HRD: Intip 3 Tugas Penting di Dalam Perusahaan

HRD adalah salah satu bagian terpenting dalam sebuah perusahaan. Pengertian HRD dapat dikatakan sebagai suatu unit perusahaan yang menangani setiap hal terkait karyawan, manajer, pegawai, buruh, dan pekerja lainnya untuk mendukung kegiatan perusahaan dalam mencapai sebuah tujuan.

Terkadang HRD juga disebut sebagai personalia, tetapi ada beberapa perusahaan yang personalia dan HRD mereka dipisah. Masing-masing unit memiliki tanggung jawab yang berbeda dan biasanya ruang lingkup personalia lebih terbatas dibanding HRD.

Bagian personalia lebih fokus untuk pengelolaan SDM secara administratif, misalnya database dari karyawan, Absensi, payroll, filling dokumen, dan rekrutmen karyawan. Sedangkan HRD memiliki tanggung jawab lebih besar seperti Training, HR Planning, Career Development, SOP dan lainnya.

HRD Adalah Human Resources Development, Ini Tugas-Tugasnya

tugas hrdKepanjangan HRD adalah Human Resources Development yang artinya adalah bagian manajemen SDM atau karyawan. Sumber daya manusia merupakan salah satu aset yang penting di dalam perusahaan, sehingga dibutuhkan HRD yang bertugas untuk mengatur karyawan tersebut.

Pada umumnya orang yang dapat mengemban tugas HRD setidaknya lulusan D3 manajemen atau psikologi bahkan tidak sedikit perusahaan yang membutuhkan seorang HRD dari lulusan S1 atau S2 Psikologi. Kriteria HRD ini memang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan.

1. Perekrutan

HRD memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan posisinya sangat penting dalam sebuah perusahaan. Hal tersebut tidak lepas dari tugasnya nanti yaitu menerapkan kebijakan atau peraturan hingga strategi perusahaan untuk karyawan.

Tugas HRD yang begitu penting ini membutuhkan kriteria atau standar tertentu. Walaupun hanya lulusan SMA, biasanya yang akan masuk adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman yang cukup. Namun harus dengan mengikuti proses psikotes pada saat perekrutan.

Biasanya untuk dapat lulus psikotes ini dapat meminta bantuan dengan biro Psikologi. Jadi semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menjadi seorang HRD.

2. Tugas divisi HRD

singkatan hrd

Dalam divisi atau unit kerja HRD, tugas pokok yang harus dijalani antara lain adalah merekrut karyawan baru, orientasi, menciptakan kondisi kerja yang kondusif, dan pengembangan SDM.

Baca Juga  Apa Itu Apatis: Pengertian, Penyebab, Ciri dan Dampaknya

– Tugas merekrut karyawan baru

Sesuai singkatan HRD yakni Human Resources Development, tugas unit kerja ini adalah berkaitan dengan manusia atau karyawan dalam sebuah perusahaan. Seorang HRD bertugas merekrut dan memilih calon karyawan yang memiliki potensi sesuai dengan posisi dan kualifikasi yang dibutuhkan.

Proses perekrutan oleh HRD ini adalah untuk mencari kandidat yang potensial dan dibutuhkan oleh perusahaan. Sebelum memulai perekrutan, biasanya perusahaan sudah memiliki perencanaan karyawan dengan mengategorikan karyawan yang dibutuhkan.

Perencanaan perekrutan karyawan oleh HRD juga dengan memprediksi kebutuhan berdasarkan budget tahunan perusahaan dan tujuannya, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Proses perekrutan atau seleksi karyawan ini sangat penting untuk perusahaan.

Proses perekrutan karyawan yang menjadi SDM penting bagi perusahaan perlu disesuaikan dengan visi misi perusahaan. Arti HRD yaitu pengembangan sumber daya manusia, jadi karyawan yang direkrut adalah mereka yang memiliki potensi untuk bisa berkembang menyesuaikan visi misi perusahaan.

HRD sebaiknya memahami beberapa hal dalam kaitannya merekrut karyawan. Mulai dari memahami kebutuhan perusahaan, talenta yang diinginkan, kemampuan praktik dan komunikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. HRD juga perlu menjelaskan secara rinci job description-nya.

Dalam perekrutan penting juga untuk HRD melakukan wawancara dengan komunikasi yang baik. Tentukan indikator kesuksesannya dan tetap memberikan pengalaman yang positif bagi calon karyawan. Seleksi dan pilih kandidat yang memang memiliki pengalaman positif dan potensi yang paling baik.

– Tugas memberikan orientasi

HRD adalah unit yang bertugas membantu karyawan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan. Beberapa perusahaan tidak memberikan orientasi yang lengkap untuk karyawan barunya yang sebenarnya sangat penting agar dapat lebih cepat untuk bisa bekerja sesuai kebutuhan perusahaan.

HRD perlu memberikan pengenalan yang intensif pada karyawan untuk mengenal tugas dan tanggungjawab pekerjaannya. Selain tugas pokok karyawan tersebut, HRD juga perlu memperkenalkan fungsi departemen dan hubungan antar departemen dalam sebuah perusahaan agar karyawan bisa berperan aktif.

Tugas yang terlihat tidak mudah ini tentunya membutuhkan HRD dengan kemampuan dan pengalaman yang memadai. HRD dapat dijalankan, baik oleh pria maupun wanita yang dapat melihat potensi SDM dan mengembangkannya untuk mengejar target perusahaan.

– Tugas menciptakan tempat kerja yang kondusif

Tugas HRD selanjutnya adalah untuk proteksi karyawan yakni dengan memberikan keamanan dan kenyamanan di tempat kerja. HRD perlu menciptakan kondisi yang kondusif agar karyawan bisa menyesuaikan diri dan menyukai lingkungan baru tempat mereka bekerja.

Biasanya HRD dapat membuat kebijakan atau peraturan perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Peraturan yang dikeluarkan tentu harus saling menguntungkan, baik karyawan maupun perusahaan.

Seorang HRD bertanggung jawab untuk memotivasi karyawan yang berkontribusi dalam pencapaian tujuan perusahaan. Selain bentuk proteksi tersebut, tugas dari HRD juga mencakup hal-hal terkait kompensasi bagi karyawan. Pemberian gaji untuk karyawan atas kontribusi mereka harus diatur dengan baik.

Baca Juga  Lebih Mengenal ASMR, Temukan 3 Manfaatnya Sekarang

Memberikan manfaat finansial berupa kompensasi atau gaji ini agar kesejahteraan dan kepuasan karyawan dapat tercapai. Selain itu, pemberian kompensasi dan proteksi perlu dilakukan agar tidak menimbulkan masalah ketenagakerjaan yang berpotensi merugikan perusahaan.

Kepanjangan HRD memang berkaitan dengan SDM perusahaan, sehingga HRD harus bisa menyediakan kenyamanan dan jaminan bagi karyawan, baik secara finansial maupun non finansial. Jadi, unit kerja ini perlu kemampuan untuk mengerjakan analisis keuangan demi kesejahteraan karyawan.

– Tugas pengembangan dan evaluasi

kepanjangan hrd

Pada saat perekrutan, HRD memulai persiapan dengan mempelajari kebutuhan jumlah SDM, struktur organisasi, hukum ketenagakerjaan, kondisi pangsa tenaga kerja, dan lain sebagainya. Selanjutnya perekrutan dilanjutkan dengan analisis jabatan dan spesifikasi atau deskripsi dari pekerjaan yang dibutuhkan.

Dari semua kandidat yang ada, HRD akan menyeleksi dengan memperhatikan daftar riwayat hidup, proses interview awal dan psikotes, wawancara kerja, dan lain-lain.

Setelah proses perekrutan, HRD masih bertanggung jawab terhadap karyawan tersebut. sesuai singkatan HRD yaitu human resource development, unit kerja ini juga bertanggung jawab akan pengembangan karyawan. Tugas pengembangan dan training menjadi salah satu tugas pokok dari HRD.

Memberikan edukasi melalui kegiatan training dilakukan untuk meningkatkan keahlian bagi karyawan baru. HRD harus bisa mengelola karyawan dan kualitasnya demi peningkatan sumber daya manusia di perusahaan. Pembekalan dari awal masuk kerja hingga training penting untuk memenuhi SDM perusahaan.

Pengembangan dan evaluasi untuk karyawan atau Development and Evaluation adalah langkah penting agar setiap karyawan bisa memberikan kontribusi yang maksimal terhadap perusahaan. Diawali dengan pembekalan sehingga agar bisa lebih menguasai bidangnya dan nantinya kinerja karyawan bisa ditingkatkan.

Itulah beberapa tugas dari unit kerja HRD di dalam perusahaan. Sesuai dengan Arti HRD itu sendiri, seorang HRD tugas dan tanggung jawab utamanya adalah yang berkaitan dengan karyawan yang menjadi SDM perusahaan.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *