7 Pengertian Hak Asasi Manusia, Apa Kamu Tahu Salah Satunya?

Pengertian Hak Asasi Manusia – Kita pastinya sudah sangat sering mendengar tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Kata ini berkali-kali diucapkan, terutama jika terjadi adanya pelanggaran.

Di Indonesia sendiri tercatat ada banyak pelanggaran terhadap HAM. Sebut saja peristiwa Gerakan 30 September PKI dan penculikan aktivis di era reformasi 1998. Itu baru dua di antaranya.

Jika kita mau menuliskan pelanggaran-pelanggaran HAM yang ada di Indonesia secara lengkap, mungkin satu artikel saja tak akan pernah cukup.

Begitu sering kata HAM diucapkan, namun jika kita diminta untuk jelaskan pengertian Hak Asasi Manusia, apakah kita mampu melakukannya? Yuk, agar lebih memahami mengenai HAM dan hal-hal terkait dengannya, kita belajar dulu pengertian Hak Asasi Manusia.

Apa Itu Hak?

apa itu hak

Hak Asasi Manusia terdiri dari kata Hak dan Asasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hak sendiri memiliki 7 arti, yaitu;

● Benar

● Milik/ kepunyaan

● Kewenangan

● Kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dan sebagainya)

● Kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu

● Derajat atau martabat

● Wewenang menurut hukum

Baca Juga  10 Urutan Universitas Terbaik di Indonesia, Siapa No 1?

Maka bisa disimpulkan, arti hak itu sendiri adalah wewenang/ kepemilikan yang memberikan kita kekuasaan untuk berbuat sesuatu sesuai aturan/ undang-undang. Sementara itu, arti asasi di dalam KBBI yaitu bersifat dasar atau pokok.

Pengertian Hak Asasi Manusia Atau HAM Menurut 7 Ahli

hak asasi manusia

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan hak dan asasi, kini tentunya kita jadi lebih paham mengenai apa itu hak asasi manusia. Jika kita gabungkan pengertian antara hak dan asasi, maka yang dimaksud dengan hak asasi manusia adalah wewenang dasar yang dimiliki oleh manusia sehingga memberikan manusia kekuasaan untuk berbuat sesuatu sesuai aturan/ undang-undang.

Saking pentingnya HAM, beberapa ahli mengungkapkan pengertian hak asasi manusia dalam versinya masing-masing. Yuk, kita cari tahu apa saja sih arti HAM menurut para ahli.

1. HAM menurut Miriam Budiarjo

Pengertian Hak Asasi Manusia menurut Miriam Budiarjo yaitu hak-hak yang telah dimiliki manusia sejak mereka dilahirkan di dunia. HAM seharusnya bersifat universal tanpa memandang adanya perbedaan SARA (suku, agama, ras) dan juga perbedaan jenis kelamin.

2. HAM menurut Jan Materson

Komisi HAM PBB ini menyatakan bahwa hak asasi manusia merupakan hak-hal yang melekat dalam diri setiap manusia. Tanpa adanya hak-hak ini, manusia sangat mustahil bisa hidup dengan layak.

3. HAM menurut John Locke

Ahli terkemuka di dunia ini memberikan pendapat bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan kepada manusia. Disebut juga dengan hak kodrati.

Maka seharusnya tidak ada yang boleh mencabutnya. HAM adalah sesuatu yang sangat pokok dan dasar dalam hidup seorang manusia. Bahkan bisa dikatakan HAM adalah sesuatu yang sangat suci.

4. HAM menurut Jack Donnely

Dikatakan oleh Jack Donnely, hak asasi manusia adalah hak yang ada dalam diri manusia, semata-mata karena mereka adalah manusia. Manusia memiliki hak tersebut bukan karena diberikan oleh masyarakat ataupun adanya hukum positif, namun telah ada sejak lahir berkaitan dengan martabatnya sebagai sesosok makhluk bernama manusia.

5. HAM menurut Prof. Koencoro Poerbobranoto

Tak berbeda dengan pendapat ahli lainnya, Prof. Koencoro Poerbobranoto juga sepakat bahwa HAM adalah hak-hak mendasar yang dimiliki oleh manusia. Hak ini sifatnya kodrati dan tidak bisa terpisah dari dalam diri manusia. Oleh karenanya HAM adalah sesuatu yang sangat suci dan sakral.

Baca Juga  Ajudikasi: 5 Tahapan Sidang dan Contohnya

6. HAM menurut David Beetham dan Kevin Boyle

HAM menurut David Beetham dan Kevin Boyle tidaklah terlalu jauh berbeda dengan pendapat ahli lainnya. HAM menurut dua ahli ini mengacu pada kebebasan-kebebasan pokok/ dasar yang dimiliki oleh manusia

Hak-hak yang bersifat individu ini lahir dari kebutuhan dan kapasitas dasar dalam diri manusia.

7. HAM menurut Omar Seno Adji

Apa yang dimaksud dengan hak asasi manusia menurut Omar Seno Adji yaitu hak yang melekat erat dalam diri dan martabat manusia dikarenakan mereka adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tertinggi. Sifat dari hak-hak ini abadi, suci dan dilarang dilanggar oleh apapun dan siapapun.

Dari 7 pengertian HAM menurut para ahli di atas, disusunlah UU No. 39 Tahun 1999, di mana pasal 1 dalam UU tersebut menjabarkan bahwa definisi HAM merupakan seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hak-hak tersebut merupakan anugerah yang wajib dilindungi dan dihargai oleh setiap manusia.

Tanda-Tanda Khas yang dimiliki Hak Asasi Manusia

arti hak

Berdasarkan 7 pendapat para ahli dan satu Undang-undang yang telah mencoba jelaskan pengertian hak asasi manusia secara gamblang dan detail, kita bisa menyimpulkan bahwa HAM memiliki tanda-tanda khas. Tanda-tanda khas berikut ini yang membedakan HAM dari hak-hak lainnya:

● HAM tidak dimiliki oleh satu orang saja, namun melekat di setiap manusia. HAM meliputi beberapa jenis, antara lain hak pribadi, hak politik, hak sosial budaya, hak hukum, hak peradilan dan hak ekonomi.

● HAM merupakan sesuatu yang bersifat kodrati, sehingga tak mungkin ada yang bisa mencabutnya. HAM juga tak bisa diserahkan, dimusnahkan ataupun dialihtangankan kepada makhluk lain.

● Sifat HAM yang mendasar adalah hakiki. Artinya hak ini melekat pada diri manusia sejak mereka dilahirkan di dunia.

● Sifat HAM lainnya yaitu universal. Artinya HAM berlaku pada setiap manusia tanpa memandang SARA (suku, agama, ras) dan perbedaan gender serta status-status lainnya.

Jenis-jenis Hak Asasi Manusia

Setelah kita semakin memahami apa yang dimaksud dengan hak asasi manusia, kini saatnya melihat lebih dalam mengenai bermacam-macam HAM yang melekat pada diri seorang manusia. Sebagaimana telah disebutkan di bagian tanda-tanda khas HAM, bahwa ada 6 jenis hak asasi manusia. Penjabarannya adalah sebagai berikut:

1. Hak Asasi Pribadi

Dalam lingkup internasional disebut dengan Personal Rights, artinya adalah hak-hak yang meliputi wilayah kehidupan pribadi seseorang. Yang termasuk ke dalam hak asasi pribadi antara lain;

● Manusia memiliki kebebasan untuk melakukan aktivitas pribadi, seperti berpindah tempat dan bergerak sesuai keinginannya,

● Manusia memiliki kebebasan dalam menyuarakan pendapatnya,

● Manusia memiliki kebebasan untuk berkumpul dengan orang-orang yang memiliki visi misi sama, dan membangun atau mengikuti organisasi,

● Manusia memiliki kebebasan dalam memilih, memeluk dan menjalankan agama sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya masing-masing.

2. Hak Asasi Politik

Hak-hak yang berkaitan dengan kehidupan politik seseorang. Lebih tenar dengan ungkapan Political Rights. Hak-hak asasi terkait kehidupan politik ini bisa diterapkan dalam ranah berikut:

● Memiliki hak dalam sebuah pemilihan, baik untuk memilih ataupun untuk dipilih,

● Memiliki hak untuk turut serta dalam berbagai aktivitas pemerintahan,

● Memiliki hak dalam proses membangun organisasi ataupun partai politik,

● Memiliki hak dalam pembuatan petisi.

3. Hak Asasi Sosial dan Budaya

Dalam ranah internasional disebut dengan Social Culture Rights. Merupakan hak-hak mendasar dalam diri manusia terkait dalam kehidupannya di dalam masyarakat. Penerapan hak asasi di ranah sosial budaya adalah sebagai berikut:

● Manusia memiliki hak dalam mendapatkan, menentukan dan memilih untuk memilih pendidikan yang sesuai dengan keinginannya,

● Manusia memiliki hak dalam mendapatkan proses pembelajaran,

● Setiap manusia memiliki hak dalam pengemabangan kebudayaan, sesuai dengan minat bakat yang dimilikinya.

Baca Juga  Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Manfaat dan 3 Contohnya

4. Hak Asasi Hukum

Hak dalam memperoleh kedudukan yang sama di dalam pemerintahan dan juga di mata hukum. Berikut ini beberapa penerapan dalam ranah Legal Equality Right;

● Setiap manusia memiliki hak dalam mendapatkan perlakuan yang adil di mata hukum serta di dalam pemerintahan,

● Setiap manusia memiliki hak untuk melamar dan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS),

● Setiap manusia memiliki hak untuk diberi perlindungan dan pelayanan hukum yang layak.

5. Hak Asasi Peradilan

Procedural Rights adalah sebutan bagi hak asasi peradilan di dunia internasional. Merupakan hak bagi setiap manusia untuk mendapatkan pelayanan dan perlakuan yang sama di dalam tata cara pengadilan. Berikut ini adalah beberapa cara penerapan hak asasi peradilan:

● Setiap manusia memiliki hak dalam mendapatkan pembelaan hukum yang sama di setiap proses pengadilan,

● Setiap manusia memiliki hak dalam mendapatkan persamaan perlakuan pada saat proses penangkapan dan penggeledahan, serta penahanan ataupun penyelidikan di depan hukum.

6. Hak Asasi Ekonomi

Property Rights mengacu pada hak asasi yang dimiliki oleh setiap individu terkait hubungannya dengan aktivitas ekonomi. Berikut ini beberapa hal yang termasuk dalam pelaksanaan hak asasi ekonomi:

● Setiap manusia memiliki wewenang dalam melakukan kegiatan jual beli,

● Setiap manusia memiliki wewenang dalam proses pembuatan perjanjian atau kontrak,

● Setiap manusia memiliki wewenang dalam menyelenggarakan sewa-menyewa ataupun utang-piutang,

● Setiap manusia memiliki wewenang dalam memiliki sesuatu,

● Setiap manusia memiliki wewenang dalam mendapatkan pekerjaan yang pantas dan layak.

Undang-Undang Republik Indonesia Terkait HAM

Memahami HAM tidak bisa hanya berputar pada pengertian hak asasi manusia, diperlukan adanya undang-undang untuk mengatur agar HAM tidak terciderai dan tetap berjalan sesuai kontrol yang ada.

Di Indonesia sendiri, hak asasi manusia diatur sepenuhnya di dalam Undang-undang Dasar pada pasal 28. Tak main-main HAM ini dijabarkan dalam poin A hingga J, sebagai berikut:

● Pasal 28A fokus dalam menjabarkan hak asasi manusia dalam mempertahankan kehidupan,

● Pasal 28B fokus dalam menjelaskan HAM terkait kehidupan berkeluarga,

● Pasal 28C fokus dalam pengaturan hak-hak manusia terkait kebebasan mendapat pendidikan,

● Pasal 28D fokus dalam menjelaskan aturan-aturan terkait kepastian hukum,

● Pasal 28E fokus dalam menjabarkan aturan-aturan tentang kebebasan menjalankan agama,

● Pasal 28F fokus dalam mengatur tentang hak untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi,

● Pasal 28G fokus dalam mendapatkan perlindungan terhadap diri,

● Pasal 28H fokus dalam aturan terkait kesejahteraan dan perlindungan sosial,

● Pasal 28I fokus dalam menjabarkan aturan-aturan dasar terkait HAM,

● Pasal 28J fokus dalam menjabarkan tentang penghormatan terhadap HAM.

Cara-Cara Melindungi dan Menjaga HAM

undang undang hak asasi manusia

Sebagaimana telah diatur di dalam Undang-undang Dasar Pasal 28, poin J, mengenai adanya penghormatan terhadap HAM, maka ada hal-hal yang harus kita lakukan sebagai warga negara yang baik dalam rangka melindungi dan menjaga HAM:

1. Jika terjadi adanya perbedaan pendapat di dalam sebuah forum, hubungan bermasyarakat, ataupun sebuah organisasi, maka kita tidak bisa memaksakan pendapat sendiri. Perlu dilakukan adanya musyawarah dan diskusi hingga mencapai kesepakatan bersama.

2. Setiap manusia memiliki ide -ide yang bisa jadi berbeda satu sama lain, oleh karena itu kita tidak bisa memaksakan kehendak diri sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain.

3. Setiap manusia memiliki hak untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginannya. Kita harus menghargai keinginan tersebut meski berbeda dengan apa yang kita pikirkan atau inginkan. Selama aktivitas tersebut tidak membahayakan dan merugikan kepentingan bersama, kita harus saling menghargai keinginan tersebut.

Baca Juga  Evaporasi: Pengertian, Faktor, dan Prosesnya

4. Kita harus mau memberikan kebebasan secara penuh pada setiap orang. Dengan catatan kebebasan tersebut tidak melanggar hak asasi orang lain dan aturan-aturan yang ada.

5. Kita juga harus siap untuk menjalani proses hukum dan peradilan HAM apabila tanpa sadar atau dengan sadar telah melakukan sebuah pelanggaran. Pelanggaran tersebut bisa jadi berupa pelanggaran kecil maupun besar.

6. Kita harus menyadari secara penuh bahwa setiap manusia di dunia ini memiliki hak yang sama, maka tidak boleh merasa lebih penting atau lebih tinggi dari siapapun.

7. Dikarenakan kedudukan manusia yang sama di hadapan Tuhan, hukum dan pemerintahan, maka tidak ada alasan bagi kita untuk berbuat semena-mena kepada orang lain.

Jika dalam keseharian kita telah melakukan 7 hal di atas, pengertian hak asasi manusia tidak hanya sekedar di mulut dan teori saja. Hak asasi manusia akan terlindungi sehingga kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akan berjalan dengan damai serta indah. Yuk wujudkan dunia yang nyaman dengan menjaga hak asasi manusia, mulai dari diri sendiri!

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *