4 Daur Hidup Lalat yang Sempurna dan Mengagumkan

Daur Hidup Lalat – Saat berjalan-jalan ke pasar tentunya anda akan menjumpai berbagai jenis binatang yang bisa anda temukan disekitar para pedagang. Dimulai dari anjing, kucing, ayam, hingga binatang kecil nan imut seperti lalat.

Lalat merupakan salah satu jenis serangga dari ordo Diptera yang memiliki sepasang sayap untuk terbang dan sepasang halter yang berasal dari sayap belakang. Untuk mempertahankan jenisnya, setiap makhluk hidup pasti memiliki cara tersendiri yang mungkin berbeda antara satu dengan lainnya. Hal ini juga berlaku untuk lalat.

Demi mempertahankan eksistensi dari jenisnya, lalat melakukan regenerasi dengan cara bertelur. Adapun cara yang digunakan lalat untuk tetap bertahan dan melanjutkan keturunan disebut juga dengan metamorfosis.

Metamorfosis yang dialami oleh lalat merupakan metamorfosis sempurna. Maksud dari metamorfosis sempurna ialah daur hidup yang dilalui oleh makhluk hidup tersebut mengalami 4 fase atau tahap utama yakni tahap telur, tahap larva, tahap pupa, dan tahap akhir.

Berdasarkan hasil dari sebuah penelitian yang telah dilakukan, ditemukan fakta bahwa daur hidup lalat memerlukan waktu sekitar 7 hingga 22 hari. Akan tetapi jangka waktu tersebut bukanlah hal yang pasti mengingat ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses daur hidup atau metamorfosis lalat seperti suhu dan makanan. Penjelasan lengkap mengenai metamorfosis sempurna pada lalat akan dijelaskan oleh paragraf dibawah ini.

Mengenal 4 Daur Hidup Lalat

metamorfosis lalat
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada 4 tahap utama dari metamorfosis sempurna. Berikut ini 4 tahap yang dialami oleh lalat untuk mempertahankan eksistensinya:

1. Tahap Telur

Daur hidup lalat yang pertama adalah tahap telur merupakan fase pertama yang akan dilewati lalat. Tahap ini akan berlangsung dalam waktu singkat, bahkan cenderung sangat singkat yakni hanya sekitar 12 hingga 24 jam saja karena setelah itu telur akan menetas dan menjadi larva.

Telur tersebut dihasilkan dari proses perkawinan antara lalat jantan dengan lalat betina. Jika proses pembuahan oleh spermatozoa berhasil, maka lalat betina akan menghasilkan telur yang akan melewati tahap pertama. Tetapi jika proses pembuahan sel indung betina oleh spermatozoa tidak berhasil, maka bibit telur tidak akan terbentuk.

Dalam fase pertama ini seekor lalat betina akan menghasilkan begitu banyak telur. Secara umum, telur yang dihasilkan oleh lalat betina berjumlah sekitar 75-150 butir dalam sekali bertelur. Biasanya seekor lalat betina akan bertelur hingga 5-6 kali selama masa hidupnya.

Baca Juga  Lucu, Ini 3 Jenis Kelinci Anggora Berikut Kisaran Harganya

Telur-telur tersebut kemudian diletakkan oleh sang betina secara berkelompok. Tempat yang dipilih untuk meletakkan telur para betina biasanya di daerah atauul tempat yang kotor seperti tempat sampah, bangkai binatang, dan kotoran manusia.

Guna dari peletakan di tempat-tempat kotor itu dilakukan adalah untuk menyediakan makanan bagi para larva setelah menetas nanti karena umumnya terdapat makanan untuk para larva di sekitar daerah tersebut.

Selain tersedia sumber makanan untuk larva, para lalat betina menganggap tempat-tempat kotor merupakan tempat yang paling tepat untuk melindungi calon larva dari predator pemangsa telur.
Jika anda belum pernah melihat bentuk dari telur lalat ini, sebagai gambaran, telur lalat berbentuk lonjong bulat berukuran 1 sampai 2 milimeter dengan warna putih yang mendominasi.

2. Tahap Larva

lalat daur hidupDaur hidup lalat selanjutnya fase larva atau tahap larva terjadi setelah telur menetas dan menjadi larva. Tahapan ini kemudian dibagi kedalam tiga tahapan yakni tahap istar pertama, tahap instar kedua, dan tahap instar ketiga. Berikut ini merupakan penjelasan dari ketiga tahapan tersebut:

• Tahap Instar I

Pada tahap ini telur yang menetas disebut dengan sebagai instar I. Instar I memiliki warna putih, berbentuk lonjong, serta mempunyai ukuran sebesar 2 milimeter. Di tahap instar I, para instar tersebut akan bergerak seperti cacing karena tidak memiliki kaki dan mata.

Walaupun tidak mempunyai kaki serta mata, instar-instar I ini sudah memiliki mulut serta gigi berwarna hitam yang berukuran sangat kecil. Gigi pada instar berfungsi untuk menyantap makanan yang ada di sekitar mereka. Selain kedua hal tersebut, instar I juga sudah dilengkapi dengan spirakel anterior.

Pada masa instar I ini, mereka akan membutuhkan banyak makanan untuk mempercepat proses perubahan ke tahap instar selanjutnya. Setelah berselang 1-2 hari, instar I kemudian akan berubah menjadi instar II dan meneruskan proses selanjutnya.

• Tahap Instar II

Pada tahap ini instar II akan memiliki ukuran yang lebih besar daripada instar l. Ukuran tersebut berkisar antara 4-5 milimeter. Ciri-ciri yang dimiliki oleh instar II juga tidak jauh berbeda dengan ciri yang dimiliki oleh instar I.

Jika mulut serta gigi instar I berukuran kecil, maka instar II memiliki mulut dan gigi yang berukuran lebih besar. Spirakel anterior instar II sedikit berbeda dengan spirakel anterior instar I karena spirakel anterior pada instar II sudah memiliki benjolan kecil.

Tahap pengelupasan dan perubahan instar II menjadi instar III membutuhkan waktu beberapa hari. Setelah beberapa hari berlalu, instar II akan mengelupas dan menjadi instar III dengan bentuk yang lebih jelas lagi dibandingkan dengan kedua instar sebelumnya.

Baca Juga  Pencinta Kucing Masuk, Ini 7 Cara Merawat Kucing Persia

• Tahap Instar III

Pada tahapan ini instar memiliki ukuran yang lebih besar sekitar 12 milimeter. Jika instar menkonsumsi makanan yang lebih banyak maka ukuran instar tersebut bisa melebihi ukuran yang telah disebutkan di atas.

Di tahapan ini pula instar atau larva akan bergerak aktif dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mencari lokasi yang kering agar dapat melanjutkan fase selanjutnya yaitu fase pupa.

3. Tahap Pupa

telur lalat
Daur hidup lalat selanjutnya adalah tahapan pupa atau juga lebih dikenal dengan fase kepompong merupakan tahapan yang dialami oleh lalat setelah melalui fase larva. Pada tahapan ini jaringan yang terdapat pada tubuh larva akan berubah menjadi jaringan yang lebih dewasa.

Fase pupa membutuhkan waktu sekitar 3-5 hari tergantung kepada suhu yang ada di tempat larva mengalami fase kepompongnya. Suhu ideal bagi pupa adalah sekitar 26-33 derajat Celcius.

Pada tahapan pupa, larva akan berubah warna menjadi agak kehitaman yang menunjukkan bahwa pupa sudah hampir menjadi dewasa. Setelah beberapa waktu, akan muncul celah kecil pada pupa yang menjadi tempat keluarnya lalat muda.

4. Tahap Akhir

siklus hidup hewan lalat
Tahapan daur hidup lalat tahap akhir ini juga disebut sebagai tahapan lalat dewasa. Pada tahapan ini lalat muda yang keluar dari pupa akan tumbuh menjadi lalat dewasa dalam waktu singkat karena perubahan tersebut hanya membutuhkan waktu 15 jam saja.

Umur lalat dewasa pada umumnya juga sangatlah singkat yakni berkisar antara 2-4 minggu saja. Hal tersebut dipengaruhi oleh suhu, kelembaban udara, serta sumber makanan yang dikonsumsi oleh lalat.

Lalat yang sudah dewasa biasanya akan segera mencari pasangan untuk melakukan perkawinan. Perkawinan antara lalat jantan dan lalat betina harus dilakukan agar eksistensi lalat terus bertahan dan beregenerasi.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *