Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya

Efek Rumah Kaca – Akhir-akhir ini perubahan iklim dunia dan pemanasan global selalu dikaitkan dengan fenomena efek rumah kaca atau green house effect. Hal ini menjadi sorotan karena suhu bumi yang terus meningkat akan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Salah satu karakteristik utama bahwa iklim telah mengalami pemanasan global adalah, siang terasa panas sekali dan jika malam suhu tetap hangat dan dipengaruhi oleh cuaca luar. Istilah green house effect sendiri untuk pertama kalinya dipopulerkan oleh Joseph Fourier, seorang ilmuwan terkemuka.

Pengertian Efek Rumah Kaca

Pengertian Efek Rumah Kaca

Menurut Joseph Fourier, greenhouse effect disebabkan oleh tingginya konsentrasi gas rumah kaca yang terdapat pada lapisan atmosfer bumi. Istilah tersebut sebenarnya terinspirasi dari pengertian rumah kaca itu sendiri.

Rumah kaca merupakan sebuah rumah yang terbuat dari kaca baik di dinding, alas dan atapnya. Rumah kaca ini digunakan untuk menangkap udara panas sehingga akan bermanfaat saat musim dingin tiba.

Hal tersebut sangat berguna bagi para petani supaya bisa tetap bercocok tanam di dalam rumah kaca selama musim dingin tiba.

Maka dari itu, istilah ini bisa diartikan dengan panasnya matahari yang terperangkap oleh komposisi atmosfer bumi. Radiasi sinar matahari ini ditahan oleh gas di atmosfer bumi sehingga disebut sebagai gas rumah kaca.

Salah satu contoh gas di atmosfer bumi yang termasuk gas rumah kaca adalah karbondioksida atau CO2. Jadi kita bisa simpulkan bahwa efek rumah kaca adalah proses meningkatnya suhu bumi karena panas dari sinar matahari tetap berada di atmosfer bumi.

Baca Juga  Tata Surya: Pengertian, Teori dan 6 Susunannya

Sinar matahari itu tidak dapat dipantulkan atau dilepaskan keluar atmosfer secara sempurna. Terperangkapnya panas dari radiasi sinar matahari itu mengakibatkan suhu bumi meningkat sehingga menyebabkan kerusakan atmosfer dan mengancam kelangsungan hidup makhluk di bumi.

Pada kondisi normal, tanpa adanya green house effect, suhu bumi hanya minus 18 derajat Celcius, sehingga pada titik ini seluruh permukaan bumi tertutup oleh es. Namun, karena adanya efek dari rumah kaca, maka suhu bumi menjadi hangat dan bisa jadi tempat tinggal yang layak oleh makhluk hidup.

Jika dilihat dari fenomena ini, sebenarnya efek dari rumah kaca juga memberikan banyak manfaat bagi kelangsungan hidup di bumi. Tetapi, apabila konsentrasi gas rumah kaca di lapisan atmosfer semakin banyak, maka semakin banyak pula panas yang terperangkap di bumi.

Inilah yang nantinya menyebabkan suhu bumi semakin panas setiap tahun. Jika tidak dikendalikan, hal ini akan mengancam populasi makhluk hidup bahkan bisa memusnahkannya. Naiknya suhu bumi yang begitu cepat akan mengakibatkan pemanasan global di seluruh bumi.

Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem alam. Seharusnya hanya suhu di siang hari saja yang tinggi, namun karena efek keberadaan rumah kaca, pada malam hari pun terasa hangat.
green house effect ini juga didefinisikan sebagai tahap-tahap pemanasan permukaan sebuah benda langit sehingga benda langit tersebut akan memberikan pengaruh terhadap komposisi dan keadaan atmosfernya, yang dalam hal ini planet Bumi.

Proses Terjadinya Pemanasan Bumi Karena Rumah Kaca

Proses Terjadinya Pemanasan Bumi

Efek pemanasan bumi yang disebabkan rumah kaca ini tidak terjadi begitu saja. Lalu, bagaimana proses

terjadinya efek dari rumah kaca ini? Berikut tahapan-tahapannya.

* Sinar Matahari Masuk Melalui Atmosfer

Atmosfer bumi dalam hal ini terdiri dari beberapa lapisan. Melalui lapisan-lapisan atmosfer tersebut, radiasi sinar matahari terbagi menjadi dua komposisi, yakni yang tidak mengenai permukaan bumi dan yang masuk ke lapisan troposfer bumi.

Dalam hal ini komposisi 35% tidak mengenai permukaan bumi. Hal ini disebabkan karena radiasi gelombang pendek seperti alfa, beta dan gamma, telah habis terserap pada tiga lapisan teratas yaitu termosfer, mesosfer, dan stratosfer. Kemudian, sisanya akan kembali dipantulkan ke luar angkasa.

Sisanya, yakni komposisi 65% akan masuk pada lapisan troposfer dengan 2 pembagian lagi. Dalam hal ini, 14% diserap oleh molekul gas, uap air dan debu.

Sedangkan yang 51% sampai ke permukaan bumi dengan komposisi 37% berupa radiasi langsung, 14% berupa radiasi difus yang sudah terurai oleh lapisan troposfer berupa molekul gas dan partikel debu. sisanya berupa radiasi sinar inframerah yang dipantulkan kembali dan juga diserap oleh bumi..

* Pantulan Sinar Matahari Diserap Gas Rumah Kaca

Pantulan kembali sinar matahari yang berupa sinar inframerah tersebut kemudian diserap oleh gas rumah kaca dan dan merusak lapisan ozon yang ada di atmosfer. Gas rumah kaca di sekitar atmosfer meliputi CO2, CH4, O3 dan uap air.

Baca Juga  10 Rasi Bintang Bintang Terkenal: Mitologi dan Lokasinya

* Lapisan Ozon Berfungsi Sebagai Filter Bumi

Dalam hal ini, jika filter bumi sudah rusak, maka suhu bumi menjadi meningkat. Selain itu, sinar inframerah yang terperangkap dalam gas rumah kaca ini juga menjadi penyebab naiknya suhu permukaan bumi.

Tahapan diatas merupakan proses alami pemanasan bumi karena efek dari rumah kaca yang sewajarnya. Ketidakwajaran terjadi di saat semakin banyak aktivitas dan barang buatan manusia yang menjadi penyebab meningkatnya kadar sinar inframerah terperangkap di dalam gas rumah kaca.

Sebagai contoh, penggunaan bahan bakar fosil oleh manusia yang menghasilkan zat karbondioksida. Zat karbondioksida ini memperparah kerusakan ozon karena karbondioksida bersifat menahan dan mengikat panas dari sinar matahari.

Itu hanya satu contoh saja. Di luar itu,masih banyak lagi barang-barang buatan manusia serta aktivitasnya yang memicu terperangkapnya gas emisi lain di atmosfer bumi.

Daftar Penyebab Timbulnya Efek Dari Rumah Kaca

Penyebab Timbulnya Efek Dari Rumah Kaca

Penyebab utama pemanasan bumi karena rumah kaca adalah gas-gas efek rumah kaca. Gas-gas itu meliputi karbon dioksida, uap air, metana, ozon, N2O, CFC dan HFC.

Dalam komposisi normal, gas-gas tersebut diperlukan untuk menjaga bumi supaya tidak terlalu dingin. Namun, jika komposisinya terlalu banyak di atmosfer maka akan membahayakan bumi dan seisinya.

Adanya peningkatan gas-gas tersebut dimulai sejak revolusi industri. Pada periode ini banyak dibuat mesin-mesin produksi untuk pabrik sebagai pengganti tenaga manusia. Akibatnya mesin-mesin ini menghasilkan limbah udara yang berkontribusi pada gas-gas efek rumah kaca.

Di samping itu, sebenarnya masih panjang lagi daftar penyebab green house effect di bumi yang diakibatkan oleh ulah manusia. Berikut detailnya.

* Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Bahan bakar fosil di sini berupa minyak bumi atau batubara yang didapat dari alam. Penggunaannya yang berlebihan tidak hanya berpengaruh buruk pada kualitas udara.

Hal ini juga akan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di lapisan atmosfer. Terutama karbondioksida yang dihasilkan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil.

* Penggunaan Pupuk dalam Agrobisnis

Agrobisnis atau industri pertanian saat ini banyak menggunakan pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia yang berskala besar berkontribusi pada peningkatan konsentrasi gas rumah kaca NO2 (nitrous oxide).

* Industri Peternakan Berskala Besar

Industri perternakan yang berjumlah masif menghasilkan gas metana dan juga karbondioksida. Kedua gas ini merupakan gas rumah kaca yang berasal dari limbah kotoran ternak, seperti sapi, dan juga gas pembuangannya. Kotoran dan gas ini merupakan hasil dari bakteri pengurai selulosa dalam perut sapi.

* Limbah Rumah Tangga

Hasil pembuangan sampah dari rumah tangga jika tidak dikelola dan dibiarkan akan menghasilkan gas metana dan karbondioksida. Mereka berasal dari bakteri-bakteri pengurai sampah limbah rumah tangga. Akan lebih buruk lagi jika limbah mengandung terlalu banyak plastik yang susah diurai oleh bakteri.

* Limbah Industri dan Tambang

Limbah industri dan tambang memberi kontribusi besar pada gas rumah kaca terutama yang berasal dari pabrik pupuk, pabrik semen, penambangan batubara serta minyak bumi. Mereka memproduksi gas rumah kaca yang berupa karbondioksida.

Baca Juga  Pencemaran Tanah: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

* Pencemaran Laut

Sebenarnya secara alami lautan dapat menyerap karbondioksida dari udara dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini dilakukan oleh mikroorganisme lautan seperti plankton yang memiliki kemampuan untuk menyerap karbondioksida.

Namun, apabila laut tercemar oleh limbah sampah dan industri, maka ekosistem didalamnya akan rusak. Jika ekosistem terganggu dan tidak seimbang, maka lautan tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penetral atau penyerap karbondioksida.

* Penebangan Hutan

Terdapat dua efek samping dari penebangan hutan kepada fenomena green house effect. Pertama, pembakaran hutannya menghasilkan asap yang mengandung gas-gas rumah kaca tinggi pada lapisan atmosfer bumi.

Kedua, pohon-pohon yang seharusnya menjadi penghasil oksigen yang banyak manfaatnya untuk manusia berkurang drastis. Padalah, pepohonan juga merupakan bagian penting dalam siklus karbon dan siklus oksigen yang akan membawa manfaat bagi kehidupan di bumi melalui proses fotosintesis.

Proses fotosintesis merupakan proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan oksigen, karbohidrat, dan energi.

Otomatis, jika proses fotosintesis terhambat karena berkurangnya pepohonan dalam jumlah banyak, maka jumlah karbondioksida semakin tinggi dan jumlah oksigen menjadi menurun.

* Penggunaan Listrik yang Berlebihan

Beragamnya alat elektronik dan mesin industri saat ini sangat berkontribusi pada pembentukan gas-gas rumah kaca. Selain itu, penggunaan listrik yang berlebihan juga menyumbangkan gas karbondioksida yang tinggi pada lapisan atmosfer.

Penggunaan cahaya lampu dari listrik yang sangat berlebihan juga akan berpengaruh buruk terhadap lingkungan yaitu menyebabkan pencemaran cahaya. Semua yang terjadi akibat penggunaan atau pemborosan energi listrik akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah karbondioksida dan gas rumah kaca lain.

Daftar Dampak Efek Rumah Kaca

Daftar Dampak Efek Rumah Kaca

Tingginya komposisi gas-gas rumah kaca yang terjebak dalam atmosfer bumi membuat suhu bumi semakin panas.

Sebagai akibatnya, terdapat dampak rumah kaca yang berpengaruh kepada proses alami bumi dan berdampak buruk pula pada manusia. Beberapa dampak buruk efek rumah kaca adalah sebagai berikut:

* Global Warming

Global warming atau pemanasan suhu global meningkat terus menerus sebagai dampak dari adanya green house effect. Hal ini tentu saja karena panas dari sinar matahari terperangkap oleh gas rumah kaca sehingga suhu bumi semakin panas.

* Perubahan Iklim

Karena suhu bumi semakin panas, ini akan menyebabkan perubahan iklim di beberapa wilayah. Wilayah yang secara alami biasanya hangat kemudian berubah menjadi sangat lembab karena terlalu banyak air yang menguap. Jika terlalu banyak uap air di atmosfer, maka atmosfer akan mengalami efek insulasi.

Efek insulasi adalah ketika konsentrasi uap air berlebihan membentuk awan yang tebal kemudian awan tersebut memantulkan cahaya matahari ke luar angkasa. Akibatnya, wilayah yang mempunyai kelembaban tinggi, curah hujannya akan meningkat sehingga berpotensi terjadi badai dan penguapan.

* Permukaan Air Laut Naik

Suhu bumi yang meningkat membuat gunung-gunung es mencair sehingga mengakibatkan permukaan air laut naik. Hal ini membuat daerah pesisir berkurang dan tenggelam sehingga menimbulkan kerugian pada masyarakat baik secara ekonomi maupun lingkungan.

Di samping itu, gas rumah kaca yang diemisikan ke udara membuat tingkat keasaman air laut meningkat. Semakin banyak jumlah emisi gas tersebut semakin asam air laut di bumi. Tentunya ini akan berakibat kepada kelangsungan hidup ekosistem laut.

Baca Juga  Pengertian Ekosistem: Komponen dan Macam-macamnya

* Ketidakseimbangan Ekosistem

Ekosistem merupakan sistem kehidupan hewan dan tumbuhan yang menyesuaikan dengan lingkungannya. Ekosistem akan selalu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan. perubahan iklim yang terjadi.

Sebagai contoh, tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya kepada wilayah yang lebih hangat karena efek dari pemanasan akibat rumah kaca ini. Sedangkan hewan akan banyak bermigrasi ke tempat-tempat yang sesuai dengan karakteristik dan pola hidupnya.

* Dampak Sosial dan Ekonomi

Gagalnya panen dan seringnya terjadi bencana akan membuat kestabilan hidup penduduk suatu negara terganggu. Hal ini membuat kehidupan ekonomi mereka juga tidak seimbang, sehingga memicu kemiskinan, bencana kelaparan, dan malnutrisi.

* Penyakit Kulit

tingginya paparan Sinar infrared yang terperangkap di atmosfer memberikan efek buruk kepada kulit manusia dalam jangka waktu yang panjang. Contohnya seperti penyakit kanker kulit yang disebabkan oleh radiasi sinar ultraviolet dan inframerah yang berlebihan dari matahari.

Cara Menanggulangi Greenhouse Effect

Cara Menanggulangi Greenhouse Effect

Setelah mengetahui pengertian efek rumah kaca dan dampak buruknya pada kehidupan bumi dan manusia, satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah menanggulanginya. Kita tidak mungkin kembali lagi ke zaman purba dengan meninggalkan semua alat elektronik dan penggunaan listrik.

Mengingat hal tersebut, sebagai gantinya kita harus mengurangi penggunaan bahan-bahan yang memicu peningkatan gas-gas rumah kaca. Pilihannya lainnya, kita juga bisa mengelola limbah-limbah supaya tidak terlalu membahayakan lingkungan.

Jika ekosistem lingkungan terjaga, maka mereka bisa melakukan tugasnya untuk menyerap gas-gas yang buruk. Dengan demikian, lapisan ozon akan terjaga dan suhu bumi akan menjadi normal. Berikut ini langkah-langkah nyata dalam menanggulangi efek dari rumah kaca.

* Menggunakan Pupuk Organik

Jika tadi penggunaan pupuk kimia dalam industri pertanian mengakibatkan gas Co2 meningkat, maka kita bisa beralih ke pupuk organik atau kompos. Pupuk ini mudah dibuat dan tidak mengakibatkan efek samping kepada lingkungan.

Hasil pertanian juga tetap melimpah meskipun menggunakan pupuk organik. Pupuk organik bisa dibuat dari sisa-sisa tanaman atau daun yang berguguran.

* Hemat Listrik

Listrik dan penggunaannya berkontribusi besar dalam menimbulkan emisi gas karbon dioksida di atmosfer. Gunakan listrik seperlunya saja, tidak perlu berlebihan dan matikan alat elektronik jika tidak digunakan.

* Menggunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Meskipun masih jarang ditemukan di Indonesia, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan bisa dijadikan alternatif sumber energi.

Contoh bahan bakar ini adalah panel surya dan bahan bakar listrik. Kedua bahan bakar ini dikatakan ramah sebab tidak menghasilkan polutan yang membahayakan lingkungan.

* Mengurangi Penggunaan Plastik

Plastik merupakan bahan polimer yang sulit terurai di dalam tanah. Untuk mengurai plastik dalam tanah membutuhkan waktu yang lama sehingga manusia banyak mengurangi limbah plastik dengan cara membakarnya. Pembakaran plastik inilah yang menghasilkan gas karbondioksida dalam jumlah besar.

Maka dari itu, saat ini masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik. Diantaranya seperti dengan menggunakan tas kain yang bisa digunakan berulang-ulang, mengganti sedotan plastik menjadi sedotan yang lebih ramah lingkungan atau bahkan tidak memakai sama sekali.

Baca Juga  Konservasi: Pengertian, Contoh dan Manfaatnya

* Mendaur Ulang Limbah Peternakan

Limbah peternakan yang berupa gas metana menyumbang gas rumah kaca dalam jumlah besar. Untuk itu, limbah ini bisa diolah atau didaur ulang menjadi biogas. Biogas berfungsi sebagai bahan bakar pengganti elpiji atau minyak gas untuk memasak.

* Menggalakkan Reboisasi

Cara penanggulangan efek dari rumah kaca lainnya adalah dengan menyeimbangkan ekosistem lingkungan kembali. Diantaranya bisa dengan melakukan reboisasi atau penghijauan. Hal ini karena pohon sangat penting untuk menyerap karbondioksida yang tinggi dan menghasilkan oksigen.

Untuk itu menggalakkan reboisasi di kota, pesisir, dan daerah hutan gundul sangatlah baik. Semakin banyak pohon, maka semakin baik pula untuk kesehatan bumi.

* Mengurangi Emisi Gas Kendaraan Pribadi

Asap dari kendaraan bermotor menghasilkan gas rumah kaca dan juga polusi. Untuk itu, menggunakan transportasi umum atau kendaraan bebas polusi seperti sepeda lebih ranah lingkungan. Jika jarak dekat, usahakan berjalan kaki daripada menggunakan motor.

* Mengurangi Penggunaan AC

AC menghasilkan CFC (Chlorofluorocarbons) atau zat freon yang mengandung karbon. Zat ini sangat berbahaya bagi lapisan ozon. Mengurangi penggunaan AC artinya melindungi lapisan ozon. Untuk itu gunakan angin alami atau perbanyak ventilasi di rumah Anda.

* Menggunakan Produk Ramah Lingkungan

Manusia semakin sadar akan efek rumah kaca yang semakin parah ancamannya bagi hidup mereka. Sejak saat itu, banyak dibuat produk ramah lingkungan yang terus disosialisasikan.

Diantaranya seperti kertas daur ulang, lampu hemat energi, atau sedotan bambu. Tak ada salahnya menggunakan produk-produk tersebut meski Anda mampu membeli yang lebih mahal. Fokus pada lingkungan, bukan lagi status sosial Anda.

Efek rumah kaca adalah kesalahan manusia yang sudah terlanjur lama terjadi dan menumpuk selama puluhan tahun. Kita yang berbuat, maka kita yang harus bertanggung jawab. Kembalikan keseimbangan alam dan berikan kehidupan yang layak bagi makhluk hidup bumi yang lain.

Setiamah Setya

Setiamah Setya

Perkenalkan nama saya Setiamah. Pada dasarnya bermain kata adalah bagian hoby saya sejak lama. Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah dia bagian dari hidup saya sejak beragam wawasan baru saya dapatkan dari menulis berbagai tema.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *