keberhasilan orang lain, sehingga menumbuhkan dorongan agar bisa seperti orang tersebut.

Fungsi dan Tujuan Motivasi

Fungsi dan Tujuan Motivasi

Arti motivasi adalah sebagai pendorong untuk membangkitkan semangat dalam diri seseorang. Dengan motivasi seseorang akan mempunyai dorongan kuat dan semangat tinggi untuk mewujudkan dan mendapatkan keinginannya. Fungsi dan tujuan dari motivasi sendiri adalah sebagai berikut.

1. Sebagai Penentu Langkah

Motivasi berperan untuk menentukan arah atau langkah yang akan diambil oleh orang tersebut menuju tujuan yang akan dicapai. Dengan adanya motivasi, maka seseorang akan jelas menentukan apa yang harus dilakukan dan kemana langkah yang harus dituju agar mendapatkan tujuan yang akan dicapai.

2. Untuk Menentukan Keputusan Tindakan yang Harus Diambil

Dengan adanya motivasi, maka seseorang akan dapat menentukan keputusan apa yang harus diambil, dan tindakan apa yang harus dilakukan agar tujuan bisa tercapai. Motivasi baik akan menghasilkan keputusan yang baik, demikian juga sebaliknya.

3. Sebagai Seleksi Perbuatan

Motivasi bisa juga digunakan sebagai seleksi perbuatan. Dengan adanya motivasi seseorang bisa menentukan perbuatan mana yang harus dilakukan, tentunya yang bisa memberikan pengaruh dan hasil baik ke depannya.

Faktor yang dapat Menumbuhkan Motivasi

Faktor yang dapat Menumbuhkan Motivasi

Motivasi memang bisa dimiliki oleh seseorang dan tumbuh dengan sendirinya. Tetapi pada sebagian orang, motivasi perlu dirangsang agar bisa tumbuh dalam diri seseorang. Hal ini karena pada sebagian orang motivasi tidak bisa tumbuh dengan sendirinya.

Bagaimana motivasi dalam diri seseorang bisa tumbuh dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut ikut menentukan, apakah motivasi tersebut nantinya dapat memperkuat tekad untuk mencapai tujuan, atau tidak. Faktor yang mempengaruhi tumbuhnya motivasi diantaranya sebagai berikut.

Baca Juga  Intervensi : Pengertian, Jenis dan Tujuannya

1. Faktor Pemuas (satisfire)

Faktor pemuas merupakan faktor pendorong tumbuhnya motivasi yang berasal dari dalam diri orang tersebut atau disebut instrinsic motivation. Faktor ini yang mendorong seseorang untuk mendapatkan prestasi yang akan memberikannya rasa puas. Faktor pemuas ini dipengaruhi oleh beberapa hal berikut.

* Achievement (Prestasi)

Ini merupakan dorongan utama dalam diri seseorang untuk terus bersemangat dalam bekerja. Faktor ini akan mendorong seseorang untuk bekerja dengan baik, berinovasi untuk bisa menghasilkan yang terbaik dan mencapai prestasi.

* Responsibility

Responsibility adalah dorongan yang membuat seseorang melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin. Hal ini dikarenakan adanya rasa tanggung jawab dalam diri orang tersebut terhadap pekerjaan yang dilakukannya.

* Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja merupakan faktor yang berasal dari diri pribadi masing-masing individu, untuk menentukan kepuasan kerjanya sendiri. Pada dasarnya, batas capaian yang bisa menimbulkan rasa puas pada hasil kerjanya, ditentukan oleh orang itu sendiri.

2. Faktor Pemelihara (Extrinsic Motivation)

Faktor pemelihara merupakan faktor munculnya motivasi yang berasal dari luar individu. Faktor ini bisa berasal dari hubungan interpersonal, yaitu hubungan dengan teman sejawat, atasan, maupun bawahan. Selain itu, juga bisa dipengaruhi oleh faktor keamanan, keselamatan, dan kondisi kerja.

Proses Motivasi

Proses Motivasi

Munculnya sebuah motivasi dalam diri seseorang tidak bisa langsung tumbuh dengan serta merta. Akan tetapi, hal ini membutuhkan proses untuk menumbuhkannya. Hal ini sebagaimana diketahui bahwa motivasi merupakan sesuatu yang tumbuh dan ada karena kebutuhan yang sifatnya mendasar.

Ketika seseorang membutuhkan motivasi, maka akan timbul dorongan dari dalam dirinya untuk mewujudkannya. Pada saat munculnya dorongan, maka orang tersebut berada dalam kondisi tidak seimbang.

Dengan dinamika, yang didapat dari adanya kebutuhan yang sifatnya mendasar, akan memunculkan dorongan yang berwujud perilaku dan tindakan. Pada akhirnya ini akan berujung pada perolehan kepuasan dari dalam diri manusia itu sendiri.

Pemberian Motivasi yang Efektif

Pemberian Motivasi yang Efektif

Pemberian motivasi pada diri seseorang harus dilakukan dengan cara yang tepat. Pemberian motivasi dengan tepat, tentunya juga akan menghasilkan dorongan yang efektif dan tepat, sehingga tujuan dari pemberian motivasi itu sendiri dapat tercapai.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan motivasi agar efektif dan bisa memberikan hasil seperti yang diinginkan. Diantaranya adalah adanya jaminan masa depan, hubungan sosial (kekeluargaan), kesempatan mengembangkan diri, dan pemberian insentif.

Baca Juga  Nilai Moral: Pengertian, Jenis dan Contoh Dalam Kehidupan

Selain itu, dalam memberikan motivasi, menurut Amstrong, harus diketahui faktor yang berpengaruh pada munculnya motivasi. Memahami proses dasar motivasi, dan hubungan antara motivasi dan suatu prestasi kerja harus tetap mendapatkan perhatian.

Pada akhirnya, motivasi tidak akan memberikan hasil yang diinginkan apabila tidak dilakukan bersama-sama dengan faktor lain yang menjadi pendukungnya. Motivasi sendiri harus dimiliki setiap individu untuk bisa mendapatkan tujuan yang diinginkannya.

Setiamah Setya

Setiamah Setya

Perkenalkan nama saya Setiamah. Pada dasarnya bermain kata adalah bagian hoby saya sejak lama. Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah dia bagian dari hidup saya sejak beragam wawasan baru saya dapatkan dari menulis berbagai tema.