Hipotesis: Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Melakukan Penelitian

Menduga-duga merupakan sesuatu yang secara otomatis akan terjadi dalam pikiran ketika kita melihat sesuatu hal. Di dalam penelitian proses menduga-duga ini disebut dengan perjalanan merumuskan hipotesis.

Tentunya dalam menduga-duga pada kehidupan sehari-hari dan ruang penelitian memiliki hal dan kondisi yang berbeda.

Kita akan mencari tahu lebih lanjut mengenai arti hipotesis dan hal-hal lain mengenai hipotesis melalui artikel ini.

Apa Itu Hipotesis?

Di dalam web Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa hipotesis yaitu sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan. Atau secara singkatnya, arti hipotesis adalah anggapan dasar atau dugaan awal.

Di dalam penelitian hipotesis berfungsi sebagai dasar untuk merumuskan teori atau menarik hasil kesimpulan yang nantinya akan disahkan.

Hipotesis menjadi awal dari sebuah penelitian. Bisa jadi di akhir nanti, setelah penelitian dilakukan secara paripurna, hipotesis menjadi sesuatu hal yang benar atau salah.

Bagaimanapun tanpa adanya hipotesis, tidak akan pernah ada penelitian yang dimulai.

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

Setelah kita mengetahui arti hipotesis menurut KBBI, saatnya mencari tahu pengertian hipotesis menurut para ahli di bidangnya. Apa sajakah itu?

Djarwanto

Menurut Djarwanto, hipotesis terdiri dari dua kata; hypo dan thesis. Hypo bisa diartikan dengan “kurang dari”, sedangkan thesis diartikan sebagai pendapat.

Maka jika dua kata ini digabungkan bisa melahirkan sebuah arti suatu pendapat atau kesimpulan yang belum mencapai final. Untuk menuju final, harus diuji dulu kebenarannya.

Donald Ary

Tak jauh berbeda dengan Djarwanto, Donald Ary menyatakan bahwa hipotesis yaitu dugaan sementara yang ditemukan dalam rangka memecahkan suatu masalah. Bisa juga sebagai awalan dalam penetapan sebuah gejala.

Moh. Nazir

Hipotesis menurut Moh. Nazir yaitu jawaban atau dugaan sementara terhadap subjek penelitian. Kebenaran atas jawaban ini harus dibuktikan dulu lewat uji empiris.

Sumadi Suryabrata

Begitu juga dengan Sumadi Suryabrata yang menyatakan bahwa hipotesis adalah pernyataan terkait populasi atau sebuah parameter yang harus diuji dulu keabsahannya berdasarkan data statistik dari sampel penelitian.

Dari empat pengertian yang disampaikan oleh para ahli di bidang penelitian tersebut, semakin jelas bahwa hipotesis mengacu pada kondisi atau dugaan sementara yang kebenarannya belum mencapai final.

Untuk mengabsahkan kebenarannya, maka dibutuhkan uji empiris terlebih dahulu.

Apabila kebenaran hipotesis sudah teruji, maka nantinya hipotesis tersebut akan melahirkan sebuah teori baru terkait ilmu pengetahuan tertentu.

Hubungan Hipotesis dalam Penelitian

Jika membicarakan hipotesis  terkait penelitian, maka ada dua hubungan yang bisa kita temukan. Hubungan pertama yaitu antara hipotesis dan variabel penelitian.

Dikatakan bahwa yang disebut dengan hipotesis adalah sebuah kondisi di mana ada keterkaitan beberapa variabel yang kemudian melahirkan dugaan atas kasus tertentu.

Sementara hubungan yang kedua yaitu terkait hipotesis dan teori ilmiah. Pada penelitian kuantitatif, dikatakan bahwa hipotesis merupakan deduksi dari teori-teori ilmiah.

Sedangkan pada penelitian kualitatif, hipotesis yaitu kesimpulan sementara yang diambil dari hasil observasi, dalam rangka menciptakan teori baru.

Jenis-jenis Hipotesis

Setelah kita memahami pengertian dan hubungan hipotesis, kini saatnya kita belajar mengenai jenis-jenis hipotesis. Jenis hipotesis sendiri dibagi menjadi tiga macam; berdasarkan rumusannya, pemerolehannya dan bentuknya.

1. Jenis Hipotesis Berdasarkan Rumusannya

Baca Juga  7 Universitas Swasta Terbaik di Jakarta, Mana Pilihanmu?

Berdasarkan rumusannya, hipotesis dibagi menjadi dua jenis:

2. Hipotesa Kerja

Yang dimaksud dengan hipotesa kerja adalah jawaban sementara yang dianggap benar dan merupakan sintesis dari hasil mengkaji teori-teori ilmiah yang ada. Biasa disingkat dengan H1 dan Ha.

3. Hipotesis Nol

Disebut juga dengan hipotesis statistik. Hipotesis nol ini merupakan lawannya hipotesis kerja, artinya hipotesis ini dianggap sebagai dugaan yang salah. Biasa menggunakan istilah H0.

Dalam proses penelitian, biasanya peneliti sengaja merumuskan hipotesis dalam dua jenis, yaitu H1 dan H0. H1 dirumuskan dan dipersiapkan untuk diterima, sedangkan H0 sengaja dibuat untuk dipersiapkan mendapat penolakan.

arti hipotesis

Jenis Hipotesis Berdasarkan Pemerolehannya

Berdasar pemerolehannya, hipotesis juga dibagi menjadi dua jenis:

1. Hipotesis Induktif

Hipotesis ini dihasilkan dari pengamatan untuk menghasilkan teori baru, biasa dilakukan pada penelitian kualitatif.

2. Hipotesis Deduktif

Hipotesis ini dihasilkan dari teori ilmiah yang sudah ada sebelumnya, biasa dilakukan pada penelitian kuantitatif.

3. Jenis Hipotesis Berdasarkan Bentuknya

Berbeda dengan jenis lainnya, hipotesis berdasarkan bentuknya dibagi menjadi tiga:

4. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis yang disusun dengan model deskriptif, bersifat dugaan sementara yang perlu diuji terlebih dahulu terhadap sebuah masalah yang memiliki keterkaitan dengan variabel berjumlah tunggal.

Contoh kasus:

Ada sebuah penelitian yang akan dilakukan terkait sebuah produk jamu merk A. Penelitian tersebut dilakukan untuk menemukan apakah jamu A mengandung bahan kimia berbahaya atau tidak.

Karena obyek penelitian hanya satu variabel saja, maka hipotesis yang digunakan adalah hipotesis deskriptif. Rumusan yang digunakan dalam penelitian tersebut:

H0: Jamu A mengandung bahan kimia yang berbahaya.

H1: Jamu A tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya.

5. Hipotesis Komparatif

Hipotesis yang merupakan dugaan sementara terhadap sebuah penelitian, disusun berdasarkan dari perbandingan dua variabel.

Contoh kasus:

Sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan jumlah kematian antara kasus virus covid 19 dengan kasus SARS. Tujuannya untuk menemukan tingkat kematian antara dua kasus tersebut sama ataukah berbeda.

Karena penelitian tersebut memperbandingkan dua variabel yang berbeda, maka hipotesis yang digunakan adalah hipotesis komparatif. Rumusan untuk penelitian tersebut:

H0: Tingkat kematian karena virus Covid-19 tidak sama dengan tingkat kematian yang diakibatkan oleh SARS.

H1: Tingkat kematian karena virus Covid-19 sama dengan tingkat kematian yang diakibatkan oleh SARS.

6. Hipotesis Asosiatif

Baca Juga  Sampah Plastik: Pengertian, Bahaya dan Cara Menanggulanginya

Hipotesis yang merupakan dugaan sementara terhadap sebuah penelitian antara dua variabel untuk mengetahui adanya keterkaitan hubungan dari keduanya.

Contoh kasus:

Ada sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat keparahan yang diakibatkan virus covid-19 dengan jenis kelamin penderita.

Dikarenakan hasil penelitian tersebut diharapkan untuk menemukan hubungan antara jenis kelamin dan tingkat keparahan yang diakibatkan covid-19, maka hipotesis yang digunakan dalam penelitian adalah hipotesis asosiatif. Rumusan untuk penelitian tersebut adalah:

H0: Jenis kelamin penderita tidak berpengaruh pada tingkat keparahan akibat infeksi virus Covid-19.

H1: Jenis kelamin penderita berpengaruh pada tingkat keparahan akibat infeksi virus Covid-19.

Ciri-ciri Hipotesis

Setelah kita mengetahui apa saja jenis-jenis hipotesis, kini saatnya mengetahui apa sajakah ciri-ciri hipotesis. Menurut para ahli, sebuah pernyataan atau dugaan sementara bisa dikatakan hipotesis jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Harus menyatakan hubungan antara komparasi antara dua variable atau lebih. Kalaupun hanya ada satu variabel yang diteliti, maka harus menyatakan penjabaran yang kompleks.
  2. Harus dijabarkan dalam bentuk deklaratif (kalimat berupa pernyataan) dan tidak dalam bentuk lainnya.
  3. Harus merumuskan sebuah masalah dengan jelas, gamblang dan tidak ambigu.
  4. Harus bisa diterima dengan akal sehat.
  5. Kebenaran yang ada di dalamnya harus bisa diuji.

rumus hipotesis

Cara Merumuskan Hipotesis

Selain memiliki ciri khusus, dalam menyusun hipotesis pun tidak oleh asal-asalan. Selain harus dirumuskan dalam kalimat deklaratif yang singkat, jelas dan padat, hipotesis juga harus disusun dengan dasar teori yang jelas.

Hipotesis tidak bisa disusun hanya berdasar katanya. Selain teori-teori ilmiah yang sudah ada, dasar lahirnya hipotesis juga bisa berangkat dari hasil penelitian lain yang relevan.

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam pengujian hipotesis hingga menghasilkan sebuah rumusan:

  1. Awal dari sebuah rumusan adalah penentuan dari sebuah masalah yang akan diteliti atau diuji coba.
  2. Setelah masalah ditentukan, saatnya untuk menemukan hipotesis terkait permasalahan yang akan dibahas.
  3. Temukan hipotesis awalan yang akan menjadi panduan penelitian atau menjadi pemandu bagi uji coba yang akan dilakukan.
  4. Tahap selanjutnya yaitu mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan penelitian.
  5. Setelah data-data yang berupa fakta telah terkumpul, saatnya kita bandingkan fakta-fakta tersebut dan memilih mana yang relevan dan tidak.
  6. Setelah fakta-fakta yang ada saling dibandingkan, saatnya kita lakukan uji kebenaran pada hipotesis yang telah kita buat di awal.
  7. Tahap terakhir adalah tahapan terpenting, yaitu penerapan. Ketika sebuah hipotesis sudah diujikan secara paripurna, maka hipotesis sudah diketahui kebenarannya dan sudah bisa diterapkan dalam sebuah disiplin ilmu, atau dalam keseharian.

manfaat dari hipotesis

Manfaat Hipotesis

Tidak ada gunanya sebuah pernyataan dideklarasikan jika tak memiliki manfaat di dalamnya. Sama halnya dengan hipotesis.

Dirancang sebagai rumusan masalah tentunya karena memiliki manfaat yang besar. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang terkandung dalam hipotesis:

  1. Hipotesis memberi batasan dan mempersempit antara jangkauan dan kerja sebuah penelitian.
  2. Hipotesis memberikan kesiagaan atau kewaspadaan kepada peneliti tentang adanya fakta dan hubungan antara fakta dalam penelitian. Kondisi ini kadang terlewatkan dari perhatian peneliti.
  3. Hipotesis merupakan sebuah sarana sederhana yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian guna memfokuskan fakta yang terpisah-pisah agar menjadi sebuah kesatuan penting dan menyeluruh.
  4. Hipotesis digunakan untuk panduan dalam sebuah uji coba dan juga untuk menyesuaikan antara satu fakta dengan fakta yang lainnya.
  5. Hipotesis berfungsi untuk melahirkan kesimpulan atau teori baru dalam sebuah permasalahan atau uji coba.
  6. Hipotesis bisa memperluas pengetahuan atas gejala atau kondisi yang sedang diteliti.

Demikian penjelasan yang bisa kami kumpulkan mengenai hipotesis. Semoga semua hal terkait pengertian hipotesis, ciri-ciri dan jenis-jenisnya bisa bermanfaat bagi Anda.

Dengan mengetahui lebih dalam dan luas terkait arti hipotesis, kita jadi bisa lebih mudah dalam menjalani berbagai tahapan yang harus dilakukan dalam sebuah uji coba dan penelitian sehingga diharapkan bisa merumuskan hipotesis yang tepat. Selamat bereksperimen dan berkarya!

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *