3 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online dan Syaratnya

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online – Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan saat ini tentu sangat membantu para pekerja di Indonesia untuk mendapat jaminan terkait dengan kecelakaan kerja, hari tua, dan lain sebagainya.

Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan, seluruh pekerja yang bekerja di dalam maupun luar negeri disarankan untuk mempunyai BPJS ketenagakerjaan ini. Hal ini bertujuan agar setiap pekerja mendapat jaminan sosial sebagai bentuk antisipasi terhadap adanya risiko tertentu yang bisa saja menimpa para pekerja tersebut.

Jadi, dengan memiliki BPJS ketenagakerjaan ini maka hidup Anda dapat lebih terjamin meskipun nantinya muncul perubahan pada bidang sosial dan ekonomi.

Ada banyak kemudahan yang nantinya Anda dapatkan jika menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan ini. Oleh sebab itulah, kepemilikan BPJS ketenagakerjaan menjadi hal yang dianggap sangat penting.

Bagi Anda yang hingga saat ini belum memiliki BPJS ketenagakerjaan, maka saat ini Anda bisa mendaftarkan diri dengan datang ke kantor BPJS terdekat ataupun daftar secara online melalui smartphone Anda, tentunya dengan waktu yang lebih cepat dan praktis.

Kemudian, bagi Anda yang sudah resmi menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan, Anda dapat mengecek saldo yang Anda miliki melalui berbagai cara. Berikut ini adalah beberapa alternatif yang bisa dipilih sebagai cara cek saldo BPJS ketenagakerjaan online.

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online

cek saldo bpjs ketenagakerjaan online
Ada tiga cara mengecek saldo BPJS ketenagakerjaan yang bisa dilakukan dengan cara online, yaitu:

1. Melalui Website

Bagi Anda yang ingin mengecek saldo BPJS ketenagakerjaan melalui website, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Mengakses website resmi mereka, yakni www.bpjsketenagakerjaan.co.id atau langsung ke website https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id. Namun, terlebih dahulu Anda harus mempersiapkan kartu BPJS ketenagakerjaan yang Anda miliki atau Nomor KPJ.

b. Selanjutnya Anda bisa klik di bagian Layanan Peserta dan klik Pilih Tenaga Kerja. Setelah itu, akan muncul kolom BPJSTKU dan Antrian Online.

c. Jika ingin mengecek saldo, Anda harus klik BPJSTKU dan secara otomatis Anda akan diminta untuk login.

d. Bagi Anda yang belum melakukan pengecekan sebelumnya, maka Anda dapat melakukan registrasi terlebih dahulu dengan mengisi data diri yang diperlukan untuk melakukan aktivasi. Nantinya Anda juga akan diarahkan untuk membuat username serta password untuk keperluan akun BPJS ketenagakerjaan ini.

2. Melalui Aplikasi BPJSTKU

Saat ini Anda dapat mengecek saldo melalui aplikasi BPJSTKU yang dikelola langsung oleh pihak BPJS ketenagakerjaan. Berikut ini adalah tata cara untuk mengecek saldo secara online melalui aplikasi:

a. Jika di smartphone Anda belum ada aplikasi BPJSTKU, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendownloadnya terlebih dahulu di Apps Store maupun Playstore.

b. Apabila sudah di download dan diinstal, maka Anda bisa melakukan login dengan memasukikan email dan password akun BPJS ketegakerjaan Anda.

c. Selanjutnya Anda bisa klik menu Lihat Saldo untuk mengecek saldo BPJS ketenagakerjaan milik Anda.

Aplikasi ini tidak hanya berfungsi untuk mengecek saldo saja, tetapi juga bisa digunakan untuk mendaftar bagi peserta BPJS ketenagakerjaan baru. Pada aplikasi BPJSTKU terdapat beberapa menu yang akan memudahkan Anda untuk mencari informasi tertentu.

3. Melalui Layanan SMS

Mengecek saldo melalui layanan SMS ini adalah cara termudah yang paling sering digunakan oleh para pekerja. Hal ini karena pekerja tidak diharuskan untuk mengantre di kantor ataupun mengunjungi website resmi BPJS ketenagakerjaan untuk mengeceknya. Hanya dengan mengirimkan

Baca Juga  Waspada, Ini 4 Cara Mengetahui HP Disadap dan Cara Mengatasi

SMS saja, maka Anda akan mendapat balasan yang berisi jumlah saldo milik Anda. Akan tetapi, sebelumnya peserta diharuskan melakukan registrasi untuk bisa menggunakan layanan ini. Di bawah ini adalah format SMS untuk registrasi.

Ketik: DAFTAR(spasi)SALDO#NomorKTP#NAMA#TanggalLahir#NomorPeserta dan kiriman ke 2757

Jika Anda sudah melakukan registrasi, maka selanjutnya Anda bisa mengirim format SALDO(spasi)NomorPeserta dan kirim ke 2757 untuk mengecek saldo Anda. Tunggu beberapa waktu dan Anda akan mendapatkan balasannya. Perlu Anda perhatikan jika layanan SMS ini hanya bisa digunakan untuk nomor operator XL, Telkomsel, dan juga Indosat.

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

syarat pencairan bpjs ketenagakerjaan
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, para pekerja yang memiliki BPJS ketenagakerjaan ini akan mendapatkan banyak jaminan sosial sehingga kemungkinan terjadi risiko di kemudian hari dapat diatasi dengan baik.

Selain itu, saldo BPJS ketenagakerjaan ini juga dapat dicairkan. Biasanya saldo yang dicairkan untuk Jaminan Hari Tua atau JHT. Akan tetapi, ada sejumlah syarat pencairan BPJS ketenagakerjaan yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Baca Juga  Urutan Pangkat TNI Lengkap, Darat, Laut Maupun Udara

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2015, saldo JHT dapat diambil sebesar 10%, 30%, dan hingga 100% tanpa perlu menunggu waktu 10 tahun sejak pekerja tersebut menjadi peserta BPJS ketenagakerjaann ataupun berumur 56 tahun. Namun, tentu saja harus memenuhi persyaratan seperti di bawah ini.

a. Apabila peserta BPJS ketenegakerjaan ingin segera melakukan pencairan dana sebesar 100%, maka ia harus menon-aktifkan statusnya sebagai peserta.

Namun, perlu Anda ketahui jika penon-aktifan ini hanya dapat dilakukan oleh pihak perusahaan tempat pekerja tersebut bekerja. Hal ini berarti, jika ia ingin dana 100% cair, maka ia tidak lagi menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

b. Peserta harus menunggu minimal satu bulan sejak ia berhenti dari perusahaan tersebut agar dana JHT ini bisa dicairkan 100%.

Proses pencairan ini bisa dilakukan dengan dua cara, yakni datang secara langsung ke kantor BPJS ketenagakerjaan yang ada di kota Anda ataupun melalui aplikasi e-klaim miliki BPJS ketenagakerjaan. Untuk Anda yang saat ini ingin mencairkan dana dalam waktu dekat, di bawah ini ada panduan dengan menggunakan dua cara tersebut.

1. Pencairan Dana secara Manual

Cara manual ini bisa Anda lakukan dengan mendatangi kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat dan ikuti arahan dari pihak mereka. Cara ini dinilai lebih ribet karena peserta diharuskan mengantre dalam waktu yang lama dan mengisi formulir pencairan. Akan tetapi, jika kuota formulir ini sudah penuh, maka Anda tidak bisa melakukan pencairan dan harus datang lagi besok. Tentu saja hal tersebut akan sangat menyita waktu Anda yang memiliki jam istirahat terbatas.

2. Pencairan Dana melalui E-Klaim

Cara ini sangat praktis untuk dilakukan dan bisa dimana saja selagi terhubung dengan jaringan internet. Oleh karena itu, tentu saja syarat mencairkan BPJS ketenagakerjaan yang pertama adalah dengan mengunjungi website e-klaim.

Jadi, e-klaim ini adalah layanan online yang akan memudahkan Anda dalam melakukan pencairan dana dan tidak perlu mengantre dalam waktu yang lama. Berikut ini adalah cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan online.

Baca Juga  Arti Pencitraan Bagi Para Pelaku Panggung Kehidupan

a. Mengunjungi Website dan Mengisi Data Diri

Sama seperti pencairan dana secara manual, Anda juga akan diminta untuk mengisi formulir online yang dapat diakses melalui: Situs ini, eklaim dan nanti Anda akan diminta untuk mengisi sejumlah data diri, seperti nomor e-KTP, nama lengkap, tanggal lahir, nomor KPJ, alasan klaim, nomor ponsel, dan juga alamat e-mail aktif.

b. Memasukkan Kode Verifikasi

Jika formulir sudah diisi dengan benar dan lengkap, maka Anda akan diminta untuk memasukkan kode verifikasi yang sebelumnya telah dikirim melalui e-mail Anda. Setelah itu, Anda bisa memasukkan nama dan nomor rekening bank serta menggunggah beberapa dokumen yang telah discan.

c. Dokumen yang Harus Dipersiapkan

Adapun sejumlah dokumen yang harus disiapkan untuk e-klaim adalah:

• Fotocopy dan KTP asli
• Fotocopy dan Kartu BPJS ketenagakerjaan asli
• Fotocopy dan surat keterangan telah berhenti kerja asli
• Fotocopy dan buku tabungan asli

Untuk surat keterangan telah berhenti kerja ini hanya dapat dikeluarkan oleh perusahaan di tempat Anda bekerja.

d. Menunggu Konfirmasi

Apabila Anda telah melewati tahapann di atas, maka Anda akan memperoleh e-mail yang berisi pemberitahuan jika data Anda sedang diproses dan diverifikasi. Proses verifikasi ini memerlukan waktu hingga 1×24 jam.

e. Proses Transfer Saldo

Langkah selanjutnya adalah proses transfer saldo dari pihak BPJS ketenagakerjaan ke rekening Anda. Biasanya diperlukan waktu hingga 10 hari kerja agar saldo bisa masuk ke rekening Anda.

Syarat Klaim BPJS Ketenagakerjaan

syarat klaim bpjs ketenagakerjaaKini Anda dapat memilih jumlah saldo BPJS ketenagakerjaan yang akan dicairkan. Bisa 10%, 30% ataupun 100%. Akan tetapi, tentu saja ada sejumlah syarat yang harus dilakukan.

Jika sebelumnya telah dijelaskan mengenai syarat untuk pencairan dana BPJS ketenagakerjaan sebesar 100%, maka di bawah ini adalah penjelasan mengenai cara klaim BPJS ketenagakerjaan sebesar 10% dan 30%.

1. Klaim untuk Dana 10%

Apabila Anda ingin mencairkan dana sebesar 10%, maka syarat utamanya adalah Anda sudah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan selama minimal 10 tahun dan masih aktif sebagai pekerja di perusahaan. Kemudian untuk dokumen yang diperlukan antara lain adalah.

a. Kartu BPJS asli dan fotocopy
b. KTP atau Paspor asli dan fotocopy
c. Kartu Keluarga asli dan fotocopy
d. Surat keterangan aktif bekerja yang dikeluarkan oleh perusahaan
e. Buku tabungan

2. Klaim untuk Dana 30%

cara klaim bpjs ketenagakerjaan online

Syarat utama untuk pencairan dana sebesar 30% sebenarnya sama, yakni minimal harus sudah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan selama 10 tahun. Akan tetapi, terdapat dokumen tambahan yang harus diberikan ketika proses pencairan, yakni.

a. Kartu BPJS asli dan fotocopy
b. KTP atau paspor asli dan fotocopy
c. Kartu keluarga asli dan fotocopy
d. Surta keterangan aktif bekerja yang dikeluarkan oleh perusahaan
e. Dokumen perumahan
f. Buku tabungan

Untuk bisa melakukan pencairan dana 10% dan 30% ini, maka Anda akan dikenakan pajak progresif yang harus ditanggung sebesar 5-30%. Jadi, tarif pajak progresif ini ditetapkan berdasarkan jumlah saldo yang Anda miliki.

Baca Juga  Sering Tertukar? Ini Beda Am dan PM Untuk Menunjukan Waktu

Oleh karena itu, pastikan jika Anda telah menghitung dan mempertimbangkan pajak progresif yang harus ditanggung ketika akan mencairkan dana ini. Akan tetapi, bagi Anda yang sebelumnya tidak pernah melakukan pencairan dana, maka pajak progresif yang dikenakan hanya 5% berapapun jumlah saldo yang Anda miliki.

Itulah penjelasan mengenai cara cek saldo BPJS ketenagakerjaan online dan syarat pencairan BPJS ketenagakerjaan. Dengan mengetahui informasi tersebut, maka Anda akan lebih bijak dalam memutuskan untuk melakukan pencairan dana dengan besaran tertentu. Selain itu, Anda juga akan mengerti bagaimana cara untuk mengecek saldo secara online dengan mudah dan praktis tanpa harus datang ke kantor BPJS ketenagakerjaan terdekat.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *