Etiologi: Pengertian dan 4 Contoh Dalam Kedokteran

Etiologi Adalah – Makhluk hidup merupakan salah satu objek yang menjadi pusat perhatian dan terus dipelajari dari masa ke masa. Ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup sering disebut dengan nama biologi.

Biologi mempelajari makhluk hidup secara umum mulai dari unit kehidupan yang terkecil. Artinya, biologi masih dapat dibagi lagi menjadi beberapa fungsi, cabang ilmu yang lebih spesifik atau khusus.

Etiologi Adalah Ilmu yang Mempelajari Tentang Asal Muasal Penyakit

pengertian etiologi

Etiologi Adalah salah satu contoh disiplin ilmu yang termasuk dalam cabang biologi. Etiologi adalah cabang dari biologi yang mempelajari tentang suatu penyakit atau gangguan kesehatan pada seseorang. Sebagai salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang penyakit, etiologi juga merupakan salah satu cabang dari ilmu kedokteran.

Baca Juga  Hipotesis: Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Melakukan Penelitian

Secara umum, pengertian etiologi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang asal muasal dari suatu penyakit atau suatu gangguan kesehatan. Dengan kata lain, etiologi merupakan suatu ilmu yang digunakan untuk mengetahui atau mengenali suatu gangguan kesehatan atau penyakit. Artinya, etiologi sangat berkaitan serta diaplikasikan dalam bidang kesehatan.

Etiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyakit sehingga wajar saja jika ada banyak sekali macam serta contoh dari etiologi mengingat ada banyak sekali penyakit yang dapat diderita oleh manusia. Berikut ini beberapa contoh dari etiologi yang diaplikasikan dalam bidang kedokteran.

4 Contoh Etiologi Dalam Bidang Kedokteran

Contoh Etiologi
1. Etiologi diabetes

Diabetes adalah salah satu penyakit paling mematikan yang banyak diderita oleh orang-orang di seluruh dunia. Diabetes sebagai penyakit yang dikaji dalam etiologi adalah berbagai hal yang berkaitan erat dengan diabetes mulai dari tipe-tipe diabetes serta hal-hal yang dapat menjadi pemicu munculnya penyakit diabetes pada seseorang seperti gaya hidup, lingkungan, dan faktor genetik.

Penyakit diabetes yang lebih sering disebut kencing manis ini termasuk penyakit kronis. Tanda-tanda seseorang menderita diabetes adalah terjadinya peningkatan gula darah pada tubuh yang disebabkan oleh gangguan metabolisme. Terjadinya gangguan metabolisme ini disebabkan oleh pankreas yang tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Diabetes dalam etiologi adalah penyakit yang memiliki tiga tipe, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional. Tipe-tipe diabetes tersebut dibedakan berdasarkan penyebab atau pemicu penyakit diabetes.

Diabetes tipe 1 adalah penyakit diabetes yang disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Selain itu, diabetes tipe 1 juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan yang dapat memicu destruksi atau hilangnya sel beta seperti toksin dan virus yang dapat memicu proses autoimun yang menyebabkan hilangnya sel beta.

Diabetes tipe 2 merupakan tipe diabetes yang disebabkan oleh obesitas, usia serta riwayat keluarga. Sebaliknya, diabetes gestasional adalah tipe diabetes yang pemicunya kelainan saat kehamilan. Pada diabetes gestasional, diperkirakan ada perubahan pada metabolisme glukosa.

Baca Juga  Melankolis: Ketahui Arti dan 17 Ciri-cirinya

2. Etiologi hipertensi

Sama halnya seperti etiologi diabetes, hipertensi yang dikaji dalam etiologi adalah penyakit yang memiliki beragam kondisi medis.

Etiologi hipertensi paling sering adalah penyakit renovaskular. Jika tidak ditemukan penyebab sekunder maka hipertensi tersebut tergolong hipertensi essential.

Hipertensi atau darah tinggi dalam etiologi dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi esensial atau hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensi esensial atau hipertensi primer merupakan jenis hipertensi dengan kasus terbanyak. Betapa tidak, setidaknya 90 persen orang yang menderita hipertensi termasuk dalam jenis hipertensi yang satu ini. Seseorang didiagnosis menderita hipertensi primer apabila penyebab peningkatan tekanan darah yang diderita orang tersebut tidak ditemukan.

Tidak seperti hipertensi primer yang penyebabnya tidak diketahui, hipertensi sekunder telah diketahui penyebabnya seperti penyakit parenkim ginjal, sindroma conn, feokromositoma, serta akibat obat tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah. Kasus hipertensi sekunder sangat rendah karena cakupannya hanya sekitar 10 persen dari total orang yang mengidap hipertensi.

3. Etiologi faringitis

jenis etiologi

Faringitis atau yang lebih akrab disebut dengan radang tenggorokan atau faring merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam kajian etiologi. Faringitis dalam etiologi adalah penyakit yang dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu faringitis non-infeksi dan infeksi.

Faringitis non-infeksi adalah jenis radang tenggorokan yang disebabkan oleh faktor lingkungan maupun faktor fisikokimia. Penyebab radang tenggorokan atau faringitis non-infeksi di antaranya adalah merokok, penyakit komorbid, penggunaan pita suara secara berlebihan serta penggunaan obat-obatan tertentu.

Selain itu, radang tenggorokan non-infeksi juga dapat muncul karena dipicu oleh faktor lingkungan, polusi udara, serta zat iritan yang tersebar pada lingkungan serta kelembaban yang rendah. Sebaliknya, faringitis yang disebabkan oleh infeksi dapat berupa infeksi bakteri, jamur atau virus.

Bakteri yang dapat menyebabkan radang tenggorokan diantaranya Fusobacteriumnecrophorum, Mixed anaerobes, Treponema pallidum dan Yersinia pestis. Sedangkan jenis virus yang menyebabkan faringitis atau radang tenggorokan adalah virus influenza A dan B, coronavirus, parainfluenza, HIV, adenovirus, rhinovirus, coxsackievirus dan cytomegalovirus.

Baca Juga  Bagian Bagian Mikroskop: Pengertian, Penemu, dan Fungsinya

4. Etiologi gastroenteritis

Gastroenteritis adalah salah satu jenis penyakit yang umum dan dapat dialami oleh orang-orang dari berbagai kalangan usia. Gastroenteritis atau yang lebih dikenal sebagai diare dalam etiologi adalah penyakit yang umumnya disebabkan oleh virus.

Penyebab gastroenteritis bermacam-macam dan dibagi menjadi dua kelompok yang berupa etiologi infeksius dan non-infeksius.

Virus yang umum menyebabkan diare adalah norovirus, astrovirus, enteric adenovirus, dan sapovirus.

Artinya, gastroenteritis atau diare meskipun lebih sering disebabkan oleh virus tetapi juga dapat disebabkan oleh hal lain yang sifatnya non-infeksius. Etiologi gastroenteritis yang bersifat infeksius mengkaji tentang penyebab gastroenteritis infeksius seperti virus, bakteri maupun parasit.

Sedangkan gastroenteritis non-infeksius disebabkan keracunan zat kimia, obat-obatan, jamur beracun serta penyakit lain yang mungkin mendasari atau memicu munculnya gastroenteritis. Gastroenteritis atau diare yang paling umum adalah diare yang disebabkan oleh virus yaitu rotavirus serta bakteri seperti Escherichia coli, Yersinia enterocolitica dan Shigella sp.

Referensi:

– Etiologi Diabetes Mellitus Tipe 2. https://www.alomedika.com/penyakit/endokrinologi/diabetes-mellitus-tipe-2/etiologi Diakses pada 26 April 2016.

– Etiologi Hipertensi. https://www.alomedika.com/penyakit/kardiologi/hipertensi/etiologi Diakses pada 26 April 2016.

– Etiologi Gastroenteritis. https://www.alomedika.com/penyakit/gastroentero-hepatologi/gastroenteritis/etiologi Diakses pada 26 April 2016.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *