Jaring Jaring Makanan: Pengertian, dan 4 Contohnya

Jaring Jaring Makanan – Setiap makhluk hidup pasti membutuhkan ekosistem dalam lingkungannya. Ekosistem merupakan sebuah interaksi antara unsur hayati dan non hayati yang dapat menciptakan sistem ekologis. Pada ekosistem terdapat pola hubungan yang mempengaruhi jaring-jaring makanan atau siklus makanan.

Dalam hal ini ada juga yang disebut dengan rantai makanan, namun keduanya berbeda. Siklus makanan sendiri adalah gabungan dari rantai yang sudah tersusun sehingga mempunyai cakupan lebih luas. Artikel ini membahas lebih komplek mengenai hal-hal tersebut.

Pengertian Jaring Jaring Makanan

Pengertian Jaring Jaring Makanan

Pengertian jaringan makanan adalah beberapa rantai yang bergabung dan menciptakan suatu siklus yang saling mempengaruhi. Maka dari itu, siklus makanan cakupannya lebih luas. Ini terjadi karena organisme pada siklus makanan dapat memakan beberapa jenis makanan.

Sedangkan, pada rantainya, organismennya hanya memakan satu jenis saja. Walaupun tersedia lebih dari satu jenis organisme, namun jumlahnya tetap lebih sedikit dari siklus makanan, sehingga cakupan dari rantai ini lebih kecil karena organismenya terbatas.

Fungsi dari jaring jaring makanan adalah untuk menggambarkan interaksi diantara spesies yang terjadi pada ekosistem tersebut. Sehingga, dapat dilakukan pengelompokkan antara spesies peralihan, spesies basal dan spesies predator puncak

Baca Juga  Cantik, Ini Jenis Jenis Bunga Putih Indah dan Artinya

Kemudian fungsi yang kedua agar dapat memahami hubungan antar spesies yang satu dengan yang lainnya secara lebih sederhana.

Lalu, yang terakhir adalah untuk mempelajari kontrol atas ke bawah maupun kontrol bawah ke atas pada suatu struktur komunitas yang ada.

Pengertian Rantai Makanan

jaring jaring makanan adalah

Pengertian rantai makanan sendiri adalah suatu proses pemindahan energi dari satu organisme ke organisme lainnya. Peristiwa ini terjadi melalui urutan tertentu yang pada tiap tingkatnya disebut trofik. Hubungan antar organisme dengan organisme lain pada trofik digambarkan oleh piramida makanan.

Urutan tingkat trofik pada rantai ini, diantaranya ada trofik pertama yang terdiri dari produsen atau organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri. Umumnya ini terjadi pada tumbuhan hijau atau organisme autotrof. Selanjutnya trofik II diduduki oleh konsumen I atau konsumen primer.

Konsumen I ini terdiri dari binatang pemakan tumbuhan (herbivora). Kemudian, trofik II diduduki oleh konsumen II atau konsumen sekunder. Makhluk hidup yang memakan konsumen I atau hewan karnivora termasuk dalam konsumen II ini.

Selanjutnya, trofik IV yang diduduki oleh konsumen tersier atau konsumen III. Hewan karnivora yang memakan konsumen II termasuk dalam golongan ini. Jika sudah tidak ada lagi yang memakan konsumen III berarti hewan ini termasuk konsumen puncak yang mati dan terurai dengan sendirinya.

Perbedaan Siklus Makanan dan Rantai Makanan

Perbedaan Siklus Makanan dan Rantai MakananMeskipun kedua hal ini sama-sama membahas pola hubungan antara makhluk hidup, keduanya tetap memiliki perbedaan. Secara umum, perbedaan yang mendasar kedua hal ini adalah cakupan pada jaring-jaring lebih luas lebih luas.

Selain itu, disana dapat terjadi peningkatan adaptasi dan daya saing agar tetap bisa bertahan hidup. Hal ini terjadi karena organismenya dapat memakan beberapa jenis makanan. Sehingga, menyebabkan persaingan yang ketat antar organisme tersebut.

Baca Juga  Tak Disangka, Ternyata Ini Ciri & Manfaat Pohon Kelapa

Sedangkan rantai perputaran makanan makhluk hidup, tidak dapat mempengaruhi peningkatan adaptasi dan daya saing makhluk hidup. Organisme pada perputaran ini hanya memakan satu jenis makanan. Selanjutnya, pada setiap tingkatan rantai ini dikenal yang namanya trofik.

Secara garis besar pembagian trofik terdiri dari produsen, konsumen dan pengurai. Produsen merupakan mereka yang bisa membuat makanan secara mandiri. Sedangkan konsumen adalah yang memakan produsen atau konsumen lainnya. Konsumen puncak akan mati dan diuraikan oleh bakteri.

1. Piramida Makanan

Piramida makanan merupakan sebuah gambaran umum mengenai hubungan antar komponen biotik pada sebuah ekosistem. Telah diketahui bahwa terdapat tingkatan pada tiap rantai yang disebut trofik yang secara garis besar terbagi menjadi produsen, konsumen dan pengurai.

Hubungan antar organisme pada tiap tingkat trofiknya digambarkan melalui piramida makanan. Bentuk dari hubungan ini biasanya seperti bentuk kerucut dengan konsumen puncak atau trofik tertinggi berada diatas dan trofik terendah berada dibawah. Trofik terendah merupakan trofik pertama.

Perputaran ini menggambarkan interaksi antar organisme dalam bentuk garis lurus atau linier. Sedangkan pada piramida makanan, lebih menarik karena ditunjukkan juga trofik pada suatu ekosistem tersebut. Sehingga informasi yang ditangkap lebih lengkap dan mudah dipahami.

Jenis-jenis piramida makanan juga bermacam-macam, diantaranya piramida populasi, piramida biomasa dan piramida energi.

Piramida populasi menggambarkan bahwa organisme yang menempati trofik lebih rendah mempunyai lebih besar. Dasar pada piramida ini ditempati oleh produsen.

Contoh Rantai Makanan

Contoh Rantai Makanan

1. Di Ekosistem Laut

Rantai makanan adalah peristiwa antar makhluk hidup untuk memakan dan dimakan dengan urutan tertentu. Kejadian ini bisa terjadi dimana saja termasuk di darat dan di air. Pada setiap tingkat rantai makan disebut trofik. Berikut ini urutan tingkatan trofik dan contoh perputaran makanan.

* Trofik tingkat I

Terdiri dari produsen dalam hal ini misalnya phytoplankton. Phytoplankton mempunyai kemampuan dapat melakukan fotosintesis sehingga bisa menghasilkan makanan sendiri. Kemudian, pada trofik tingkat II terdapat ikan yang akan memakan phytoplankton. Ikan merupakan konsumen tingkat I.

* Trofik III

Tingkatan ini diduduki oleh Anjing laut yang merupakan konsumen tingkat II. Anjing laut memakan ikan karena merupakan sumber makanannya baginya.

* Trofik IV

Pada trofik IV terdapat paus yang memakan anjing laut. Paus ini merupakan konsumen puncak yang mati dengan sendirinya.

Kemudian paus yang mati akan mengalami proses pembusukan dan diuraikan oleh mikroorganisme seperti jamur ataupun bakteri. Lalu akan diserap lagi oleh tanah tempat tanaman mengalami fotosintesis seperti phytoplankton. Siklus ini salah satu contoh dari rantai makanan di laut.

2. Di Ekosistem di Sawah

Perputaran makanan dalam rantai ini juga bisa terjadi di darat seperti di sawah. Ekosistem di darat menimbulkan terjadinya peristiwa memakan dan dimakan yang selanjutnya juga menghasilkan perputaran makanan. Salah satu contoh rantai makanan di sawah dimulai dari padi.

Padi akan bertindak sebagai produsen yang dapat menghasilkan makanannya sendiri melalui fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Kemudian, padi tersebut dimakan oleh tikus yang merupakan konsumen tingkat I. Tikus tersebut merubah sejumlah makanan menjadi energi.

Selanjutnya, tikus dimakan oleh ular yang merupakan konsumen tingkat II. Agar tikus bisa tetap bertahan hidup memerlukan sejumlah energi yang dapat diperoleh dengan memakan tikus. Lalu, ular dimakan burung elang yang merupakan konsumen tingkat III atau konsumen puncak dalam rantai ini.

Burung elang akan mati dan membusuk dengan sendirinya. Mikroorganisme yang berupa jamur atau bakteri akan menguraikan tubuh elang yang telah mengalami pembusukan tersebut. Selanjutnya akan diserap oleh tanah yang merupakan tempat tumbuhnya tanaman seperti padi.

3. Di Ekosistem Sungai

Sungai adalah ekosistem lotik karena terdapat air yang mengalir. Pada ekosistem sungai juga terjadi hubungan memakan dan dimakan antara organismenya. Dalam hal ini ada salah contoh dari perputaran makanan yang terjadi pada ekosistem sungai.

Dalam rantai ini alga atau ganggang bertindak sebagai produsen karena dapat menghasilkan makanan sendiri melalui bantuan cahaya matahari. Kemudian, Ikan sepat memakan alga untuk memperoleh
sumber energi.

Ikan sepat merupakan konsumen tingkat I atau konsumen primer pada rantai itu. Setelah itu, burung bangau memakan ikan sepat.

Burung bangau merupakan konsumen II atau konsumen sekunder. Lalu, burung bangau dimakan buaya yang merupakan konsumen III atau konsumen puncak. Buaya tersebut akan mati dan membusuk dengan sendirinya.

Mikroorganisme yang berupa jamur, bakteri dan berbagai jenis cacing bertugas menguraikan pembusukan tersebut. Selanjutnya energi yang telah diuraikan akan kembali pada lingkungan sebagai nutrisi yang dapat menyuburkan tanah. Siklus ini akan terus terjadi di sungai.

Baca Juga  Hati-Hati, 5 Jenis Ular Sawah ini Perlu Diwaspadai

4. Di Ekosistem Hutan

Pergerakan dari rantai perputaran makanan terjadi secara linier. Hutan merupakan ekosistem terlengkap yang sangat mungkin terjadi peristiwa tersebut. Salah satu contohnya dimulai dari rumput.

Rumput dan beri – belibis – elang – pengurai. Pada siklus ini rumput dan beri bertindak sebagai produsen atau makhluk yang dapat membuat makanannya sendiri. Kemudian, rumput dan beri dimakan oleh belibis yang merupakan konsumen primer atau konsumen I.

Selanjutnya, belibis dimakan elang yang merupakan konsumen sekunder atau konsumen II. Perpindahan energi terjadi dari belibis ke elang. Elang juga merupakan konsumen puncak yang artinya sudah tidak ada konsumen selanjutnya dan elang akan mati dengan sendirinya.

Kemudian elang yang mati akan mengalami pembusukan dan diuraikan oleh mikroorganisme seperti jamur dan bakteri. Setelah penguraian tersebut, energi akan kembali diserap oleh tanah dan digunakan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Proses ini dibantu oleh cahaya matahari.

5. Di Daerah Padang atau Kutub

Perputaran makanan ini bisa terjadi di mana saja karena setiap ekosistem pasti membutuhkan energi. Energi bisa diperoleh melalui sumber makanan yang di dapatkan. Pada hamparan padang es seperti kutub juga pasti terjadi peristiwa ini. Salah satu contohnya dimulai dari tanaman juga.

Urutan rantainya adalah tanaman di padang es – kelinci kutub – rubah – serigala – pengurai. Produsen pada rantai ini adalah tanaman di padang es karena dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Selanjutnya, kelinci kutub memakan tanaman di padang es tersebut.

Kelinci kutub ini sebagai konsumen primer atau konsumen I yang merupakan hewan herbivora atau pemakan tumbuhan. Kemudian, kelinci kutub dimakan oleh rubah. Rubah sebagai konsumen sekunder atau konsumen II yang merupakan hewan karnivora atau pemakan sesama hewan.

Lalu, rubah dimakan oleh serigala. Serigala merupakan konsumen puncak yang artinya tidak ada konsumen lain yang memakannya dan akan mati dengan sendirinya. Selanjutnya, serigala yang mati akan mengalami proses pembusukan dan mikroorganisme akan menguraikannya.

Contoh Jaring Jaring Makanan

piramida makanan
1. Di Sawah

Siklus makanan adalah gabungan dari berbagai rantai perputaran makanan. Hal itulah yang membedakan keduanya karena siklus makanan mempunyai cakupan yang lebih luas. Peristiwa bisa terjadi dimana saja misalnya di sawah.

Sawah merupakan salah satu habitat dimana makhluk hidup tinggal dan melakukan interaksi dengan makhluk hidup lain. Setiap makhluk hidup pasti membutuhkan energi yang didapat melalui sumber makanan. Oleh sebab itu terbentuklah siklus makanan. Salah satu contohnya berawal dari padi.

Padi dan pohon dimakan oleh ulat atau belalang. Pohon dan padi ini sebagai produsen yang bisa menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Lalu, ulat atau belalang tersebut dimakan oleh tikus. Tikus dimakan oleh ular maupun burung pemangsa.

Burung pemangsa juga bisa memakan ular. Kemudian burung pemangsa mati dengan sendirinya karena merupakan konsumen puncak yang tidak dapat dimakan oleh konsumen lain. Sehingga, burung itu akan mati dengan sendirinya dan akan diuraikan oleh jamur maupun bakteri.

2. Di Laut

Jaring jaring makanan melibatkan banyak organisme karena setiap organisme bisa memakan lebih dari satu organisme. Sehingga, siklus perputaran makanan dapat meningkatkan kemampuan adaptasi dan daya saing karena persaingan antar organismenya sangat kuat.

Pada setiap tempat yang terdapat berbagai jenis makhluk hidup sangat memungkinkan terjadinya jaring-jaring atau siklus makanan. Hal ini disebabkan karena setiap makhluk hidup membutuhkan energi untuk bertahan hidup. Energi tersebut bisa diperoleh melalui makanan yang dikonsumsi.

Salah satu tempat terjadinya siklus makanan adalah dilaut, karena dilaut juga terdapat berbagai jenis makhluk hidup. Contohnya, fitoplankton yang bertindak sebagai produsen dimakan oleh zooplankton. Kemudian, zooplankton dimakan oleh salmon, udang, gurita atau makhluk lainnya.

Gurita, udang dan salmon tersebut bisa dimakan oleh paus yang merupakan konsumen puncak. Paus akan mati dengan sendirinya dan akan mengalami pembusukan. Setelah itu, bakteri mikroorganisme yang ada di laut akan menguraikannya sehingga akan menjadi energi baru.

Baca Juga  Serba Serbi Merangkai Tanaman Aquascape

3. Di Air Tawar

rantai makanan adalah

Terdapat beberapa jenis makhluk hidup yang berada di sungai. Hal ini karena di sungai terdapat air yang mengalir dan menjadi sumber kehidupan. Sehingga pasti terjadi rantai perputaran makanan yang bergabung menjadi siklus makanan pada ekosistem air tawar di sungai tersebut.

Salah satu contohnya, ikan kecil, udang dan siput memakan alga maupun tanaman air yang merupakan produsen. Selanjutnya, siput, udang atau ikan kecil dimakan oleh hewan yang lebih besar darinya contohnya ular, kodok atau ikan besar atau hewan lainnya yang sejenis.

Kemudian, kodok, ular maupun ikan dimakan oleh bebek atau bangau. Jika tidak ada yang memakan bebek atau bangau berarti hewan tersebut termasuk konsumen puncak. Konsumen puncak dapat mati dengan sendirinya dan mengalami pembusukan yang kemudian diuraikan oleh bakteri.

Organisme dekomposer yang terdiri dari bakteri dan jamur tersebut akan merubahnya menjadi energi yang digunakan oleh produsen untuk melakukan fotosintesis. Sehingga, siklus tersebut akan terus terjadi selama masih terdapat komponennya.

4. Di Gurun

Jaring jaring makanan juga dapat Anda temui di gurun karena terdapat beberapa jenis makhluk hidup. Seperti contohnya, rumput, kaktus dan semak liar yang merupakan produsen primer dimakan oleh tikus. Pada saat tertentu tikus akan keluar dari persembunyiannya untuk mencari makan lagi.

Apabila tikus tersebut bertemu dengan ular atau serigala gurun, maka hewan tersebut dapat memakannya. Kemudian ular dan serigala gurun merupakan konsumen sekunder atau konsumen II. Hewan tersebut dapat dimakan oleh konsumen tersier atau konsumen III, yaitu burung elang.

Burung elang merupakan konsumen puncak karena sudah tidak ada lagi konsumen setelahnya dan akan mati dengan sendirinya. Setelah burung tersebut mati, maka akan mengalami pembusukan yang kemudian diuraikan oleh organisme dekomposer.

Dekomposer merupakan organisme yang menguraikan bahan organic yang berasal dari organisme yang telah mati. Organisme ini menyerap sebagian hasil penguraian dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dikembalikan pada produsen. Jamur dan bakteri termasuk dari organisme ini.

Demikianlah ulasan lengkap mengenai rantai maupun siklus makanan yang sudah sering terjadi di berbagai ekosistem. Inilah cara bertahan setiap spesies makhluk hidup, yakni dengan bertahan melalui siklus makanan yang menghasilkan interaksi dengan makhluk hidup yang lain.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *