Data Primer: Pengertian, Perbedaan dan 5 Cara Mendapatkannya

Data Primer dan Sekunder – Untuk memperoleh hasil penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan, maka penting bagi seorang peneliti untuk memiliki data primer dan sekunder yang tepat dan saling melengkapi. Apakah di antara sahabat tedas.id masih ada yang belum memahami pengertian, perbedaan dan bagaimana cara mendapatkan kedua jenis data tersebut?

Tampaknya sahabat tedas.id datang di waktu dan kesempatan yang tepat. Karena hari ini kami ingin memberikan beberapa informasi terkait pengertian, perbedaan dan bagaimana cara mendapatkan data primer dan sekunder.

Seberapa penting sih kedua jenis data tersebut untuk merumuskan masalah dan menemukan solusi di sebuah penelitian? Yuk, kita mulai membahasnya satu per satu.
Pengertian Data Primer

Dari namanya saja sahabat tedas.id pasti sudah bisa menebak jika data primer menuju pada sebuah pokok atau inti dari sebuah penelitian. Tidak akan sah sebuah penelitian jika tak ada data primer di dalamnya, bahkan meski ada banyak data sekunder yang dikumpulkan.

Baca Juga  Perbedaan Variabel Bebas dan Terikat Berikut Contohnya

Bisa kita simpulkan bahwa data primer adalah data utama yang harus ada di dalam sebuah penelitian. Disebut sebagai data utama karena data-data ini didapatkan langsung oleh si peneliti dari tangan pertama. Maksudnya si peneliti langsung menemui subjek penelitian alias responden atau penyedia informasi dan kemudian melakukan analisis terhadap data tersebut.

Data primer membutuhkan adanya komunikasi atau kontak langsung antara peneliti dan responden. Makna langsung di sini bukan berarti peneliti dan responden harus bertatap muka dan berhadap-hadapan.

Diizinkan untuk melakukan komunikasi kepada responden melalui koneksi telepon ataupun internet. Selama sarana komunikasi yang ada hanya bertugas sebagai jembatan seorang peneliti dalam memperoleh data, maka data yang didapat tetap dianggap sebagai data primer.

Pengertian Data Sekunder

Pengertian Data Sekunder

Jika data primer adalah data utama yang menjadi pokok dari sebuah penelitian, pastinya sahabat tedas.id sudah menebak apakah data sekunder itu bukan?

Ya, benar sekali. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan untuk melengkapi data utama. Disebut juga sebagai data penunjang. Data-data sekunder bisa didapat dari pengumpulan dokumen, seperti koran, buku, majalah, jurnal, dan bentuk dokumen lainnya.

Apabila data primer didapatkan dengan cara melakukan kontak langsung dengan responden, berbeda dengan cara mendapatkan data sekunder. Data-data ini tidak langsung diperoleh melalui tangan pertama alias datanya tidak didapat dari responden secara langsung.

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa data sekunder merupakan data penunjang untuk melengkapi data utama agar rumusan masalah dan penemuan solusi bisa semakin valid.

Itulah kenapa biasanya data sekunder banyak didapatkan dari pengumpulan dokumen yang berhubungan dengan data utama, namun tidak ditulis atau disusun langsung oleh si responden.

Baca Juga  Energi Kinetik: Jenis, Contoh dan Cara Menghitungnya

Dokumen-dokumen yang dijadikan data sekunder adalah dokumen yang ditulis atau disusun oleh orang lain. Misal data yang diambil dari koran, dikatakan sebagai data sekunder karena dokumen tersebut ditulis oleh wartawan.

Data yang diambil dari jurnal ilmiah juga bisa dijadikan data sekunder, selama jurnal tersebut tidak disusun oleh informan atau responden utama, melainkan oleh penulis naskah lainnya dengan membahas masalah yang terkait dengan informan atau responden dalam data primer.

Meski begitu tidak selalu data sekunder hanya didapat melalui penggunaan dokumen. Data sekunder pun bisa juga didapat dari wawancara dan observasi, tergantung pada jenis penelitian yang dilakukan, apakah kualitatif atau kuantitatif.

Perbedaan Data Primer dan Sekunder

perbedaan data primer dan sekunder

Dari pengertian data primer dan sekunder di atas, tentunya sahabat tedas.id sudah dapat menyimpulkan apa saja perbedaan dari keduanya ya? Jika dijabarkan dalam beberapa poin, maka berikut ini 3 perbedaan utama dari kedua jenis data tersebut:

1. Perbedaan Peran

Sebagaimana sudah dijelaskan dalam bab pengertian data di atas, peran data primer dan sekunder sangatlah berbeda. Data primer adalah data utama atau data pokok dalam sebuah penelitian. Penelitian tidak akan berjalan tanpa adanya data pimer.

Sementara itu data sekunder merupakan data penunjang atau pelengkap. Perannya tentu saja untuk memberikan kelengkapan informasi kepada data utama. Sedikit atau banyak jumlah data sekunder tidak akan mempengaruhi penelitian, namun bisa mempengaruhi kualitas dari hasil penelitian.

Bukankah semakin lengkap data yang didapat, seharusnya semakin baik pula hasil dari sebuah penelitian? Tentu saja tergantung pula dari proses analisis yang dilakukan oleh peneliti.

Jika peneliti mampu melakukan analisis yang tepat dan menemukan hubungan antara setiap data yang ada, maka jumlah data yang masuk sangat berpengaruh. Baik data primer dan sekunder sama-sama pentingnya untuk merumuskan hasil penelitian yang komprehensif.

Baca Juga  Mengenal Simpangan Baku, Rumus dan Cara Menghitungnya

2. Perbedaan Proses Mendapatkannya

Telah disebutkan pula di atas, selain peranannya, proses tata cara mendapatkan kedua data ini juga berbeda. Data primer didapatkan dengan cara peneliti menemui langsung responden atau informan.

Pertemuan ini tidak harus bertatap muka, bisa lewat telepon atau internet. Namun pada intinya terjadi komunikasi langsung di antara keduanya, tidak melalui pihak ketiga.

Sementara peneliti bisa mendapatkan data sekunder dengan cara berkomunikasi dengan pihak ketiga. Misal, jika responden penelitian adalah murid di sebuah sekolah, maka pihak ketiga bisa jadi guru dan karyawan di sebuah sekolah.

Data-data penunjang yang didapat dari guru dan karyawan sekolah inilah yang disebut dengan data sekunder, sementara data yang didapat langsung dari murid adalah data primer.

3. Perbedaan Narasumber

Bisa disimpulkan dari kedua poin di atas bahwasanya narasumber data primer adalah orang pertama alias responden itu sendiri. Sementara narasumber data sekunder adalah orang-orang atau dokumen-dokumen yang terkait dengan orang pertama.

Cara Mendapatkan Data Primer dan Sekunder

data sekunder adalah

Setelah memahami pengertian dan perbedaan kedua jenis data di dalam penelitian, sekarang saatnya tim Tedas.id mengajak para sahabat untuk mencari tahu bagaimana cara mendapatkan data-data tersebut.

Ternyata untuk memperoleh data primer maupun sekunder tidak bisa asal, kita juga harus menyesuaikan dengan jenis penelitian yang dilakukan.

Cara memperoleh data dalam penelitian kualitatif tentu saja berbeda dengan pemerolehan data pada penelitian kuantitatif. Tanpa perlu panjang lebar, yuk kita gali lebih dalam!

1. Pemerolehan Data dalam Riset Kualitatif

Ada 3 teknik yang umum digunakan dalam riset ini:

1. In-depth Interview

In-depth interview alias wawancara mendalam biasanya digunakan dalam pemerolehan data primer pada riset kualitatif.

Hasil wawancara nantinya dituangkan dalam sebuah transkrip berbentuk narasi. Biasanya tidak semua transkrip percakapan dijadikan sebagai data primer, peneliti harus menganalisis manakah hasil wawancara yang bisa dijadikan data utama dan tidak.

2. Observasi

Proses pemerolehan data dalam riset kualitatif selanjutnya yaitu observasi. Siapa atau apakah objek observasinya nanti menentukan apakah data yang dihasilkan termasuk primer atau sekunder.

3. Dokumen

Baik data primer dan sekunder bisa saja didapatkan dari hasil pembacaan dokumen, tergantung objek penelitiannya. Jika objek penelitian adalah buku, maka buku utama adalah data primer. Sementara buku-buku penunjang yang memiliki keterkaitan dengan buku utama adalah data sekunder.

Namun jika tema penelitian adalah perilaku hidup suatu generasi misalnya, maka buku atau majalah yang berisi informasi terkait tema tersebut adalah data sekunder.

Baca Juga  Kuantitatif dan Kualitatif: Pengertian, Metode dan Perbedaan

2. Pemerolehan Data dalam Riset Kuantitatif

Pemerolehan Data dalam Riset Kuantitatif

Berbeda dengan riset kualitatif, teknik umum yang biasa digunakan dalam riset kuantitatif hanya ada dua:

A. Survey

Kuesioner dan angket adalah salah satu sarana dalam melakukan survey. Hasil dari survey ini nantinya dijabarkan dalam bentuk grafik, tabel dan tentunya dilengkapi dengan narasi untuk menjelaskan lebih lanjut hasil dari grafik dan tabel tersebut.

B. Dokumen

Untuk menguatkan hasil yang diperoleh lewat survey, peneliti juga perlu untuk mengumpulkan literatur terkait tema penelitian. Analisis pada literatur terkait adalah cara dalam mendapatkan data sekunder pada penelitian kuantitatif.

Demikianlah penjabaran terkait data primer dan sekunder yang bisa tim Tedas.id kumpulkan. Semoga bisa dipahami dan bermanfaat. Sampai jumpa di informasi-informasi berikutnya, sahabat!

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *