Konvensional: Pengertian, Contoh dan Pengaplikasinya

Konvensional – Anda mungkin sering atau pernah mendengar kata Konvensional, tapi nggak tahu pengertian konvensional itu apa? Wah, sepertinya Anda harus baca artikel ini sampai selesai untuk menambah wawasan.

Lalu kami berharap setelah membaca tulisan ini Anda akan tahu perbedaan mendasar antara istilah konvensional dengan istilah lain yang beredar sebagai lawannya. Baiklah kita mulai saja dari pertanyaan berikut :

Pengertian Konvensional

Pengertian Konvensional

Ketika Anda mengecek kata konvensional dalam KBBI web, maka anda akan mendapatkan bahwa konvensional adalah sebagai berikut :

kon·ven·si·o·nal /konvénsional/ a 1 berdasarkan konvensi (kesepakatan) umum (seperti adat, kebiasaan, kelaziman); 2 tradisional: lukisan yang —

Jika melihat apa yang dikatakan para ahli tentang konvensional, maka akan ditemukan bahwasanya pengertian konvensional sebagai berikut :

Konvensional adalah segala aktivitas yang selaras dengan kebiasaan masyarakat setempat. Aktivitas-aktivitas tersebut biasanya digunakan berdasarkan kesepakatan atau musyawarah dari banyak pihak.

Baca Juga  Otonomi Daerah: Pengertian, Prinsip dan Tujuan

Arti kata konvensional seringkali didefinisikan sebagai sesuatu yang sudah kuno atau ketinggalan jaman. Sering juga didefinisikan sebagai cara-cara tradisional yang sudah tidak sesuai dengan kondisi zaman sekarang.

Padahal tidak seperti itu ya. Karena pada dasarnya kata konvensional sangat berhubungan dengan kesepakatan, bukan tentang waktu (sudah ketinggalan zaman)

Secara etimologi, kata konvensional berasal dari kata konvensi yang artinya kesepakatan umum atau permufakatan yang dibuat oleh banyak pihak, baik itu dalam organisasi, daerah, maupun suatu negara. Sehingga istilah konvensional adalah hal-hal yang dilakukan berdasarkan kesepakatan umum.

Mengenal Contoh Konvensional dalam Berbagai Bidang

Contoh Konvensional

Supaya kita lebih paham dan familiar dengan kata konvensional, ada baiknya kita juga mengenal dan mempelajari kata itu dengan contoh-contohnya. Karena dengan mempelajari contohnya, kita akan semakin dekat dengan istilah itu. Nggak percaya? Coba deh Anda buktikan sendiri

Baiklah, tanpa basa-basi lagi, berikut ini sudah kami siapkan 6 Contoh konvensional dalam berbagai bidang. Jangan lupa siapkan cemilan untuk menemani aktivitas membaca Sahabat Tedas.

1. Konvensional pada Masyarakat Umum

Bidang pertama yang akan kita bahas adalah yang berhubungan dengan masyarakat umum. Melihat apa contoh sesuatu yang dianggap konvensional pada kehidupan di masyarakat secara umum.

Anda mungkin pernah berhadapan dengan sesuatu yang dianggap konvensional oleh masyarakat, namun bisa jadi Anda belum menyadarinya.

Misalnya saja ketika laki-laki harus melamar seorang perempuan bukan malah sebaliknya. Keharusan ini terbentuk karena sudah dianggap sebagai kelaziman dan juga seolah sudah disepakati secara umum oleh masyarakat. Meskipun sebetulnya masih ada saja yang justru perempuan yang melamar laki-laki.

Contoh lain yang beredar pada Masyarakat umum adalah Laki-laki bekerja sedangkan perempuan mengurus rumah.

2. Konvensional pada Dunia Pendidikan

Yang dimaksud dengan konvensional dalam dunia pendidikan itu misalnya seperti pembelajaran yang dilakukan mirip dengan ceramah, sang Guru memberikan ilmu seperti ceramah, lalu ada diskusi, tanya jawab.

Sistem pembelajaran seperti itu sudah terbentuk sedari dulu. Seperti sudah menjadi pakek tersendiri untuk dunia pendidikan, kebiasaan model itulah yang dinamakan dengan konvensional karena lazimnya guru memberikan ilmunya lewat ceramah atau penyampaian langsung oleh guru.

Baca Juga  Mengenal Apa Itu Ombudsman, Tujuan dan Tugas-Tugasnya

3. Konvensional dalam Dunia Bisnis

Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah Bank Konvensional, Kontranya Bank Syariah bukan? Nah, pada awal kemunculan Bank di Indonesia memang menggunakan sistem seperti yang dilakukan di negara lain.

Lazimnya seperti itu, ada yang menyimpan deposito lalu dapat bunga deposito. Ada yang meminjam sejumlah uang, lalu nanti harus membayar dengan periode tertentu dan telah disepakati bunga nya.

Nah, Bank semacam ini karena (lagi-lagi) sudah lazim dilakukan, menjadi kesepakatan umum di masa lalu, mangkannya diberi istilah Bank Konvensional.

Contoh di Indonesia yang termasuk kedalam Bank Konvensional adalah BNI, BRI, MANDIRI, BCA, PERMATA BANK, dan Bank lainya. dengan sebutan Bank yang tidak menggunakan bunga namanya Bank Syariah.

4. Konvensional di Bidang Alutsista

Bidang alutsista adalah bidang yang berhubungan dengan persenjataan, alat-alat atau senjata yang digunakan oleh suatu negara untuk mengamankan wilayahnya.

Yang termasuk persenjataan yang konvensional adalah senjata yang lazim digunakan mereka untuk kegiatan pertahanan atau perang.

Contohnya adalah pistol, laras panjang, bom, granat, dan lain sebagainya.

5. Konvensional di Bidang Bioteknologi

Kita tahu bahwa pengertian bioteknologi adalah upaya atau teknologi biologis yang digunakan untuk menciptakan suatu produk atau jasa dengan memanfaatkan mikroorganisme.

Bakteri atau Jamur yang menghasilkan enzim adalah contoh yang konvensional. Karena lazim digunakan dalam proses bioteknologi.

6. Konvensional di Bidang Hukum

Jika melihat pengertiannya, yang bisa dikatakan konvensional adalah ketika hukum atau kaidah-kaidah tersebut memiliki arti terbaru untuk masyarakat saat itu. Akan tetapi berarti terbelakang untuk masyarakat yang akan datang.

Jika kondisi masyarakat mengalami perubahan, maka akan secara otomatis hukum yang mereka anut pun berubah.

Dalam penyusunannya, dasar hukum yang digunakan oleh hukum konvensional, disusun untuk mengatur urusan dan kehidupan di masyarakat, bukan justru mengarahkannya.

Sama seperti pada bidang bisnis, kita akan mengenal juga kontra konvensional dalam hukum Indonesia, salah satu contoh hukum non konvensional adalah hukum Islam.

Kesimpulan Konvensional

Kesimpulan Konvensional

Setelah dibaca dan dimengerti ternyata istilah konvensional akan mengarahkan pemahaman kita kepada kelaziman kesepakatan umum, atau perkara tradisional yang sudah berkembang di masyarakat secara umum.

Jadi bisa dikatakan apabila sesuatu sudah dianggap lazim, dan disepakati secara umum, maka kemungkinan besar hal tersebut termasuk ke dalam pengertian konvensional.

Semoga tulisan ini bisa membawa Anda kepada pengetahuan yang lebih, lalu anda menjadi orang yang mengetahui secara khusus apa itu konvensional.

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.