Fungsi Resistor: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Fungsi Resistor – Dalam bidang elektronik, terdapat sebuah istilah yang disebut resistor. Namun, istilah resistor dan fungsinya pasti tidak semua orang mengetahui. Bahkan mungkin hanya orang-orang yang memiliki latar belakang dibidang elektronik yang mengetahui. Meski begitu, resistor juga memilliki begitu banyak manfaat dalam bidang elektronika yang tentunya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari manusia.

Degan peran resistor yang begitu penting tidak ada salahnya jika orang awam sekalipun memahami tentang komponen elektronik yang satu ini. Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap tentang apa itu resistor, fungsinya, serta beberapa jenisnya.

Pengertian Resistor

resistor adalah

Pengertian resistor mengacu pada salah satu komponen dasar yang digunakan pada rangkaian elektronik yang didesain sedemikian rupa dengan bahan isolator yang dapat memberikan nilai hambatan sesuai dengan nilai hambatan yang dibutuhkan. Resistor didesain khusus dengan dua kutub yang fungsinya untuk menahan arus listrik jika di antara kedua kutubnya dialiri arus listrik.

Nilai tegangan resistor berbanding terbalik dengan arus listrik yang mengalir yaitu sesuai dengan Hukum Ohm V=IR. Resistor umum digunakan pada jejaring elektronik serta sirkuit elektronik. Resistor juga menjadi salah satu komponen yang paling banyak dan sering digunakan.

Resistor tidak memiliki kutub positif dan negatif, tetapi komponen elektronik yang satu ini memiliki ciri utama yang berupa toleransi, resistensi, power rating, dan tenaga kerja maksimum. Daya listrik dan resistensi resistor dapat dihantarkan.

Selain beberapa ciri tersebut, resistor juga memiliki ciri lain yaitu koefisiensi suhu, induktansi dan kebisingan. Satuan resistensi dari sebuah resistor dilambangkan dengan Ohm dan berlambang omega yang sifatnya resistif.

Baca Juga  Teknologi: Arti, Sejarah, Perkembangan Hingga Fungsinya

Pengertian resistor dalam pandangan ahli elektronik adalah suatu perangkat keras atau hardware komponen elektronika pasif yang terdapat pada rangkain elektronik dan memiliki nilai hambatan atau resistensi tertentu. Nilai hambatan pada resistor memiliki fungsi yaitu sebagai pembatas serta pengatur arus listrik yang melewati komponen tersebut.

Resistor adalah komponen elektronik yang berbentuk bulat panjang mirip silinder dengan ukuran kecil. Ciri khas dari resistor yang paling menonjol adalah adalah gelang warna yang tampak pada permukaan resitor. Gelang warna yang terdapat pada resistor umumnya tidak hanya satu dan memiliki warna yang berbeda-beda.

Gelang warna tersebut merupakan representasi atau pengganti nilai hitungan suatu hambatan atau resitensi. Dengan kata lain, setiap warna pada gelang yang tampak di resistor memiliki nilai yang berbeda-beda yang dapat dihitung menggunakan rumus-rumus tertentu.

Resistor ditemukan oleh George Simon Ohm yaitu seorang fisikawan Jerman yang diakui pada zamannya. Satuan ohm yang digunakan pada resistor merupakan satuan yang berasal dari nama penemu resistor tersebut.

Resistor terdiri bahan isolator sehingga mampu menghambat arus listrik yang melewatinya. Cara kerja resistor berdasarkan Hukum Ohm yang artinya nilai hambatan atau resistansi akan berbanding lurus dengan arus listrik yang mengalir pada sebuah rangkaian elektronik.

Apakah Fungsi Resistor?

pengertian resistor

Keberadaan resistor dalam suatu rangkaian elektronika memiliki fungsi tersendiri. Fungsi resistor pada rangkaian elekronika secara umum adalah sebagai pemberi resistansi atau hambatan dengan nilai tertentu pada suatu rangkaian elektronik. Meski begitu, fungsi dari resistor sebenarnya dapat dijabarkan dengan lebih rinci.

Fungsi resistor yang pertama adalah sebagai komponen pembatas aliran arus listrik. Fungsi kedua dari resistor adalah sebagai komponen yang dapat mengatur arus listrik.

Selain berfungsi sebagai pembatas hambatan dan mengatur arus listrik, dungsi resistor juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai pembagi tegangan listrik yang melewati komponen tersebut serta untuk menurunkan tegangan listrik yang tinggi.

Jenis-jenis Resistor

jenis resistorJenis resistor saat awal-awal periode ditemukan ada dua, yaitu resistor tetap dan resistor tidak tetap. Resistor tetap adalah resistor yang resistansinya tetap atau tidak mungkin berubah-ubah. Sebaliknya, resistor tidak tetap adalah resistor yang resistansinya dapat diubah-ubah.

Namun, berkembangnya zaman membuat teknologi resistor juga mengalami perkembangan. Jenis resistor saat ini selain resistor tetap dan tidak tetap, juga ada jenis lain yaitu resistor thermal dan light dependent resistor atau LDR.

1. Resistor tetap

Resistor tetap atau fixed resistor seperti yang telah dijelaskan adalah resistor yang nilai resistansinya tidak dapat diubah. Resistor tetap berdasarkan bahan pembuatannya dibagi menjadi tiga macam yaitu film logam, film karbon dan karbon.

Metal film resistor atau resistor yang terbuat dari film logam adalah suatu resistor yang termasuk kelompok resistor tetap. Resistor jenis ini dilapisi dengan film logam tipis yang dipotong berbentuk spiral ke substrat keramik. Nilai resitansi dari resistor jenis ini dipengaruhi oleh panjang, lebar serta ketebalan dari spiral logam.

Carbon film resistor adalah resistor tetap yang terbuat dari film tipis carbon yang diendapkan substrat isolator dan dipotong dengan bentuk spiral. Nilai resistansi dari resistor jenis ini sangat dipengaruhi oleh proporsi karbon dan isolator. Apabila proporsi karbonnya lebih banyak, nilai resistansinya pun akan semakin rendah.

Baca Juga  Perbedaan Variabel Bebas dan Terikat Berikut Contohnya

Kelebihan dari carbon film fungsi resistor adalah resistor jenis ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah. Selain itu, carbon film resistor juga memiliki kepekaan yang rendah terhadap suhu jika dibandingkan dengan carbon composted resistor sehingga carbon fim resistor dapat bekerja pada kisaran suhu -55 derajat C hingga 155 derajat celcius.

Carbon composition resistor adalah resistor tetap yang terbuat dari karbon halus yang dicampur dengan bahan isolasi bubuk sebagai pengikat atau binder untuk mendapatkan nilai resistansi yang diinginkan. Jika bahan karbonnya semakin banyak, maka nilai hambatan atau resistansi pada resistor jenis ini pun akan semakin rendah.

Di antara ketiga jenis resistor tetap tersebut, resistor tetap yang terbuat dari film logam adalah jenis yang terbaik di antara jenis resistor tetap lainnya yaitu carbon composition resistor dan carbon film resistor.

2. Resistor tidak tetap

Resistor tidak tetap atau resistor variabel adalah suatu jenis resistor yang nilai resistansi atau hambatannya dapat diubah dan diatur nilainya sesuai kebutuhan. Contoh resistor tidak tetap adalah trimpot, rheostat, potensiometer.

Baca Juga  Bagian Bagian Mikroskop: Pengertian, Penemu, dan Fungsinya

3. Resistor thermal

Resistor thermal atau thermistor sebenarnya termasuk dalam kelompok resistor tidak tetap karena nilai hambatan resistor thermal ini dapat diubah-ubah. Namun, perubahan resistansi pada resistor thermal yang dipengaruhi oleh suhu atau temperatur membuat resistor ini diklasifikasikan dalam jenis yang berbeda dan memiliki dua macam yaitu positif temperatur dan negatiftemperatur.

4. Light Dependent Resistor (LDR)

Sama seperti resistor thermal yang sebenarnya dapat dikelompokkan ke dalam resistor tidak tetap, light dependent resistor atau LDR juga termasuk resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah.

Jika hambatan pada resistor thermal dipengaruhi oleh suhu atau temperatur, maka pada resistor jenis ini nilai hambatannya dipengaruhi oleh intensitas cahaya.Contoh penggunaan resistor jenis ini sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari yaitu pada lampu penerangan jalan otomatis.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *