Publik

Mengenal Macam Macam Pembangkit Listrik yang Ada di Dunia

Kebutuhan listrik terus meningkat setiap tahunnya, mengingat tingginya laju pembangunan di Indonesia.

Tidak heran jika konsumsi listrik naik dan perlu adanya peningkatan pembangkit listrik. 

Ada macam macam pembangkit listrik baik itu di Indonesia dan negara lain yang masih terus beroperasi.

Bahkan semakin banyak sumber energi listrik alternatif yang dimanfaatkan. 

Apa saja itu mari simak bersama-sama. 

11 Jenis Pembangkit Listrik di Indonesia dan Negara Lain 

pembangkit listrik tenaga air

Jumlah unit pembangkit listrik di Indonesia ada sekitar 12 jenis dan yang paling banyak digunakan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Namun begitu pembangkit listrik lainnya juga turut menyumbang cukup besar. 

Ada macam macam pembangkit listrik yang sampai saat ini masih terus digunakan di dunia.

Kamu harus tahu apa saja jenisnya. 

  • PLTA

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan salah satu pembangkit listrik yang pertama kali diciptakan.

Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan kecepatan arus air dalam menggerakkan turbin. 

Nantinya turbin yang bergerak tersebut akan mengubah energi kinetik menjadi listrik yang murni serta hemat.

Tidak perlu khawatir juga soal polusi udara jadi tergolong aman. 

Sumber energi yang merupakan air sendiri bisa diperbaharui.

Hanya saja diperlukan sumber air yang cukup besar, biasanya terdapat waduk atau sungai yang memiliki aliran sangat deras. 

  • PLTU 

PLTU 

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang merupakan pembangkit listrik dengan sumber energi uap. KInerjanya sendiri memanfaatkan pompa air. 

Di mana pompa tersebut bekerja untuk mengekstrak batu baru dan juga minyak. 

Pemanasan akan dilakukan sehingga mendapatkan suhu tinggi yakni uap yang akan disemprotkan. 

Uap ini akan menggerakkan turbin yang digunakan untuk membangkitkan listrik. Berbeda dengan air yang ramah lingkungan, PLTU ini tidak aman. 

Pasalnya masih memanfaatkan batu bara dan minyak bumi yang notabene jika dipanaskan uap yang keluar berbahaya bagi lingkungan.

Sayangnya pembangkit listrik ini masih banyak di Indonesia. 

  • PLTB 

Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau bayu (PLTB), sesuai dengan namanya pembangkit listrik ini memanfaatkan kekuatan angin dalam kinerjanya. 

Sama juga seperti sebelumnya angin dimanfaatkan untuk bisa memutar turbin atau kincir angin yang disambungkan dengan teknologi penghasil listrik. 

Mengingat turbin yang dibuat raksasa maka diperlukan hembusan angin yang kencang dan juga stabil.

Tidak heran jika kebanyakan PLTB terdapat di area pinggir pantai dengan angin lebih stabil dan bisa diprediksi. 

Selain pantai ada juga area seperti bukit yang landai sudah pasti memiliki angin kencang.

Beberapa negara mengandalkan PLTB sebagai pembangkit listrik utama contohnya Swiss dan Austria. 

  • PLTS

sumber energi listrik

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu jenis pembangkit listrik yang mengandalkan sinar matahari.

Saat ini sudah banyak digunakan untuk rumah-rumah tertentu. 

Seperti namanya, alat yang digunakan ini akan menyerap sinar matahari kemudian mengubahnya menjadi energi listrik.

Satu rumah bisa memasang alat khusus untuk mengambil sinar matahari dan menjadikannya listrik. 

Terkenal murah dan juga ideal dari segi bahan energinya. Hanya saja baru bisa digunakan dalam skala kecil dan kurang cocok di Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi. 

Selain itu perawatan teknologinya cukup mahal sehingga hanya orang kelas atas saja yang biasanya sudah menggunakan teknologi ini. 

  • PLTG 

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) sudah tersedia di Indonesia dan jumlahnya sendiri ada 193 unit.

Kelebihan dari PLTG adalah fleksibel atau bisa dipindahkan dengan cepat. 

Beberapa orang menyebutnya sebagai panas bumi atau gas alam yang dalam prosesnya akan dibakar bersamaan dengan bahan bakar fosil. 

Keduanya akan masuk ke proses pembakaran sehingga gas yang dihasilkan akan disaring melalui filter udara khusus dan nantinya akan menggerakkan turbin. 

Dilihat dari tekanannya, uap yang dihasilkan cukup kuat sehingga dapat menggerakkan turbin dengan cepat.

Dengan begitu energi listrik yang dihasilkan akan jauh lebih stabil. 

  • PLTD 

Dari macam macam pembangkit listrik, PLTD di Indonesia memiliki peringkat pertama atau paling banyak tersedia dan digunakan.

PLTD membutuhkan biaya operasional yang tinggi setiap harinya. 

Selain itu dikenal sebagai pembangkit listrik yang tidak ramah lingkungan.

Cara kerjanya layaknya mesin diesel yaitu dengan menggunakan bahan bakar solar. 

Nantinya bahan bakar ini akan digunakan untuk menyalakan mesin diesel sehingga bisa menghasilkan energi murni yang mekanis. Turbin pun dapat digerakkan dengan energi tersebut. 

  • PLTMH

Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTMH), teknologi ini memanfaatkan debit air sehingga bisa menggerakkan turbin dan energi mekanik dihasilkan. 

Jika dibandingkan dengan PLTA skalanya jauh lebih kecil karena biasanya menggunakan tenaga air yang alami.

Contohnya saja air terjun atau saluran irigasi dan sungai. 

Hanya dengan memanfaatkan aliran air dengan beda ketinggian serta jumlah debit air maka bisa menghasilkan listrik yang stabil.

Di Indonesia PLTMH sudah tersedia 72 unit. 

Rata-rata ada di bagian yang cukup terperosok karena mengingat perlu air terjun atau air dari ketinggian yang alami. 

  • PLTMG

Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang merupakan pembangkit listrik dengan memanfaatkan sumber energi dari udara panas.

Nantinya udara panas inilah yang akan memutar turbin dan mendapatkan energi mekanik. 

Saat ini Indonesia memiliki PLTMG sebanyak 193 unit dan menjadi terbanyak kedua dibandingkan PLTD.

Jika dilihat dari sumber energinya PLTMG ini tidak seberbahaya PLTD. 

  • PLTGU 

Pembangkit Listrik di indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), sama dengan namanya pembangkit listrik ini mengandalkan dua jenis sumber energi yaitu gas dan uap. 

Di Indonesia terdapat 73 unit PLTGU yang tersebar. Pada prosesnya panas dari gas buang akan digunakan menghasilkan uap yang berfungsi sebagai fluida kerja pada PLTU. 

Uap yang digunakan akan mengubah energi panas menjadi energi listrik yang lebih bermanfaat. 

  • PLTM

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) adalah pembangkit listrik yang juga memanfaatkan air.

 Hanya saja beda tinggi dan jumlah debit air yang akan dihitung. 

Nantinya air akan digunakan menggerakkan turbin dan terjadilah proses pembuatan listrik.

Turbin akan memutar generator sehingga listrik dapat diciptakan. 

PLTM ini juga termasuk tidak berbahaya bagi lingkungan jadi bisa digunakan. Hanya saja pemanfaatannya masih dalam skala yang kecil saja. 

  • PLTBm

Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber energi bahan bakar yang dikonversikan dari bahan biologi serta organik. 

Termasuk jenis sumber energi alternatif yang sampai saat ini masih terus dikembangkan untuk mengurangi polusi yang dihasilkan oleh pembangkin listrik konvensional. 

Pengolahan sampah dan mengubahnya menjadi termal adalah konsep yang didapatkan dari PLTBm ini.

Limbah yang kerap digunakan adalah limbah pertanian, biogas dan masih banyak lagi. 

Setelah mengenal macam macam pembangkit listrik ini tentunya masih akan banyak lagi energi alternatif yang digunakan untuk menghasilkan listrik. 

Tujuan utamanya adalah untuk mengatasi tingginya polusi yang diakibatkan bahan bakar minyak bumi dan sejenisnya.

Sayangnya di Indonesia PLTD justru digunakan paling tinggi. 

Setiamah Setya

Setiamah Setya, merupakan lulusan jurusan teknik informatika dari Universitas IAIN Tulungagung di Jawa timur, mendalami dunia tulis sejak masih duduk di semester satu, pernah menulis selama 3 tahun di perusahaan internet service provider dan juga copywriting untuk berbagai project freelance untuk berbagai produk Kini setelah . Tertarik dengan penulisan konten SEO dengan gaya penulisan yang nyaman dibaca dengan spesialis topik tentang dunia teknologi seperti tutorial tips, komputer hingga berbagai macam pembahasan seputar tips android.

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button