Evaporasi: Pengertian, Faktor, dan Prosesnya

Dunia ini terdiri dari berbagai hal yang kompleks dan saling berhubungan satu sama lain. Oleh karena itulah, setiap elemen yang ada mempunyai manfaatnya masing-masing. Begitu pula halnya dengan berbagai fenomena alam yang kerap terjadi dalam kehidupan kita. Ada banyak sekali fenomena alam yang tampak menarik untuk dipelajari.

Salah satu fenomena alam yang dapat terjadi jika ada air adalah penguapan atau yang kerap disebut dengan evaporasi. Bagi Anda yang belum mengetahui tentang fenomena alam yang satu ini, maka Anda harus menyimak penjelasan mengenai pengertian evaporasi, faktor, dan juga prosesnya dengan seksama.

Evaporasi Adalah Proses Perubahan Es Menjadi Uap

pengertian evaporasi

Secara pengertiannya, evaporasi adalah sebuah proses dimana terjadi perubahan dari es ataupun air menjadi gas atau uap-uap air. Perubahan ini terjadinya dikarenakan air mengalami pemanasan sehingga berubah wujud. Proses penguapan yang paling besar lebih banyak terjadi di laut, dibanding di daratan. Hal ini karena suplai air laut yang tidak terbatas jumlahnya.

Akan tetapi, pada lintang 100U-100S yang terjadi justru kebalikannya. Penguapan besar ada di daratan karena hujan yang lebat dan juga adanya vegetasi lebat yang membuat transpirasi cukup besar. Penguapan di laut secara maksimal dapat terjadi di lintang 100-200 utara ataupun selatan.

Baca Juga  Perbedaan Variabel Bebas dan Terikat Berikut Contohnya

Jadi, dapat dikatakan jika penguapan artinya perubahan wujud dari air menjadi gas yang diakibatkan oleh adanya panas dalam temperature yang tinggi. Dengan begitulah penguapan ini dapat terjadi. Berikut ini adalah beberapa pengertian penguapan dari para ahli.

a. Menurut Lakitan, evaporasi adalah sebuah proses penguapan air yang asalnya dari permukaan air ataupun dari sebuah benda padat yang mengandung air.

b. Menurut Manan dan Suhardianto, penguapan mempunyai arti perubahan dari wujud air menjadi wujud uap air.

c. Menurut Robert B. Long, evaporasi adalah proses penguapan dengan cara menambahkan panas.

d. Menurut Warren McCabe, evaporasi adalah suatu fenomena perpindahan kalor ke suatu zat cair yang bisa mendidih.

Prinsip Terjadinya Proses Evaporasi Adalah Sebagai Berikut

apa itu evaporasi

Berikut ini adalah prinsip-prinsip terjadinya proses evaporasi adalah sebagai berikut:

a. Penguapan hanya dapat terjadi pada air dengan permukaan bebasar. Contohnya antara lain bejana, waduk, kolam, sungai, ataupun laut.

b. Proses penguapan dapat terjadi di berbagai benda yang mengandung air, seperti lahan gundul maupun pasir dalam kondisi basah.

c. Proses penguapan akan membuat lahan yang bahas menjadi mengering dan dapat memengaruhi makhluk hidup di sekitarnya.

d. Panas yang dialirkan ke bahan makanan dalam bentuk uap selama proses penguapan akan meningkatkan temperature hingga mencapai titik didih.

e. Sisa panas yang muncul akibat proses pengiapan akan membentuk gelembung-gelembung air.

f. Proses penguapan akan membuat volume dan berat bahan makanan menjadi berkurang.

g. Penguapan dapat diaplikasikan ketika bahan pangan sebelum bahan tersebut dibuat menjadi konsentrat, seperti kopi, jus buah, dan susu yang kemudian dilakukan pemanasan ataupun sterilisasi.

h. Penguapan dapat menghemat penggunaan energi serta mengurangi biaya untuk distribusi dan transport.

Faktor-Faktor Evaporasi

evaporasi artinya

Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi terjadinya proses penguapan. Secara umum faktor tersebut dibedakan menjadi faktor tidak langsung dan faktor langsung. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Faktor Tidak Langsung

Di bawah ini adalah faktor tidak langsung yang dapat memengaruhi proses terjadinya penguapan.

• Ketinggian tempat.

• Letak lintang.

• Waktu.

Baca Juga  Apa Itu Apatis: Pengertian, Penyebab, Ciri dan Dampaknya

2. Faktor Langsung

Selain beberapa faktor tidak langsung di atas, ada juga faktor langsung yang dapat memengaruhi proses terjadinya penguapan. Berikut ini adalah faktornya.

• Temperature.

Jika temperature semakin tinggi, maka akan semakin besar terjainya proses penguapan. Meskipun cairan dapat mengalami penguapan ketika berada pada titik didih, namun prosesnya dapat dipercepat jika suhu sekitarnya lebih tinggi.

• Tekanan Uap.

Jika tekanan uap semakin tinggi, maka penguapan juga semakin besar. Apabila tetasan air berada di dalam gelas yang udaranya telah dikosongkan sebelumnya, akan semakin mempercepat proses penguapan.

• Kecepatan Angin

Angin berhembus yang semakin cepat akan memengaruhi besarnya proses penguapan. Sirkulasi atau gerakan angin yang cepat akan membantu mempercepat pergerakan dari molekul udara tersebut.

• Kelembapan Udara

Kelembapan udara yang semakin tinggi akan membuar penguapan udara menjadi semakin rendah.

Lamanya Proses Penyinaran Matahari

Semakin lamanya proses penyinaran matahari, maka akan semakin tinggi terjadinya proses penguapan.

• Intensitas Radiasi Matahari

Intensitas radiasi matahari yang semakin lama, maka akan semakin tinggi proses penguapan tersebut.

Faktor Penguapan Menurut Ward

faktor evaporasi

Itulah faktor-faktor terjadinya proses penguapan secara umum. Ada pula faktor terjadinya proses penguapan yang dikemukakan oleh Ward. Menurut Ward, terdapat tiga faktor utama yang mampu memberikan pengaruh bagi proses evaporasi sebagai berikut.

a. Faktor Meteorologi

• Radiasi matahari.

• Temperature udara dan permukaan.

• Kelembapan.

• Angin.

• Tekanan barometer.

b. Faktor Geografi

• Kualitas air, mulai dari salinitas, warna, dan lain sebagainya.

• Jeluk tubuh air.

• Bentuk dan ukuran permukaan air.

Baca Juga  Lebih Mengenal ASMR, Temukan 3 Manfaatnya Sekarang

c. Faktor Lainnya

• Kandungan pada lengas tanah.

• Karakteristik kapiler tanah.

• Warna tanah.

• Tipe, tinggi, dan kerapatan vegetasi.

• Ketersediaan air.

Jenis-Jenis Penguapan

jenis jenis penguapan

Secara umum, dalam ilmu evaporator terdapat tiga jenis penguapan. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai ketiganya.

a. Submerged Combustion Evaporator

Jenis ini adalah proses penguapan dengan cara pemanasan oleh api yang nyalanya berada di bawah permukaan cairan. Jadi, nantinya gas yang panas ini akan bergelembung dan melewati cairan.

b. Diret Fired Evaporator

Proses evaporator dilakukan dengan cara pengapian secara langsung. Nantinya api dan juga pembakaran gas akan dipisahkan dari cairan yang mendidih melalui dinding besi ataupunn permukaan yang berfungsi untuk memanaskan.

c. Steam Heated Evaporator

Proses evaporator dapat dilakukan dengan pemanasan stero, yang mana uap dapat dikondensasi menjadi sumber panas pada satu sisi permukaan dan ditransmisi melalui dinding ke cairan yang mendidih.

Kelebihan Proses Penguapan

Terdapat banyak sekali kelebihan dari proses penguapan pada bahan pangan. Di bawah ini adalah beberapa diantaranya.

a. Dapat mengurangi berat yang berguna untuk mengurangi biaya transport dan penyimpanan barang.

b. Dapat mengawetkan makanan dengan cara mengurangi kadar air yang terdapat dalam bahan pangan dan meningkatkan kandungan padat.

c. Dapat menyediakan berbagai bentuk atau jenis makanan yang disukai oleh para konsumen.

Bagaimanakah Proses Terjadinya Evaporasi?

proses evaporasi

Cairan yang ada pada sebuah molekul mampu menghasilkan banyak energi dalam wujud panas dari sebuah lingkungan. Oleh karena itulah, sebuah molekul dapat berubah menjadi uap. Penguapan ini sering terjadi pada semua permukaan yang mengandung air dan memiliki cairan.

Ketika proses penguapan terjadi, tekanan uap akan lebih rendah dibandingkan tekanan pada atmosfer. Sedangkan kondensasi adalah kebalikannya dari proses penguapan. Hal itulah yang dapat membuat uap berubah menjadi dinginn dann kemudian mengembun kembali ke dalam wujudnya sebagai cairan.

Rumus Penguapan

Untuk dapat menghitung proses pengiapan, berikut ini adalah rumus untuk menghitung penguapan.
ET – P-(R+S)

Keterangan:

ET: Evapotranspirasi
P: Presipitasi atau hujan
R: Lari
S: Simpanan Lengas Tanah

Contoh Proses Penguapan pada Kehidupan Sehari-Hari

Anda dapat menemukan berbagai macam proses penguapan dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari. Bahkan mungkin beberapa di antaranya terlihat familiar bagi anda.

Contoh paling sederhananya adalah ketika Anda keluar dari kamar mandi setelah mandi, udara yang ada pada tubuh Anda akan menguap dikarenakan kondisi tubuh yang sudah kering.

Salah satu contoh proses penguapan yang paling sering Anda rasakan adalah berkeringat. Keringat ini membutuhkan energi yang cukup besar agar dapat menguap dari kulit tubuh Anda. Energi dapat diperoleh dari adanya kelebihan panas di dalam tubuh ketika tubuh membutuhkan sesuatu yang bersifat dingin.

Baca Juga  Kuantitatif dan Kualitatif: Pengertian, Metode dan Perbedaan

Hujan juga merupakan salah satu contoh proses penguapan. Hujan tidak akan terjadi jika tidak ada air yang mengalami penguapan menjadi uap air. Awan yang menampung uap-uap air nantinya akan menurunkan hujan ketika tidak sanggup lagi menahan jumlah uap air yang semakin banyak. Dengan begitulah hujan dapat terjadi dalam kehidupan kita.

Itulah penjelasan mengenai pengertian penguapan, faktor, proses, dan lain sebagainya. Dengan penjelasan di atas, maka Anda dapat lebih mengerti tentang penguapan dan contoh konkretnya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, Anda tidak akan merasa bingung lagi jika mendapatkan materi tentang penguapan ini.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *