Daur Hidup Katak: Habitat, Jenis dan Manfaatnya

Daur Hidup Katak – Seperti yang kita tahu selama ini bahwa katak adalah hewan bertipe amfibi. Maksudnya, katak bisa hidup di dua alam; di air tawar dan di darat. Selain itu katak juga memiliki keistimewaan lainnya.

Sama halnya dengan kupu-kupu, katak juga mengalami metamorfosis alias perubahan dalam proses kehidupannya.

Daur hidup katak melewati beberapa tahapan, yaitu telur, kecebong, katak muda dan diakhiri menjadi katak dewasa.

Mengenal Daur Hidup Katak

metamorfosis katak

Apakah sahabat Tedas.id masih mengingat tentang proses metamorfosis katak yang dulu dipelajari di sekolah? Kalau sudah lupa, yuk kita ingat-ingat kembali. Berikut ini adalah tahapan dalam daur hidup katak:

1. Telur

Awal mula terjadinya katak berasal dari telur. Katak dewasa setelah melakukan perkawinan kana menghasilkan telur berjumlah sangat banyak.

Namun tidak semua telur yang dikeluarkan tersebut bisa menetas dan hidup sempurna menjadi katak. Ada beberapa telur yang mati sebelum waktunya.

Sama halnya dengan manusia yang dilahirkan atas perjuangan sel telur dan sel sperma. Meski ada banyak sel telur dan sperma yang dikeluarkan, pada akhirnya hanya ada satu sel telur dan sperma yang berhasil bertumbuh.

Ada banyak faktor yang menggagalkan proses pertemuan sel telur dan sperma, begitu juga dalam proses telur menjadi katak. Faktor internal dan eksternal bisa menjadi penyebab kegagalan tersebut.

Faktor internal kegagalan telur bertumbuh dipengaruhi karena gen dari sang induk. Ketika gen pada induk katak tidak bagus, maka telur yang dihasilkan juga tidak akan bagus dan mudah rusak.

Telur katak memiliki tekstur yang unik, memiliki bulatan kenyal yang sangat mudah koyak. Di dalam bulatan ini bisa kita temukan semacam kuning telur yang merupakan sumber makanan bagi telur katak.

Sementara faktor eksternal yang mempengaruhi kegagalan telur katak bertumbuh yaitu arus air, dimangsa oleh predator dan tak sedikit karena ulah manusia. Meski air dan darat memiliki bahayanya masing-masing, namun melahirkan telur di sungai jauh lebih aman daripada di darat.

Telur katak harus menghadapi beberapa predator, di antaranya yaitu belut, ular, ikan, biawak dan hewan besar lainnya yang menetap di sekitar telur tersebut.

Katak yang berhabitat di area pohon, telurnya akan lahir dengan dilapisi cangkang busa. Fungsinya untuk melindungi telur dari suhu panas.

Sementara itu katak yang berhabitat di hutan memiliki kebiasaan meletakkan telur di atas punggung si katak jantan. Si bapak katak ini akan melindungi telurnya dari mara bahaya. Dalam 21 hari, telur katak akan menetas menjadi larva atau kecebong.

Baca Juga  Sel Tumbuhan: Fungsi, Jenis, Karakter dan 9 Fungsinya

2. Tadpole (Kecebong)

Larva atau tadpole lebih sering disebut sebagai kecebong. Setelah telur katak berkembang menjadi kecebong, selama 7-10 hari mereka akan tetap mengandalkan kuning telurnya sebagai sumber makanan untuk bertahan hidup.

Sebelum berusia 7 hari, kecebong masih lemah dan organnya belum tumbuh sempurna. Baru kemudian saat usianya memasuki hari ke-17 hingga 10, organ tubuhnya mulai sempurna.

Saat itulah, mereka mulai mencari makanan sendiri. Makanan kecebong di usia ini biasanya berupa alga air. Pada masa ini, kecebong masih bernafas memakai insang.

Pada pekan ke-4, kulit mulai menutupi insang kecebong. Insangnya juga mulai masuk ke dalam tubuhnya. Perlahan paru-paru terbentuk dan memiliki gigi yang tipis.

Pada pekan ke-6, perubahan tubuh kecebong mulai menampakkan wujudnya sebagai katak. Kakinya mulai muncul.

Ada 4 kaki yang bisa dilihat. Dua ada di depan, dan dua kaki lagi bisa kita temukan di bagian belakang. Kaki yang di belakang berukuran lebih panjang dari kaki depannya.

Kecebong yang mulai bermetamorfosa menjadi katak muda ini mulai memangsa serangga yang sudah mati dan masuk ke dalam air.

Selain memakan serangga mati, kecebong di usia ini juga masih memakan tumbuhan sebagai sumber gizi utama. Pekan ke-9, tubuh kecebong sudah mulai sempurna menjadi sebuah katak muda.

3. Katak Muda

Fase katak muda akan benar-benar dimulai pada pekan ke-9. Katak muda masih mempunyai ekor peninggalan dari fase kecebong. Meskipun ukurannya sangat pendek, bahkan hampir tak bisa dilihat.

Paru-paru yang tadinya mulai bertumbuh, kini sudah beralih fungsi secara permanen sebagai alat pernapasan katak muda.

Pada fase ini, katak juga sudah mulai memiliki kemampuan untuk tinggal di darat. Katak juga mulai beradaptasi dengan segala jenis makanan lainnya, baik serangga yang sudah mati ataupun masih hidup.

Proses adaptasi ini harus dilalui oleh katak agar mereka siap saat menjadi katak dewasa. Banyak predator yang siap memangsa katak dewasa, sehingga diperlukan kemandirian dan ketangkasan untuk menghindarinya.

4. Katak Dewasa

Katak dewasa adalah katak yang usianya berkisar 12 sampai 16 minggu. Pada fase ini, katak sudah memiliki bentuk tubuh yang sempurna menjadi seekor katak. Mereka juga telah bertumbuh menjadi predator bagi para serangga kecil yang hidup di sekelilingnya.

Sebagian besar hidup katak dewasa dihabiskan di daratan. Mereka hanya akan kembali ke habitat air saat melakukan perkawinan hingga telur-telurnya menetas.

Meskipun telah menjadi katak dewasa, bukan berarti mereka aman terhadap predator. Ada ular, biawak dan burung elang yang siap menyantap mereka.

Habitat Katak dan Jenisnya

Habitat Katak dan Jenisnya
Semakin dingin suatu lokasi, maka semakin susah menemukan katak. Si hewan berwarna hijau ini lebih suka daerah berudara panas. Biasanya mudah dijumpai di area sawah.

Katak terbiasa hidup dengan mandiri dan tidak berkerumun dengan sesamanya. Namun setelah menjalani perkawinan dan bertelur, mereka akan bermetamorfosa menjadi induk yang super baik.

Bagi katak dewasa, menjaga telur-telurnya adalah amanah yang spesial. Jadi harus dilakukan sebaik mungkin. Manusia jangan sampai kalah dengan katak ya untuk urusan menjadi orangtua.

Katak memiliki kebiasaan unik. Saat musim kawin, para katak jantan akan bersuara dengan nada tertentu. Gunanya untuk menarik hati katak-katak betina.

Salah satu kemampuan katak dalam menghindari musuh-musuhnya yaitu bisa melompat berjarak jauh. Selain itu beberapa katak juga memiliki racun yang bisa mematikan bagi para predator.

Baca Juga  Hipotesis: Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Melakukan Penelitian

Mungkin bagi orang awam seperti kita, saat melihat katak yang satu dengan lainnya berkesan sama. Ternyata ada sekian jenis katak yang ada di dunia. Berikut ini beberapa di antaranya:

katak bertanduk (megophrys Montana)

katak gunung

bangkong serasah (leptobrachium hasseltii)

bangkong kolam (rana chalconota)

katak belentung (kaloula baleata)

katak hijau (occidozyga lima)

katak sungai (Bufo asper)

katak kolong ( melanostictus)

katak gading (rana erythraea)

katak tegalan (fejervarya limnocharis)

katak batu (limnonectes macrodon)

katak pohon (Polypedates leucomystax)

katak kepala pipih Kalimantan (barbourula kalimantanensis)

katak merah (Leptophryne cruentata)

Manfaat Katak dalam Kehidupan Manusia

Manfaat Katak dalam Kehidupan Manusia

Jika dibandingkan dengan jenis hewan lainnya, katak termasuk makhluk hidup yang sudah ada sejak zaman purba. Hebat ya, di saat hewan-hewan purba lainnya sudah punah, katak masih bertahan hingga hari ini.

Kemampuan adaptasi katak dengan berbagai perubahan iklim dan lokasi di dunia patut diacungi jempol. Itulah rahasia di balik keberadaan katak hingga hari ini.

Mungkin masih sedikit di antara kita yang kurang tahu apa manfaat katak dalam kehidupan manusia. Tim Tedas.id berusaha merangkumnya untuk para sahabat tercinta.

Katak bisa diolah menjadi sumber makanan. Yang paling tenar adalah swike, yaitu makanan favorit orang Cina. Biasa dibuat dari paha katak. Swike sangat diminati karena konon katanya gurih dan harganya sangat murah. Tentu saja bagi umat muslim, swike haram dimakan ya.

Selain diolah sebagai swike, di Jawa Timur telur katak juga diolah sebagai pepes. Tentunya ini tidak dianjurkan karena bisa merusak ekosistem dan tumbuh kembang katak.

Baca Juga  Lucu, Ini 3 Jenis Kelinci Anggora Berikut Kisaran Harganya

Karena permintaan swike semakin bertambah, banyak orang yang melakukan budidaya katak. Tentu hal ini sangat bagus. Dengan budidaya katak, jumlah katak tetap bisa dijaga dan tidak berkurang secara perlahan. Meski begitu bagi sahabat yang ingin berbudidaya katak sebaiknya perhatikan dulu jenis kataknya.

Karena ada beberapa katak yang beracun. Jangan sampai salah memilih jenis katak yang justru bisa membahayakan diri sendiri.

Kehadiran katak di suatu lingkungan sebenarnya bisa menjadi indikator apakah sudah terjadi pencemaran tanah atau tidak.

Meski katak tahan banting dengan aneka perubahan iklim, namun di lingkungan yang banyak pencemaran, katak akan mudah musnah sehingga sulit ditemukan. Maka ketika ada suara katak menggema, bersyukurlah, artinya lingkungan tersebut masih aman dari pencemaran.

Katak juga membantu manusia dalam menjaga jumlah serangga agar tidak terlampau banyak. Tahu sendiri kan kalau serangga adalah makanan utama katak?

Buat yang suka memancing, biasanya katak terutama kecebong digunakan sebagai umpan.

Perbedaan Katak dan Kodok

perbedaan katak dan kodok

Tak banyak yang tahu bahwa katak dan kodok berbeda. Banyak orang mengira dua kata itu hanyalah sinonim.

Mereka memang sama-sama satu ordo dalam jenis hewan, yaitu ordo Anura. Namun sebenarnya katak dan kodok itu berbeda.

Dalam bahasa Inggris, katak disebut dengan istilah “frog”, sementara kodok disebut sebagai “toads.” Dari perbedaan nama ini saja seharusnya kita tahu bahwa katak dan kodok adalah dua jenis hewan yang berbeda, namun memang masih bersaudara. Adapun perbedaan yang bisa kita temukan pada katak dan kodok, yaitu:

Ukuran Tubuhnya

Kodok memiliki tubuh yang lebar dan besar. Kulitnya cenderung kering, kasar dan juga tebal. Ukuran kaki relatif pendek. Saat melompat kodok tak bisa jauh. Meski sama-sama dari bangsa Anura, namun kodok merupakan bagian dari keluarga “Bufonidae.”

Sementara itu tubuh katak jauh lebih langsing. Kulitnya lembab, memiliki lendir, halus dan tipis. Kaki katak jauh lebih panjang sehingga memungkinkannya lompat lebih jauh. Kaki belakang katak memiliki selaput sebagai tanda bahwa mereka jago berenang.

Baca Juga  16 Jenis Ikan Mas Koki yang Populer, Mana Favoritmu?

Habitat Hidupnya

Kodok sangat mudah dijumpai di berbagai lokasi. Dari pemukiman warga, sungai dengan air kotor sekalipun, hingga wilayah perkotaan. Kodok juga bisa ditemukan pada daerah-daerah dengan tinggi tertentu. Konon kodok ini sangat hebat dalam urusan beradaptasi terhadap kesulitan apapun.

Jenis-jenis kodok antara lain kodok buduk “bufo melanostictus” dank Kodok puru-besar “Bufo asper”.

Sementara itu, katak hanya bisa ditemukan di habitat-habitat tertentu. Misal katak sawah ya hanya bisa dicari di sawang. Katak pohon tinggalnya di batang-batang pohon yang tinggi menjulang. Setiap jenis katak memiliki habitanya masing-masing.

Demikianlah informasi yang Tedas.id bisa bagikan untuk para sahabat yang ingin tahu lebih dalam mengenai daur hidup katak, habitat dan jenis-jenisnya. Bonusnya, sekarang sahabat jadi tahu kan kalau katak dan kodok berbeda?

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *