Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Manfaat dan 3 Contohnya

Keanekaragaman Hayati – Keanekaragaman hayati atau yang biasa disebut biodiversitas adalah semua kehidupan di bumi, baik itu hewan, tumbuhan, jamur, mikroorganisme, hingga materi genetik di dalamnya. Termasuk dalam biodiversitas mencakup keanekaragaman organisme yang ada di darat maupun laut.

Bumi menjadi satu-satunya planet yang dapat ditinggali mahluk hidup di seluruh galaksi bimasakti. Biodiversitas ini sangat penting di bumi yang juga menjadi indikator, baik untuk fungsi iklim atau aspek ekosistem lainnya. Keanekaragaman tersebut menjadi ukuran atau penentu kesehatan bumi.

Biodiversitas di ekosistem darat sendiri memiliki tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekosistem kutub. Lingkungan dan perubahan yang terjadi di dalamnya akan berdampak bagi spesies yang menempati lingkungan tersebut.

Manfaat Keanekaragaman Hayati

manfaat keanekaragaman hayati

Terdapat manfaat keanekaragaman hayati yang penting untuk mendukung kehidupan di bumi. Berikut adalah beberapa manfaatnya.

1. Biodiversitas sebagai sumber pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk seluruh mahluk hidup agar dapat terus bertahan. Biodiversitas bermanfaat sebagai sumber pangan untuk memenuhi nutrisi dan energi bagi mahluk hidup. Manusia membutuhkan makanan sebagai sumber energi agar bisa beraktivitas.

Keanekaragaman tumbuhan dan hewan bisa memberikan pilihan bagi manusia jenis atau sumber pangan apa yang dibutuhkan. Di Indonesia sendiri, keanekaragaman dari flora atau tumbuhan meliputi 400 spesies buah, 370 spesies sayuran, dan tambahan 55 spesies tanaman rempah.

Manfaat yang dapat dirasakan manusia terkait keanekaragaman hayati adalah kebutuhan nutrisi yang bisa terpenuhi dengan cukup. Manusia bisa mendapatkan sumber karbohidrat dari umbi-umbian, jagung, gandum, dan lain sebagainya. Ada sekitar 70 jenis atau spesies umbi yang tumbuh di Indonesia.

Baca Juga  Evaporasi: Pengertian, Faktor, dan Prosesnya

Keanekaragaman flora di tanah air bahkan bisa dimanfaatkan juga sebagai sumber sandang. Contohnya adalah tanaman kapas yang menjadi bahan pembuat kain untuk pakaian. Ada juga hewan, seperti ulat sutera yang dimanfaatkan untuk bahan utama kain sutera.

Berbagai kebutuhan nutrisi penting seperti protein pun dapat terpenuhi dari keanekaragaman hewan, seperti ayam, sapi, hingga hewan-hewan laut lainnya. Biodiversitas lain seperti sayur-sayuran dan buah-buahan pun bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan vitamin bagi manusia.

2. Biodiversitas sebagai sumber penghasilan

Keberagaman yang sangat melimpah di Indonesia memiliki manfaat yang luar biasa sebagai sumber penghasilan warganya. Sebagian besar penduduk Indonesia dapat bekerja sebagai petani karena kekayaan flora dan tanaman di tanah air yang sangat melimpah.

Selain petani, sumber penghasilan juga bisa diperoleh dengan mengolah tanaman di perkebunan hingga ternak berbagai hewan. Petani dapat memanen tanaman dan dijual maupun untuk dikonsumsi sendiri. Hal tersebut juga berlaku untuk peternak dan mereka yang merawat kebun.

Sesuai pengertian keanekaragaman hayati yang mencakup flora dan fauna hingga mikroorganisme di dalam ekosistem, kekayaan alam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan dan bahan-bahan untuk kebutuhan industri yang dijalankan manusia.

3. Biodiversitas sebagai sumber obat-obatan

Masyarakat Indonesia sangat mengenal baik berbagai macam tanaman obat. Keberagaman tanaman-tanaman yang biasa disebut apotek hidup ini tidak hanya dimanfaatkan oleh perorangan, tetapi juga untuk industri-industri farmasi yang lebih besar.

Salah satu yang sering dimanfaatkan adalah madu yang dihasilkan lebah. Cairan manis tersebut sudah lama dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh dan obat berbagai penyakit. Ada lagi mengkudu yang dapa dijadikan sumber obat alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Tingkat keanekaragaman hayati sendiri di mulai dari gen, jenis, hingga ekosistem. Dalam suatu ekosistem seperti di Indonesia, terdapat lebih dari 30.000 spesies tumbuhan yang di dalamnya ada 250 spesies tanaman obat.

Tidak hanya keberagaman flora atau tanaman yang menjadi sumber obat, keanekaragaman satwa atau hewan pun memberikan manfaat yang serupa. Salah satunya adalah lemak ular yang dimanfaatkan oleh sebagian orang sebagai obat penyakit gatal dan penyakit kulit lainnya.

4. Biodiversitas sebagai sumber kosmetik

Selain untuk sumber obat, keberagaman atau biodiversitas juga bermanfaat untuk sumber kosmetik. Manfaat yang beragam dilihat dari keanekaragaman hayati tingkat gen yang memang berbeda-beda, seperti di dalam buah kelapa yang mengandung gen tertentu untuk minyak alami rambut dan kosmetik lain.

Banyak pula tanaman yang dimanfaatkan sebagai sumber kosmetik terutama untuk wewangian. Ada bunga mawar atau rosa hybrida, kenanga, bunga melati, cendanga, hingga kemuning yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan parfum.

5. Biodiversitas sebagai sumber sandang

Manfaat keberagaman dan kekayaan alam seisinya dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber sandang. Ada banyak tanaman yang digunakan sebagai sumber serat untuk kemudian dipintal menjadi kain hingga bahan pakaian. Tanaman seperti kenaf, rami, sisal, abaca, hingga jute dimanfaatkan untuk dijadikan kain.

Keanekaragaman hayati di Indonesia yang cukup menarik adalah yang bisa dilihat di daerah Papua. Masyarakat suku Dani yang tinggal di daerah lembah Baliem memanfaatkan tanaman labu air untuk bahan membuat horim laki-laki atau yang dikenal sebagai koteka.

Tidak hanya tanaman, hewan-hewan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber sandang. Masyarakat biasa memanfaatkan ulat sutera untuk membuat kain atau bahan pakaian. Ada juga kulit hewan seperti sapi, buaya, ular, kambing yang dimanfaatkan untuk bahan sepatu, jaket, hingga tas.

6. Biodiversitas sebagai sumber papan

Papan atau tempat tinggal manusia yaitu rumah dibangun dengan memanfaatkan kekayaan alam seperti tanaman dan hewan. Contoh keanekaragaman hayati untuk sumber papan adalah bangunan rumah adat yang dibuat dari kayu jati, kayu meranti, bambu, kayu pohon kelapa, dan lainnya.

Baca Juga  Apa Itu Apatis: Pengertian, Penyebab, Ciri dan Dampaknya

Membangun tempat tinggal terutama bagi masyarakat yang masih tinggal di pedalaman, banyak memanfaatkan alam. Bagian atap dan dinding rumah dibuat dengan memanfaatkan tanaman-tanaman tertentu yang memang bagus untuk menjaga kehangatan di dalam rumah.

Tanaman jenis palem adalah salah satu yang banyak dimanfaatkan sebagai atap untuk rumah-rumah di daerah Kalimantan dan Sumatera. Ada lagi tanaman alang-alang atau Imperata cylindrical yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Pulau Timur untuk membuat atap rumah.

7. Biodiversitas untuk ekologi dan keindahan

Keindahan ekosistem dapat tercipta dari keanekaragaman hayati yang saling melengkapi satu sama lain. Tidak hanya itu, keanekaragaman mahluk hidup juga saling bergantung di dalam suatu ekosistem baik itu tumbuhan, hewan, maupun manusia.

8. Biodiversitas untuk sumber plasma nutfah

Manfaat selanjutnya dari keberagaman kehidupan di bumi adalah sebagai sumber plasma nutfah. Plasma nutfah sendiri adalah bagian dari hewan, tanaman, atau mikroorganisme yang dapat menurunkan sifat. Setiap organisme mahluk hidup mengandung satu plasma nutfah.

Plasma nutfah merupakan gen dari mahluk hidup yang membentuk suatu varietas, unggul atau tidak di dalam suatu spesies. Contohnya adalah padi IR yang memiliki sifat pulen karena memiliki gen yang sama yang diturunkan dari bibit sebelumnya.

9. Biodiversitas untuk budaya

Negara Indonesia dikenal memiliki keberagaman suku dan budaya yang tinggi. Ada sekitar 350 suku yang memiliki budaya, kepercayaan, adat istiadat, dan agama yang berbeda-beda. Setiap penyelenggaraan kegiatan adat seperti upacara ritual menggunakan kekayaan alam, baik tanaman maupun hewan.

Salah satu yang sering dilakukan adalah di dalam budaya umat Islam yang menggunakan hewan ternak seperti sapi, kambing, dan kerbau untuk kegiatan kurban di hari raya. Sebelum dan saat hari raya, umat muslim juga melakukan kegiatan ziarah kubur dengan membawa beragam bunga seperti bunga mawar.

Manfaat keanekaragaman hayati juga dimanfaatkan dalam upacara ritual bagi masyarakat Bali. Tanaman dari 39 jenis yang mengandung minyak astiri atau yang berbau harum digunakan di Bali. Tanaman seperti cendana, sirih, pandang, bunga melati hingga kenanga.

3 Tingkat keanekaragaman hayati

keanekaragaman hayati adalah

Biodiversitas dibedakan dalam tiga tingkatan yaitu gen, jenis, dan ekosistem. Masing-masing memilki pengaruh dan sifat berbeda.

1. Keanekaragaman gen

Gen di dalam organisme mahluk hidup atau plasma nutfah merupakan substansi kimia yang menjadi penentu sifat dari keturunan yang ada di dalam kromosom mahluk hidup. Kromosom membawa sifat menurun
atau gen di dalam inti sel dan menyebabkan keanekaragaman gen.

Satu spesies mahluk hidup dapat memiliki bentuk, ukuran, dan sifat yang berbeda-beda karena keberagaman gen. Anak kembar pun memiliki sifat yang berbeda karena perbedaan gen yang ada pada anak tersebut. Pada tanaman, gen yang berbeda dapat ditemui di bawang merah, bawang putih, dan locang.

2. Tingkat keanekaragaman jenis

Jenis atau spesies merupakan individu yang memiliki persamaan bentuk secara anatomi, fisiologi, dan morfologi. Spesies yang sama memiliki kemampuan untuk interhibridasi atau kawin dan menghasilkan keturuan yang subur atau fertil untuk melanjutkan keturunan.

Keanekaragaman hayati di Indonesia dari setiap spesies mahluk hidup yang ada memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya. Spesies dari genus ficus misalnya yang terdiri dari pohon beringin dan pohon bodhi.

Selain itu terdapat pula genus ipomea yang terdiri dari ketela rambat dan kangkung dan berikut di bawah ini adalah contoh Biodiversitas yang Ditemui

– Jenis Kucing

keanekaragaman hayati di indonesia

Keanekaragaman atau biodiversitas contohnya ada pada hewan jenis felidae. Hewan yang termasuk dalam spesies kucing memiliki keanekaragaman di tingkat lebih rendah yaitu kucing, singa, harimau, macan, dan cheetah. Spesies kucing ini memiliki ciri fisik yang berbeda tetapi masih berkerabat dekat.

– Jenis kacang-kacangan

Keanekaragaman selanjutnya dapat dilihat dari berbagai jenis kacang-kacangan. Tanaman yang termasuk spesies ini antara lain adalah kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau, dan buncis. Memilki persamaan dan juga perbedaan, pada bentuk dan ciri fisik.

– Jenis terong-terongan

Manfaat keanekaragaman hayati memang menciptakan kekayaan alam yang luar biasa. Contoh keberagaman yang dapat ditemui di alam adalah dari famili terong-terongan. Mentimun, melon, lenca, dan tomat merupakan beberapa contoh terong-terongan yang memiliki perbedaan morfologis, bentuk, dan rasa.

– Jenis Palem

Tanaman yang termasuk dalam spesies palem antara lain adalah pohon kelapa, salak, pohon sawit, pohon kurma, dan pohon aren. Tanaman-tanaman tersebut termasuk dalam kategori yang sama yaitu famili Palmae. Namun memiliki perbedaan dari bentuk batang, buah, daun, bunga, dan daya tahan.

3. Keanekaragaman ekosistem

Selain keanekaragaman spesies atau jenis mahluk hidup, ada pula keanekaragaman di tingkat ekosistem. Ekosistem adalah hubungan timbal balik antar mahluk hidup dengan mahluk hidup lainnya dan hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya.

Pada suatu lingkungan ditinggali berbagai mahluk hidup yang terdiri dari berbagai jenis. Semuanya hidup berdampingan dan memiliki hubungan timbal balik. Dalam satu ekosistem terdiri dari komponen biotik yang merupakan mahluk hidup dan komponen abiotik atau komponen tidak hidup.

Contoh keanekaragaman hayati dapat dilihat dari sebuah ekosistem yang memiliki variasi kondisi komponen abiotik dan biotik. Selain itu, setiap ekosistem memiliki kualitas dan kuantitas yang berbeda tergantung dari kondisi daerah tersebut.

Baca Juga  Tanaman Pucuk Merah, Tanaman Pagar Kaya Akan Manfaat

Ekosistem terbagi menjadi ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Di daratan dapat ditemui keanekaragaman daerah atau bioma, seperti bioma hutan hujan tropis, bioma gurun, bioma hutan gugur, bioma savanna, bioma padang rumput, bioma tundra, dan bioma taiga.

Contoh keanekaragaman hayati di tingkat ekosistem adalah pohon aren yang banyak tumbuh di daerah pegunungan, pohon palem dan pinang yang tumbuh bagus di dataran rendah, dan pohon kelapa yang tumbuh subur di daerah pesisir atau pantai.

Berbagai jenis atau keanekaragaman di tingkat ekosistem dapat ditemui pada beberapa ekosistem berikut.

– Ekosistem hutan hujan tropis

Ekosistem ini memiliki ciri khas utama pada tumbuhan yang sangat beragam. Indonesia dan keanekaragaman hayati adalah satu bagian yang tidak terpisahkan. Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversity karena memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sangat besar.

– Ekosistem pantai

Pada ekosistem ini umumnya memiliki keanekaragaman fauna atau hewan yang sangat besar. Indonesia memiliki banyak ekosistem pantai dan menjadi tempat tinggal bagi 25.000 lebih jenis flora. Ekosistem pantai ini merupakan salah satu bagian dari ekosistem perairan selain air tawar, hutan bakau, dan lain-lain.

– Ekosistem padang rumput

Ekosistem yang satu ini banyak ditemui di hutan-hutan Afrika. Ciri khasnya adalah ekosistem yang didominasi rerumputan dan memiliki iklim yang cukup kering. Ekosistem padang rumput juga menjadi tempat bagi beragam spesies hewan yang sangat banyak.

– Ekosistem padang pasir

Tingkat keanekaragaman hayati pada ekosistem contohnya ada di ekosistem padang pasir. Memiliki ciri utama adalah adanya tumbuhan khas seperti kaktus yang memang dapat tumbuh dengan sedikit air. Hewan yang ada di dalam ekosistem ini antara lain mamalia kecil, burung, dan reptil.

– Ekosistem lumut

Daerah yang memiliki temperatur rendah seperti perbukitan, puncak gunung, dan di dekat kutub dapat ditemui ekosistem lumut. Ciri utamanya adalah lingkungan yang sebagian besar ditumbuhi lumut. Hewan yang tinggal di daerah ini biasanya memiliki bulu yang tebal dan tahan terhadap suhu dingin.

Keanekaragaman hayati di Indonesia

pengertian keanekaragaman hayati

Keanekaragaman dari flora dan fauna yang ada di Indonesia dapat dibagi dalam beberapa kategori berikut

Keanekaragaman Flora di Indonesia

1. Daerah stepa atau daerah padang rumput

2. Daerah sabana atau daerah yang ditumbuhi semak dan pohon rendah

3. Daerah hutan musim yaitu daerah yang hijau saat musim hujan dan daunnya berguguran saat musim kemarau

4. Daerah hutan hujan tropis atau daerah hutan yang ditemui di garis khatulistiwa

Keanekaragaman fauna di Indonesia

1. Fauna oriental atau hewan tipe asia seperti burung merak dan orang utan

2. Fauna peralihan seperti komodo, beruang, dan anoa

3. Fauna Australasia seperti burung kakak tua dan cenderawasih

Contoh keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia dapat dilihat dari berbagai macam tumbuhan dan hewan endemik berikut.

Baca Juga  Mengenal 5 Hewan yang Mengalami Metamorfosis Sempurna

1. Flora

Tumbuhan khas dan endemik dari Indonesia antara lain adalah kayu ramin, buah durian, kayu cendana, bunga reflesia, rotan, sawo kecik, dan masih banyak lagi.

2. Fauna

Hewan-hewan yang hanya dapat ditemui di Indonesia antara lain adalah komodo, burung maleo, orang utan, badak bercula satu, penyu hijau, cenderawasih, jalak bali, gajah Sumatera, dan tapir.

Keanekaragaman yang ada timbul karena faktor genetik dan beberapa faktor lingkungan seperti iklim, relief tanah, dan faktor tanah.

1. Iklim

Faktor iklim sangat mempengaruhi keanekaragaman atau bioderversitas. Temperatur, curah hujan, udara, dan kelembapan angin sangat berpengaruh pada kelangsungan dan keanekaragaman flora dan fauna.

2. Relief tanah

Relief tanah merupakan tingi rendahnya suatu permukaan bumi yang biasa diukur dari permukaan laut. Ketinggian suatu daerah ini memiliki temperatur dan tekanan udara yang berbeda-beda. Hal tersebut membuat hewan dan tumbuhan yang ada di setiap daerah juga sangat beragam.

3. Faktor tanah

Keanekaragaman hayati sangat dipengaruhi oleh faktor tanah. Misalnya saja tanah yang memiliki banyak unsur hara seperti tanah vulkanis dan tanah humus yang banyak ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan dengan sangat baik.

Peran Manusia terhadap Biodiversitas

contoh keanekaragaman hayati

Keanekaragaman kehidupan di bumi tidak bersifat kekal yang artinya bisa mengalami perubahan setiap saat terutama dalam jumlahnya. Misalnya saja aktivitas manusia yang menanam pohon dan pembibitan penyu laut akan berpengaruh pada jumlahnya yang meningkat.

Aktivitas manusia yang meningkatkan biodiversitas termasuk hal yang bagus dan menguntungkan. Namun beberapa aktivitas manusia juga bisa mengurangi keanekaragaman seperti pembukaan lahan, pencemaran lingkungan, seleksi alam, dan pertambangan.

Peran Biodiversitas terhadap Manusia

tingkat keanekaragaman hayati

Manusia membutuhkan berbagai hasil alam untuk mendukung kehidupan. Beberapa jenis tumbuhan dan hewan dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber pangan atau makanan. Peran keanekaragaman ini juga bermanfaat sebagai sumber pendapatan, tempat tinggal, keilmuan, obat, dan lain-lain.

Upaya Konservasi Biodiversitas

Tingkat keanekaragaman hayati perlu dijaga dan dilestarikan. Manusia memiliki peran besar untuk ikut dalam upaya konservasi atau pelestarian keanekaragaman flora, fauna, dan berbagai kehidupan yang ada di bumi. Pelestarian dilakukan agar terhindar dari ancaman kepunahan.

Pelestarian sumber daya alam hayati menjadi tanggung jawab bersama. Kegiatan seperti perlindungan sistem penyangga kehidupan dan pelestarian jenis flora maupun fauna merupakan beberapa tindakan konservatif yang penting untuk dilakukan.

1. Cagar alam

Pemerintah membuat cagar alam untuk melindungi beberapa jenis flora dan fauna agar tidak punah. Cagar alam merupakan kawasan yang dilindungi untuk menjaga ekosistem dan kelangsungan hidup mahluk-mahluk hidup di dalam ekosistem tersebut.

Indonesia memiliki beberapa cagar alam seperti di Sumatera yaitu cagar alam bunga bangkai. Selain itu, ada pula cagar alam anak krakatau di Jawa. Tujuan dibuatnya cagar alam adalah untuk melindungi ekosistem sehingga dapat berjalan secara alami.

2. Suaka margasatwa

Keanekaragaman hayati di Indonesia khususnya untuk fauna dijaga dengan dibuatnya suaka margasatwa. Satwa unik atau satwa endemik biasanya menjadi fokus utama di dalam suatu suaka margasatwa. Suaka untuk hewan-hewan ini dibuat persis seperti habitat asli dari hewan tersebut.

Indonesia memiliki suaka margasatwa jaya wijaya, muara angke, dan ujung kulon. Masing-masing suaka digunakan untuk pelestarian dan penelitian hewan-hewan khas Indonesia yang ada di daerah tersebut.

Baca Juga  Tanaman Pucuk Merah, Tanaman Pagar Kaya Akan Manfaat

3. Taman nasional

Taman nasional merupakan salah satu hutan lindung yang dibuat pemerintah untuk menjaga sumber daya alam hayati khususnya flora dan fauna. Taman nasional yang ada antara lain bunaken, karimun jawa, Lorentz, dan taman cenderawasih.

Selain untuk konservasi sumber daya hayati, taman nasional juga dikelola sebagai tempat wisata dan tempat penelitian. Ekosistem yang dijaga di taman nasional bermanfaat sebagai penunjang ilmu pendidikan.

Itulah beberapa keanekaragaman hayati yang ada di bumi dan manfaatnya untuk manusia. Semua saling membutuhkan sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian sumber daya hayati yang ada.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *